Cara Membuat Laporan Keuangan Bengkel Mobil, Maintenance, dan Body Paint

Laporan Keuangan Bengkel Mobil adalah laporan yang dibuat oleh pengelola bengkel untuk disampaikan kepada pengguna internal dan eksternal.

Tujuan laporan keuangan bengkel mobil adalah agar manajemen dan pemilik bisa mengetahui kondisi perkembangan aktivitas usahanya, dengan mengetahui kinerja bengkel, mereka bisa membuat keputusan yang relevan dan tepat untuk masa depan bengkel mobil.

Jenis laporan keuangan yang perlu dibuat bengkel mobil adalah laporan profit loss, neraca, aliran kas, dan perubahan ekuitas.

Bagaimana proses dan langkah-langkah membuat laporan keuangan bengkel mobil? Ikuti pembahasan tahap-tahapnya berikut ini.

 

01: Laporan Keuangan Bengkel Mobil

Bengkel Mobil

A: Pengertian Laporan Keuangan Bengkel Mobil, Maintenance dan Body Paint

Apa yang dimaksud laporan keuangan bengkel mobil?

Laporan keuangan bengkel mobil adalah laporan yang disusun oleh pengelola bengkel mobil, maintenance dan body paint untuk disampaikan kepada berbagai pihak yang membutuhkan, baik pihak internal maupun pihak eksternal.

Siapa saja pihak internal bengkel mobil?

Yang termasuk pihak internal perusahaan adalah manajemen perusahaan, karyawan dan pemilik atau owner bengkel mobil.

Siap yang termasuk pihak eksternal bengkel mobil?

Pengguna laporan keuangan dari pihak eksternal adalah pihak-pihak di luar perusahaan, seperti pemerintah (perpajakan), investor, kreditor, dan supplier.

 

B: Jenis Laporan Keuangan Bengkel Mobil

Apa saja jenis laporan keuangan bengkel mobil?

Jenis laporan keuangan bengkel mobil juga sama dengan jenis usaha yang lain, yaitu:

  1. Laporan Laba Rugi
  2. Neraca atau Balance Sheet
  3. Laporan Perubahan Modal
  4. Statements of Cash Flow atau Laporan Aliran Kas.
  5. CALK (Catatan Atas Laporan Keuangan Bengkel)

Apa itu Laporan Laba Rugi?

Laporan laba rugi adalah laporan yang menyajikan laba atau rugi bengkel mobil dalam periode tertentu.

Bengkel memperoleh laba jika pendapatan jasa yang diterima lebih besar daripada pengeluaran biaya-biaya. Sebaliknya, bengkel mengalami kerugian jika pendapatan jasa yang diterima lebih kecil dibandingkan semua pengeluaran.

***

Apa yang di maksud neraca (balance sheet) atau laporan posisi keuangan?

Definsi neraca bengkel adalah jenis laporan keuangan yang memberikan informasi tentang posisi keuangan bengkel pada waktu tertentu. Misalnya per 29 Februari.

Komponen laporan keuangan neraca terdiri dari aktiva, kewajiban, dan modal.

Contoh aktiva adalah rekening bank. Contoh kewajiban adalah utang bank, sedangkan contoh modal adalah setoran pemegang saham bengkel.

***

Apa definisi laporan perubahan modal?

Pengertian laporan perubahan modal adalah jenis laporan keuangan bengkel yang memberikan informasi mengenai perubahan modal usaha, jadi kita bisa melihat dan membandingkan saldo modal awal usaha dan di akhir periode.

***

Apa pengertian laporan aliran kas?

Laporan aliran kas adalah jenis laporan keuangan yang memberikan informasi mengenai cash flow bengkel dalam periode tertentu.

Cash flow ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu aliran kas dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Dari jenis laporan keuangan ini, baik pihak internal maupun eksternal perusahaan akan dapat mengetahui aliran kas yang terjadi selama periode tertentu, sehingga mereka bisa menentukan akan fokus ke mana.

Demikian lima jenis laporan keuangan bengkel mobil, pemeliharaan, dan body paint.

 

C: Fungsi dan Manfaat Laporan Keuangan Bengkel Mobil

Apa manfaat dan fungsi laporan keuangan bengkel?

Manfaat dan fungsi laporan keuangan adalah sebagai dashboard atau papan informasi kegiatan bisnis bengkel mobil.

