Apa itu Perusahaan Dagang? Ini Penjelasannya dari Neraca, HPP sampai FS

Contoh Laporan Keuangan Lengkap Perusahaan Dagang

Sesuai dengan standar akuntansi keuangan, laporan keuangan perusahaan dagang akhir periode terdiri dari:

1: Income statement

Menyajikan kinerja atau performance bisnis perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Komponen utama laporan ini adalah pendapatan dan cost.

2: Laporan perubahan ekuitas

Jenis laporan keuangan ini menyajikan kondisi ekuitas perusahaan di awal sampai akhir periode. Aktivitas bisnis selama periode tertentu akan menghasilkan laba atau rugi. Kondisi ini akan mempengaruhi ekuitas. Jika perusahaan laba, maka menambah ekuitas, namun sebaliknya jika rugi maka mengurangi ekuitas.

3: Neraca

Neraca atau balance sheet atau statement of financial position adalah jenis laporan keuangan yang menunjukkan kondisi kesehatan perusahaan. Ada tiga komponen neraca, yaitu:

  1. Aset tetap dan aset lancar perusahaan dagang
  2. Liabiltas atau kewajiban yang harus diselesaikan perusahaan.
  3. Ekuitas, misalnya modal disetor, tambahan modal, laba ditahan dan laba periode berjalan.

4: Laporan cash flow

Statement of cash flows adalah jenis laporan keuangan yang menyampaikan keluar masuknya kas selama periode waktu tertentu. Jenis kas yang disajikan dalam laporan ini dibagi menjadi 3 komponen pokok, yaitu:

  1. Kas yang diperoleh dari aktivitas operasi
  2. Cash yang berasal dari aktivitas investasi
  3. Kas yang diperoleh dari aktivitas pendanaan

5: Catatan atas laporan keuangan

Notes of financial statement adalah jenis laporan keuangan perusahaan dagang yang berisi penjelasan lebih detail komponen-komponen yang belum tersaji di empat jenis laporan keuangan lainnya.

Jika ingin mahir menyusun Laporan Keuangan perusahaan dagang tanpa ribet, langsung saja gunakan accounting tools sederhana dan mudah berikut ini: SOP Keuangan

Dagang-sayur
Sedang dagang sayur di pasar tradisional

Cara Menghitung HPP Pada Perusahaan Dagang

Tahap-tahap proses perhitungan HPP

Berikut ini alur termudah untuk menghitung harga pokok penjualan (HPP) perusahaan dagang, yaitu:

  1. Menghitung saldo awal persediaan barang dagangan.
  2. Menjumlahkan seluruh pembelian yang dilakukan perusahaan selama satu periode.
  3. Menghitung persediaan barang dagang siap untuk dijual dengan cara menjumlahkan saldo awal ditambah dengan total pembelian.
  4. Menghitung saldo akhir periode persediaan barang di gudang penyimpanan.
  5. Hitung HPP dengan menjumlahkan persediaan barang yang siap dijual dikurangi dengan saldo akhir.

Contoh Kasus Perhitungan HPP Perusahaan Dagang

Agar semakin jelas, saya sajikan contoh dengan angka-angka. Misalnya data-data yang dikumpulkan oleh perusahaan selama bulan Desember 2022 adalah sebagai berikut:

(a). Saldo awal persediaan = Rp 1.000.000

(b). Total pembelian selama bulan Desember 2022 = Rp 5.000.000

(c). Jumlah persediaan siap dijual = (a) + (b)

= Rp 1.000.000 + Rp 5.000.000
= Rp 6.000.000

(d). Saldo fisik akhir Desember 2022 = Rp 1.500.000

(e). HPP : (c) – (d)

= Rp 6.000.000-  Rp 1.500.000
= Rp 4.500.000

Bagaimana, gampang kan?

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.