Laporan Keuangan Perusahaan Jasa Travel: Proses Pembuatan dan Contoh

Proses dan Langkah-langkah Membuat Laporan Keuangan Perusahaan Jasa Travel

A: Proses Urutan Penyusunan Laporan Keuangan

1: Penggambaran Proses Penyusunan Laporan Keuangan Jasa Travel

Jawaban dari pertanyaan ketiga, mengenai langkah-langkah membuat laporan keuangan perusahaan travel prosesnya sama dengan membuat laporan keuangan pada umumnya.

Diawali dengan mengumpulkan bukti-bukti transaksi, menganalisa dan menggolongkan sesuai dengan jenis transaksinya serta diringkas kemudian menyajikannya dalam sebuah laporan keuangan lengkap.

Setiap proses selalu ada input dan output.

Demikian juga dalam proses membuat laporan keuangan perusahaan travel, ada input berupa transaksi-transaksi keuangan, selanjutnya diproses dengan menggunakan metode akuntansi dan outputnya berupa laporan keuangan.

Proses tersebut biasa dikenal dengan siklus akuntansi. Perhatikan proses tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

Proses Menyusun Laporan Keuangan
Langkah-langkah menyusun laporan keuangan perusahaan travel

Keterangan gambar diagram alir :

Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa laporan keuangan yang berupa NERACA, Laporan Laba Rugi, Laporan Arus Kas dan Laporan Perubahan Modal adalah hasil atau output dari beberapa proses.

Proses tersebut diawali dengan bukti-bukti transaksi-transaksi, kemudian dicatat dan digolongkan dalam BUKU JURNAL.

Transaksi-transaksi yang sudah dicatat dan digolongkan dalam buku jurnal, setiap periode diringkas dan dibukukan dalam akun-akun BUKU BESAR.

Untuk memudahkan membuat laporan keuangan dibuat NERACA LAJUR atau kertas kerja. Caranya dapat dipelajari di: neraca lajur Excel.

Selanjutnya akun-akun dalam buku besar akan disajikan dalam bentuk laporan keuangan berupa neraca, laporan rugi laba, laporan arus kas dan laporan perubahan modal.

2: Tiga Langkah Membuat Laporan Keuangan Jasa Travel

Jadi secara umum ada 3 langkah untuk membuat atau menyusun laporan keuangan, yaitu : 1) Pencatatan dan penggolongan, 2) Peringkasan, dan 3) Penyajian.

Langkah dan proses ini juga berlaku untuk laporan keuangan perusahaan travel. Dimulai dengan mencatat bukti-bukti transaksi awal ke dalam buku jurnal.

Selanjutnya semua komponen penyusun Neraca dan Laporan Laba Rugi seperti di atas dibuatkan dan digolongkan dalam akun-akun atau rekening-rekening, tujuannya untuk mempermudah dalam menggolong-golongkan setiap transaksi yang terjadi.

Apakah harus menggunakan akun-akun?” Tidak harus sih. Ini hanya salah satu metode yang lazim digunakan untuk mempermudah dalam peringkasan.

Bila ada pembaca yang memiliki metode yang lain dan lebih bagus silahkan sharing di sini 🙂

—-

Coba bayangkan, bila tidak menggunakan akun-akun, anda harus menghitung satu per satu transaksi  yang sesuai dengan golongannya yang terjadi selama satu periode.

Misalnya menghitung jumlah transaksi penjualan travel yang terjadi dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 30 atau 31 akhir bulan.

Ribet kan?

Oleh karena itu untuk memudahkan pekerjaan ini dibuat akun atau rekening, dan ringkasan dari akun-akun tersebut merupakan buku besar.

Langkah ketiga adalah menyajikan data-data yang tercatat dalam akun-akun di Buku Besar dalam bentuk Laporan Keuangan.

B: Format Laporan Keuangan Perusahaan Jasa Travel

1: Format Laporan Laba Rugi

Bagaimana format laporan laba rugi perusahaan travel?

Format penyajian jenis laporan keuangan laba rugi perusahaan jasa berdasarkan data-data komponen penyusun laporan keuangan di atas adalah sebagai berikut :

Laporan Laba Rugi Perusahaan Jasa Travel
Format Laporan Laba Rugi Perusahaan Jasa Travel

Dari contoh format laporan laba rugi perusahaan jasa travel seperti di atas terlihat bahwa pendapatan berasal dari penjualan paket wisata, penjualan tiket, penjualan voucher hotel.

Laba kotor usaha adalah hasil penjualan dikurangi dengan harga pokok penjualan. Laba kotor tersebut setelah dikurangi dengan biaya usaha akan ketemulah Laba Bersih perusahaan sebelum pajak, dan setelah dikurangi pajak penghasilan badan (PPh Badan) maka kita akan memperoleh laba bersih setelah pajak.