Jadi, secara umum fungsi dan manfaat laporan keuangan bengkel adalah memberikan informasi secara akurat kepada berbagai pihak yang berkepentingan, sehingga mereka bisa mengambil keputusan yang tepat terhadap kelanjutan bisnis tersebut.

Jika aktivitas bisnis bengkel mobil tersebut dirasa kurang atau tidak berkembang, maka pihak yang berkepentingan tersebut bisa memutuskan untuk menutup usaha bengkel mobil tersebut.

Namun, jika aktivitas bisnis bengkel tersebut masih ada harapan dan prospek mencerahkan di masa depan, maka pihak yang berkepentingan tersebut bisa mengambil opsi menyuntik pendanaan, membenahi dan memperbaiki pengelolaan usaha bengkel mobil tersebut.

 

02: Proses Membuat Laporan Keuangan Bengkel Mobil

kondisi bengkel

Secara umum langkah-langkah membuat laporan keuangan bengkel sama seperti menyusun laporan keuangan perusahaan lain.

Untuk memudahkan dan lebih jelasnya, kami sajikan proses pembuatan laporan keuangan bengkel mobil dengan menggunakan contoh data-data keuangan bengkel berikut ini.

***

Bengkel Mobil Joyo Makmur adalah perusahaan perseorangan yang didirikan dan dikelola oleh Pak Joyo Utomo.

Pada tanggal 1 Maret 2021 Bengkel Mobil Joyo Makmur memiliki kas Rp 25.710.000 , piutang usaha Rp 10.500.000, bahan habis pakai Rp 760.000, peralatan kerja kerja Rp 54.600.000 dan utang usaha Rp 2.500.000.

Bengkel Mobil Joyo Makmur masih menyewa ruang kerja dan kantor. Dan berikut ini transaksi bisnis yang dilakukan selama periode Maret 2021:

1: Menerima kas tunai dari pelanggan atas jasa maintenance sebesar Rp 32.530.000

2: Membayar utang usaha sebesar Rp 2.500.000

3: Menerima tambahan investasi bisnis bengkel mobil dari Pak Joyo Utomo sebesar Rp 15.000.000

4: Membayar beban sewa ruang kerja dan kantor bulanan sebesar Rp 18.000.000

5: Mencatat jasa perawatan kendaraan pelanggan sebagai piutang usaha sebesar Rp 25.250.000

6: Membeli bahan habis pakai yang digunakan untuk mendukung aktivitas bengkel dan kantor sebesar Rp 250.000

7: Menerima kas atas pelunasan piutang jasa maintenance dari pelanggan sebesar Rp 24.000.000

8: Mengeluarkan kas untuk gaji pegawai sebesar Rp 25.550.000

9:  Membayar Beban Lain-lain Rp 1.600.000 dan beban utilitas Rp 2.523.000

10: Pemakaian bahan habis pakai selama bulan Maret 2021 sebesar Rp 500.000

 

A: Analisis dan Pencatatan Transaksi Bisnis Bengkel Mobil

Dari contoh transaksi bisnis yang dilakukan oleh Bengkel Mobil Joyo Makmur selama bulan Maret, kita bisa melakukan analisis dan pencatatan jurnal akuntansi sebagai berikut:

Bagian #1:

Kas …………….. Rp 25.710.000 [Debit]
Piutang …………….. Rp 10.500.000 [Debit]
Bahan Habis Pakai …………….. Rp 760.000 [Debit]
Peralatan Bengkel …………….. Rp 54.600.000 [Debit]
Hutang usaha …………….. Rp 2.500.000 [Kredit]
Modal usaha …………….. Rp 89.070.000 [Kredit]

Analisis dan penjelasan:

Pada contoh transaksi di atas, tidak disebutkan jumlah modal yang disetorkan oleh pemilik kepada pengelola bengkel mobil, sehingga sebagai penyusun laporan keuangan, kita perlu mencari atau menghitung jumlah modal.

