Laporan Keuangan Asuransi dan Cara Membuatnya Step by Step

Laporan keuangan asuransi adalah laporan keuangan yang disusun oleh perusahaan asuransi.

Laporan keuangan asuransi terdiri dari 5 jenis laporan keuangan, yaitu:

  1. Laporan Posisi Keuangan per tanggal akhir periode
  2. Laporan Laba Rugi
  3. Laporan Perubahan Ekuitas
  4. Laporan Arus Kas untuk periode yang berakhir tanggal akhir periode.
  5. Catatan Atas Laporan Keuangan

Bagaimana cara membuat 5 Jenis Laporan Keuangan Asuransi tersebut?

Yuk ikuti langkah-langkahnya berikut ini…

 

01: Proses Membuat Laporan Keuangan Asuransi

asuransi adalah

A: Analisis Transaksi Bisnis dan Pencatatan Jurnal

Untuk mambantu memudahkan memahami dan mempraktekkan cara membuat laporan keuangan perusahaan jasa asuransi, saya sajikan contoh perusahaan agen asuransi.

***

Pada tanggal 01 Agustus 2020, Alex John mendirikan perusahaan agen asuransi PT Segar Mulya Jaya.

Perusahaan ini menjual produk asuransi perusahaan-perusahaan asuransi besar kepada nasabah perorangan.

Berikut ini transaksi-transaksi terjadi selama bulan Agustus 2020:

Transaksi #1:

Membuka rekening bank atas nama perusahaan dengan setoran awal sebesar Rp 40.000.000 dari dana pribadi.

Pencatatan jurnal umum transaksi tersebut adalah:

[Debit] Kas Bank, Rp 40.000.000
[Kredit] Modal Disetor, Rp 40.000.000

Keterangan:

Transaksi tersebut akan mempengaruhi 2 pos atau akun.

Yaitu menaikkan saldo akun Kas Bank, sehingga dicatat di sisi debit.

Dan menaikkan saldo akun modal disetor, sehingga dicatat di sisi kredit.

 

Transaksi #2:

Membeli bahan habis pakai (alat tulis kantor) secara kredit Rp 1.500.000

Analisis transaksi:

Transaksi ini akan menaikkan saldo account bahan habis pakai, sehingga dicatat pada sisi debit.

Dan menambah saldo account utang usaha, sehingga dicatat pada sisi kredit.

Cara mencatat jurnal transaksi tersebut adalah sebagai berikut:

[Debit] Bahan Habis Pakai, Rp 1.500.000
[Kredit] Utang Usaha, Rp 1.500.000

 

Transaksi #3:

Membayar utang kepada kreditor Rp 800.000

Analisis transaksi:

Pengaruh transaksi ini adalah mengurangi saldo rekening utang usaha dan kas.

Pengaruh pengurangan saldo ini untuk rekening utang usaha dicatat di sisi debit.

Sedangkan untuk rekening kas dicatat di sisi kredit.

Pencatatan jurnal transaksinya adalah:

[Debit] Utang Usaha, Rp 800.000
[Kredit] Kas, Rp 800.000

 

Transaksi #4:

Menerima kas dari pendapatan honor atas komisi asuransi Rp 7.250.000

Analisis transaksi:

Transaksi ini berpengaruh terhadap akun kas, yaitu mengakibatkan kenaikan saldo. Sehingga dicatat pada sisi debit.

Transaksi ini berpengaruh juga pada akun pendapatan, yaitu meningkatkan jumlah saldo. Sehingga dicatat di sisi kredit.

Pencatatan jurnal transaksi:

[Debit] Kas, Rp 7.250.000
[Kredit] Pendapatan Honor, Rp 7.250.000

 

Transaksi #5:

contoh transaksi bisnis

Membayar sewa kantor dan peralatan kantor untuk bulan Maret Rp 2.500.000

Analisis transaksi:

Transaksi bisnis ini berpengaruh pada rekening beban dan kas.

Pengaruhnya adalah menaikkan jumlah saldo rekening beban, sehingga akan dicatat di sisi debit.

Pengaruh pada rekening kas adalah menurunkan jumlah saldo, sehingga akan dicatat di sisi kredit.

