2 Cara Sederhana dan Mudah Membuat Laporan Arus Kas

Laporan Arus Kas adalah laporan yang menyajikan informasi relevan mengenai arus kas masuk dan arus kas keluar perusahaan selama periode tertentu.

Laporan cash flow adalah salah satu jenis Laporan Keuangan yang harus dibuat oleh perusahaan, selain Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan.

Dan kali ini saya akan sajikan tips sederhana, praktis, dan mudah membuat Laporan Arus Kas ( cash flows statement ).

Langkah-langkah cara membuat laporan cash flow ini tentu langsung bisa diterapkan dalam pekerjaan Anda.

Mari langsung saja dimulai pembahasannya…

 

01: Pengertian Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flows)

laporan arus kas metode langsung dan tidak langsung

Pengertian cash flows statement atau statement of cash flows atau laporan arus kas secara umum sudah disampaikan di awal paragraf di atas.

Dan secara rinci definisi Laporan Arus Kas adalah:

“Jenis Laporan Keuangan yang melaporkan arus kas yang berasal dari kegiatan operasi (operating cash flow), investasi (types of cash flow investments), dan pendanaan”

Dari pengertian tersebut jelas bahwa laporan cash flow adalah salah satu jenis laporan keuangan selain:

  • Laporan laba rugi (statement of profit or loss)
  • Neraca (statement of financial position)
  • Laporan perubahan modal (statement of changes in equity)
  • Catatan Atas Laporan Keuangan (notes to financial statements)

Sebenarnya apa tujuan Laporan Arus Kas?

Tujuan laporan arus kas adalah untuk mengetahui realisasi penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan.

Sehingga akan bisa diketahui potensi realisasi kas di masa yang akan datang.

Selain itu perusahaan akan bisa mengetahui potensi kemampuan perusahaan untuk membagikan dividen dalam bentuk kas.

Bila ada yang mengatakan : “bukankah saldo akhir kas sudah ada di neraca?

Lalu mengapa perlu dibuat Laporan cash flow?

Iya benar, di neraca sudah dicantumkan saldo akhir kas, tapi belum dirinci mengenai asal kas dan untuk apa saja kas itu dikeluarkan.

Sehingga diperlukan Laporan Cash Flow (statement of cash flows).

Dan Inilah kelebihan Laporan cash flow!

 

02: Komponen Laporan Arus Kas

cash flow formula

Setelah kita mengetahui dan memahami konsep dan pengertian laporan arus kas, serta tujuan laporan arus kas.

Selanjutnya kita perlu mengetahui format dan elemen apa saja yang menyusun laporan cash flow (cash flows statement)?

Apakah sama cash flow perusahaan jasa, laporan cash flow perusahaan dagang, laporan cash flow perusahaan manufaktur?

Yuk ikuti terus pembahasan selanjutnya ya …

***

Pada prinsipnya tidak ada bedanya format cash flow perusahaan jasa, cash flow proyek, cash flow perusahaan dagang, dan cash flow perusahaan manufaktur.

Ada 3 komponen aktivitas dalam laporan cash fow adalah sebegai berikut:

 

A: Arus Kas dari Kegiatan Operasi (Cash Flows from Operating Activities

Cash flow dari aktivitas operasi adalah arus kas baik pemasukan maupun pengeluaran yang berasal dari kegiatan usaha perusahaan ( operating cash flow ).

Kegiatan yang diklasifikasikan dalam kelompok ini tercermin dari Laporan Laba Rugi perusahaan.

Dengan kata lain arus kas dari aktivitas operasi adalah arus kas yang berasal dari transaksi yang mempengaruhi Laba Bersih (cash flow formula from EBITDA)

Contoh cash flow from operating activities antara lain:

  • penerimaan uang dari pelanggan,
  • pengeluaran uang untuk membayar utang dan gaji,
  • penerimaan dividen,
  • penerimaan bunga dan pelunasan pajak.

 

B: Arus Kas dari Kegiatan Investasi (Cash Flows from Investing Activities

Cash flow dari aktivitas investasi adalah arus kas baik pemasukan maupun pengeluaran yang berasal dari kegiatan investasi (types of cash flow investments)

Kegiatan yang diklasifikasikan ke dalam kelompok ini adalah semua kegiatan yang terkait dengan aktifitas pembelian dan penjualan aktiva perusahaan.

Serta kegiatan yang terkait dengan piutang perusahaan dengan entitas lain.

