3. Metode Risiko Sistematis dan Risiko Total dalam Keputusan Investasi
Apa perbedaan pemakaian risiko sistematis dengan risiko total?
Perbedaan utama antara pemakaian risiko sistematis dengan risiko total dalam diversifikasi bisnis adalah pada penggunaan tingkat bunga yang relevan. Perhatikan contoh contoh keputusan investasi berikut ini:
#1: Contoh Metode Risiko Sistematis
Misalkan PT Q diharapkan memberikan kas masuk bersih sebesar Rp 100 juta per tahun selamanya. Bila Rq yang dipandang relevan adalah 20%, maka PVQ adalah:
= 100.000.000 : 0,2
= Rp 500 juta
Sekarang misalkan pemilik PT Q mendirikan divisi baru, divisi S, yang diharapkan memberikan kas masuk bersih setiap tahun sebesar Rp 90 juta selamanya.
Bila rs adalah 18%, maka PVs adalah:
= 90 : 0,18 = Rp 500 juta.
Bila keputusan investasi tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, tidak ada efek sinergi apapun, maka nilai perusahaan PT Q yang baru adalah:
= PVQ + PVs
= Rp 500 juta + Rp 500 juta
= Rp 1 M
Ini adalah pemikiran dari metode risiko sistematis dalam keputusan investasi.

#2: Contoh Metode Risiko Total
Masih menggunakan contoh kasus yang digunakan sebagai contoh penggunaan metode risiko sistematis di atas, maka metode risiko total akan mengatakan sebagai berikut:
Bila divisi S diperkirakan mempunyai koefesien korelasi yang rendah dengan bisnis yang ada, maka pembentukan divisi baru tersebut akan mengurangi risiko total perusahaan.
Dengan demikian maka r yang relevan bisa jadi turun dari 20% menjadi 19%. Maka nilai perusahaan setelah mendirikan divisi baru akan menjadi:
= (100 + 90) : 0,19
= Rp 1 M
Contoh yang kita gunakan menunjukkan hasil yang sama antara perhitungan dengan menggunakan risiko sistematis dan risiko total. Dan, yang menjadi masalah penggunaan risiko total adalah belum bisa diidentifikasikannya bagaimana hubungan antara risiko total dengan tingkat kentungan yang layak.