LABA RUGI Penjualan dan Pertukaran Aset Tetap serta Pembukuannya

Aset tetap yang sudah tidak lagi berguna dapat dibuang, dijual, atau dipertukarkan dengan aset tetap lainnya. Bagaimana pencatatan raba rugi pertukaran dan penjualan aset tetap?

Rincian jurnal ayat jurnal untuk mencatat pelepasan tersebut akan berbeda-beda. Akan tetapi, dalam semua kasus, nilai buku aset harus dihapus dari akunnya.

Ayat jurnal   untuk kepentingan ini akan mendebit akun akumulasi penyusutan sejumlah saldo pada tanggal pelepasan aset dan mengkredit akun aset sebesar biaya asetnya.

Aset tetap tidak boleh dihapus dari akun hanya karena aset tersebut sudah habis disusutkan.

Jika aset masih digunakan oleh perusahaan, biaya dan akumulasi penyusutannya tetap dicatat dalam buku besar untuk menjaga akuntabilitas aset dalam buku besar.

Jika nilai buku aset dipindahkan dari buku besar, akun tidak akan menyimpan bukti keberadaan aset yang masih berlangsung.

Selain itu, data biaya dan akumulasi penyusutan untuk aset tersebut seringkali masih dibutuhkan untuk keperluan menghitung pajak bangunan dan pajak penghasilan.

Bagiamana jurnal pencatatan akuntansi untuk pelepasan aset?

Yuk dibahas bersama ya…

 

Membuang Aset Tetap

Loh kok dibuang” iya saat aset tidak lagi berguna untuk perusahaan dan tidak memiliki nilai residu atau nilai pasar, aset tersebut akan dibuang.

Perhatikan contoh ilustrasi berikut:

Diasumsikan bahwa peralatan yang diperoleh dengan biaya Rp 25.000.000 telah habis disusutkan per 31 Desember, akhir tahun fiskal sebelumnya. Ayat jurnal untuk mencatat peralatan yang dibuang pada tangal 14 Februari adalah sebagai berikut:

jurnal aset tetap yang dibuang

Jika aset belum habis disusutkan, penyusutan harus dicatat sebelum pemindahan aset tersebut dari penyediaan  jasa dan dari catatan akuntansi.

Sebagai ilustrasi, diasumsikan bahwa peralatan dengan biaya Rp 6.000.000 dan tanpa nilai residu disusutkan dengan tingkat penyusutan garis lurus 10%.

Dan diasumsikan pula bahwa pada tanggal 31 Desember tahun fiskal sebelumnya, saldo akumulasi penyusutan setelah ayat jurnal penyesuaian adalah Rp 4.750.000.

Akhirnya, diasumsikan aset dipindahkan dari penyediaan jasa pada tanggal 24 Maret, ayat jurnal untuk mencatat penyusutan selama tiga bulan pada periode berjalan sebelum aset dibuang adalah sebagai berikut:

laba rugi pembuangan aset tetap

Selanjutnya, peralatan yang dibuang dicatat dengan ayat jurnal sebagai berikut:

pencatatan aset yang dibuang

Rugi sebesar Rp 1.100.000 dicatat karena saldo akan akumulasi penyusutan (Rp 4.900.000) lebih kecil dari saldo akun peralatan (Rp 6.000.000).

Rugi atas pelepasan aset tetap termasuk dalam pos non-operasi dan biasa dilaporkan di bagian Beban Lainnya di Laporan Laba Rugi.

 

Penjualan Aset Tetap

Laba Rugi Pertukaran AKTIVA

Ayat jurnal untuk mencatat penjualan aset tetap sama dengan ayat jurnal dalam contoh di atas, kecuali kas atau aset lainnya yang diterima juga harus dicatat.

Jika harga penjualan aset tetap lebih besar dari nilai buku aset, transaksi tersebut menghasilkan laba. Jika harga jual lebih kecil dari nilai buku, berarti mendapat rugi.