Dengan kata lain, pengertian arus kas dari aktivitas investasi adalah arus kas yang berasal dari transaksi yang memengaruhi investasi dalam aset non lancar.

Contoh cash flow dari aktivitas investasi antara lain:

  • transaksi penjualan mesin dan peralatan pabrik
  • transaksi pembelian aset tetap seperti gedung dan gudang.

 

C: Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan (Cash Flows from Financing Activities

Cash flow dari aktivitas pendanaan adalah arus kas atau aliran kas yang berasal dari kegiatan pendanaan perusahaan.

Atau dengan penjelasan lain, arus kas dari aktivitas pendanaan adalah arus kas yang berasal dari transaksi yang memengaruhi utang dan ekuitas perusahaan.

Contoh cash flow dari aktivitas pendanaan antara lain:

  • penjualan obligasi,
  • penjualan emisi saham,
  • pembayaran dividen,
  • pelunasan kredit dari bank.

Arus kas dari kegiatan operasi disajikan paling awal, diikuti arus kas dari kegiatan investasi dan kegiatan pendanaan.

Total arus kas bersih dari kegiatan-kegiatan tersebut adalah kenaikan atau penurunan bersih dalam kas untuk periode tertentu.

Saldo kas pada awal periode ditambahkan ke kenaikan atau penurunan dalam kas bersih sehingga menghasilkan saldo kas pada akhir periode.

Saldo kas akhir di Laporan Arus Kas SAMA DENGAN kas yang dilaporkan dalam NERACA.

 

03: Cara Membuat Laporan Arus Kas

how to prepare cash flow statement

Ada 2 metode atau cara membuat laporan cash flow adalah sebagai berikut:

  • Metode langsung atau cash flows statement direct method
  • Metode tidak langsung atau cash flows statement indirect method

Masing-masing metode penyusunan laporan cash flow adalah memiliki kelebihan dan kekurangan.

Ada keuntungan dan kerugian penggunaan metode tidak langsung dalam menyusun laporan cash flow, demikian juga dengan metode langsung.

Untuk lebih jelasnya, ikuti pembahasan lengkapnya dari masing-masing metode tersebut berikut ini…

 

04: Format Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung – Cash Flow Statement Indirect Method

cara membuat laporan arus kas metode langsung

A: Pengertian Metode Tidak Langsung – Cash Flow Statement Indirect Method

Pengertian metode tidak langsung dalam penyusunan laporan arus kas adalah cara membuat laporan cash flow dengan mengklasifikasikan komponen laporan arus kas dalam 3 aktivitas sebagai berikut:

  • untuk elemen kas dari kegiatan usaha diletakkan paling atas
  • selanjutnya diikuti arus kas dari kegiatan investasi dan
  • arus kas dari kegiatan pendanaan.

 

B: Langkah-langkah Membuat Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung

Bagaimana langkah-langkah mempersiapkan laporan cash flow dengan metode tidak langsung?

Berikut ini langkah-langkah membuat Laporan Arus Kas menggunakan metode tidak langsung:

Ada 2 sumber data yang digunakan untuk membuat Laporan Cash Flow adalah:

  1. Laporan Laba Rugi periode Berjalan.
  2. Neraca periode Berjalan dengan Neraca periode sebelumnya

Agar lebih jelas, sebagai studi kasus penyusunan Laporan Arus Kas metode tidak langsung, berikut ini saya sajikan langkah-langkahnya dengan menggunakan contoh laporan keuangan perusahaan manufaktur tahun 2015.

***

Begini langkah-langkahnya…

Langkah #1. Mengumpulkan Data Laporan Laba Rugi Tahun 2015

contoh laporan arus kas perusahaan manufaktur

Perhatikan contoh Laporan Laba Rugi berikut ini:

Contoh Laporan Laba Rugi

 

Perhatikan Laba Bersih sebelum pajak dari contoh Laporan Laba Rugi di atas, kita bisa melihat perusahaan dalam keadaan merugi sebesar Rp. 244.473.335,

Analisis dan contoh-contoh Laporan Laba Rugi bisa anda baca dan pelajari dari artikel berikut ini (klik untuk membacanya):

Analisis Laporan Laba Rugi Perusahaan dengan Contoh Studi Kasus

 

Langkah #2. Mengumpulkan Data Neraca Keuangan tahun 2014 dan 2015

how to prepare a cash flow statement step by step

Untuk langkah kedua ini, perhatikan dua contoh Laporan Neraca berikut ini:

