Inilah Dua Ukuran Kinerja Perusahaan, Mana Yang Cocok Untuk Bisnis Anda?

Kinerja perusahaan adalah kondisi atau performa perusahaan. Apakah Laporan keuangan bisa diigunakan sebagai ukuran kinerja perusahaan?

Seperti yang sudah kita pahami bahwa laporan keuangan menyajikan data-data keuangan selama periode akuntansi, misalnya bulanan, triwulan, semester, dan tahunan. Jadi, laporan keuangan menunjukkan nilai historis.

Lalu, bagaimana cara mengukur kinerja perusahaan?

Selengkapnya ikuti pembahasan berikut ini…

 

01: Menilai Kinerja Perusahaan dari Laporan Keuangan 

Evaluasi Kinerja Perusahaan

Mengapa Laporan Keuangan masih kurang memadai untuk menilai pengelolaan usaha dan bisnis? 

Laporan keuangan mencerminkan nilai historis masa lalu, bukan nilai pasar saat ini, dari laporan keuangan, kita bisa mengetahui aktivitas perusahaan di masa lalu.

Kondisi seperti itu mengakibatkan terjadinya perbedaan nilai yang cukup besar.

Perhatikan aset yang dilaporkan dalam laporan posisis keuangan (balance sheet/neraca) adalah mencerminkan nilai masa lalu bukan nilai pasar saat ini.

Inflasi bisa menimbulkan perbedaan sama halnya seperti operasi yang sukses dan gagal.

***

Misalnya, biaya yang dikeluarkan Microsoft untuk mengembangkan sistem operasinya yang pertama sangatlah kecil.

Padahal sistem operasi tersebut ternyata memiliki nilai miliaran dollar yang tidak muncul dalam laporan neraca.

Tentu neraca harus seimbang sehingga total sisi aset neraca lebih kecil dari nilai pasar aset perusahaan, demikian juga dengan sisi kewajiban dan modalnya.

Nilai utang telah ditentukan oleh kontrak sehingga terdapat perbedaan konsentrasi antara nilai buku dan nilai pasar ekuitas.

Bila anda ingin mengetahu nilai aset perusahaan dan bisnis, anda bisa menggunakan teknik yang di bahas pada artikel : Beginilah Cara Menghitung Harga Perolehan 8 Jenis Aktiva Tetap ini

 

02: Laporan Ekuitas Pemilik – Kinerja Perusahaan 

Perhatikan contoh ilustrasi berikut ini:

Perusahaan diawali dengan aset yang nilai bukunya Rp 1 juta, di mana Rp. 500.000 dari jumlah tersebut berasal dari pemegang obligasi dan Rp. 500.000 dari pemegang saham., dengan harga per saham Rp 10 per lembar saham sebanyak 50.000 lembar saham.

Perusahaan tersebut sangat sukses dan asetnya kini menghasilkan arus kas bebas sebesar Rp 2 juta per tahun.

***

Investor mendiskontokan arus kas bebas tersebut pada tingkat 10% sehingga menghasilkan nilai Rp 20 juta bagi perusahaan.

Setelah mengurangi utang sebesar Rp 500.000, nilai pasar ekuitas dihitung sebesar Rp 19,5 juta versus Rp 500.000 yang telah diinvestasikan pemegang saham ke dalam perusahaan. Maka harga saham adalah sebagai berikut :

= Rp 19.500.000/50.000
= Rp 390 per lembar saham

Dari hasil perhitungan di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa pengelola perusahaan telah melakukan pekerjaan yang luar biasa bagi para pemegang saham.

 

03: Teknik Mengukur Kinerja Pengelola Bisnis

jenis jenis laporan keuangan dan contohnya

Sebagaimana telah disadari bahwa kita tidak cukup hanya menggunakan laporan keuangan untuk menilai kinerja pengelola atau manajemen perusahaan.

Sehingga kita perlu menggunakan cara, teknik atau metode pengukuran yang lain untuk melengkapi kekurangan ini.

Apa teknik atau metode yang bisa digunakan untuk menilai dan mengukur kinerja pengelola perusahaan (manajemen perusahaan)?

Dalam ilmu manajemen keuangan ada 2 (dua) ukuran penilaian kinerja perusahaan yang bisa digunakan sebagai tambahan laporan keuangan, yaitu:

  • Market Value Added (MVA)
  • Economic Value Added (EVA)

Dua teknik ini dapat digunakan karena sistem akuntansi dengan laporan keuangan sebagai hasil akhirnya kurang memadai untuk tujuan evaluasi kinerja manajer atau pengelola perusahaan.

***

Mari kita bedah dan bahas satu-per-satu teknik di atas.

A: Ukuran Kinerja Perusahaan #1. Market Value Added (MVA)

ukuran kinerja perusahaan - Market Value Added

01: Pengertian Market Value Added (MVA)

Ukuran yang pertama untuk mengukur kinerja perusahaan adalah dengan menggunakan MVA.

