Langkah Sederhana Mudah Membuat Laporan Keuangan Toserba Excel, Lengkap Beserta Contohnya

Laporan Keuangan sebaiknya dibuat untuk semua jenis usaha, tak terkecuali usaha toko serba ada untuk menyusun Laporan Keuangan Toko. Laporan Keuangan toko serba ada (toserba), bentuk, format, dan jenisnya sama seperti jenis usaha yang lain, yaitu terdiri dari:

  • Laporan Laba Rugi (Income Statement)
  • Neraca/Balance Sheet/Laporan Posisi Keuangan ,
  • Laporan Perubahan Modal/Ekuitas, dan
  • Laporan Arus Kas (Cash Flows Statement)
  • Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK)

Untuk mempermudah dan bisa langsung dipraktikan, saya menggunakan contoh laporan keuangan toko Excel, software semilyar umat yang sudah terinstal di komputer Anda. Aayo, langsung saja dimulai ulasan lengkapnya berikut ini.

 

01: Langkah-Langkah Membuat Laporan Keuangan Toko Serba Ada

A: Tahap-tahap Pembuatan Laporan Keuangan Toko Serba Ada

Langkah yang saya sajikan ini bisa langsung diterapkan untuk usaha toko Anda dan tentu saja cara membuat laporan keuangan toko dengan Excel ini sudah saya coba dan BISA!

Selain itu sudah saya tes dengan triangulasi standar. Jadi bukan hanya teori, apalagi omdo, omong doang 🙂

Materi praktik saya ambilkan dari artikel sebelumnya tentang 62+ contoh jurnal umum, silahkan cek dulu bila belum membacanya, yakni contoh transaksi-transaksi bisnis dan pencatatan jurnal umum yang dilakukan oleh Toko Serba Ada (Toserba) Arimart, sehingga saya tidak perlu menuliskan ulang contoh soal jurnal umum dan jawabannya, namun sedikit me-review dan melanjutkan langkah pembuatan laporan keuangan berikutnya:

  1. Melakukan analisis dan klasifikasi transaksi keuangan bisnis
  2. Membuat Buku Besar Akuntansi (General Ledger)
  3. Membuat Neraca Saldo (Trial Balance)
  4. Menyiapkan Neraca Lajur/Kertas Kerja Akuntansi
  5. Menyusun Laporan Keuangan; Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Neraca, Laporan Cash Flow dan Catatan Atas Laporan Keuangan.

Mari dibahas satu per satu berikut ini….

 

02: Menganalisis dan Mencatat Transaksi Keuangan Bisnis

A: Membuat Account Transaksi

Pada kasus ini, untuk memudahkan dalam proses klasifikasi dan penggolongan transaksi-transaksi Toserba Arimart, saya membuat 10 Akun atau rekening sebagai berikut:

  1. Kas
  2. Persediaan
  3. Piutang dagang
  4. Utang dagang
  5. Modal
  6. Penjualan
  7. Harga pokok penjualan (HPP)
  8. Diskon penjualan
  9. Administrasi bank
  10. Bahan habis pakai

Jadi setiap transaksi bisnis Toserba Arimart diklasifikasikan dan digolongkan dalam 10 akun tersebut.

Ada satu transaksi yang belum dicatat oleh Toserba Arimart pada artikel sebelumnya, yaitu setoran modal pemilik sebesar Rp 23.000.000, oleh karena itu, saya catat di pembahasan ini. Transaksi tersebut akan menambah nilai KAS dan MODAL senilai Rp 23.000.000.

Penambahan nilai kas dicatat pada sisi DEBIT, sedangkan modal dicatat di sisi KREDIT. Jadi pencatatan jurnal transaksi setoran modal pemilik tersebut adalah sebagai berikut:

Kas Rp 23.000.000  ………………  (Debit)
Modal Rp 23.000.000 …………… (Kredit)

Untuk pencatatan transaksi-transaksi lainnya silahkan baca di 68+ Contoh Jurnal Umum, ya.

Hmmmm…. tapi kok ndak enak ya, kalau harus bolak-balik ke artikel tersebut. Okay deh sekalian untuk me-review, saya sajikan lagi secara ringkas pencatatan jurnal transaksi-transaksi Toserba Arimart.

