Bagaimana Idealisme Profesi Bidang Akuntansi Keuangan?

Profesi bidang akuntansi adalah salah satu profesi yang keren dan membanggakan.

Semua jenis bisnis dan entitas termasuk sebuah negara, membutuhkan orang yang ahli dalam bidang akuntansi keuangan.

Siapa yang bisa membuat budget/anggaran negara yang super besar? tentu orang yang menguasai keuangan. betul kan? 🙂

Atau anda yang berbisnis, urusan bisnis dengan berbagai hal yang terkait akan semakin baik bila didukung sistem akuntansi keuangan yang baik.

Baik secara internal dan baik dengan pihak luar perusahaan, seperti investor dan negara ( terutama menyangkut pajak).

semuanya membutuhkan orang yang tahu akuntansi keuangan kan?

Kecuali kalau anda tidak akan berhubungan dengan perbankan, pemodal atau pajak 🙂

So, bagi anda yang saat ini belajar dan menekuni akuntansi keuangan.

Atau yang sedang mencari apa bidang studi yang cocok untuk anda, saudara, atau putra-putri anda?

Bidang akuntansi keuangan adalah salah satu pilihan tepat yang perlu dipertimbangkan.

Tantangan Profesi Bidang Akuntansi

bidang akuntansi keuangan

Kita paham, bahwa kebaikan dan keburukan akan terus bersaing dan berhadap-hadapan di dunia.

Demikian juga di dunia kerja, bidang apa pun profesinya, kebaikan dan idealisme akan berhadapan dengan berbagai godaan.

Seorang yang berprofesi di bidang akuntansi keuangan juga harus memiliki idealisme untuk menjaga dan menerapkan prinsip-prinsip ilmu akuntansi keuangan yang berlaku dalam pekerjaan.

Dampaknya luar biasa, idealisme yang kita jaga dengan baik, akan memberikan rasa percaya diri dan kebanggaan tersendiri.

Namun seringkali kenyataan di lapangan berkata lain.

Godaan, tekanan, dan kesulitan meng-identifikasi suatu transaksi keuangan menyebabkan seorang yang berkecimpung di bidang akuntansi keuangan, gamang dalam menentukan suatu pilihan.

Larut atau tak bergeming?

Menggadaikan prinsip-prinsip keilmuan atau lebih baik meninggalkan tempat itu.

Di buku populer “Berpikir & Berjiwa Besar “ karya David J. Schwartz ada quote:

“Cara anda berpikir, menentukan bagaimana anda bertindak,

Cara anda bertindak pada gilirannya menentukan bagaimana orang lain bereaksi terhadap anda

Orang lain melihat dalam diri kita apa yang kita lihat dalam diri kita. Kita menerima jenis perlakuan yang kita pikir layak didapatkan.

Orang yang berpikir dirinya inferior, lepas dari apa kualifikasinya yang sebenarnya, menjadikan dirinya inferior, ia pun bertindak dengan cara inferior.

Bila anda ingin mendapatkan respek dari orang lain maka anda harus lebih dulu berpikir  anda layak mendapatkan respek.

Dan semakin besar respek yang anda miliki untuk diri anda, semakin besar respek yang akan diberikan orang lain kepada anda.

bidang akuntansi manajemen sangat membantu manajemen perusahaan untuk pertimbangan

Demikian juga dengan profesi, bila anda ingin orang lain menghargai pekerjaan dan keahlian anda, maka anda harus lebih dulu berpikir dan layak mendapat penghargaan itu.

Cara berpikir tentang pekerjaan memberitahu banyak tentang seseorang dan potensinya untuk tanggungjawab yang lebih besar.

Bila anda sendiri tidak menghargai keahlian anda, lalu bagaimana dengan orang lain?

Bila anda sendiri sudah tidak menganggap bahwa keahlian anda tidak penting.

Maka wajar saja bila keahlian anda bisa ditekuktekuk semau juragan anda.

Keahlian anda hanya sebagai ‘stempel’.

 

Anda Bisa Memilih Apa yang Di-inginkan!

bidang akuntansi berdasarkan profesinya

Berikut ini ada kisah nyata dari 2 orang lulusan akuntansi.

Orang pertama bekerja di perusahaan distribusi minyak goreng dan yang kedua bekerja di perusahaan tekstil.

Kedua perusahaan tempat mereka bekerja masih dipegang keluarga, belum terbuka.

Kisah tentang pegawai pertama diawali saat ia dipindahkan ke bagian accounting.

Tidak ada serah terima pekerjaan dari pegawai lama ke pegawai pertama ini.

Demikian juga tidak ada penjelasan, keterangan, notes, maupun catatan khusus mengenai pekerjaan dari pegawai sebelumnya.

“Pokoknya ya seperti itu angka-angkanya”

begitu kalimat singkat yang keluar dari lisan pegawai sebelumnya saat pegawai pertama ini bertanya tentang angka-angka yang tertera dalam Neraca dan Laporan Laba Rugi.

Seperti yang mungkin Anda duga, pegawai pertama ini harus berupaya dengan keras untuk menguasai pekerjaan barunya.

Dan tentunya ‘pusing tujuh keliling’.

bidang akuntansi yang digunakan sebagai informasi yang ditujukan bagi pihak luar

Namun, pegawai pertama ini tidak berdaya. Ia membutuhkan pekerjaan itu untuk  untuk membiayai dirinya.

Ia membutuhkan uang untuk bisa eksis dan tidak mau mendapat julukan ‘pengangguran’.

Ia berujar. “Boss ku minta tanggal 15 Laporan Keuangan harus sudah selesai”

Katanya dengan bibir bergetar dan gelisah.