#1: Laporan Neraca Perusahaan Tahun 2014

contoh neraca keuangan
Contoh Laporan Neraca Perusahaan

 

#2: Laporan Neraca Perusahaan Tahun 2015

Contoh Neraca Keuangan Perusahaan
Contoh Neraca Keuangan Perusahaan

 

Langkah #3. Membandingkan Laporan Neraca Periode Sebelumnya dengan Neraca Periode Berjalan.

cara membuat laporan arus kas dengan excel

Langkah ketiga ini tujuannya adalah untuk memperoleh data aktivitas keuangan perusahaan pada periode tahun berjalan (dalam studi kasus ini, menggunakan neraca tahun 2014 dan 2015).

Dari dua contoh Neraca di langkah ke-2 di atas, kita akan memperoleh data laporan sebagai berikut :

 

cara membuat cash flow sederhana

contoh soal laporan arus kas metode tidak langsung dan jawabannya
Laporan Neraca Komparatif

 

Perhatikan pada kolom Net Change menunjukkan aktivitas atau kegiatan yang terjadi sejak 01 Januari 2015 sampai dengan 31 Desember 2015.

Kolom net change merupakan selisih antara data neraca tahun 2015 dengan 2014 :

#1: Kelompok AKTIVA :

Bila angka yang dihasilkan pada kolom net change bertanda positif, artinya : terjadi pengeluaran kas.

Contohnya  pada rekening “BANK”, net change-nya adalah Rp 159.031.548 artinya untuk rekening BANK perusahaan mengeluarkan kas sebesar Rp. 159.031.548,-

Sebaliknya jika angka pada kolom net change ini bertanda negatif, artinya : terjadi penerimaan kas.

Contohnya pada rekening “KAS” net change-nya adalah (Rp 2.352.092.580), artinya telah terjadi realisasi kas masuk sebesar Rp. 2.352.092.580,-

 

#2: Kelompok KEWAJIBAN dan EKUITAS  (Passiva) :

Bika angka yang dihasilkan pada kolom net change bertanda positif.

Artinya : telah terjadi realisasi kas masuk, sebaliknya bila angka pada kolom net change bertanda negatif maka telah terjadi penerimaan kas.

 

Langkah #4. Menyusun Laporan Arus Kas – Metode Tidak Langsung

operating cash flow

Dari Laporan Laba Rugi  dan perbandingan neraca tahun 2014 dengan 2015 seperti diatas, kita sudah siap untuk menyusun Laporan Arus Kas.

Sebagaimana telah disebutkan di bagian awal artikel ini bahwa Laporan cash flows terdiri 3 elemen.

Mari perhatikan tiap elemennya untuk menyusun laporan cash flow (masih menggunakan contoh Laporan Laba Rugi dan Neraca di atas):

 

A: Komponen Laporan Cash Flow #1: Arus Kas dari Kegiatan Operasi ( Operating Cash fFow )

Berdasarkan sumber data dari Laporan Laba Rugi Tahun 2015, selama tahun 2015 perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp. 244.473.335,-.

Kerugian itu bisa dilihat dari angkanya yang bertanda negatif (Jika perusahaan memperoleh laba, maka tandanya akan positif).

Laba atau rugi dikurangi dengan Cost/Expense non cash (depreciation & amortization).

Maka akan diperoleh Arus kas dari aktifitas operasi. Dalam contoh di atas nilai kas dari operating activities sebesar (Rp. 32. 886.142.667,-)

 

B: Komponen Laporan Cash Flow #2: Arus Kas dari Kegiatan Investasi ( types of cash flow investments )

Arus Kas dari Kegiatan Investasi diperoleh dari kolom net change pada perbandingan neraca periode berjalan dengan neraca periode sebelumnya.

Angka yang bertanda positif diganti  menjadi negatif, begitu juga sebaliknya angka yang bertanda negatif diganti dengan tanda negatif.

Kebetulan dalan contoh di atas hanya ada satu rekening untuk item ini yaitu aktiva tetap.

Bila jumlah item-nya banyak  maka jumlahkan semua angka  sehingga  akan diperoleh Arus Kas dari Aktifitas Investasi.

Dari contoh di atas diperoleh jumlah arus kas dari kegiatan investasi adalah Rp. 16.843.930.

