Begini Cara Sederhana GENJOT LABA Usaha dengan Rekayasa Penjualan

Laba usaha adalah selisih lebih/plus antara penerimaan dengan beban usaha.

Setiap orang yang berbisnis pasti mengharapkan LABA.

Bila kita membaca Laporan Laba Rugi, Laba usaha pokok diperoleh dari pendapatan.

Laba usaha akan diperoleh jika Pendapatan LEBIH besar dari beban usaha

Pendapatan diperoleh dari penjualan barang atau jasa.

Jadi, secara matematis untuk meningkatkan laba usaha bisa dengan meningkatkan penerimaan dari penjualan, atau dengan menurunkan  beban.

Bagaimana detailnya?

Mari ikuti pembahasannya berikut ini…

 

01: Rekayasa Penjualan untuk Genjot Laba Usaha

omset penjualan

A: Pengertian Rekayasa Penjualan

Upaya untuk meningkatkan kinerja pemasaran produk dan jasa tentu akan berpengaruh pada pos lain.

Peningkatan penjualan produk dan jasa tentu akan meningkatkan beban atau biaya penjualan, seperti biaya iklan atau promosi.

Oleh karena itu, sebagai pengusaha sebaiknya mengerti dan  benar-benar memahami mengenai biaya iklan serta seluk beluknya.

Jika upaya meng-genjot penjualan dengan iklan di Google Ads, maka perlu tahu seluk beluk penggunaannya.

Mulai dari cara mendaftar, melakukan pengaturan iklan, tes performa iklan, dan pengaruh iklan tersebut terhadap penjualan dan laba usaha.

Tujuan akhirnya tentu agar biaya iklan yang dikeluarkan benar-benar berdampak signifikan terhadap peningkatan penjualan dan laba usaha.

Oleh karena itu agar upaya untuk meningkatkan atau me-leverage penjualan bisa berjalan dengan baik, maka perlu dilakukan rekayasa penjualan, yaitu:

“suatu upaya bagaimana mengangkat penjualan yang relatif KECIL untuk memperoleh laba yang TINGGI”

Pembahasan mengenai pengukuran, rekayasa penjualan dan hal-hal terkait dikenal dengan operating leverage.

Pengertian operating leverage adalah kemampuan perusahaan dalam menggunakan biaya operasi tetap untuk memperbesar pengaruh dari perubahan VOLUME PENJUALAN atas EBIT.

Atau bila mengacu dari Weston & Copeland, definisi operating leverage adalah berapa jauh perubahan tertentu dari volume penjualan akan berpengaruh pada laba operasi bersih.

Formula untuk mengukur tingkat leverage operasi atau degree of operating leverage adalah :

% Perubahan EBIT : % Perubahan Penjualan

Atau tingkat leverage operasi (degree of operating leverage) pada penjualan tertentu adalah :

Contribution Margin : EBIT

Selain pengukuran melalui formula di atas, operating leverage juga mempunyai pengaruh negatif, yaitu operating risk.

Artinya perusahaan dengan biaya operasi tetap yang tinggi akan mempunyai tingkat laba operasi (operting profit).

Dan BEP (Break Event Point) yang tinggi pada volume yang tinggi, dibandingkan dengan perusahaan yang biaya operasi tetap-nya rendah.

Namun penurunan penjualan sedikit saja, akan mempengaruhi laba operasi yang cukup besar dibandingkan dengan perusahaan yang biaya operasi tetapnya relatif rendah.

Agar semakin jelas, perhatikan contoh soal dan jawaban analisa laba rugi perusahaan untuk menggenjot laba usaha berikut:

 

B: Contoh Perhitungan Laba Usaha

cara menghitung profit

Perhatikan Contoh soal rumus perhitungan operating leverage:

PT Milenia Jaya menjual produk X dengan dengan data-data sebagai berikut:

  • Harga jual adalah  Rp. 100,- per unit.
  • Jumlah produk yang dijual 100 unit.
  • Biaya variabel Rp. 20,- per unit. Biaya tetap Rp. 6.000,- .
  • Bunga pinjaman Rp. 1.600,- dan tarif pajak 40%.

Berapa tingkat operating leverage?

Mari dibahas bareng-bareng….