 

B: Membuat Jurnal Umum Transaksi Keuangan Bisnis

Pengertian Jurnal Umum Transaksi

Jurnal umum akuntansi adalah catatan akuntansi terhadap transaksi-transaki yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau entitas bisnis serta organisasi non profit. Prinsip double entry digunakan sebagai dasar untuk mencatat transaksi. Prinsip tersebut menyatakan bahwa setiap transaksi akan mempengaruhi minimal dua akun yang dicatat ke sisi Debet dan Kredit, sehingga disebut juga sebagai aturan debit dan kredit.

 

Dasar dan Ketentuan Pembuatan Jurnal Umum

Perlu dipahami bahwa secara garis besar ada lima account yang disajikan dalam laporan keuangan, yaitu:

  1. Akun kelompok aset
  2. Akun jenis kelompok liabilitas
  3. Jenis akun ekuitas
  4. Jenis akun revenue
  5. Account Biaya atau cost/expense

Berdasarkan lima akun inilah kita mencatat dan menggolongkan setiap transaksi keuangan dalam buku jurnal, dengan ketentuan sebagai berikut:

1: Akun Kelompok Aset

Jika suatu transaksi keuangan bisnis menyebabkan kenaikan nilai jenis akun aset, maka dicatat ke debit, sedangkan bila menurunkan saldo akun, maka diinput ke kredit. Contoh transaksi penjualan tunai maupun kredit.

2: Akun Kelompok Liabilitas atau Kewajiban

Bila suatu transaksi mempengaruhi jenis akun liabilitas, yaitu meningkatan nilainya maka dicatat ke sisi kredit, sedangkan jika pengaruhnya menurunkan saldo akun kewajiban maka dicatat ke debit. Contoh transaksi pembayaran utang.

3: Jenis Akun Kelompok Ekuitas atau Modal

Pengaruh suatu transaksi yang menaikkan nilai account kelompok ekuitas maka dicatat ke sisi kanan atau kredit, sedangkan jika menurunkan nilainya maka dimasukkan ke debit atau sisi kiri.

4: Jenis Akun Kelompok Revenue atau Pendapatan

Suatu transaksi yang mengakibatkan kenaikan nilai pendapatan, maka dicatat ke kredit dan bila menurunkan saldo akun revenue, maka diinput ke debit.

5: Akun Kelompok Biaya dan Beban

Setiap transaksi yang menyebabkan peningkatan saldo jenis akun biaya, maka dicatat ke debit sedangkan bila mengurangi saldo jenis akun beban, maka dicatat ke kredit.

 

Contoh Jurnal Umum Transaksi

Dan berikut ini contoh jurnal umum untuk transaksi-transaksi yang dilakukan oleh toko serba ada:

1: Pencatatan jurnal transaksi tanggal 3 Oktober 2018:

Persediaan Rp 4.120.000 ………  (Debit)
Utang Dagang Rp 4.120.000 ………. (Kredit)

2: Pencatatan jurnal transaksi tanggal 5 Oktober 2018:

Persediaan Rp 8.500.000 ………..  (Debit)
Utang Dagang Rp 8.500.000 ………. (Kredit)

3: Pencatatan jurnal transaksi tanggal 6 Oktober 2018:

Piutang Dagang Rp 2.800.000 …………  (Debit)
Penjualan Rp 2.800.000 ……….. (Kredit)

Harga Pokok Persediaan  Rp 1.125.000 ……….  (Debit)
Persediaan Rp 1.125.000 ………. (Kredit)

4: Pencatatan jurnal transaksi tanggal 8 Oktober 2018:

Bahan Habis Pakai Rp 150.000 …………  (Debit)
Kas Rp 150.000 ………. (Kredit)

5: Pencatatan jurnal transaksi tanggal 10 Oktober 2018:

Utang Dagang Rp 1.300.000 ………….  (Debit)
Persediaan Rp 1.300.000 ……….. (Kredit)

6: Pencatatan jurnal transaksi tanggal 13 Oktober 2018:

Utang Dagang Rp 4.120.000 …………..  (Debit)
Diskon Penjualan Rp 80.000  …………..  (Debit)
Kas Rp 4.040.000 ……….. (Kredit)

7: Pencatatan jurnal transaksi tanggal 14 Oktober 2018:

Persediaan Rp 10.500.000 …………  (Debit)
Kas Rp 10.500.000 ………… (Kredit)

8: Pencatatan jurnal transaksi tanggal 15 Oktober 2018:

Utang Dagang  Rp 7.200.000 …………  (Debit)
Diskon Penjualan Rp 72.000  ………… (Kredit)
Kas   Rp 7.128.000 ………… (Kredit)