Pengertian MVA adalah perbedaan antara nilai pasar ekuitas suatu perusahaan dengan nilai buku seperti yang disajikann dalam neraca.

Nilai pasar dihitung dengan mengalikan harga saham dengan jumlah saham yang beredar.

 

02: Contoh Penerapan dan Perhitungan Market Value Added (MVA)

Dengan menggunakan data pada paragraf sebelumnya, maka MVA nya adalah sebagai berikut:

= Rp 19,5 juta – Rp 500.000
= Rp 19.000.000.

***

Berikut ini contoh lain perhitungan MVA :

Perusahaan memiliki 50 juta lembar saham beredar dengan harga $23 per lembar saham,

Nilai pasar ekuitasnya adalah $1.150 juta dengan nilai buku seperti yang tersaji dalam contoh tabel di atas sebesar $940.

Jadi nilai Market Value Added (MVA) adalah sebagai berikut:

= $1.150 – $940
= $210

Angka $210 ini mencerminkan perbedaan antara uang yang telah diinvestasikan para pemegang saham sejak perusahaan tersebut didirikan termasuk laba ditahan. Dibandingkan dengan kas yang akan mereka terima  jika mereka menjual usaha tersebut.

 

03: Penjelasan dan Analisis Hasil Perhitungan Market Value Added (MVA)

Makin tinggi nilai MVA, makin baik pekerjaan yang telah dilakukan manajemen.

Dewan direksi sering memperhatikan MVA ketika memutuskan kompensasi yang layak diterima oleh manajemen perusahaan

Namun ada hal yang perlu dperhatikan, bahwa seperti sebuah kapal yang naik seiring dengan pasangnya air, maka demikian juga dengan sebagian harga saham perusahaan akan naik di saat bursa saham mengalami kenaikan.

Jadi nilai market value added (MVA) yang positif mungkin tidak sepenuhnya diakibatkan oleh manajemen perusahaan.

 

B: Ukuran Kinerja Perusahaan #2. Economic Value Added (EVA)

ukuran kinerja perusahaan - EVA

01: Pengertian Economic Value Added (EVA)

Ukuran kedua untuk mengukur kinerja perusahaan adalah Economic Value Added (EVA).

Istilah lain dari Economic Value Added (EVA) adalah laba ekonomi.

Apa itu Economic Value Added (EVA)?

Definisi Economic Value Added (EVA) adalah estimasi laba ekonomi usaha yang sebenarnya untuk tahun tertentu, atau dengan kata lain kelebihan net operating profit after taxes terhadap biaya modal.

Dan bila dituliskan dalam suatu formula adalah seperti berikut ini :

= Laba operasi bersih setelah pajak (EBIT) – Biaya modal tahunan

= EBIT (1 – T ) – (Total modal yang berasal dari investor x % biaya modal setelah pajak)

 

02: Penjelasan Analisis Economic Value Added (EVA)

EVA berbeda dari laba bersih akuntansi, di mana laba akuntansi tidak dikurangi dengan biaya ekuitas sementara dalam hitungan EVA biaya ini akan dikeluarkan.

Bila nila EVA POSITIF maka laba operasi setelah pajak melebihi biaya modal yang dibutuhkan untuk menghasilkan laba tersebut. Dan tindakan manajemen menambah nilai bagi pemegang saham.

Nilai EVA yang positif setiap tahunnya dapat membantu memastikan MVA yang positif. Perhatikan bahwa jika MVA berlaku bagi keseluruhan perusahaan.

EVA dapat ditentukan untuk tingkat divisi, sekaligus juga perusahaan secara keseluruhan.

Jadi nilai ini berguna sebagai panduan untuk menghitung kompensasi yang wajar bagi manajer divisi sekaligus manajer puncak perusahaan.

***

Melengkapi pembahasan tentang kinerja perusahaan adalah, berikut ini disajikan video untuk memperkaya wawasan kita. Selamat menyaksikan.

Bagaimana, menarik kan?

 

04: Kesimpulan

Demikian pembahasan tentang 2 ukuran kinerja perusahaan.

Sebagaimana kita paham bahwa pisau atau senjata adalah sebuah alat yang tingkat manfaat dan akurasi penggunaannya tergantung pada pengguna serta kondisi lingkungan.

Kemampuan pengguna dalam menggunakan kedua alat itu, dikombinasikan dengan kondisi yang mendukung akan memberikan dampak luar biasa untuk tercapainya sasaran yang diinginkan.

***

Demikian juga dengan 2  SOP finance & Accounting tools ini, kemampuan dan kondisi bisnis anda sangat mempengaruhi hasil yang diinginkan.

Dan tentunya anda sendiri yang paling tahu kondisi dan proses bisnis usaha anda.

So, bagaimana dengan ukuran kinerja perusahaan Anda?

Sudahkah menggunakan analisa MVA dan EVA untuk mengukur kinerja manajer-manajer perusahaan?

Demikian sedikit sharing yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan bermanfaat.

Terima kasih. *****

manajemen keuangan dan SOP