Pencatatan jurnal transaksi:

[Debit] Beban Sewa Kantor dan Peralatan Kantor, Rp 2.500.000
[Kredit] Kas, Rp 2.500.000

 

Transaksi #6:

Membayar beban kendaraan (bensin, parkir, tol) Rp 1.000.000 dan beban lain-lain Rp 400.000

Analisis transaksi:

Transaksi ini menaikkan saldo account beban, dan dicatat disisi debit.

Dan menurunkan saldo account kas, sehingga dicatat di sisi kredit.

Pencatatan jurnal transaksi:

[Debit] Beban Kendaraan, Rp 1.000.000
[Debit] Beban Lain-lain, Rp 400.000
[Kredit] Kas, Rp 1.400.00

 

Transaksi #7:

Membayar gaji karyawan administrasi Rp 3.000.000

Analisis transaksi:

Transaksi ini menaikkan saldo rekening beban, dan dicatat pada sisi debit.

Dan akan menurunkan jumlah kas, sehingga dicatat pada sisi kredit

Pencatatan jurnal transaksi:

[Debit] Beban Gaji Karyawan, Rp 3.000.000
[Kredit] Kas, Rp 3.000.000

 

Transaksi #8:

Setelah dihitung, bahan habis pakai yang tersisa adalah Rp 400.000. Berarti beban bahan habis pakai yang digunakan adalah Rp 1.100.000.

Analisis transaksi:

Hasil proses perhitungan fisik bahan habis pakai ini akan dicatat di rekening beban, pada sisi debit.

Dan mengurangi jumlah saldo bahan habis pakai, sehingga dicatat pada sisi kredit.

Pencatatan jurnal transaksi:

[Debit] Beban Bahan Habis Pakai, Rp 1.100.000
[Kredit] Bahan Habis Pakai, Rp 1.100.000

 

Transaksi #9:

Mengirim invoice penagihan perusahaan asuransi atas komisi penjualan Rp 9.350.000.

Analisis transaksi:

Pengiriman penagihan ini akan berpegaruh pada rekening piutang usaha, yaitu menaikkan jumlah piutang usaha. Sehingga dicatat di sisi debit.

Selain itu, akan berpengaruh pada rekening pendapatan, yakni menaikkan jumlah saldo rekening, sehingga dicatat pada sisi kredit.

Pencatatan jurnal transaksi:

[Debit] Piutang Usaha, Rp 9.350.000
[Kredit] Pendapatan Komisi Penjualan, Rp 9.350.000

 

Transaksi #10:

Menarik kas untuk keperluan pribadi sebesar Rp 3.500.000

Analisis transaksi:

Transaksi penarikan kas ini akan menaikkan saldo rekening prive, sehingga dicatat di kolom debit.

Selain itu, mengurangi jumlah kas, sehingga dicatat pada kolom kredit.

Pencatatan jurnal transaksi:

[Debit] Prive, Rp 3.500.000
[Kredit] Kas, Rp 3.500.000

***

Ringkasan dari proses analisi dan pencatatan jurnal di atas dapat dibaca pada tabel jurnal berikut ini:

buku jurnal akuntansi
buku jurnal akuntansi

 

B: Membuat Buku Besar Perusahaan Asuransi

Buku besar perusahaan asuransi dibuat setelah proses pencatatan semua transaksi keuangan sudah dilakukan.

Cara membuat buku besar adalah dengan mengelompokkan setiap transaksi yang sudah dicatat sesuai dengan jenis akun.

Misalnya akun kas, piutang, dan pendapatan.

Dan setelah dilakukan pengelompokkan, hasilnya terlihat seperti berikut ini:

01: Buku besar akun kas, biaya sewa, dan beban bahan habis pakai

buku besar kas perusahaan asuransi
Buku besar perusahaan asuransi

 

02: Buku besar akun bahan habis pakai kendaraan dan  bahan habis pakai kantor

buku besar perusahaan asuransi
Buku besar perusahaan asuransi

 

03: Buku besar akun hutang usaha, modal disetor, dan prive

buku besar utang perusahaan asuransi
buku besar perusahaan asuransi

 

04: Buku besar akun pendapatan usaha, biaya lain-lain, gaji staf, dan piutang usaha

buku besar pendapatan perusahaan asuransi
buku besar perusahaan asuransi

 

C: Membuat Neraca Saldo Perusahaan Asuransi

Neraca saldo perusahaan asuransi adalah summary transaksi dari semua jenis akun yang dilakukan oleh perusahaan asuransi selama periode akuntansi.