#1. Penjualan produk sejumlah 100 unit

A: Contribution Margin :

= Nilai Penjualan – Biaya Variabel = Rp. 10.000 – Rp. 2000 = RP. 8.000

B: EBIT :

= Contribution Margin – Biaya Tetap = Rp. 8.000 – Rp. 6.000 = Rp. 2.000

C: Laba Sebelum Pajak :

= EBIT – Bunga = Rp. 2.000 – Rp. 1.600 = Rp. 400

D: Laba Bersih :

Laba sebelum pajak – pajak = Rp. 400 – Rp. 160 = Rp. 240

 

#2. Penjualan produk sejumlah 150 unit

A: Contribution Margin :

= Nilai Penjualan – Biaya Variabel = Rp. 15.000 – Rp. 3.000 = RP. 12.000

B: EBIT :

= Contribution Margin – Biaya Tetap = Rp. 12.000 – Rp. 6.000 = Rp. 6.000

C: Laba Sebelum Pajak :

= EBIT – Bunga = Rp. 6.000 – Rp. 1.600 = Rp. 4.400

D: Laba Bersih :

Laba sebelum pajak – pajak = Rp. 4.400 – Rp. 1.760 = Rp. 2.640

 

C: Analisa Hasil Perhitungan Laba Usaha

laba tahun berjalan adalah

Dari perhitungan laba usaha di atas, kita bisa melihat bahwa ada kenaikan nilai penjualan sebesar 50%, yaitu dari Rp. 10.000 menjadi Rp. 15.000.

Peningkatan nilai penjualan juga dikuti dengan kenaikan-kenaikan variabel lain, yaitu :

  • Biaya variabel, naik 50% dari Rp. 2.000 menjadi Rp. 3.000
  • Contribution margin, naik 50% dari Rp. 8.000 menjadi Rp. 12.000
  • EBIT, naik 200% dari Rp. 2.000 menjadi Rp. 6.000
  • Laba sebelum pajak, naik dari Rp. 400 menjadi Rp. 4.400
  • Pajak, naik dari Rp. 160 menjadi Rp. 1.760
  • LABA BERSIH, naik 1.000%, dari Rp. 240 menjadi Rp. 2.640

Dan bila disajikan dalam bentuk tabel adalah sebagai berikut :

cara menghitung omset toko
Tabel: Perhitungan laba usaha

Dari ringkasan data-data pada tabel di atas, kita bisa menghitung tingkat operating leverage sebagai berikut:

= % Kenaikan EBIT : % Kenaikan Penjualan

= 200% : 50% = 4X

 

D: Kesimpulan Perhitungan Rekayasa Penjualan

Pembagian Laba

Dari perhitungan rumus-rumus di atas, kita dapat menganalisa sebagai berikut:

  • Tingkat operating leverage sebesar 4X, berarti jika penjualan naik 50% maka EBIT akan naik sebesar 200% (4 X 150%).
  • Tapi sebaliknya, jika terjadi penurunan penjualan 50%, maka akan mengakibatkan penurunan EBIT sebesar 200%. Atau jika terjadi penurunan EBIT 200%.
  • Maka laba bersih akan mengalami penurunan sebesar 5 X 200% atau 1000%.

Jadi, jika tingkat operating leverage yang tinggi (biaya operasi tetap yang tinggi) akan menaikkan EBIT cukup besar dengan hanya sedikit kenaikan volume penjualan.

Sebaliknya risiko yang cukup tinggi pula jika terjadi sedikit saja penurunan penjualan.

Dengan melakukan rekayasa perhitungan-perhitungan tingkat operating leverage, kita bisa menghitung peningkatan laba usaha dari penjualan yang diinginkan.

Dan perhitungan rekayasa penjualan itu dengan tetap mempertimbangkan kenaikam beban-beban.

Sehingga akan diketahui titik yang paling optimal untuk menghasilkan laba usaha.

Dan untuk memperkaya pemahaman kita mengenai laba usaha, berikut saya sajikan video pendek yang membahasa tentang penentuan harga produk toko sembako.

Selamat menyaksikan…

Bagaimana, moga meng-inspirasi 🙂

Demikian yang dapat saya sampaikan pembahasan tentang Cara Sederhana dan Praktis Meningkatkan Laba Usaha dengan Rekayasa Penjualan.

Semoga bermanfaat, terima kasih.

Bagaimana Laba Usaha bisnis rumahan Anda? mudah-mudahan cetar membahana!

manajemen keuangan dan SOP