 

C: Komponen Laporan Cash Flow #3: Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan (Financing Activities)

Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan diperoleh dengan memindahkan angka dari kolom net change pada perbandingan neraca tahun 2014.

Dengan neraca tahun 2015 dari kelompok KEWAJIBAN dan EKUITAS.

Angka bertanda positif dibiarkan tetap positif,  dan yang bertanda negatif dibiarkan tetap negatif.

Kemudian menjumlahkan sehingga akan diperoleh Arus Kas dari Aktifitas Pendanaan.

Dari contoh di atas diperoleh jumlah arus kas dari kegiatan pendanaan adalah Rp. 30.709.925.565,-

 

D: Komponen Laporan Cash Flow #4: Total Kegiatan Kas (Total Cash Activities)

Total Kegiatan Kas diperoleh dengan menjumlahkan angka total dari masing-masing kelompok A, B & C di atas.

Dari contoh di atas diperoleh Total Kegiatan Kas sebesar (Rp. 2.193.061.032,-)

 

E: Komponen Laporan Cash Flow #5: Saldo Awal Kas (Cash Beginning Balance)

Saldo Awal Kas (Cash Beginning Balance) diambil dari Neraca Tahun 2014.

Data yang diperoleh dari Neraca tahun 2014 diperoleh angkanya sebesar
Rp. 2.510.230.120,-

 

F: Komponen Laporan Cash Flow #6: Saldo Kas yang Seharusnya (Expected Cash Ending Balance)

Diperoleh dengan menjumlahkan Total Aktivitas Kas dengan Saldo Awal Kas.

Dari data-data di atas diperoleh nilainya sebesar Rp. 317.169.097,-

 

G: Komponen Laporan Cash Flow #7: Saldo Akhir Kenyataannya (Actual Cash Ending Balance)

Diambil dari data Kas pada Neraca Tahun 2015, nilainya Rp.  317.169.097

 

H: Komponen Laporan Cash Flow #8: Selisih (Variance)

Untuk memeriksa apakah laporan Cash Flow sudah selesai atau belum dengan melakukan analisa akhir.

Caranya dengan membandingkan antara Saldo Kas yang seharusnya dengan saldo Akhir Kenyataannya (Actual Cash Ending Balance).

“Bila hasil dari perhitungan ditersebut nilai variance-nya 0 (nol), maka laporan arus  kas tersebut sudah sesuai.”

***

Bila semua langkah penyusunan laporan cash flow telah selesai dilakukan, maka hasilnya akhirnya akan nampak seperti dibawah ini :

cash flow statement indirect method
Note: cash flow example

 

Hasil akhir penggunaan metode tidak langsung, bila disusun dalam bentuk Format Laporan Arus Kas sesuai standar akuntansi keuangan (SAK),  akan nampak seperti berikut ini:

contoh soal studi kasus laporan arus kas

cash flow example
Note: Format Laporan Arus Kas – Metode Tidak Langsung

 

05: Laporan Arus Kas Metode Langsung (Direct Method) 

concept of cash flow

A: Pengertian Metode Langsung

Sebelum lebih jauh membahas tentang penggunaan metode langsung dalam membuat Laporan cash flow, sebagai pengenalan, berikut ini disajikan contoh laporan cash flow metode langsung (Direct Method):

contoh laporan arus kas metode langsung
Note: contoh laporan arus kas metode langsung

Elemen laporan arus kas metode langsung (Direct Method) sama saja dengan Indirect method, yang berbeda adalah sumber data dan langkah-langkahnya.

 

B: Cara Membuat Laporan Cash Flow Metode Langsung

cara membaca cash flow

Bagaimana cara membuat Laporan cash flow dengan metode langsung?

Cara menyusun Laporan cash flow dengan metode langsung sumber datanya adalah :

  • Buku Kas Bank.
  • Buku Kas Kecil (Petty Cash).

Ada 4 langkah untuk membuat laporan arus kas menggunakan metode langsung.

  1. Lakukan pemeriksaan silang terhadap dokumen-dokumen transaksi keuangan.
  2. Eliminasi (menghapuskan) semua transaksi silang antar buku kas
  3. Klasifikasikan semua jenis pengeluaran dan pemasukan kas ke dalam elemen-elemen laporan arus kas.
  4. Menyusun Laporan Arus Kas

Yuk dibahas satu-per-satu ya….

A: Langkah #1. Lakukan Pemeriksaan Silang Terhadap Dokumen Keuangan.