9: Pencatatan jurnal transaksi tanggal 16 Oktober 2018:

Kas Rp 2.744.000 …………..  (Debit)
Diskon Penjualan Rp 56.000 …………  (Debit)
Piutang Dagang Rp 2.800.000 …………. (Kredit)

10: Pencatatan jurnal transaksi tanggal 19 Oktober 2018:

Kas Rp 2.450.000 ………….  (Debit)
Penjualan Rp 2.450.000 ……….. (Kredit)

Harga Pokok Penjualan Rp 980.000 …………  (Debit)
Persediaan Rp 980.000 ……….. (Kredit)

11: Pencatatan jurnal transaksi tanggal 22 Oktober 2018:

Piutang Dagang Rp 3.480.000 ………….  (Debit)
Penjualan Rp 3.480.000 ………… (Kredit)

Harga Pokok Penjualan Rp 1.400.000 …………  (Debit)
Persediaan  Rp 1.400.000 ……….. (Kredit)

12: Pencatatan jurnal transaksi tanggal 24 Oktober 2018:

Kas Rp 4.350.000 …………..  (Debit)
Penjualan Rp 4.350.000 ………… (Kredit)

Harga Pokok Penjualan Rp 1.750.000 ………….  (Debit)
Persediaan Rp 1.750.000 ……….. (Kredit)

13: Pencatatan jurnal transaksi tanggal 25 Oktober 2018:

Diskon Penjualan Rp 1.480.000 …………..  (Debit)
Piutang Dagang Rp 1.480.000 …………. (Kredit)

Persediaan Rp 600.000 …………..  (Debit)
Harga Pokok Penjualan Rp 600.000 …………. (Kredit)

14: Pencatatan jurnal transaksi tanggal 31 Oktober 2018:

Adm Bank Rp 140.000 ………….  (Debit)
Kas Rp 140.000 ……….. (Kredit)

15: Pencatatan jurnal transaksi tanggal 31 Oktober 2018:

Harga Pokok Penjualan Rp 3.750.000 ………..  (Debit)
Persediaan Rp 3.750.000 ………. (Kredit)

Setelah semua transaksi dicatat sesuai dengan pos-posnya, langkah selanjutnya adalah membuat buku besar akuntansi. Uraian lengkapnya berikut ini…

 

3: Membuat Buku Besar Akuntansi (General Ledger)

A: Pengertian Buku Besar Menurut Para Ahli

Apa itu buku besar akuntansi atau general ledger dalam bahasa Inggris?

Definisi buku besar adalah kumpulan dari semua account atau rekening  yang dipakai perusahaan dan saling berhubungan satu dengan lainnya serta merupakan suatu kesatuan.

Bagaimana cara membuat BUKU BESAR?

Cara membuat membuat buku besar sudah saya bahas berulangkali, tapi tak ada salahnya saya ulangi lagi dengan lebih rinci. Untuk membuat buku besar adalah dengan memindahkan pencatatan transaksi bisnis di jurnal umum dan jurnal khusus ke buku besar.

 

B: Contoh Buku Besar Akuntansi

Dari catatan jurnal umum transaksi di langkah #1,  selanjutnya kita pindahkan (posting) ke BUKU BESAR sesuai dengan akun yang sudah kita buat. Dan setelah dipindahkan, maka terbentuklah buku besar untuk tiap-tiap akun sebagai berikut:

1: Besar Besar – Akun Kas

 

2: Besar Besar – Akun Persediaan

3: Besar Besar – Akun Piutang dagang

 

4: Besar Besar – Akun Utang dagang

5: Besar Besar – Akun Modal

 

6: Besar Besar – Akun Penjualan

 

7: Besar Besar – Akun Harga Pokok Penjualan (HPP)

 

8: Besar Besar – Akun Diskon Penjualan

 

9: Besar Besar – Akun  Administrasi Bank

 

10: Besar Besar – Akun Bahan habis pakai

 

4: Membuat Neraca Saldo – Laporan Keuangan Toko

A: Pengertian Neraca Saldo (Trial Balance) Menurut Para Ahli

Setelah membuat buku besar, langkah berikutnya adalah membuat neraca saldo.

Apa itu neraca saldo?

Pengertian neraca saldo adalah suatu daftar yang berisi semua akun yang ada dalam buku besar beserta saldo akhirnya pada akhir periode akuntansi tertentu.

