Mengenal Laporan Keuangan Bank: Pengertian, Jenis, Format, dan Contoh

Pengertian Laporan Keuangan Bank adalah laporan keuangan yang disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban manajemen terhadap pihak-pihak yang berkepentingan dengan kinerja keuangan bank yang dicapai selama periode tertentu.

Oleh karena itu laporan keuangan bank harus memenuhi syarat mutu dan kualitatif akuntansi perbankan.

Sehingga tidak ada keraguan dalam menggunakanya dan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan akuntansi bagi manajemen bank.

Apa saja jenis laporan keuangan bank dan bagaimana formatnya?

Mari segera dibahas topik menarik ini…

 

01. Jenis Laporan Keuangan Bank

format laporan keuangan bank

Bank komersial, baik bank umum maupun Bank Perkreditan Rakyat (BPR) diwajibkan memberikan laporan keuangan setiap periode tertentu.

Ada berapa jenis laporan keuangan bank?

Ada 3 jenis laporan keuangan bank, yaitu:

  1. Laporan Keuangan Bulanan
  2. Laporan Keuangan Triwulanan
  3. Laporan Keuangan Tahunan

Sebelum kita bahas secara rinci dari masing-masing jenis laporan keuangan bank, saya bahas mengenai format laporan keuangan bank.

Yuk dimulai…

 

02. Format Laporan Keuangan Bank

Bagaimana format laporan keuangan bank?

Secara umum format laporan keuangan bank disajikan secara terperinci. Dan berikut ini penjelasan rincinya.

A. Format Neraca

Komponen-komponen neraca disajikan sebagai berikut:

#1: Penempatan pada Bank Indonesia:

Dalam format neraca pos-pos yang dianggap sensitif seperti penempatan pada Bank Indonesia disajikan secara terperinci.

Tujuannya untuk memberikan informasi posisi giro BI dan SBI yang dimiliki bank yang bersangkutan sebagai sumber likuiditas.

#2: Giro

Giro pada bank lain dan penempatan pada bank lain disajikan dalam mata uang asing dan rupiah secara terpisah.

Tujuannya adalah memudahkan user untuk mendeteksi Net Open Position (NOP).

#3: Surat Berharga dan Obligasi

Penyajian surat berharga dan obligasi:

Sedangkan surat berharga pada bank lain dan obligasi pemerintah disajikan menurut durasi WAKTU kepemilikannya.

Ini penting untuk mendeteksi jumlah yang difokuskan untuk mencari pendapatan dan jumlah yang menjadi sumber likuiditas melalui perdagangan obligasi.

Surat berharga juga disajikan secara terpisah menurut valuta asing dan rupiah agar mudah dideteksi net open position.

#4: Kredit

Aktiva yang paling sensitif yaitu kredit yang diberikan disajikan secara terpisah menurut terkait dan tidak terkait dengan bank.

Tujuannya untuk pengawasan kinerja bank.

Pemisahan tersebut menunjukkan bahwa bank harus lebih transparan. Artinya deteksi dini adanya bank yang memberi kredit untuk anak perusahaannya sendiri.

Atau untuk perusahaan lain yang satu kelompok dengan bank, atau untuk pihak lain yang terafiliasi. Bank harus menunjukkan secara transparan kemungkinan pelanggaran BMPK.

#5: Pos Deposito

Po deposito berjangka disajikan dengan memisahkan antara deposito untuk pihak-pihak terkait dengan bank dan pihak lainnya.

Pemisahan ini bertujuan untuk mendeteksi apakah terjadi penghimpunan dana yang berasal dari kelompok perusahaan sendiri,

Deposito yang besar menunjukkan kepercayaan masyarakat yang tinggi, akan tetapi bila berasal dari kelompok perusahaan itu sendiri akan mengandung bahaya, bila suatu saat dana tersebut ditarik.

Khusus untuk sertifikat deposito disajikan berdasarkan jenis valuta.

Begitu juga pada rekening surat berharga yang diterbitkan dari pinjaman diterima, disajikan secara terpisah menurut jenis valutanya.

