Proses Penyesuaian
Langkah selanjutnya untuk membuat dan menyusun laporan keuangan toko serba ada adalah dengan menyiapkan proses penyesuaian terhadap pos atau akun-akun tertentu.
A: Pengertian Proses Penyesuaian Menurut Para Ahli
Proses penyesuaian adalah metode akuntansi yang digunakan untuk membuat penyesuaian terhadap akun-akun tertentu, misalnya transaksi pendapatan diterima dimuka dan biaya dibayar dimuka.
Apabila transaksi-transaksi sejenis itu tidak dilakukan penyesuaian, maka laporan keuangan yang dihasilkan ‘kurang valid’. Akibat selanjutnya, jika laporan keuangan itu dijadikan pertimbangan utama untuk mengambil keputusan penting, maka hasilnya pun tidak sesuai yang diharapkan.
Oleh karena itu, pengetahuan dan pemahaman materi ini sangat penting, terutama bagi orang-orang yang pekerjaannya di bidang finance & accounting.

B: Cara Membuat Penyesuaian
Jurnal penyesuaian adalah metode yang digunakan untuk melakukan penyesuaian pencatatan transaksi. Lalu, bagaimana caranya membuat jurnal umum? berikut ini langkah-langkahnya:
1: Lakukan analisis transaksi
Ada beberapa transaksi yang perlu dilakukan penyesuaian, contohnya transaksi pengeluaran kas untuk membayar sewa dan asuransi. Dua jenis transaksi ini perlu disesuaikan untuk mengalokasikan setiap biaya sesuai dengan waktunya.
2: Hitung nilai penyesuaian
Misalnya perusahaan menyewa kantor untuk jangka waktu setahun sebesar Rp 24.000.000, berarti setiap bulannya perusahaan harus membayar Rp 2.000.000. Bagaimana cara menghitungnya? Cukup gampang, yaitu:
= Rp 24.000.000 : 12 bulan
= Rp 2.000.000
3: Buat jurnal penyesuaian
Setelah kita mengetahui jumlah yang harus disesuaikan, selanjutnya membuat jurnal penyesuaian sebagai berikut:
(Debit) Biaya Sewa Kantor …. Rp 2.000.000
(Kredit) Biaya Sewa Kantor Dibayar Dimuka … Rp 2.000.000
C: Contoh Penyesuaian
Untuk melengkapi pembahasan tentang proses penyesuaian, saya sajikan satu contoh lagi sebagai berikut:
PT Eranya Anak Muda Kreatif memiliki aset tetap berupa bangunan kantor senilai Rp 1.000.000.000. Nilai penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus dengan asumsi estimasi residu sebesar Rp 100.000.000, masa manfaat 20 tahun adalah sbb:
= (Rp 1.000.000.000 – Rp 100.000.000) : 20 tahun
= Rp 900.000.000 : 20 tahun = Rp 45.000.000 per tahun
Selanjutnya perusahaan melakukan proses penyesuaian untuk mengalokasikan biaya penyusutan aset tetap gedung setiap tahun:
(Debit) Biaya Penyusutan …. Rp 45.000.000
(Kredit) Akumulasi Penyusutan Aset Tetap …. Rp 45.000.000
so, cukup gampang ya?