Pemeriksaan terhadap Buku Kas Bank, Rekening Koran (Bank Statement), Bonggol Check, dan Buku Kas Kecil.

Bila rekonsiliasi bank dan rekonsiliasi petty cash sudah dilaksanakan secara teratur, angkah #1 ini bisa dilewati.

 

B: Langkah #2. Eliminasi (menghapuskan) Semua Transaksi Silang Antar Buku Kas.

 

C: Langkah #3. Lakukan Klasifikasi dan Penggolongan.

Klasifikasikan semua jenis pengeluaran dan pemasukan kas ke dalam elemen-elemen laporan arus kas.

Aktivitas ini akan memakan banyak waktu, namun bila anda membuatnya pada saat semua catatan sudah selesai dan laporan arus kas sudah harus selesai.

Dan cara terbaik untuk mengatasi persoalan ini adalah melakukan pekerjaan ini sejak dari awal dan dilakukan setiap hari dengan seperti itu maka akan terasa ringan.

***

Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa elemen-elemen Laporan Cash Flow adalah

  • Cash Flow dari Kegiatan Operasi ,
  • Cash Flow dari Kegiatan Investasi dan
  • Cash Flow dari Kegiatan pendanaan.

Bagaimana cara memasukan setiap transaksi ke dalam masing-masing kegiatan tersebut?

Untuk menentukan transaksi apa saja yang tergolong ke dalam masing-masing kegiatan tersebut, dapat menggunakan panduan berikut ini:

#1: Cash Flow dari Kegiatan Operasi

Aktivitas operasi adalah  semua transaksi yang terkait dengan kegiatan utama perusahaan.

Yang tergolong ke dalam kegiatan utama perusahaan adalah semua transaksi yang akan masuk ke dalam laporan Laba Rugi, yaitu:

  • Transaksi Pendapatan (revenue),
  • Harga Pokok Penjualan, dan
  • Biaya operasional.

 

#2: Cash Flow dari Kegiatan Investasi

Aktivitas investasi adalah semua transaksi yang terkait dengan:

  • penjualan dan pembelian aktiva tetap,
  • penerimaan kas dari piutang,
  • pengembalian cash advance,
  • pengeluaran kas yang mengakibatkan piutang meningkat.

Termasuk juga dalam hal ini adalah pemberian cash bon (cash advance), deposit, dan uang muka biaya.

 

#3: Cash Flow dari Kegiatan Pendanaan

Aktivitas pendanaan adalah transaksi-transaksi yang terkait dengan modal dan kewajiban,.

Contoh aktivitas pendanaan adalah:

  • pengeluaran kas untuk pelunasan utang,
  • penerimaan kas dari hasil utang baru (bank loans & credit loans).
  • Penerimaan atas penjualan saham atau surat berharga lainnya.

 

D: Langkah #4. Menyusun Laporan Arus Kas

Setelah melakukan klasifikasi terhadap semua transaksi, selanjutnya adalah  mulai menyusun Laporan Arus Kas.

Caranya dengan menjumlahkan setiap jenis kegiatan yang telah dikelompokkan sesuai dengan  jenis kegiatannya, yaitu operasional, investasi dan pendanaan.

Sehingga menjadi bentuk laporan arus kas.

Saat melakukan langkah-langkah ini tidak perlu lagi berpikir tentang eliminasi atas transaksi-transaksi accrual atau transaksi-transaksi non cash basis.

Karena pengelompokkan ini telah dilakukan pada buku kas, maka apapun jenis transaksinya sudah pasti menggunakan kas,.

 

06: Cara Membuat Laporan Arus Kas Metode Langsung Excel

laporan arus kas excel

Untuk mempermudah pemahaman tentang penyusunan laporan cash flow metode langsung ini, maka saya akan memberikan contoh laporan  cash flow berikut ini:

 

A: Langkah Pertama Membuat Laporan Cash Flow Metode Langsung

Kita akan mengambil contoh data dari Buku Kas Bank, bentuknya bisa seperti ini :

laporan arus kas metode langsung excel
Buku Kas Bank

 

Dan data dari contoh Buku Petty Cash seperti ini :

laporan kas
Note: Buku Kas Kecil

 

B: Langkah Kedua Membuat Laporan Cash Flow Metode Langsung

Setelah kita mengambil data dari buku kas bank & buku petty cash seperti pada langkah pertama.