Neraca saldo perusahaan asuransi dibuat setelah proses pengelompokkan transaksi sesuai dengan akunnya dilakukan.

Atau setelah pembuatan buku besar telah selesai dilakukan.

Dan berikut ini neraca saldo PT Segar Mulya Jaya periode Agustus 2020:

neraca saldo asuransi
Daftar Saldo

 

D: Membuat Kertas Kerja Perusahaan Asuransi

Neraca lajur atau Kertas kerja akuntansi perusahaan asuransi adalah tabel berkolom yang dibuat sebagai alat bantu (tools) penyusunan laporan keuangan asuransi.

Kertas kerja dibuat menggunakan software spreadsheet atau Excel.

Berapa jumlah kolom dalam kertas kerja akuntansi?

Tidak ada ketentuan khusus yang mengatur jumlah kolom yang digunakan dalam kertas kerja akuntansi.

Pertimbangan utama dalam menggunakan jumlah kolom dalam kertas akuntansi adalah ‘kebutuhan’ perusahaan.

Jika perusahaan sudah cukup dengan kertas kerja 7 kolom, maka tidak perlu kan menggunakan kertas kerja 8 kolom, 10 kolom, dan 12 kolom.

Dan dalam proses penyusunan laporan keuangan asuransi ini, kita akan menggunakan kertas kerja 9 kolom.

Kertas kerja akuntansi adalah ringkasan hasil proses penyusunan laporan keuangan asuransi dari pencatatan sampai neraca.

***

Bagaimana cara membuat kertas kerja akuntansi?

Ada 5 langkah untuk membuat kertas kerja akuntansi, yaitu:

Langkah #1: Membuat tabel dengan 9 kolom

Untuk langkah #1 ini tidak perlu dijelaskan ya, sudah sangat familiar dan gampang kan? 🙂

 

Langkah #2: Mengisi kolom 01 dengan daftar rekening perusahaan

Untuk membuat daftar rekening perusahaan ada 2 cara yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Copy-paste daftar akun dari neraca saldo, atau tabel daftar akun.
  • Menggunakan fungsi Excel: Data Validation (penjelasan rinci beserta contoh-contohnya, silahkan baca: contoh invoice Excel)

 

Langkah #3: Mengisi kolom 02 dan 03 dengan saldo setiap rekening perusahaan

Untuk mengisi kolom 02 (kolom debit) dan kolom 03 (kolom kredit) ada 3 cara yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Copy-paste dari kolom debit dan kredit neraca saldo (daftar saldo).
  • Memindahkan tiap saldo rekening di neraca saldo dengn menggunakan fungs (+)
  • Memindahkan masing-masing saldo rekening di neraca saldo dengan menggunakan fungsi Excel Vlookup.

 

Langkah #4: Mengisi kolom 04 dan 05 dengan saldo-saldo rekening setelah penyesuaian

Cara mengisi kolom-kolom ini adalah dengan menjumlahkan kolom #2 dan #3 dengan proses penyesuaian yang telah dilakukan.

Proses penyesuaian ini dilakukan dengan menggunakan jurnal penyesuaian.

 

Langkah #5: Mengisi kolom 06 dan 07 dengan saldo rekening laba rugi

Untuk mengisi kolom 04 (debit) dan kolom 05 (kredit), kita menggunakan rumus Excel sederhana, contohnya seperti berikut:

=IF($B$4:$B$56>40000;$H$4:$H$56;0)

Keterangan:

Kita memindahkan saldo rekening yang nomornya di atas 40000 (nomor rekening laba rugi) dari kolom daftar saldo ke kolom laba rugi.

 

Langkah #6: Mengisi kolom 08 dan 09 dengan saldo rekening neraca

Langkah kelima hampir sama dengan langkah #4.

Tapi nomor rekening yang dipindahkan dari kolom daftar saldo adalah nomor rekening neraca.

Pada contoh ini nomor rekening lebih kecil dari 40000, sehingga contoh rumus Excel-nya adalah:

=IF($B$4:$B$56<40000;$H$4:$H$56;0)

Perbedaan rumus langkah #4 dan #5 adalah pada tanda” kurang lebih dan lebih besar” (tanda merah).