2: Format Laporan Posisi Keuangan atau Neraca Perusahaan Jasa Travel

Bagaimana dengan format laporan neraca perusahaan jasa travel? Yuk bisa dilihat seperti berikut ini :

Laporan Neraca Perusahaan Jasa Travel
Contoh format Laporan Posisi Keuangan Perusahaan Jasa Travel

Dari contoh format laporan posisi keuangan atau neraca di atas, kita bisa melihat bahwa ada 3 komponen utama yang disajikan, yaitu: Aset, Likuiditad, dan Ekuitas.

Format Neraca pada laporan keuangan perusahaan pelayanan travel hampir sama dengan format laporan keuangan pada umumnya, ada aset, kewajiban dan ekuitas.

Apa perbedaan laporan laba rugi perusahaan jasa travel dengan dagang dan manufaktur?

Elemen yang membedakan dengan jenis sektor industri lain adalah pada komponen aset lancar. Deposit Tiket dan job paket wisata/umroh ada di dalamnya.

3: Format Laporan Perubahan Ekuitas Perusahaan Jasa Travel

Format laporan perubahan ekuitas terdiri dari jumlah ekuitas awal, kemudian dikurangi/ditambah komponen yang mempengaruhi ekuitas, seperti penarikan dana oleh pemilik untuk kepentingan pribadi, dan posisi ekuitas akhir periode.

4: Format Laporan Arus Kas Perusahaan Travel

Format laporan cash flow terdiri dari 3 komponen pokok yaitu:

1: Aliran kas dari aktivitas operasi, contoh: pengeluaran beban

2: Aliran kas dari aktivitas investasi, contoh: penjualan aset tetap

3: Aliran kas dari aktivitas pendanaan, contoh: utang jangka panjang

5: Format Catatan Atas Laporan Keuangan Perusahaan Travel

Format catatan atas laporan keuangan merupakan penjelasan dari komponen-komponen laporan keuangan yang telah disajikan.

Bagian pertama dari catatan atas laporan keuangan berisi penjelasan umum tentang perusahaan, seperti waktu pendirian, siapa pendirinya, jumlah modal disetor, dan domisili perusahaan. Bagian-bagian berikut adalah penjelesan mengenai komponen neraca, laba rugi, perubahan ekuitas dan cash flow.

Untuk contoh laporan keuangan perusahaan pelayanan travel yang lengkap dan sudah go public (Tbk ), anda bisa memperolehnya di sini : Financial Statement Perusahaan Travel Tbk

Kesimpulan

Perusahaan jasa travel adalah perusahaan yang usahanya di bidang jasa pelayanan traveling seperti perjalanan wisata lokal maupun internasional. Jenis perusahaan seperti itu juga perlu membuat laporan keuagan.

Banyak manfaat yang bisa diperoleh perusahaan dengan membuat laporan keuangan, baik secara langsung maupun tidak langsung yang akhirnya akan mempengaruhi kesehatan dan kinerja perusahaan.

Dari Laporan Posisi Keuangan atau neraca (balance sheet) perusahaan akan mengetahui kondisi dan perkembangan harta kekayaan, kewajiban, dan modal perusahaan setiap periode.

Melalui laporan laba rugi (profit or loss) perusahaan akan mengetahui informasi tentang kinerja (performance) perjalanan bisnisnya.

Dari laporan perubahan modal, perusahaan akan mengetahui perkembangan modalnya dari waktu ke waktu, dan dari laporan arus kas, perusahaan akan mengetahui pola aliran kas yang terjadi dalam aktivitas bisnisnya,

—-

Akhir dari semua itu adalah perusahaan akan bisa melakukan perbaikan secara berkesinambungan dari waktu ke waktu, hingga tujuan dari bisnisnya benar-benar bisa diwujudkan.

Dan satu lagi yang paling penting, yaitu perusahaan bisa mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan, seperti kebangkrutan.

So, begitu banyak manfaat yang bisa diperoleh dari laporan keuangan perusahaan jasa travel, maka sudah selayaknya setiap perusahaan menyusun laporan keuangan usahanya demi kepentingan dirinya dan pihak lain.

Dan bila Anda ingin menerapkan sistem pengelolaan di perusahaan jasa travel Anda, segera buat SOP Keuangan dengan Accounting Tools.

Demikian pembahasan dari blog manajemen keuangan mengenai laporan keuangan perusahaan travel, semoga bermanfaat dan terima kasih. *****

Catatan kecil:
Boleh mengutip artikel ini dengan menyebutkan dan menyertakan sumbernya ya Mas/Mbak. Trims

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.