#6: Penyisihan penghapusan aktiva

Penyajian penyisihan penghapusan aktiva produktif yang terpisah menurut jenis aktiva produktif.

Pemisahan ini bertujuan untuk mendeteksi kualitas aktiva produktif dari masing-masing jenis aktiva produktif.

Alasanya adalah karena besarnya penyisihan aktiva produktif akan mencerminkan kualitas aktiva produktif.

B. Format Laporan Laba Rugi

Format laporan laba rugi  biasanya menggunakan bentuk multiple step atau berjenjang.

Pendapatan bunga bersih bisa dideteksi setelah memperhitungkan pendapatan bunga dan biaya bunga.

Jumlah pendapatan bunga bersih akan mengindikasikan tingkat spread yang terjadi di bank yang bersangkutan.

Laba bersih harus menghitung laba kotornya terlebih dahulu, baru kemudian memperhitungkan laba bersih dengan menghitung pendapatan dan biaya di luar bunga.

Dengan memperhitungkan pendapatan dan beban operasional maka selanjutnya dapat ditentukan pendapatan operasional bank.

Penyajian biaya operasional dan beban operasional secara berjenjang akan memudahkan user dalam menentukan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional.

Untuk fee base income terlihat pada pendapatan non bunga. Seperti penerbitan bank garansi.

Semakin besar jasa perbankan yang diberikan kepada masyrakat, akan semakin besar pendapatan non operasional atau berupa fee base income.

C. Format Laporan Komitmen dan Kontinjensi

Laporan ini dikenal juga dengan rekening administratif. Laporan ini disajikan secara terpisah antara komitmen dengan kontinjensi.

Bahkan komitmen dan kontinjensi ini dirinci menurut tagihan dan kewajiban secara urut dengan memperhatikan kemungkinan pengaruhnya terhadap neraca atau laba (rugi) bank.

Hal ini akan mempermudah deteksi transaksi off balanced dan posisinya.

Dalam laporan keuangan bank juga harus disajikan para pengurus dan pemilik bank tersebut.

Masyarakat penguna laporan ini akan mengetahui para penggurus bank, kemudian sejauh mana integritas para pengurus dan pemilik bank tersebut.

Informasi ini juga akan memberikan informasi apakah bank tersebut telah go public atau belum.

Tuntutan transparasi laporan keuangan bank, mulai tahun 2001 laporan keuangan bank harus dilengkapi laporan kualitas aktiva produktif dan informasi lainnya.

Kualitas aktiva produktif akan terindikasi dari tingkat kolektibilitasnya. Tingkat kolektibilitas adalah:

  • Lancar (L)
  • Dalam Perhatian Khusus (DPK)
  • Kurang Lancar (KL)
  • Diragukan (D)
  • Macet (M)

Semakin rendah tingkat kolektibilitasnya menunjukkan semakin banyak aktiva produktif yang bermasalah.

Aktiva produktif bermasalah bila masuk kelompok kurang lancar, diragukan, bahkan macet.

Bila ini yang terjadi mengindikasikan aktiva produktif semakin sehat.

Format laporan keuangan bank seperti ini berlaku bagi laporan keuangan bulanan, triwulanan, dan tahunan.

Perbedaan pada jumlah periode yang disajikan.

Jadi sudah jelas ya format laporan keuangan bank? Oke sip.

Sekarang dilanjutkan penjelasan rinci tentang jenis laporan keuangan bank ya…

Yuk didalami satu per satu…

 

01. Laporan Keuangan Bulanan Bank

laporan keuangan bank umum

Apa yang dimaksud dengan laporan keuangan bulanan bank?

Laporan keuangan bank bulanan adalah laporan keuangan bank secara individu yang merupakan gabungan antara kantor pusat bank dengan seluruh kantor bank.

Laporan keuangan bulanan disajikan satu periode pada setiap akhir bulan dari Januari hingga bulan Desember.