***

Setelah kita menyelesaikan lima langkah di atas, maka hasilnya akan tampak seperti berikut ini:

kertas kerja akuntansi
Kertas kerja akuntansi perusahaan asuransi

Keterangan:

Perhatikan neraca lajur atau kertas kerja akuntansu di atas.

Dari kertas kerja di atas, kita sudah mengetahui jumlah laba rugi dan komponen neraca, yaitu aset, kewajiban, dan ekuitas.

Jadi kertas kerja akuntansi ini sangat membantu proses penyusunan laporan keuangan asuransi.

 

E: Membuat Laporan Laba Rugi Perusahaan Asuransi

Cara membuat laporan laba rugi perusahaan asuransi adalah dengan memindahkan saldo-saldo rekening di kolom laba rugi pada kertas kerja akuntansi, ke dalam format standar akuntansi keuangan (SAK) Laporan Laba Rugi.

Dan setelah dipindahkan, hasilnya adalah seperti berikut ini:

Laporan Laba Rugi Asuransi
Laporan Laba Rugi Perusahaan Asuransi

Keterangan:

Laporan Laba Rugi adalah laporan keuangan yang menyajikan pendapatan usaha dan biaya.

Selisih antara pendapatan usaha dengan biaya adalah laba atau rugi.

Selisih itu dikatakatan sebagai laba usaha jika nilainya positif (+).

Sedangkan bila selisih itu nilainya negatif (-) maka disebut sebagai rugi.

Pada laporan laba rugi di atas, kita mendapatkan informasi sebagai berikut:

  • jumlah pendapatan = Rp 16.600.000
  • jumlah biaya = Rp 5.900.00

Selisih antara pendapatan dan total biaya adalah Rp 10.700.000 (positif), artinya pada bulan Agustus 2020, perusahaan memperoleh laba usaha.

 

F: Membuat Laporan Perubahan Ekuitas Perusahaan Asuransi

Cara membuat laporan perubahan ekuitas perusahaan asuransi adalah dengan memindahkan saldo rekening di kolom neraca kertas kerja akuntansi ke dalam format standar akuntansi keuangan (SAK) Laporan Perubahan Ekuitas.

Ditambah dengan laba (rugi) periode saat ini dan sampai dengan periode sebelum periode saat ini.

Setelah dilakukan pemindahan hasilnya adalah seperti berikut ini:

Laporan Perubahan Ekuitas Asuransi
Laporan Perubahan Ekuitas Perusahaan Asuransi

Keterangan:

Dari Laporan Perubahan Ekuitas di atas kita mendapatkan informasi sebagai berikut:

Saldo modal atau ekuitas adalah hasil kalkulasi modal disetor dengan keuntungan usaha dan faktor pengurang ekuitas, misalnya penggunaan untuk keperluan pribadi pemilik.

 

G: Membuat Laporan Posisi Keuangan Perusahaan Akuntansi

Laporan posisi keuangan atau neraca adalah laporan keuangan yang menunjukkan kondisi aktiva dan pasiva pada saat tertentu.

Pada contoh ini adalah per 31 Agustus 2020.

Bagaimana cara membuat laporan posisi keuangan?

Caranya hampir sama dengan cara membuat jenis laporan keuangan di atas.

Yaitu dengan memindahkan saldo rekening-rekening neraca di kolom neraca tabel kertas kerja akuntansi ke dalam format standar akuntansi keuangan (SAK) Laporan Posisi Keuangan.

***

Dan setelah dilakukan pemindahan saldo rekening, hasilnya nampak seperti berikut ini:

Laporan Posisi Keuangan Asuransi
Laporan Posisi Keuangan Perusahaan Asuransi

Keterangan:

Dari laporan posisi keuangan perusahaan asuransi di atas, kita memperoleh informasi-informasi sebagai berikut:

  • jumlah aset = Rp 47.900.000
  • jumlah liabilitas = Rp 700.000
  • jumlah ekuitas = Rp 47.200.000

Jadi jumlah aset sama dengan jumlah liabilitas dan ekuitas, sebagaimana persamaan dasar akuntansi seperti di bawah ini:

Aset = Liabilitas + Ekuitas

 

H: Membuat Laporan Cash Flow Perusahan Asuransi

arus jalan raya

Laporan cash flow perusahaan asuransi adalah laporan keuangan yang menunjukkan aliran kas dalam periode akuntansi.