 

B: Fungsi Neraca Saldo

Fungsi neraca saldo adalah untuk memeriksa apakah proses pencatatan jurnal transaksi dan posting ke buku besar sudah dilakukan dengan benar atau belum.

Bagaimana cara memeriksa kebenaran proses posting dari jurnal ke buku besar?

Cara meng-identifikasi kebenaran proses pemindahan dari jurnal ke buku besar adalah dengan menjumlahkan kolom DEBIT dan KREDIT.

Jika jumlah kolom sisi debit dan sisi kredit sudah sama, berarti proses pemindahan (posting) dari jurnal ke buku besar sudah benar. Bila jumlah sisi debit dan kredit tidak sama, maka mengindikasikan masih ada kesalahan, sehingga harus diperiksa kembali, dengan asumsi, identifikasi dan penggolongan serta pencatatan jurnal transaksi juga sudah dilakukan dengan benar.

Sampai di sini sudah jelas ya…

 

C: Cara Membuat Neraca Saldo

Untuk membuat neraca saldo, cara paling gampang adalah mem-posting setiap akun di buku besar ke formulir neraca saldo. Posedur dan langkah-langkah untuk membuat neraca saldo dengan cara memindahkan saldo tiap akun di buku besar yang telah dibuat di langkah #2 ke form trial balance yang telah disiapkan.

Bagaimana cara mem-posting masing-masing akun dari buku besar ke neraca saldo? Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, antara lain sebagai berikut:

1: Cara manual

Cara ini dilakukan dengan memindahkan setiap saldo akun ke form neraca saldo satu per satu. Misalnya saldo akhir akun kas di buku besar nilainya Rp 1.000.000, maka kita pindahkan ke akun yang sama di trial balance.

Aktivitas ini dilakukan berulang kali untuk akun-akun yang lain sampai semua saldo akhir masing-masing akun sudah ada di daftar saldo.

Cara seperti ini sepertinya cukup melelahkan ya, apalagi bagi generasi milenial yang ingin semua praktis, cepat dan akurat 🙂

2: Menggunakan fungsi Excel

Excel adalah salah satu software general yang banyak digunakan oleh para penghuni bumi ini untuk memudahkan pekerjaanya, tak terkecuali pekerjaan membuat neraca saldo. Bagaimana caranya? yaitu dengan menggunakan rumus VLookup untuk memindahkan setiap saldo akun dari buku besar ke trial balance. Kita cukup buat sekali rumusnya, lalu klik dan …. semua data sudah berpindah ke neraca saldo. gampang ya?

 

D: Contoh Neraca Saldo Toko Serba Ada

Dan hasilnya adalah seperti berikut ini…

Toserba Arimart
Neraca Saldo
31Oktober2018

Contoh neraca saldo excel dari toko serba ada.

Dari contoh neraca saldo yang disajikan di atas, kita bisa melihat bahwa dalam neraca saldo semua akun sudah terdaftar beserta saldo akun akhir periode. Misalnya akun kas sebesar Rp 10.586.000 ada di sisi debit, dan akun harga pokok penjualan atau HPP sebesar Rp 8.405.000 berada di sisi debit, sedangkan akun modal senilai Rp 23.000.000 berada di sisi kanan atau kredit.

Dan satu lagi yang perlu diperhatikan, jumlah total kolom debit dan kredit, sudah sama kan? Yakni sebesar Rp 36.080.000. so,berarti proses posting dari jurnal umum ke buku besar sudah benar. Selanjutnya kita menyiapkan proses penyesuaian seperti berikut ini….

 

5: Proses Penyesuaian

Langkah selanjutnya untuk membuat dan menyusun laporan keuangan toko serba ada adalah dengan menyiapkan proses penyesuaian terhadap pos atau akun-akun tertentu.

A: Pengertian Proses Penyesuaian Menurut Para Ahli

Proses penyesuaian adalah metode akuntansi yang digunakan untuk membuat penyesuaian terhadap akun-akun tertentu, misalnya transaksi pendapatan diterima dimuka dan biaya dibayar dimuka.

Apabila transaksi-transaksi sejenis itu tidak dilakukan penyesuaian, maka laporan keuangan yang dihasilkan ‘kurang valid’. Akibat selanjutnya, jika laporan keuangan itu dijadikan pertimbangan utama untuk mengambil keputusan penting, maka hasilnya pun tidak sesuai yang diharapkan.

Oleh karena itu, pengetahuan dan pemahaman materi ini sangat penting, terutama bagi orang-orang yang pekerjaannya di bidang finance & accounting.