Berikut format yang digunakan untuk laporan keuangan publikasi bulanan:

A. Format Neraca Bulanan

Berikut ini contoh format neraca bulanan bank:

PT BANK XXX
Neraca Bulanan
Per ……

AKTIVA:

  • Kas
  • Penempatan pada Bank Indonesia
    • Giro Bank Indonesia
    • Sertifikat Bank Indonesia
    • Lainnya
  • Giro pada bank lain
    • Rupiah
    • Valuta asing
  • Penempatan pada bank lain
    • Rupiah
    • Valuta asing
  • Surat berharga yang dimiliki
    •  Rupiah
      • Diperdagangkan
      • Tersedia untuk dijual
      • Dimiliki hingga jatuh tempo
    • Valuta asing
      • Diperdagangkan
      • Tersedia untuk dijual
  • Obligasi pemerintah
    • Diperdagangkan
    • Tersedia untuk dijual
    • Dimiliki jatuh tempo
  • Surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo)
    • Rupiah
    • Valuta asing
  • Tagihan derivatif
  • Kredit yang diberikan
    • Rupiah
      • Pihak terkait dengan bank
      • Pihak lain
    • Valuta asing
      • Pihak terkait dengan bank
      • Pihak lain
  • Tagihan akseptasi
  • Penyertaan
  • Pendapatan yang masih akan diterima
  • Biaya dibayar di muka
  • Uang muka pajak
  • Aktiva pajak tangguhan
  • Aktiva tetap bersih
  • Agunan yang diambil alih
  • Aktiva lain-lain

PASIVA:

  • Giro
    • Rupiah
    • Valuta asing
  • Kewajiban segera lainnya
  • Tabungan
  • Simpanan Berjangka
    • Rupiah
      • Pihak terkait dengan bank
      • Pihak lain
    • Valuta asing
      • Pihak terkait dengan bank
      • Pihak lain
  • Sertifikat deposito
    • Rupiah
    • Valuta asing
  • Simpanan dari bank lain
  • Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo)
  • Kewajiban derivatif
  • Kewajiban akseptasi
  • Surat berharga yang diterbitkan: Rupiah dan valuta asing
  • Pinjaman yang diterima: Rupiah dan valuta asing
  • Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi
  • Kewajiban sewa guna usaha
  • Beban yang masih harus dibayar
  • Taksiran pajak penghasilan
  • Kewajiban pajak tangguhan
  • Kewajiban lain-lain
  • Pinjaman subordinasi
  • Modal pinjaman
  • Hak minoritas
  • Ekuitas
    • Modal disetor
    • Agio (disagio)
    • Modal sumbangan
    • Selisih penjabaran laporan keuangan
    • Selisih penilaian kembali aktiva tetap
    • Saldo laba rugi

B. Format Laporan Laba Rugi Bulanan

Berikut ini contoh format laporan laba rugi bulanan:

PT BANK XXX
Laporan Laba Rugi
Untuk periode yang berakhir pada ……

PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL

  • Pendapatan bunga
    • Hasil bunga: rupiah dan valuta asing
    • Provisi dan komisi: rupiah dan valuta asing
  • Beban bunga
    • Beban bunga: rupiah dan valuta asing
    • Komisi dan provisi
  • Pendapatan operasional lainnya
    • Pendapatan provisi, komisi, fee
    • Pendapatan transaksi valuta asing
    • Pendapatan kenaikan nilai surat berharga
    • Pendapatan lainnya
  • Beban (pendapatan) penghapusan aktiva produktif
  • Beban estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi
  • Beban operasional lainnya:
  • Beban administrasi dan umum
  • Beban personalia
  • Beban penurunan nilai surat berharga
  • Beban transaksi valas
  • Beban lainnya

LABA (RUGI) OPERASIONAL

  • Pendapatan Non-operasional
  • Beban Non-operasional
  • Pendapatan/beban luar biasa
  • Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan
  • Taksiran Pajak Penghasilan

LABA (RUGI) PERIODE BERJALAN

C. Format Laporan Komitmen dan Kontinjensi Bulanan

Berikut ini contoh format laporan komitmen dan kontinjensi bulanan bank:

PT BANK XXX
Laporan Komitmen dan Kontinjensi
Per …..