Cara menghitung jumlah modal adalah menggunakan persamaan dasar akuntansi, yaitu Aset = Kewajiba (Hutang) + Modal., sehingga proses menghitung modal bengkel mobil adalah sebagai berikut:

(Kas+Piutang+Bahan Habis Pakai+Peralatan Bengkel) = Hutang + Modal
(Rp 25.710.000+Rp 10.500.000+Rp 760.000+Rp 54.600.000) = Rp 2.500.000+Modal
Modal = Rp 91.570.000 – Rp 2.500.000 = Rp 89.070.000

Jadi jumlah modal yang dicatat di jurnal akuntansi adalah sebesar Rp 89.070.000

 

Bagian #2:

Kas usaha …………….. Rp 32.530.000 [Debit]
Pendapatan usaha …………….. Rp 32.530.000 [Kredit]

Keterangan:

Jenis transaksi penerimaan kas dari pelanggan akan meningkatkan jumlah kas usaha dan pendapatan, sehingga kas usaha dicatat di sisi debit dan pendapatan usaha dicatat pada sisi kredit.

 

Hutang usaha …………….. Rp 2.500.000 [Debit]
Kas usaha …………….. Rp 2.500.000 [Kredit]

Keterangan:

Pembayaran utang usaha oleh perusahaan berakibat menurunkan nilai kas dan hutang usaha, dengan demikian hutang usaha dicatat di debit dan kas usaha di kredit.

 

Kas usaha …………….. Rp 15.000.000 [Debit]
Modal usaha …………….. Rp 15.000.000 [Kredit]

Penjelasan:

Penambahan setoran modal oleh pemilik bengkel mobil menyebabkan kenaikan jumlah kas dan modal, sehingga cara mencatat transaksi adalah kas di debit dan modal di kredit.

 

Beban sewa usaha …………….. Rp 18.000.000 [Debit]
Kas usaha …………….. Rp 18.000.000 [Kredit]

Keterangan:

Pengeluaran kas untuk membayar beban sewa menyebabkan penurunan saldo kas dan meniakkan beban sewa, sehingga beban sewa dicatat di sisi debit dan kas usaha di sisi kredit.

 

Piutang usaha …………….. Rp 25.250.000 [Debit]
Pendapatan usaha …………….. Rp 25.250.000 [Kredit]

Keterangan:

Penjualan jasa secara kredit menyebabkan jumlah piutang usaha naik dan pendapatan usaha juga naik, sehingga perusahaan akan mencatat piutang usaha di bagian debit dan pendapatan di bagian kredit.

 

Bahan Habis Pakai usaha …………….. Rp 250.000 [Debit]
Kas usaha …………….. Rp 250.000 [Kredit]

Keterangan:

Pembelian bahan habis pakai menyebabkan penurunan nilai kas dan menaikkan saldo bahan habis pakai. Oleh karena itu account bahan habis pakai dicatat di debit dan kas di kredit.

 

Kas usaha …………….. Rp 24.000.000 [Debit]
Piutang usaha …………….. Rp 24.000.000 [Kredit]

Penjelasan:

Pelunasan piutang pelanggan menyebabkan kas bertambah dan piutang usaha turun. Sehingga kas usaha didebit dan piutang usaha di sisi kredit.

 

Gaji karyawan usaha …………….. Rp 25.550.000               [Debit]
Kas usaha …………….. Rp 25.550.000 [Kredit]

Keterangan:

Pembayaran karyawan adalah beban yang harus ditunaikan oleh perusahaan. Transaksi ini menyebabkan kenaikan beban dan menurunkan kas usaha, sehingga perusahaan mencatat rekening gaji karyawan di sisi debit dan kas usaha di sisi kredit.

 

Beban lain-lain usaha …………….. Rp 1.600.000 [Debit]
Beban listrik, air dan telepon usaha …………….. Rp 2.523.000 [Debit]
Kas usaha …………….. Rp 4.123.000 [Kredit]

Keterangan:

Sebagaimana beban-beban yang harus dikeluarkan oleh perusahaan, maka transaksi juga harus dicatat di jurnal akuntansi.

Semua beban dicatat di bagian debit, sedangkan kas usaha di kredit.

 

Beban Bahan Habis Pakai usaha …………….. Rp 500.000 [Debit]
Bahan Habis Pakai usaha …………….. Rp 500.000 [Kredit]

Keterangan:

Ini adalah proses penyesuaian setelah perusahaan melakukan stock opname. Di mana akun bahan habis pakai dicatat didebit dan lawannya bahan habis pakai di sisi kredit.

***

Demikian cara pencatatan transaksi keuangan usaha bengkel mobil, maintenance dan body paint.

 

B: Menyusun Buku Besar Bengkel

Langkah selanjutnya proses pembuatan laporan keuangan bengkel mobil adalah membuat buku besar.

