Metode CAPM (Capital Asset Pricing Model), Cara Praktis Menilai Risiko dan Return Investasi

D: Contoh Penerapan CAPM

Perhatikan risiko investasi dan contohnya berikut:

Misalnya kita akan mendirikan pabrik tekstil. Untuk menaksir beta industri tekstil, kita taksir beta dari berbagai perusahaan tekstil, kemudian dari angka rata-rata ini kita gunakan sebagai taksiran beta industri tekstil.

Sayangnya beta yang kita taksir merupakan beta dari saham, dan beta ini sudah dipengaruhi oleh faktor hutang yang digunakan oleh perusahaan.

Bagaimana untuk membebaskan pengaruh hutang? Cara paling sederhana dan mudah untuk mengeluarkan pengaruh hutang yang digunakan rumus sebagai berikut:

 βIU  = βi : [1 + (1-t) (B:S)]

Keterangan:

βi = Beta dari saham (equity)
βiu = Beta perusahaan tersebut, seandainya menggunakan 100% modal sendiri
t  = Tarif pajak penghasilan
S  = Nilai Modal sendiri
B  = Nilai hutang

rumus perhitungan capm

Perhatikan contoh kasus penerapan CAPM berikut ini:

  • Beta equity industri tekstil ditaksir sebesar 1,32.
  • Rata-rata perbandingan antara hutang dengan modal sendiri yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan dalam industri tersebut adalah 0,50:0,50.
  • Tarif pajak penghasilan sebesar 35%.

Berdasarkan informasi tersebut, bisa dihitung beta aktiva industri tekstil, yaitu:

βiu = [1,32 : {1 + (5,5:0,5) (1-0,35)}]
= 1,32 : 1,65
= 0,80

Misalkan tingkat keuntungan rata-rata investasi di sekuritas diharapkan untuk tahun-tahun yang akan datang sebesar 20%. Tingkat keuntungan dari investasi bebas risiko sebesar 8%.

Bila perusahaan akan membangun pabrik tekstil, maka tingkat keuntungan yang layak untuk menghitung NPV proyek tersebut adalah (untuk 100% equity financing(:

Ri = 0,08 + 0,80 (0,20 – 0,08)
= 0,176 atau sebesar 17,6% (untuk menyederhanakan bisa dibulatkan ke atas menjadi 18%)

Tingkat bunga inilah yang digunakan sebagai r dalam perhitungan NPV.  dengan demikian bila ditaksir proyek pabrik tekstil akan mempunyai taksiran arus kas sebagai berikut (dalam M rupiah) :

keputusan investasi adalah
Tabel taksiran kas proyek

Bagaimana jika kita tidak bisa menaksir beta dari proyek tersebut karena proyek tersebut berada pada industri yang unik dan tidak ada pembandingnya? Ada dua kemungkinan yang bisa dilakukan:

#1: Karena tidak bisa menaksir beta, maka CAPM tidak bisa digunakan

Artinya, kita mungkin terpaksa harus menggunakan metode lain atau menggunakan judgement sepenuhnya dalam memperkirakan r yang layak.

Jika kita masih ingin melakukan penyesuaian terhadap r-nya, maka judgement bisa dibantu kembali dengan menggunakan CAPM.

#2: Memperkirakan beta dari industri yang ‘dekat’ dengan proyek yang kita analisis

Kemudian bandingkan apakah kira-kira operating leverage dan siklikalitas proyek kita, lebih besar ataukah lebih kecil bila dibandingkan dengan industri yang kita gunakan sebagai proxy. Bila “iya”, maka beta proyek kita akan lebih tinggi dari beta industri proxy tersebut.

Berapa besar lebih tingginya memang kita tidak tahu persis. Tapi paling tidak kita tahu bahwa seharusnya beta proyek kita lebih tinggi dari beta industri proxy tersebut. Di sinilah judgement tetap diperlukan untuk memperkirakan berapa perbedaan beta tersebut.

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.