KOMITMENT

  • Tagihan Komitmen
    • Fasilitas pinjaman yang diterima dan belum digunakan
      • Rupiah
      • Valas
    • Lainnya
  • Kewajiban Komitmen
    • Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum ditarik
      • Rupiah
      • Valas
    • Irrevocable L/C yang masih berjalan dalam rangka ekspor dan impor
    • Lainnya
  • Jumlah komitmen bersih

KONTINJENSI

  • Tagihan Kontinjensi
    • Garansi yang diterima: rupiah dan valas
    • Pendapatan bunga dalam penyelesaian: rupiah dan valas
    • Lainnya
  • Kewajiban Kontinjensi
    • Garansi yang diberikan
      • Bank garansi: dalam valas dan Rp
    • Revocable L/C yang masih berjalan dalam rangka ekspor dan impor

JUMLAH KONTINJENSI BERSIH

D. Format Laporan Kualitas Aktiva Produktif dan Informasi Lainnya bulanan

Berikut ini contoh format laporan kualitas aktiva produktif dan informasi lainnya bulanan:

PT BANK XXX
Laporan Kualitas Aktiva Produktif dan Informasi Lainnya
Per …

  • Penempatan pada bank lain
  • Surat-surat berharga kepada pihak ketiga dan BI
  • Kredit kepada pihak ketiga
    • KUK
    • Kredit yang distrukturisasi
    • Lainnya
  • Penyertaan pada pihak ketiga
    • Pada perusahaan keuangan non bank
    • Dalam rangka restrukturisasi kredit
  • Tagihan lain pihak ketiga
  • Komitmen dan kontinjensi kepada pihak ketiga
  • PPAP yang wajib dibentuk
  • PPAP yang telah dibentuk
  • Persentase KUK terhadap total kredit

 

02. Laporan Keuangan Triwulanan

laporan keuangan bank adalah

Laporan keuangan triwulanan adalah laporan keuangan bank yang disajikan dua periode sekaligus, yaitu posisi tanggal laporan dan posisi sebelumnya baik untuk bank yang bersangkutan maupun laporan konsolidasinya.

Laporan keuangan bank triwulanan yang wajib disajikan adalah laporan keuangan untuk posisi akhir Maret, Juni, September, dan Desember.

Laporan keuangan bank triwulanan ini disusun antara lain untuk memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja, atau hasil usaha bank.

Serta informasi keuangan lainnya kepada berbagai pihak yang berkepentingan dengan perkembangan usaha bank.

Agar laporan keuangan bank dapat diperbandingkan, maka perlu ditetapkan bentuk dan cakupan penyajian yang didasarkan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang relevan untuk industri perbankan.

Kemudian juga Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia serta ketentuan dan pedoman yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

A. Laporan Keuangan Bank Triwulanan Posisi Akhir Maret dan September

Laporan keuangan triwulanan yang disajikan terdiri dari laporan keuangan bank secara individu dan laporan keuangan bank secara konsolidasi dengan anak perusahaan.

Laporan yang wajib disajikan dalam laporan keuangan publikasi triwulanan sekurang-kurangnya terdiri dari:

  • Neraca
  • Perhitungan laba rugi dan saldo laba
  • Daftar komitmen dan kontinjensi
  • Transaksi valas dan derivatif
  • Kualitas aktiva produktif dan informasi lainnya
  • Perhitungan kewajiban penyediaan modal minimum
  • Rasio keuangan

B. Laporan Keuangan Bank Triwulanan Posisi Juni

Format dan cakupan laporan keuangan triwulanan untuk posisi Juni adalah sama dengan format dan cakupan laporan keuangan bank triwulanan untuk posisi Maret dan September dengan beberapa tambahan yang ditetapkan sebagai berikut:

Tambahan pertama:

Bagi bank yang merupakan bagian dari suatu kelompok usaha, selain menyajikan laporan keuangan bank secara individu dan laporan keuangan bank secara konsolidasi dengan anak perusahaan, bank wajib menyajikan laporan perusahaan induk di bidang keuangan yang meliputi:

  • Neraca
  • Laporan laba rugi
  • Laporan perubahan ekuitas, dan
  • Daftar komitmen dan kontinjensi

Empat laporan tersebut merupakan hasil konsolidasi dari seluruh perusahaan di dalam kelompok bidang keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.