Sebagai ilustrasi, diasumsikan peralatan yang diperoleh dengan biaya Rp 10.000.000 dan tanpa nilai residu, disusutkan dengan tingkat penyusutan garis lurus tahunan 10%.

Peralatan / penjualan aset tetap secara tunai pada tanggal 12 Oktober setelah delapan tahun penggunaan.

Saldo akun akumulasi penyusutan per 31 Desember tahun sebelumnya adalah Rp 7.000.000. ayat jurnal untuk mencatat penyusutan selama sembilan tahun pada tahun berjalan adalah sebagai berikut:

pencatatan penjualan aset tetap

Setelah penyusutan berjalan dicatat, nilai buku aset menjadi Rp 2.250.000 (Rp 10.000.000 – Rp 7.750.000).

Ayat jurnal untuk mencatat penjualan aset tetap, jika diasumsikan terdapat tiga harga jual yang berbeda adalah sebagai berikut:

#1. Dijual pada nilai buku dengan harga Rp 2.250.000. Tidak ada laba atau rugi.

jurnal penjualan aset tetap

 

#2: Dijual di bawah nilai buku dengan harga Rp 1.000.000. Rugi sebesar Rp 1.250.000

ayat jurnal penjualan aset tetap

 

#3: Dijual di atas nilai buku dengan harga Rp 2.800.000. Laba sebesar Rp 550.000

jurnal akuntansi penjualan aset tetap

 

Perhatikan satu contoh lagi berikut ini:

Peralatan yang diperoleh pada awal tahun dengan biaya Rp 91.000.000, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa kegunaan sembilan tahun dan estimasi nilai residu sebesar Rp 10.000.000.

Dari data-data tersebut maka dapat dihitung:

Jumlah penyusutan untuk tahun pertama:

= (Rp 91.000.000 – Rp 10.000.000) : 9 = Rp 9.000.000

Diasumsikan peralatan dijual pada akhir tahun kedua dengan harga sebesar Rp 78.000.000, laba atau rugi atas penjualan peralatan tersebut adalah:

Laba = Rp 78.000.000 – (Rp 91.000.000 – (Rp 9.000.000 X 2) = Rp 5.000.000

Ayat jurnal untuk mencatat penjualan peralatan tersebut adalah sebagai berikut:

jurnal akuntansi pertukaran aset tetap

 

Pertukaran Aset Tetap yang Serupa

pertukaran truk lama dengan baru

Peralatan yang lama seringkali dipertukarkan dengan peralatan baru dengan kegunaan yang serupa. Dalam hal ini, penjual memperbolehkan pembeli menentukan harga untuk peralatan lama yang dipertukarkan.

Jumlah ini, disebut penyisihan pertukaran (trade in allowance), dapat menjadi lebih besar atau lebih kecil dari nilai buku peralatan yang lama.

Sisa saldo, jumlah yang terutang, dapat dibayarkan dengan uangn tunai atau dicatat sebagai kewajiban. Jumlah ini biasanya disebut boot dalam bahasa Inggris.

 

Laba atas Pertukaran

Laba atas pertukaran aset tetap yang serupa tidak diakui untuk keperluan pelaporan keuangan. Laba atas pertukaran aset tetap yang serupa diakui jika kas diterima.

Hal ini didasarkan pada teori bahwa pendapatan berasal dari produksi dan penjualan barang yang diproduksi oleh aset tetap, dan bukan dari pertukaran aset tetap yang serupa.