Langkah selanjutnya adalah :

  • Tambahkan 2 (dua) kolom baru di sebelah kiri kolom TRANSAKSI, masing-masing beri nama kolom KEGIATAN dan CREDIT ACCT.
  • Pada kolom Credit Acct, masukkan lawan rekening dari masing-masing transaksi.
  • Pada kolom Kegiatan, masukkan salah satu jenis kegiatan yang sesuai dengan elemen-elemen dari laporan cash flow, yaitu kegiatan Operasi, Investasi & Pendanaan hingga semua baris terisi.

Sehingga buku kas bank akan menjadi nampak seperti ini :

contoh laporan arus kas harian
Note: Buku Kas Bank

Lakukan hal yang sama pada buku petty cash.

 

C: Langkah Ketiga Membuat Laporan Cash Flow Metode Langsung

Selanjutnya gabungkan buku kas bank dengan buku petty cash, caranya dengan copy paste saja.

Bila sudah digabungkan langkah berikutnya adalah menghitung sub total dengan cara sebagai berikut :

Blok lembar kerja mulai dari header utama.

Kemudian klik menu DATA – Sub Total (perhatikan screen shoot dibawah) dengan kondisi : setiap perubahan pada kolom KEGIATAN jumlahkan kolom JUMLAH.

Klik kotak “replace current subtotal” dan “summary below data”.

laporan arus kas excel
Cara Membuat Laporan Cash Flow Excel

 

Jika sudah, maka hasilnya akan nampak seperti dibawah ini :

how to prepare cash flow statement
how to prepare cash flow statement

Perhatikan : Sekarang masing-masing KEGIATAN sudah ter-subtotal ya.

 

D: Langkah Ke-empat Membuat Laporan Cash Flow Metode Langsung

Lakukan cara yang sama untuk kolom Credit Acct, yaitu dengan memblok worksheet seperti screen shoot di bawah.

Lalu klik menu DATA-Sub Total dengan kondisi yang berbeda, yaitu: Setiap perubahan pada kolom CREDIT ACCT jumlahkan lah kolom JUMLAH.

Perhatikan screen shoot dibawah, hilangkan tanda centang pada kotak “replace current subtotal”.

Instruksi ini bertujuan agar pengelompokan berdasarkan aktivitas tadi, dipecah-pecah lagi berdasarkan lawan rekeningnya (“credit account”).

laporan arus kas metode langsung pdf
cash flow statement example for small business

 

Hasilnya akan seperti screen shoot dibawah. Perhatikan angka yang berderet di pojok kiri atas ( yang tadinya hanya angka 1,2,3 saja sekarang menjadi 1,2,3,4,5.

 

cash flow example
laporan arus kas metode langsung

Bila di-klik angka 3, maka anda akan mendapat laporan seperti dibawah ini :

Semua transaksi dikelompokkan menjadi 3 kelompok besar saja, yaitu :

  • OPERASI,
  • INVESTASI dan
  • FINANCE dengan jumlahnya masing-masing tentunya.

Perhatikan kelompok “silang” yang saya kasih tanda di screen shoot, nilainya jadi nol dengan sendirinya (tanpa perlu di-eliminasi),

Kenapa ?

Karena di kas bank bertanda negatif sedangkan di petty cash bertanda positif, jika ditotal hasilnya 0 (nol).

 

cara penghitungan laporan arus kas metode langsung
cara penghitungan laporan arus kas metode langsung

Namun kenapa rincian kegiatan dari masing-masing  rekeningnya jadi tidak kelihatan ya?

Tunggu dulu belum selesai…

Sekarang…

coba klik angka 4 di pojok kiri atas, maka anda akan memperoleh laporan seperti di bawah ini :

laporan arus kas metode langsung excel
laporan cash flow metode langsung excel

Dari contoh-contoh di atas kita bisa melihat bahwa menyusun Laporan cash flow dengan metode langsung lebih lengkap bila dibandingkan dengan metode tidak langsung.

Lalu, mana yang terbaik.

Kedua metode pembuatan laporan cash flow adalah baik.

Gunakan sesuai dengan tujuan, jenis, dan kebutuhan usaha serta bisnis Anda.