Dalam hal kelompok usaha tidak memiliki perusahaan induk di bidang keuangan, bank wajib menyajikan neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan daftar komitmen dan kontinjensi perusahaan induk.

Di mana 4 laporan tersebut merupakan hasil konsolidasi dari seluruh perusahaan di dalam kelompok usaha sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.

Tambahan kedua:

Neraca dan laporan laba rugi perusahaan induk di bidang keuangan atau perusahaan induk wajib disajikan dalam bentuk perbandingan dengan posisi yang sama pada tahun sebelumnya.

C. Laporan Keuangan Bank Triwulanan Posisi Akhir Desember

Format dan ruang lingkup laporan keuangan publikasi triwulanan untuk posisi Desember adalah sama dengan format dan ruang lingkup laporan keuangan triwulanan untuk posisi Maret, Juni, dan September dengan beberapa tambahan sebagai berikut:

  • Bagi bank yang merupakan bagian dari suatu kelompok usaha, selain menyajikan laporan keuangan bank secara individu dan laporan keuangan bank secara konsolidasi dengan anak perusahaan, bank wajib menyajikan:
    • Neraca
    • Laporan laba rugi
    • Laporan perubahan ekuitas, dan
    • Daftar komitmen dan kontinjensi

Perusahaan induk di bidang keuangan yang merupakan hasil konsolidasi dari seluruh perusahaan di dalam kelompok bidang keuangan sesuai dengan standar akuntansi keuangan (SAK) yang berlaku.

  • Laporan keuangan bank yang sudah diaudit oleh Akuntan Publik. Dalam penyajian laporan keuangan triwulanan wajib dicantumkan nama akuntan publik yang bertanggung jawab (partner in charge), nama kantor akuntan publik, dan opini yang diberikan.
  • Format neraca dan laporan laba rugi perusahaan induk di bidang keuangan atau perusahaan induk disesuaikan dengan neraca dan laporan laba rugi yang disajikan dalam laporan audit (audit report).
  • Neraca dan laporan laba rugi perusahaan induk di bidang keuangan atau perusahaan induk wajib disajikan dalam bentuk perbandingan dengan posisi yang sama pada tahun sebelumnya.

Dan berikut ini format laporan keuangan triwulanan bank:

A. Format Laporan Perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum

PT BANK XXX
Laporan Perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum
Per …..

  • Komponen Modal
    • Modal Inti
      • Modal Disetor
      • Cadangan Tambahan Modal (Disclosed Reserve)
      • Goodwill
  • Modal Pelengkap
    • Cadangan Revaluasi Aktiva Tetap
    • Cadangan Umum PPAP
    • Modal Pinjaman
    • Pinjaman subordinasi
    • Peningkatan harga saham pada portofolio tersedia untuk dijual
  • Total Modal Inti dan Modal Pelengkap
  • Penyertaan
  • Total Modal
  • Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR)
  • Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum yang Tersedia
  • Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum yang Diwajibkan

B. Format Tabel Perhitungan Rasio Keuangan

PT BANK XXX
Perhitungan Rasio Keuangan
Per …..

  • Permodalan
    •  CAR
    • Aktiva Tetap Terhaap Modal
  • Aktiva Produktif
    • Aktiva Produktif bermasalah
    • NPL
    • PPAP terhadap Aktiva Produktif
    • Pemenuhan PPAP
  • Rentabilitas
    •  ROA
    • ROE
    • NIM
    • BOPO
  • Likuiditas
    • LDR
  • Kepatuhan (compliance)
    • Persentasi pelanggaran BMPK
    • GWM Rupiah
    • PDN

 

03. Laporan Keuangan Tahunan

laporan keuangan bank di indonesia

Laporan keuangan bank tahunan adalah laporan keuangan bank tahunan untuk memberikan informasi berkala mengenai kondisi bank secara menyeluruh, termasuk perkembangan usaha dan kinerja bank.

Seluruh informasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan transparansi kondisi keuangan bank kepada publik dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan.