Seperti sudah dijelaskan secara gamblang cara membuat laporan keuangan perusahaan jasa pengiriman barang, bahwa buku besar adalah merangkum seluruh transaksi bisnis berdasarkan pos atau rekening tertentu. Misalnya pos Bahan Habis Pakai.

Perhatikan rangkuman saldo akhir pos-pos rekening yang digunakan transaksi bengkel selama Maret 2021 berikut ini:

Buku Besar Bengkel
Rangkuman Saldo Buku Besar Bengkel

 

C: Membuat Neraca Saldo Bengkel

Setelah menyusun buku besar bengkel, selanjutnya kita membuat neraca saldo. Tujuan pembuat neraca saldo adalah untuk memeriksa apakah proses yang dilakukan untuk membuat laporan keuang bengkel sudah benar atau belum.

Mudahnya, sebagai pedoman jumlah saldo di sisi debit dan sisi kredit harus sama. Jika belum sama maka kita harus memeriksa kembali langkah-langkah yang telah dilakukan, sampai balance.

Dan berikut ini neraca saldo yang telah saya buat dengan cara memindahkan masing-masing akun buku besar ke daftar saldo.

Daftar Saldo Bengkel
Neraca Saldo Bengkel

Perhatikan total saldo di sisi debit dan sisi kredit, sudah sama kan, yaitu sebesar Rp 161.850.000.

 

D: Membuat Kertas Kerja Bengkel

Kertas kerja akuntansi atau neraca lajur dibuat sebagai salah satu alat bantu dalam proses pembuatan laporan keuangan menggunakan spreadsheet.

Untuk membuat kertas kerja akuntansi ini, kita bisa menggunakan beberapa kolom atau lajur sesuai dengan kebutuhan, boleh menggunakan 4 kolom, 8 kolom, atau 14 kolom.

Dan untuk membuat laporan keuangan bengkel ini kami menggunakan 8 kolom atau lajur, karena menurut kami itu sudah cukup. Namun terkadang saya menggunakan 10 lajur atau 12 kolom.

Untuk lebih jelasnya perhatikan kertas kerja akuntansi berikut ini:

kertas kerja akuntansi bengkel
Neraca Lajur Bengkel Mobil

Perhatikan lagi tampilan kertas kerja akuntansi di atas:

Kolom pertama berisi account atau nomor rekening yang digunakan untuk menggolongkan dan mencatat transaksi-transaksi bisnis yang terjadi selama periode berjalan.

Lajur kedua berisi nama rekening atau account atau pos.

Kolom (3) dan (4) berisi saldo akhit tiap-tiap account, masing-masing rekening bisa memiliki saldo di sisi debit dan kredit.

Lajur (5) dan (6) adalah berisi saldo-saldo rekening yang akan disajikan pada jenis laporan keuangan laba rugi.

Sedangkan kolom (7) dan (8) memuat pos-pos rekening yang akan disajikan dalam jenis laporan keuangan neraca (balance sheet).

 

E: Menyusun Laporan Keuangan Bengkel Lengkap

Pada kesempatan ini, kami akan membuat 4 (empat) jenis laporan keuangan bengkel mobil berikut ini:

01: Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi menunjukkan apakah aktivits bisnis yang dilakukan oleh bengkel mobil mengalami keuntungan atau kerugian.

Bengkel mengalami kerugian jika selisih jumlah pendapatan lebih kecil dibandingkan dengan beban biaya yang harus dikeluarkan.

Dan sebaliknya, bengkel memperoleh keuntungan jika pendapatan lebih besar dari pengeluaran biaya dan beban selama periode tertentu.

Perhatikan jenis laporan keuangan laba rugi berikut ini:

Laporan Laba Rugi Bengkel
Profit or Loss Statements

Perhatikan angka diujung kanan bawah, menunjukkan angka 9.607.000 (plus). Hal ini menunjukkan bahwa bengkel memperoleh keuntungan sebesar itu.

 

02: Laporan Posisi Keuangan

Jenis laporan keuangan ini menunjukkan posisi keuangan pada saat laporan dibuat. Posisi ini mengacu pada prinsip persamaan akuntansi dasar Aset =  Kewajiban + Modal

Perhatikan laporan posisi keuangan bengkel mobil per 31 Maret 20XX berikut ini:

Laporan Posisi Keuangan Bengkel
Neraca Bengkel

Perhatikan saldo masing-masing komponen laporan neraca, apakah sudah memenuhi prinsip persamaan akuntansi dasar atau belum.