 

B: Cara Membuat Penyesuaian

Jurnal penyesuaian adalah metode yang digunakan untuk melakukan penyesuaian pencatatan transaksi. Lalu, bagaimana caranya membuat jurnal umum? berikut ini langkah-langkahnya:

1: Lakukan analisis transaksi

Ada beberapa transaksi yang perlu dilakukan penyesuaian, contohnya transaksi pengeluaran kas untuk membayar sewa dan asuransi. Dua jenis transaksi ini perlu disesuaikan untuk mengalokasikan setiap biaya sesuai dengan waktunya.

2: Hitung nilai penyesuaian

Misalnya perusahaan menyewa kantor untuk jangka waktu setahun sebesar Rp 24.000.000, berarti setiap bulannya perusahaan harus membayar Rp 2.000.000. Bagaimana cara menghitungnya? Cukup gampang, yaitu:

= Rp 24.000.000 : 12 bulan
= Rp 2.000.000

3: Buat jurnal penyesuaian

Setelah kita mengetahui jumlah yang harus disesuaikan, selanjutnya membuat jurnal penyesuaian sebagai berikut:

(Debit) Biaya Sewa Kantor …. Rp 2.000.000
(Kredit) Biaya Sewa Kantor Dibayar Dimuka … Rp 2.000.000 

 

C: Contoh Penyesuaian

Untuk melengkapi pembahasan tentang proses penyesuaian, saya sajikan satu contoh lagi sebagai berikut:

PT Eranya Anak Muda Kreatif memiliki aset tetap berupa bangunan kantor senilai Rp 1.000.000.000. Nilai penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus dengan asumsi estimasi residu sebesar Rp 100.000.000, masa manfaat 20 tahun adalah sbb:

= (Rp 1.000.000.000 – Rp 100.000.000) : 20 tahun
=  Rp 900.000.000 : 20 tahun = Rp 45.000.000 per tahun

Selanjutnya perusahaan melakukan proses penyesuaian untuk mengalokasikan biaya penyusutan aset tetap gedung setiap tahun:

(Debit) Biaya Penyusutan …. Rp 45.000.000
(Kredit) Akumulasi Penyusutan Aset Tetap …. Rp 45.000.000 

so, cukup gampang ya?

 

6: Membuat Neraca Lajur/Kertas Kerja Akuntansi

Langkah selanjutnya untuk membuat laporan keuangan toko dengan Excel adalah membuat neraca lajur, atau dikenal juga dengan kertas kerja akhir periode.

Kali ini saya menggunakan neraca lajur 7 kolom, dengan rincian sebagai berikut:

  • Kolom pertama, berisi daftar akun-akun yang sudah dibuat untuk menyusun laporan keuangan.
  • Kolom #2 dan #3, berisi saldo tiap-tiap akun yang diambil dari buku besar.
  • Kolom #4 dan #5, berisi saldo dari akun-akun yang akan disajikan pada Laporan Laba Rugi
  • Kolom #6 dan #7, berisi saldo akun-akun yang akan disajikan pada neraca/Laporan Posisi Keuangan.

Dan hasilnya adalah sebagai berikut:

Dari neraca lajur Excel ini, kita sudah mengetahui nilai laba rugi perusahaan yaitu sebesar Rp 3.151.000 (perhatikan angka yang diberi warna merah). Laporan neraca perusahaan juga sudah bisa diketahui.

 

7: Menyusun Laporan Keuangan Toko Serba Ada Lengkap

Langkah ke-4 adalah menyusun laporan keuangan toko serba ada (toserba) Arimart.

Ada 4 jenis Laporan Keuangan yang akan dibuat, yaitu:

  1. Laporan Laba Rugi (Statement of Profit or Loss)
  2. Neraca (Balance Sheet)
  3. Laporan Perubahan Modal (Statement of Changes in Equity)
  4. Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flows)

Bagaimana cara membuat 4 jenis laporan keuangan ini?

4 jenis laporan keuangan toserba Arimart dapat dibuat dengan cara mengambil saldo masing-masing akun dari neraca lajur bentuk 7 kolom di atas ke format laporan keuangan.

