Kenapa Diperlukan Harga Transfer atau Transfer Pricing?

Kenapa Diperlukan Harga Transfer atau Transfer Pricing

Harga transfer atau transfer pricing akan menjadi bagian penting dari sebuah perusahaan yang melakukan transaksi pertukaran barang atau jasa antar divisi atau perusahaan dalam satu grup.

Beberapa masalah yang seringkali timbul antara lain berkaitan dengan penentuan harga transfer yang akan dibebankan atas transaksi pemindahan barang dan jasa tersebut.

Kedua, berkaitan dengan penetapan pendekatan tingkat pengembalian dan hasil sisa untuk mengevaluasi prestasi pelaksanaan transaksi tersebut.

Agar pemahaman kita tentang definisi, arti dan pengertian transfer pricing atau harga transfer benar-benar menyeluruh bukan sebagian-sebagian, maka mari kita ikuti contoh berikut ini :

Misalkan sebuah perusahaan yang sudah terintegrasi memiliki 3 divis, yaitu : 1)Divisi Eksplorasi Tambang, 2) Divisi Pengolahan, 3) Divisi Manufaktur.

Divisi penambangan melakukan eksplorasi tambang sebagai bahan baku yang dikirim ke Divisi Pengolahan.

 

Divisi Eksplorasi Tambang

 

Bahan baku tambang tersebut diolah oleh Divisi Pengolahan.  Bahan baku yang sudah diproses setengah jadi tersebut selanjutnya dikirimkan ke Divisi Manufaktur.

Divisi Manufaktur kemudian memasukkan bahan baku setengah jadi yang sudah diproses tersebut sebagai bahan baku untuk produk jadinya.

Dari contoh tersebut, kita bisa melihat bahwa ada 2 kali pemindahan barang, yaitu antar divisi dalam satu perusahaan yang sama, pertanyaannya, berapakah harga yang seharusnya mengendalikan pemindahan atau transafer barang tersebut?

Haruskah harga barang ditentukan sedemikian rupa agar mencakup beberapa unsur LABA pada divisi yang mentransfer barang.

Atau haruskah harga itu ditentukan sedemikian rupa agar hanya mencakup biaya yang terakumulasi sampai saat pemindahan barang?

Atau haruskah harga ini ditetapkan menurut bilangan angka yang lain?

Pemilihan harga transfer dapat dipersulit oleh kenyataan bahwa masing-masing divisi atau bagian bisa memasok bagian keluarannya ke pelanggan atau pembeli di luar grup perusahaan atau ke divisi lain dalam satu perusahaan.

Kesulitan berikutnya adalah bahwa harga yang dibebankan oleh satu divisi menjadi harga pokok bagi divisi yang lain, dan semakin tinggi harga pokok ini akan semakin rendah tingkat pengembalian divisi pembeli.

Baca juga : Sebelum BISNIS anda BANGKRUT karena Kesalahan Penentuan Harga Jual , Hitunglah Harga Pokok Produksi dengan Akurat seperti ini.

Dengan demikian, divisi pembeli akan senang dengan harga transfer yang RENDAH, sedangkan divisi penjual akan senang dengan harga transfer yang TINGGI. Bahkan mungkin senang membebani dengan harga PASAR yang persis sama dengan yang dibebankan ke pelanggan luar.

 

Divisi manufaktur produk

 

Dengan demikian, masalah penentuan berapa harga transfer  atau transfer pricing yang ditentukan antara segmen suatu perusahaan tidak mudah untuk dipecahkan.

Bahkan seringkali bisa mengarah pada perselisihan yang berkepanjangan dan membuat suasana yang panas antar para manajer investasi di pusat. Dan bisa menjadi tempat yang baik untuk belajar menjadi manajer investasi terbaik 🙂

Namun demikian, data-data mengenai transfer harga (transfer pricing) ini harus tersedia dan ditentukan. Data-data itu bisa berupa transfer pricing documentation atau bisa berupa buku transfer pricing, yang memuat semua aktivitas transaksi harga transfer ini.

Tujuannya adalah untuk mengevaluasi prestasi pelaksanaan berbagai divisi suatu perusahaan.

Untuk menentukan harga transfer,  dalam praktik nyata ada 3 pendekatan umum atau metode transfer pricing yang digunakan, yaitu :

#1. Penentuan harga transfer dengan menggunakan harga pokok, yang dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu : 1) Harga pokok variabel, dan 2) Harga pokok keseluruhan.

Baca juga : Inilah 10 Cara Praktis dan Akurat untuk Menghitung HPP

#2. Penentuan harga transfer atas dasar harga pasar.

#3. Penentuan harga transfer atas dasar harga pasar yang dirundingkan.

Pembahasan detil tiap-tiap pendekatan umum dari 3 pendekatan di atas akan kami bahas dalam artikel-artikel berikutnya. Tunggu saja tanggal tayangnya dan pantau terus perkembangan blog manajemen keuangan ini.

Demikian Pembahasan mengenai perlunya harga transfer atau transfer pricing.

Semoga bermanfaat.

Terima kasih