Dalam galau yang mungkin terasa gamang.

Sementara itu, pegawai sebelumnya sulit diajak biacara.

Mungkin ia kecewa dengan keputusan perusahaan yang telah memutasinya.

Satu bulan setelah dipindahkan ke bagian accounting, ia harus menyerahkan hasil pekerjaannya.

Padahal,seluk beluk dan asal muasal angka-angka yang ada dalam laporan keuangan belum juga ia pahami.

“Terus aku kudu piye?

Kepalaku pusing dan pikiranku tidak menentu” begitu kalimat pendek yang keluar dari bibirnya.

Sambil terus terbayang akan kehilangan pekerjaan itu, meskipun ia berusaha untuk tidak membayangkannya.

Dalam lamunannya, sekilas ia teringat sebuah kalimat:

“ …. tindakan mengalahkan ketakutan. Sebaliknya kegalauan dan penundaan memupuk rasa takut”

 

Setiap Masalah Ada Solusi

bidang akuntansi manajemen sangat membantu manajemen perusahaan untuk pertimbangan

Berharap agar keadaan menjadi baik saja tidak cukup, perlu melakukan tindakan untuk menunjang harapan itu.

Harapan adalah satu awal yang memerlukan tindakan untuk mendapatkan jalan keluar.

Akhirnya, ia memulai tindakan dengan membuka komputer, lalu mengetikan “kursus akuntansi” search engine terpopupler saat ini Google.

Tak seberapa lama, deretan informasi tentang kursus akuntansi muncul di halaman pertama Google.

Dan salah satu yang nangkring di barisan atas adalah blog manajemen keuangan ini 🙂

Ia gali secara lebih mendalam informasi yang ada dalam blog tersebut.

Dan segera ia hubungi pengelolanya yang sekaligus menyelenggarakan kursus akuntansi dan akuntansi komputer.

Sedikit demi sedikit, mulai terlihat seberkas cahaya di seberang sana.

Dunia tidak segelap malam yang buta. Timbul rasa optimis untuk mampu menyelesaikan laporan keuangan tepat waktu.

Setelah melakoni beberapa kali pertemuan dan mulai memahami tentang proses dan langkah-langkah menyusun laporan keuangan yang benar.

Serta memperoleh senjata andalan nan ampuh accounting tools yang cukup powerful, pekerjaan menyusun laporan keuangan pun segera dimulai.

Dengan didampingi dan dibantu oleh sang mentor yang memiliki jam terbang tinggi dan malang melintang dalam dunia akuntansi keuangan.

Akhirnya laporan keuangan pun selesai sebelum batas waktu yang ditentukan oleh boss-nya.

Bila anda ingin mengetahui bagaimana proses dan langkah-langkah menyusun laporan keuangan yang baik dan sesuai dengan standar yang berlaku, anda bisa membaca tutorial dan panduannya di Siklus Akuntansi dari A-Z

Dan jika ingin mempelajari cara menyusun standar operasional prosedur (SOP) akuntansi keuangan, anda bisa mempelajarinya di artikel Cara Praktis Menyusun SOP

Singkat cerita, hasil pekerjaan diserahkan ke boss-nya.

 

Akhir Cerita Bahagia

bidang keahlian akuntansi

Setiap orang ingin hidupnya bahagia, sejak awal hingga akhir…

iya kan?

namun tak selamanya bisa seperti itu kan, kita bukan pemilik resmi dunia ini, menyewapun tidak, tapi diberi kesempatan untuk menikmati dunia, itu saja 🙂

so, nyante aja.

Kembali ke cerita di atas….

Setelah dengan susah payah menekuni bidang akuntansi khususnya cara membuat  Laporan Keuangan dapat diselesaikan, ternyata…

Sang boss meminta untuk merubah atau mengganti beberapa bagian.

Bagian yang minta dirubah antara lain:

  • Penyusutan dimasukkan ke neraca
  • Cicilan aset tetap kendaraan dimasukkan sebagai biaya sehingga akan mengurangi laba bruto
  • Modal dirubah nilainya
  • Perhitungan HPP di laporan laba rugi juga minta ditiadakan dan
  • Bbeberapa elemen laporan keuangan juga minta dirubah.

Terus aku kudu piye jal?

Padahal itu TIDAK SESUAI dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku.

Neraca sudah tidak balance lagi….

Kondisi seperti itu ia sampaikan kepada sang mentor dan meminta bantuannya agar neraca balance.

“Kalau maunya seperti itu, jujur saja saya tidak bisa membantu”

Sepenggal kalimat terakhir dari sang mentor yang tertulis dalam aplikasi Whatsapp.

Jleb” sangat menohok dan tidak mengira sang mentor akan menjawab seperti itu.

Dan setelah peristiwa itu, sang pegawai pertama ini tidak ada kabar beritanya, musnah ditelan kesunyian….

Lalu apa pelajaran dari kisah pegawai pertama tersebut?

bidang khusus akuntansi

Saya cuplikan beberapa kalimat, masih dari buku “Berpikir dan Berjiwa Besar” sebagai berikut :

“Mengerjakan apa yang benar membuat hati nurani anda puas dan ini membangun kepercayaan diri.

Jika kita melakukan apa yang kita tahu salah, dua hal negatif pun terjadi. Pertama , kita merasa bersalah dan rasa bersalah ini menggerogoti kepercayaan diri.

Kedua, orang lain cepat atau lambat akan mengetahuinya dan KEHILANGAN KEPERCAYAAN kepada kita…. “

Apa anda mau? Tidak kan?

manajemen keuangan dan SOP

sop akuntansi keuangan powerful