Perhatikan tiap jenis laporan keuangan berikut ini:

A: Laporan Keuangan Toko Serba Ada (Toserba) Arimart – Laba Rugi

Laporan Laba Rugi Toko Serba Ada Arimart disusun dengan memindahkan saldo-saldo akun neraca lajur excel kolom #4 dan #5 ke format Laporan Laba Rugi

Dan haslinya adalah sebagai berikut:

#1: Neraca Lajur kolom #4 dan #5

#2: Laporan Laba Rugi

Toserba Arimart
Laporan Laba Rugi
Untuk periode yang berakhir 31Oktober2018

 

B: Laporan Keuangan Toko Serba Ada – Neraca/ Laporan Posisi Keuangan

Neraca atau laporan posisi keuangan Toserba Arimat disusun dengan memindahkan saldo-saldo akun di neraca lajur kolom #6 dan #7 ke format laporan posisi keuangan.

Perhatikan langkahnya berikut ini:

#1: Neraca Lajur kolom #6 dan #7

 

#2: Laporan Posisi Keuangan/Neraca

Toserba Arimart
Laporan Posisi Keuangan/Neraca 
Per 31Oktober2018

 

C: Laporan Keuangan Toko – Perubahan Modal/Ekuitas

Laporan Perubahan Modal Toserba Arimart dibuat juga berdasarkan pada neraca lajur Ekcel sederhana di atas.

Dan hasilnya seperti berikut ini:

 

Toserba Arimart
Laporan Perubahan Modal/Ekuitas
Untuk periode yang berakhir 31Oktober2018

 

D: Laporan Keuangan Toko – Arus Kas

Aktivitas arus kas dalam laporan arus kas dibedakan menjadi 3 komponen utama, yaitu:

  • Aktivitas arus kas dari operasional
  • Aktivitas arus kas dari investasi
  • Aktivitas arus kas dari pendanaan

Dan berikut ini Laporan Arus Kas Toko Serba Ada Arimart:

 

Toserba Arimart
Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flows)
Untuk periode yang berakhir 31Oktober2018

Perhatikan Kas per 31 Oktober 2018, nilai HARUS SAMA dengan nilai kas yang dilaporkan di laporan posisi keuangan atau neraca yaitu sebesar Ro 10.586.000.

Dan dengan selesainya langkah ke-4 ini, maka lengkap sudah proses penyusunan Laporan Keuangan Toko Serba Ada (Toserba) Arimart.

Langkah-langkah membuat laporan keuangan toserba ini juga bisa diterapkan untuk membuat laporan keuangan:

  • warung serba ada (waserba),
  • toko kelontong,
  • toko material bangunan,
  • toko sembako,
  • toko baju grosir,
  • toko roti,
  • toko mas, dan jenis usaha lainnya.

Hasil laporan yang sudah dihasilkan bisa dijadikan template pembukuan Excel/spreadsheet.

 

8: Video Tutorial Membuat Laporan Keuangan UKM

Melengkapi artikel ini, berikut saya sajikan satu video pendek tentang tips membuat laporan keuangan sederhana., langsung saja lihat sampai tuntas videonya ya….

Bagaimana menurut Anda?

 

9: Kesimpulan

Pengusaha yang sudah sadar sebagai pengusaha akan berusaha sekuat tenaga untuk menyusun Laporan Keuangan. Hanya pengusaha yang belum menyadari bahwa dirinya adalah pengusaha, belum berupaya untuk membuat Laporan Keuangan 🙂

Termasuk pengusaha toko serba ada atau Toserba. Mereka harus membuat laporan keuangan toko-nya. Banyak fungsi dan manfaat laporan keuangan, antara lain:

  • untuk mengetahui performance atau kinerja usahanya
  • untuk mengetahui posisi keuangan usahanya.

Tidak masalah apapun alat yang akan digunakan untuk menyusun Laporan Keuangan tersebut. bisa menggunakan Microsoft Excel, atau software akuntansi atau bisa juga dengan cara manual seperti jaman old. 

Apapun alatnya, yang penting hasilnya berupa laporan keuangan valid, accountable dan bisa dipertanggungjawabkan.

Jika Anda ingin membuat Laporan Keuangan Excel siap pakai lengkap dengan perangkat pendukung lainnya, langsung saja cek di SOP Keuangan dan Accounting Tools Sederhana Bermanfaat.

Bagaimana, siap kan?

Demikian yang dapat saya sampaikan tentang contoh laporan keuangan sederhana toko serba ada (toserba) beserta step-by-step cara membuatnya, Semoga bermanfaat dan terima kasih.*****

Note:
Diperbolehkan mengutip artikel ini, tapi mohon sebutkan link sumbernya ya bro. Thanks

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.