E: Kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan syariah
Bagaimana format Laporan Keuangan Syariah? Laporan keuangan syariah yang lengkap terdiri dari komponen-komponen berikut ini:
1: Neraca atau Laporan Posisi Keuangan
A: Aset
Pengertian aset menurut para ahli secara umum adalah harta atau kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan/lembaga/institusi syariah, antara lain:
- Cash
- Penempatan pada Bank Indonesia
- Giro pada bank lain
- Penempatan pada bank lain
- Investasi pada surat berharga
- Piutang :
- Murabahah
- Salam
- Istishna
- Ijarah
- Pinjaman Qardh
- Pembiayaan dan Investasi
- Mudharabah
- Musyarakah
- Inventory
- Aset yang dibeli untuk ijarah
- Aset istisna’ dalam penyelesaian
- Penyertaan pada entitas lain
- Fixed asset dan akumulasi penyusutan
- Aset pajak tangguhan
- Other assets
B: Kewajiban
Liabilitas atau kewajiban adalah tanggungan entitas yang harus dipenuhi ketika telah jatuh tempo. Berikut ini beberapa contoh kewajiban:
- Kewajiban segera
- Bagi hasil yang belum dibagikan
- Simpanan :
- Giro Wadiah
- Tabungan Wadiah
- Liabilitas lain
- Utang Salam
- Utang Istishna
- Pembiayaan yang diterima
- Utang Pajak
- Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi
- Pinjaman yang diterima
- Pinjaman subordinasi

C: Dana Syirkah Temporer
Menurut para ahli, pengertian dana syirkah temporer adalah dana yang diterima sebagai investasi dengan jangka waktu tertentu dari individu dan pihak lainnya dimana lembaga syariah memiliki hak untuk mengelola dan menginvestasikan dana tersebut dengan pembagian hasil investasi berdasarkan kesepakatan bersama yang telah ditentukan.
Apa saja yang termasuk dana syirkah temporer?
- Dana yang berasal dari non bank:
- Tabungan mudharabah
- Deposito mudharabah
- Dana-dana dari bank:
- Tabungan mudharabah
- Deposito mudharabah
D: Ekuitas
Apa elemen-elemn ekuitas?
- Modal disetor
- Tambahan modal disetor
- Saldo laba rugi
- Kepentingan non pengendali
2: Laba Rugi Komprehensif
Ada dua komponen utama dari laporan laba rugi komprehensif, yaitu:
A: Pendapatan
Jenis pendapatan sebuah lembaga syariah antara lain:
- Pendapatan jual beli ; marjin murabahah, salam, istishna’
- Penerimaan dari sewa bersih; ijarah
- Pendapatan bagi hasil; mudharabah, musyarakah
- Penghasilan dari usaha lainnya; imbalan jasa perbankan, imbalan investasi terikat
B: Beban Usaha
Contoh biaya dan beban usaha:
- Gaji karyawan
- Tunjangan
- Biaya perjalanan dinas
- Beban utilitas
- Biaya lain-lain
3: Laporan Perubahan Investasi Terikat (Mudharabah Muqayyadah)
A: Elemen Laporan Perubahan Investasi Terikat
- Saldo investasi terikat pada tanggal laporan
- Penyetoran dan penarikan dana oleh pemilik investasi
- Hasil investasi sebelum dikurangi bagian manajer investasi
- Jasa agen investasi
B: Lembaga Keuangan Syariah sebagai manajer investasi
- Keuntungan dibagi sesuai nisbah
- Jika bisnis yang dijalankan mengalami kerugian, maka lembaga tersebut tidak memperoleh imbalan.
C: Entitas Keuangan Syariah sebagai agen investasi
- Imbalan sebesar jumlah yang disepakati tanpa memperhatikan hasil investasi.s
D: Pengungkapan Dana Investasi terkait
- Periode yang dicakup
- Saldo awal, keuntungan atau kerugian dan saldo akhir
- Sifat hubungan lembaga keuangan syariah (LKS) dengan pemilik dana, mudharib atau agen investasi.
- Hak dan kewajiban terkait dengan jenis dana investasi terkait.
3: Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flows)
Secara sederhana, laporan arus kas didefinisikan untuk menilai kinerja suatu lembaga syariah dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kebutuhan LKS dalam menggunakan cash flow tersebut.
Sedangkan untuk mengatur persyaratan, pengungkapan dan penyajiannya, berpedoman pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 2, tentang Laporan Cash Flow.
4: Catatan Atas Laporan Keuangan Syariah
Catatan atas laporan keuangan syariah mengungkapkan hal-hal sebagai berikut:
- Informasi mengenai dasar pembuatan dan penyusunan laporan keuangan serta kebijakan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi penting.
- Informasi yang diharuskan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan tetapi tidak disajikan di Laporan Keuangan, Laporan Laba Rugi, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat.
- Informasi tambahan yang belum disajikan dalam laporan keuangan tetapi diperlukan dalam rangka penyajian secara wajar.
Contoh Laporan Keuangan Syariah
Berikut ini disajikan beberapa contoh laporan keuangan syariah:
A: Laporan Sumber dan Penyaluran Dana Zakat
Contoh laporan keuangan syariah ini dibuat oleh entitas yang mengelola penghimpunan dan penyaluran dana zakat, infak dan sedekah. Untuk lebih jelasnya perhatikan penampakannya berikut ini:

B: Laporan Perubahan Dana Investasi Terikat
Laporan Perubahan Dana Investasi Terikat dibuat oleh entitas syariah yang merupakan manajer investasi dan agen investasi. Perhatikan contoh laporan keuangan syariah berikut ini:

Kesimpulan
Sistem keuangan syariah itu unik dan memiliki beberapa perbedaan dengan sistem konvensional. Entitas yang menerapkan sistem ini adalah lembaga-lembaga syariah, seperti BPR dan bank syariah, pengelola zakat, infak, shodaqoh serta wakaf.
Pedoman yang digunakan untuk menjalankan sistem keuangan syariah mengacu pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Syariah, mulai dari transaksi sampai pelaporannya.
Dan untuk mendukung pelaksanaan sehari-hari di lapangan, kami menyarankan untuk menerapkan SOP Keuangan dengan dukungan accounting tools sederhana powerful.
Demikian materi yang bisa kami sampaikan, mudah-mudaha ada manfaatnya dan terima kasih. Bila Anda mengutip sebagian atau banyak artikel ini, mohon untuk menyebutkan serta menyertakan link artikelnya ya. Thanks