Selain disampaikan kepada pemegang saham dan Bank Indonesia, laporan tahunan bank wajib pula disampaikan kepada lembaga lain yang berkepentingan terhadap perkembangan usaha bank, seperti:

  • Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)
  • Lembaga pemeringkat di Indonesia
  • Asosiasi perbankan di Indonesia
  • Institut Bankir Indonesia
  • Lembaga penelitian di bidang ekonomi dan keuangan

A. Cakupan Laporan Keuangan Tahunan Bank

Laporan tahunan sekurang-kurangnya berisi:

01. Informasi umum

  • Kepengurusan: susunan dewan komisaris, direksi dan pejabat eksekutif
  • Rincian kepemilikan saham
  • Perkembangan usaha bank dan kelompok usaha bank:
    • Ikhtisar data keuangan penting sekurang-kurangnya mencakup:
      • pendapatan bunga bersih,
      • laba operasi,
      • laba sebelum pajak,
      • laba bersih,
      • laba bersih per saham,
      • aktiva produktif,
      • dana pihak ketiga,
      • pinjaman diterima,
      • total biaya dana (cost of fund),
      • modal sendiri,
      • jumlah lembar saham yang ditempatkan dan disetor.
    • Rasio keuangan yang wajib disajikan sekurang-kurangnya mencakup rasio keuangan sebagaimana diarur dalam ketentuan Bank Indonesia tentang transparansi kondisi keuangan bank, khususnya bab tentang laporan keuangan publikasi bank umum.
      • Sasaran, strategi, dan kebijakan manajemen yang digunakan dalam pengembangan usaha bank
      • Laporan manajemen yang menyajikan informasi mengenai pengelolaan bank oleh pengurus atau manajemen dalam rangka good cororate governance, dan sekurang-kurangnya mencakup:
        • Struktur organisasi
        • Aktivitas utama
        • Teknologi informasi
        • Jenis produk dan jasa yang ditawarkan, termasuk penyaluran KUK
        • Tingkat suku bunga
        • Perkembangan perekonomian dan target pasar
        • Jaringan kerja dan mitra usaha baik di dalam dan atau di luar negeri
        • Jumlah, jenis, dan lokasi kantor
        • Kepemilikan direksi, komisaris, dan pemegang saham dalam kelompok usaha bank
        • Perubahan-perubahan penting yang terjadi di bank dan kelompok usaha bank dalam tahun yang bersangkutan.
        • Hal-hal penting yang diperkirakan terjadi di masa mendatang
        • Sumber daya manusia (SDM), meliputi jumlah, struktur pendidikan, pelatihan dan pengembangan SDM.

02. Jenis Laporan Keuangan Tahunan

Laporan keuangan bank tahunan sekurang-kurangnya mencakup hal-hal sebagai berikut:

  • Laporan keuanga bank yang terdiri dari:
    • Neraca
    • Laporan laba rugi
    • Laporan perubahan ekuitas
    • Laporan arus kas
    • Catatan atas laporan keuangan
  • Laporan keuangan konsolidasi. Laporan keuangan ini dilengkapi dengan opini dari akuntan publik.
  • Laporan keuangan perusahaan induk di bidang keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik, terdiri dari:
    • Laporan keuangan perusahaan induk di bidang keuangan merupakan hasil konsolidasi dari seluruh perusahaan dalam kelompok bidang keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
    • Bila kelompok usaha tidak memiliki perusahaan induk di bidang keuangan, maka laporan keuangan yang disampaikan adalah laporan keuangan perusahaan induk.

03. Opini Akuntan Publik

Opini dari akuntan publik antara lain memuat pendapat akuntan publk atas laporan keuangan konsolidasi.

04. Aspek Transparansi yang terkait dengan kelompok usaha

Untuk transparansi laporan keuangan, bank wajib pula memuat informasi yang terkait dengan kegiatan di dalam kelompok usaha, yang terdiri dari:

A. Struktur kelompok usaha bank

Struktur kelompok usaha bank disajikan sampai dengan pemilik terakhir (ultimate shareholder), serta struktur keterkaitan kepengurusan dan pemegang saham yang bertindak atas nama pemegang saham lain (shareholders acting in concert)

Pengertian pemegang saham yang bertindak nama pemegang saham lain adalah pemegang saham perorangan.