 

07: Contoh Laporan Arus Kas

cash flow example

A: Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan Dagang

Perhatika contoh Laporan Cash Flow perusahaan dagang – PT Hero Supermarket

operating cash flow formula

laporan arus kas perusahaan dagang

laporan arus kas perusahaan dagang
Note: Contoh laporan cash flow perusahaan dagang

 

B: Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan Jasa

Berikut ini contoh Laporan Cash Flow perusahaan jasa – PT Pelindo III

contoh cash flow perusahaan jasa

contoh cash flow perusahaan jasa

contoh cash flow perusahaan jasa
Note: contoh cash flow perusahaan jasa

 

C: Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan Manufaktur

Berikut ini contoh Laporan Cash Flow perusahaan manufaktur – PT Gudang Garam

Contoh laporan arus kas perusahaan manufaktur

Contoh laporan arus kas perusahaan manufaktur

Contoh laporan arus kas perusahaan manufaktur
Note: Contoh laporan arus kas perusahaan manufaktur

Dari 3 contoh laporan arus kas perusahaan jasa, dagang, dan manufaktur, kita bisa melihat bahwa format dan elemen-elemen penyusun laporannya sama.

 

08: Template Laporan Arus Kas Excel

what is cash flow

A: Tujuan dan Fungsi Template Laporan Cash Flow Excel

Untuk mempercepat proses pembuatan Laporan maka saya akan memberikan template Laporan cash flow.

Template  ini disusun sesuai dengan standar akuntansi keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia.

Sehingga bagi mereka yang belum pernah membuat laporan cash flow pun bisa membuatnya.

Anda tinggal memasukkan saldo-saldo dari buku besar.

Untuk rekening-rekening yang ada bisa diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan.

Format Laporan Arus Kas adalah seperti berikut ini:

format laporan arus kas metode langsung dan tidak langsung

types of cash flow diagram
Template Laporan Cash Flow

 

B: Cara Menggunakan Template Laporan Arus Kas Excel

Bagaimana cara menggunakan template laporan arus kas dengan Excel ini?

Cara menggunakannya sangat mudah, yaitu cukup melakukan dua langkah berikut ini:

  1. Input data ke sel yang berwarna putih saja, selain yang berwarna putih anda tidak perlu isi, karena Excel yang akan melakukannya untuk anda.
  1. Nama rekening bisa diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan anda.

Ada juga cara lain yang sederhana untuk membuat Laporan cash flow adalah dengan membuat kertas kerja atau neraca lajur Excel.

Langkah-langkahnya dapat Anda baca di Cara Mudah Membuat Laporan Arus Kas dengan Kertas Kerja Sederhana

 

09: Video Tutorial Cara Membuat Laporan Arus Kas

Sebelum saya akhiri artikel ini, sebagai tambahan pembahasan materi Laporan Cash Flow atau Laporan Arus Kas, atau cash flows statement beserta cara membuat arus kas, berikut ini saya sajikan 2 video menarik:

A: What is cash flow dan why is cash flow important?

Video pertama berisi pengenalan tentang apa itu laporan cash flow, tujuan dan fungsi laporan cashflow,  beserta elemen-elemen penyusunnya:

 

B: Cara Membuat Laporan Cash Flow

Video kedua ini menjelaskan tentang cara membuat Laporan Arus Kas (Cash Flow ) menggunakan Microsoft Excel.

Selamat menyaksikan…

Bagaimana pendapat Anda mengenai dua video di atas?

 

10: Kesimpulan

Demikian pembahasan tentang materi Laporan Arus Kas LENGKAP dari pengertian, tujuan, bentuk, contoh hingga cara membuat laporan, step by step.

Perhatikan bahwa Laporan Arus Kas berorientasi pada ability to perform sebuah perusahaan.

Ia menunjukkan berapa uang masuk dan uang keluar.

Namun tidak peduli pada apakah perusahaan untung atau tidak.

Sedangkan laba adalah membangun performa perusahaan dan kas adalah upaya perusahaan untuk mampu membangun performa-nya.

Maka, perhatikan dan amankan arus kas anda untuk membuat perusahaan tetap hidup dan memiliki performa yang fit.

Dan disertai contoh dan template yang bisa langsung di-implementasikan dalam pekerjaan atau tugas-tugas Anda.

Semua data dari contoh-contoh di atas telah dilakukan pengujian terhadap tingkat akurasinya.

Bila terjadi perubahan dan pembaharuan terhadap kebijakan maka kami secara berkala akan melakukan pembaharuan.

Baca juga artikel bagus yang akan membantu meningkatkan omset bisnis Anda berikut ini : Accounting Tools dan SOP Akuntansi Keuangan.

Bagaimana menurut Anda?

manajemen keuangan dan SOP

Tinggalkan komentar