Yuk diperiksa bareng-bareng.

Aset = Rp 113.677.000

Kewajiban = Rp 0

Modal = Rp 113.677.000

Jadi:
Aset = Kewajiban + Modal
Rp 113.677.000 = 0 + Rp 113.677.000
Rp 113.677.000 = Rp 113.677.000

Jadi struktur dan format yang disajikan dalam laporan posisi keuangan di atas sudah benar,

 

03: Laporan Perubahan Ekuitas

Jenis laporan keuangan ini menunjukkan perubahan modal yang terjadi selama periode tertentu.

Perhatikan laporan perubahan ekuitas bengkel mobil berikut ini:

Laporan Perubahan Ekuitas Bengkel
Perubahan Ekuitas Bengkel

Perhatikan lagi jumlah saldo di awal periode dan akhir periode:

Jumlah modal tanggal 1 Maret 2021 = Rp 89.070.000, sedangkan jumlah modal pada tanggal 31 Maret 2021 adalah sebesar Rp 113.677.000. Berarti ada penambahan jumlah modal sebesar Rp 24.607.000.

Penambah sebesar Rp 24.607.000 ini berasal dari tambahan investasi dari pemilik  sebesar Rp 15.000.000 dan laba periode berjalan senilai Rp 9.607.000

 

04: Laporan Arus Kas

Loporan cash flow bengkel adalah jenis laporan keuangan yang menunjukkan aliran cash selama periode Maret 2021.

Ada tiga jenis aliran cash flow menurut aktivitas bengkel, yaitu: cash flow dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan laporan cash flow bengkel mobil berikut ini:

Laporan Arus Kas Bengkel
Cash Flow Bengkel

Sekali lagi perhatikan jumlah kas untuk masing-masing aktivitas bengkel, yaitu:

Jumlah aliran cash bersih dari aktivitas operasi adalah sebesar Rp 6.107.000, cash flow dari aktivitas investasi adalah nol rupiah atau ada. Sedangkan cash flow dari aktivitas pendanaan adalah sebesar Rp 15.000.000

Jadi ada kenaikan kas bersih selama periode berjalan sebesar Rp 21.107.000

Nilai kas pada tanggal 01 Maret adalah Rp 25.710.000, dengan demikian nilai kas tanggal 31 Maret 2021 adalah sebesar Rp 46.817.000.

***

Demikianlah 4 (empat) jenis laporan keuangan bengkel mobil, maintenance, dan body paint periode Maret 2021 yang dibuat menggunakan Microsoft Excel. Menurut saya cukup sederhana dan mudah.

 

03: Kesimpulan

Laporan keuangan bengkel mobil adalah laporan keuangan yang disusun oleh manajemen bengkel untuk disampaikan kepada pengguna internal dan eksternal.

Banyak manfaat laporan keuangan bengkel ini, khususnya bagi pengelola, pemilik, kreditor, calon investor, dan pemerintah. Manfaat itu berhubungan dengan pertumbuhan, perkembangan, dan masa depan bengkel.

Bagaimana cara membuat laporan keuangan ini sudah dijelaskan dan diuraikan secara lengkap, sederhana, dan mudah step by step.

Langkah-langkah yang telah kami sampaikan di atas tentunya sudah dicek dan re-check, namun jika ada kekurangan dan kesalahan mohon segera disampaikan agar segera dapat kami perbaiki secepatnya.

***

Selain untuk bengkel mobil, maintenance dan body paint, proses penyusunan laporan keuangan ini juga bisa digunakan untuk bidang usaha sejenis, seperti bengkel sepeda motor, bengkel las, bengkel mesin bubut dan lainnya. Tak terkecuali dapat digunakan juga untuk bidang usaha yang lain dengan menyesuaikan pos-pos rekeningnya.

Namun bila Anda tidak ada waktu untuk membuatnya, kami sudah menyediakan template laporan keuangan Excel sebagai bonus pembelian SOP Finance, tentunya dengan bonus-bonus menarik lainnya, seperti template Excel untuk menghitung PPH 21 karyawan tetap dan freelance, menghitung penyusutan aktiva tetap, budget dan laporan proyek dan lain-lainnya.

Demikian yang bisa kami bagikan, semoga bermanfaat dan terima kasih. *****

manajemen keuangan dan SOP