Atau perusahaan /badan hukum yang memiliki tujuan bersama, yaitu mengendalikan bank, berdasarkan atau tidak berdasarkan suatu perjanjian.

B. Transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa

Transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa (related party transaction) dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut (related party transaction) dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Informasi transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa disajikan baik yang dilakukan bank maupun yang dilakukan oleh setiap perusahaan atau badan hukumdi dalam kelompokusaha bank yang bergerak di bidang keuangan.
  • Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah pihak-pihak sebagaimana diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang berlaku.
  • Jenis transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan yang istimewa antara lain meliputi:
    • Kepemilikan silang (cross share holding)
    • Transaksi dari suatu kelompok usaha yang bertindak untuk kepentingan kelompok usaha yang lain
    • Pengelolaan likuiditas jangka pendek yang dipusatkan dalam kelompok usaha
    • Penyediaan dana yang diberikan atau diterima oleh perusahaan lain dalam satu kelompok usaha
    • Eksposur kepada pemegang saham mayoritas antara lain dalam bentuk pinjaman, komitmen, dan garansi.
    • Pembelian atau penjualan aset dengan perusahaan lain dalam suatu kelompok usaha, termasuk yang dilakukan dengan re-purchase agreement.
      • Pemberian penyediaan dana, komitmen maupun fasilitas lain yang dapat dipersamakan dengan itu dari setiap perusahaan atau badan hukum yang berada dalam satu kelompok usaha dengan bank kepada debitur yang telah memperoleh penyediaan dana dari bank.

05. Aspek Transparasi sesuai Standar Akuntansi Keuangan

Laporan keuangan tahunan wajib memenuhi seluruh aspek pengungkapan (disclosure) sebagaimana ditetapkan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia yang berlaku.

Pengungkapan tersebut sekurang-kurangnya terdiri dari:

  • Laporan keuangan yang meliputi neraca, laporan laba rugi, dan laporan perubahan ekuitas.
  • Komitmen dan kontinjensi
  • Jumlah penyediaan dana kepada pihak terkait
  • Kualitas aktiva produktif, kredit properti, dan kredit yang direstrukturisasi
  • Penyisihan penghapusan aktiva produktif yang telah dibentuk dibandingkan dengan penyisihan penghapusan aktiva produktif yang wajib dibentuk.
  • Persentase pelanggaran dan pelampauan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK)
  • Perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (Capital Adequacy Ratio)
  • Transaksi spot dan transaksi derivatif
  • Rasio posisi devisa neto
  • Beberapa rasio keuangan bank
  • Aktiva bank yang dijaminkan
  • Kredit usaha kecil (KUK)

06. Eksposur dan Manajemen Risiko

Informasi mengenai eksposur dan manajemen risiko sekurang-kurangnya mencakup informasi mengenai identifikasi risiko (risk identification) dan pengukuran terhadap risk exposure yang dihadapi bank (risk measurement).

Serta praktek menajemen risiko lainnya, yaitu pemantauan (risk monitoring) dan pengendalian  risiko (risk controlling).

07. Informasi Lain

Cakupan dalam informasi lain terdiri dari:

  • Langkah-langkah dan rencana dalam mengantisipasi risiko pasar atas transaksi mata uang asing, baik karena perubahan kurs maupun fluktuasi suku bunga, termasuk penjelasan mengenai semua pinjaman dan ikatan tanpa proteksi, serta hutang yang suku bunganya berfluktuasi atau yang tidak ditentukan terlebih dahulu.
  • Transaksi-transaksi penting lainnya dalam jumlah yang signifikan, dan
  • Informasi kejadian penting setelah tanggal laporan akuntan publik (subsequent event)

Melengkapi pembahasan topik perbankan ini, berikut saya sajikan sebuah video pendek tentang perbankan…

Demikian yang dapat saya sampaikan mengenai Laporan Keuangan Bank. Semoga bermanfaat.

***

manajemen keuangan dan SOP