Memahami Transfer Pricing, Metode dan Contohnya

Praktik transfer pricing menjadi bagian penting dari sebuah perusahaan yang melakukan transaksi pertukaran barang dan jasa antar divisi atau perusahaan dalam satu grup.

Dampak transfer pricing  antara seringkali timbul masalah:

  • Berkaitan dengan penentuan harga transfer yang akan dibebankan atas transaksi pemindahan barang dan jasa tersebut.
  • Berkaitan dengan penetapan pendekatan tingkat pengembalian dan hasil sisa untuk mengevaluasi prestasi pelaksanaan transaksi tersebut.

 

Pengertian Transfer Pricing

contoh soal transfer pricing

Pengertian Transfer Pricing adalah harga yang timbul ketika terjada transaksi pertukaran barang dan jasa antar bagian atau anak perusahaan dalam satu grup.

Agar makin jelas perhatikan contoh soal transfer pricing berikut ini:

Misalkan PT Manajamen Keuangan Network sebuah perusahaan yang sudah terintegrasi memiliki 3 divisi, yaitu:

  • Divisi Eksplorasi Tambang
  • Divisi Pengolahan
  • Divisi Manufaktur.

Divisi penambangan melakukan eksplorasi tambang sebagai bahan baku yang dikirim ke Divisi Pengolahan.

Bahan baku tambang tersebut diolah oleh Divisi Pengolahan.

Bahan baku yang sudah diproses setengah jadi tersebut selanjutnya dikirimkan ke Divisi Manufaktur.

Divisi Manufaktur kemudian memasukkan bahan baku setengah jadi yang sudah diproses tersebut sebagai bahan baku untuk produk jadinya.

Dari contoh tersebut, kita bisa melihat bahwa ada 3 kali pemindahan barang, yaitu antar divisi dalam satu perusahaan yang sama

Pertanyaannya:

  • Berapakah harga yang seharusnya mengendalikan pemindahan atau transafer barang tersebut?
  • Haruskah harga barang ditentukan sedemikian rupa agar mencakup beberapa unsur LABA pada divisi yang mentransfer barang?
  • Atau haruskah harga itu ditentukan sedemikian rupa agar hanya mencakup biaya yang terakumulasi sampai saat pemindahan barang?
  • Atau haruskah harga ini ditetapkan menurut bilangan angka yang lain?

Ada juga kesulitan yang akan timbul, yaitu:

Kesulitan pertama #1:

Pemilihan harga transfer dapat dipersulit oleh kenyataan bahwa masing-masing divisi atau bagian bisa memasok bagian keluarannya ke pelanggan atau pembeli di luar grup perusahaan atau ke divisi lain dalam satu perusahaan.

Kesulitan #2:

Kesulitan berikutnya adalah bahwa harga yang dibebankan oleh satu divisi menjadi harga pokok bagi divisi yang lain, dan semakin tinggi harga pokok ini akan semakin rendah tingkat pengembalian divisi pembeli.

Dengan demikian, divisi pembeli akan senang dengan harga transfer yang RENDAH, sedangkan divisi penjual akan senang dengan harga transfer yang TINGGI.

Bahkan mungkin senang membebani dengan harga PASAR yang persis sama dengan yang dibebankan ke pelanggan luar.

 

Metode Transfer Pricing

Divisi manufaktur produk

Bagaimana metode untuk menentukan nilai harga tranfser?

Dari pembahasan makalah transfer pricing yang terjadi di sebuah perusahaan yang memiliki 3 divisi di atas, kita semakin paham bahwa masalah penentuan berapa harga transfer  atau transfer pricing yang ditentukan antara segmen suatu perusahaan tidak mudah untuk dipecahkan.

Bahkan seringkali bisa mengarah pada perselisihan yang berkepanjangan dan membuat suasana yang panas antar para manajer investasi di pusat.

Dan bisa menjadi tempat yang baik untuk belajar menjadi manajer investasi terbaik 🙂

Namun demikian, data-data mengenai transfer harga (transfer pricing) ini harus tersedia dan ditentukan.

Data-data itu bisa berupa transfer pricing documentation (TP Doc) atau bisa berupa buku transfer pricing, yang memuat semua aktivitas transaksi harga transfer ini.

Tujuannya adalah untuk mengevaluasi prestasi pelaksanaan berbagai divisi suatu perusahaan.

Untuk menentukan harga transfer,  dalam praktik nyata ada 3 pendekatan umum atau metode transfer pricing yang digunakan, yaitu :

Metode #1: Penentuan harga transfer dengan menggunakan harga pokok, yang dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

Metode #2: Penentuan harga transfer atas dasar harga pasar.

Metode #3: Penentuan harga transfer atas dasar harga pasar yang dirundingkan.

Pembahasan lengkap beserta contoh-contohnya tentang 3 metode transfer pricing tersebut, dapat dipelajari di materi: 3 Metode Transfer Pricing

Demikian Pembahasan mengenai pengertian transfer pricing, contoh transfer pricing dan metode transfer pricing.

Semoga bermanfaat. Terima kasih

Bagaimana pendapat Anda:

***

manajemen keuangan dan SOP