Ada 3 kriteria cash flow berdasarkan aktivitas yang disajikan di laporan arus kas, yaitu:

  • Cash flow dari aktivitas operasi
  • Cash flow dari aktivitas investasi
  • Cash flow dari aktivitas pendanaan

Bagaimana cara membuat laporan cash flow perusahaan asuransi?

Ada 2 metode membuat laporan cash flow, yaitu:

  • Metode langsung (direct methode)
  • Metode tidak langsung (indirect method)

***

Pada contoh ini saya menggunakan metode langsung untuk membuat laporan cash flow.

Caranya dengan memindahkan saldo transaksi-transaksi kas dari tabel pencatatan jurnal (langkah A di atas).

Ke dalam format standar akuntansi keuangan Laporan Arus Kas.

Bagaimana cara memindahkan saldo rekening tersebut?

Ada 2 cara yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Memindahkan satu per satu saldo rekening laporan arus kas
  • Menggunakan rumus Excel SUMIFS, contohnya seperti berikut:
    =SUMIFS(‘Jurnal ‘!$H$3:$H$101;’Jurnal ‘!$C$3:$C$101;”JKM”;’Jurnal ‘!$E$3:$E$101;’Arus Kas’!$B10)

***

Dan setelah dilakukan pemindahan saldo-saldo rekening, hasilnya adalah sebagai berikut:

Laporan Cash Flow Asuransi

Laporan Cash Flow Perusahaan Asuransi
Note: Laporan Cash Flow Perusahaan Asuransi

Keterangan:

Dari laporan cash flow di atas, kita memperoleh informasi sebagai berikut:

  • cash flow dari aktivitas operasi perusahaan = Rp 450.000 (minus)
  • cash flow dari aktivitas investasi perusahaan = Rp 0
  • cash flow dari aktivitas pendanaan perusahaan = Rp 36.500.000

Saldo kas dan setara kas tanggal 31 Agustus 2020 adalah sebesar Rp 36.050.000

 

I: Catatan Atas Laporan Keuangan Asuransi

Catatan Atas Laporan Keuangan perusahaan asuransi adalah bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan.

Catatan atas laporan keuangan adalah merupakan ringkasan kebijakan akuntansi signifikan.

Dan informasi penjelasan lainnya mengenai laporan keuangan asuransi.

 

02: Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Asuransi Publik

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Asuransi

A: Contoh Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

Contoh Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

Contoh Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

Contoh Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

 

B: Contoh Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian

Contoh Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif

Contoh Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif

Contoh Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif

 

C: Contoh Laporan Arus Kas Konsolidasian

Contoh Laporan Arus Kas Konsolidasian

Contoh Laporan Arus Kas Konsolidasian

***

Dan untuk melengkapi pembahasan laporan keuangan asuransi, berikut saksikan video singkat tentang cerita asuransinya, moga bisa diambil sisi baiknya.

 

03: Kesimpulan

Laporan Keuangan Asuransi disusun olah perusahaan asuransi sebagai bentuk pertanggungjawaban manajemen perusahaan.

Pertanggungjawaban atas pengelolaan modal dan sumber daya lain yang di-amanahkan kepadanya.

Contoh asuransi Bumiputera, asuransi Prudential, asuransi Ramayana, asuransi Bintang, AXA Mandiri

Laporan keuangan asuransi tersebut digunakan oleh pihak-pihak yang terkait dengan perusahaan.

Seperti pemilik, investor, masyarakat (negara), dan manajemen perusahaan.

Laporan keuangan asuransi yang disusun dengan baik dan benar, akan sangat bermanfaat sebagai bahan pertimbangan utama bagi pihak-pihak terkait perusahaan untuk mengambil keputusan penting dan strategis.

Bagaimana proses dan langkah-langkah untuk membuat laporan keuangan asuransi telah saya jelaskan beserta contohnya di atas.

Dan silahkan anda modifikasi dan sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda.

Baik untuk laporan keuangan asuransi konvensional dan syariah.

Bila ingin tahu lebih banyak lagi tentang prosedur finance & accounting, silahkan ke SOP & Accounting Tools.

Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.

Terima kasih. *****

manajemen keuangan dan SOP