Saat penyisihan pertukaran melebihi  nilai buku aset yang dipertukarkan dan tidak ada laba yang diakui, biaya yang dicatat untuk aset baru dapat ditentukan sengan satu dari dua cara berikut:

jurnal akuntansi pelepasan aset tetap

 

Sebagai ilustrasi, diasumsikan pertukaran sebagai berikut:

cara menentukan biaya pertukaran aset tetap

 

Biaya yang dicatat untuk peralatan baru:

metode menghitung biaya pertukaran aset tetap

 

Ayat jurnal untuk mencatat pertukaran tersebut dan pembayaran kas adalah sebagai berikut:

jurnal pembayaran pertukaran aset

 

Tidak mengakui laba sebesar Rp 300.000 (penyisihan pertukaran Rp 1.100.000 dikurangi nilai buku Rp 800.000)

Pada saat pertukaran mengurangi beban penyusutan masa mendatang, yaitu beban penyusutan untuk peralatan baru akan dibuat berdasarkan biaya Rp 4.700.000, bukannya harga katalog Rp 5.000.000.

Pengaruhnya adalah laba yang tidak diakui sebesar Rp 300.000 akan mengurangi jumlah beban penyusutan selama masa kegunaan peralatan sebesar Rp 300.000.

 

Rugi atas Pertukaran

Untuk keperluan pelaporan keuangan, rugi atas pertukaran aset tetap yang serupa diakui jika penyisihan pertukaran lebih kecil daripada nilai buku peralatan yang lama.

Saat terjadi rugi, biaya yang dicatat untuk aset baru harus merupakan harga pasar (harga katalog). Sebagai ilustrasi, diasumsikan berikut ini:

pencatatan rugi pertukaran aktiva tetap

 

Ayat jurnal untuk mencatat pertukaran tersebut adalah sebagai berikut:

jurnal pencatatan rugi pertukaran aktiva tetap

Analisa Akuntansi untuk Pertukaran Aset yang Serupa

Untuk melakukan analisa tentang pertukaran aset tetap yang serupa, berkut disajikan data-data berikut:

analisa pertukaran aset tetap

Dari data-data tersebut, berikut ini disajikan analisa untuk pertukaran aset tetap yang serupa:

Kasus 1 (Laba):

Penyisihan pertukaran lebih besar daripada nilai buku daripada aset yang dipertukarkan

Penyisihan pertukaran Rp 3.000.000: kas yang dibayarkan Rp 12.000.000 ( Rp 15.000.000 – Rp 3.000.000)

Biaya aset baru:

Harga katalog untuk aset baru yang diperoleh dikurangan laba yang tidak diakui:

Rp 14.400.000 (Rp 15.000.000 – (Rp 3.000.000 – Rp 2.400.000)

atau

Kas yang dibayarkan ditambah nilai buku aset yang dipertukarkan Rp 14.400.000 (Rp 12.000.000 + Rp 2.400.000)

Laba yang diakui: tidak ada

Ayat jurnal:

laba pertukaran aktiva

Kasus 2 (Rugi):

Penyisihan pertukaran lebih kecil daripada nilai buku daripada aset yang dipertukarkan

Penyisihan pertukaran Rp 2.000.000: kas yang dibayarkan Rp 13.000.000 ( Rp 15.000.000 – Rp 2.000.000)

Biaya aset baru:

Harga katalog untuk aset baru yang diperoleh: Rp 15.000.000

Rugi yang diakui: Rp 400.000

Ayat jurnal:

analisa rugi aktiva tetap

Perhatikan contoh soal tentang pertukaran aset tetap berikut ini:

Pada hari pertama tahun fiskal, sebuah truk pengiriman dengan harga katalog Rp 75.000.000 diperoleh dengan mempertukarkan truk pengiriman yang lama dan kas sebesar Rp 63.000.000.

Biaya truk yang lama adalah Rp 50.000.000 dengan akumulasi penyusutan sebesar Rp 39.500.000.

Jumlah biaya truk baru yang akan dicatat di Laporan Keuangan adalah:

biaya pertukaran truk baru

 

Dan ayat jurnal untuk mencatat pertukaran tersebut adalah:

jurnal pencatatan pertukaran truk baru

Demikian pembahasn topik tentang Aset Tetap yang dibuang, Laba Rugi pertukaran dan penjualan aset tetap serta analisa dan pencatatannya. Moga bermanfaat.

***

sop akuntansi keuangan powerful