Pengertian Laporan Keuangan, Jenis, Cara Membuat, Contoh, dan Analisis Rasio

Laporan Keuangan perusahaan disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban manajemen terhadap pihak-pihak yang berkepentingan dengan kinerja perusahaan yang dicapai selama periode tertentu.

Bagi pihak intern dan ekstern perusahaan, Laporan Keuangan digunakan sebagai alat untuk memahami kondisi keuangan perusahaan untuk keperluan pengambilan keputusan keuangan.

Agar tujuan itu bisa tercapai, maka Laporan Keuangan disusun menurut prinsip-prinsip akuntansi.

Selengkapnya, mari kita mulai pembahasannya…

Saya paham Anda sibuk, maka bila Anda belum sempat membaca seluruh panduan [SUPER] lengkap ini sekarang.

Saya menyediakan untuk Anda salinannya dalam bentuk PDF, sehingga Anda bisa membacanya dengan enjoy saat senggang.

Silahkan unduh dengan meng-KLIK link berikut:
(jika ada masalah dengan link ini mohon bantuannya untuk menghubungi saya. Terima kasih)

Download Tutorial LENGKAP Laporan Keuangan PDF

 

01. Pengertian Laporan Keuangan menurut Para Ahli

Laporan Keuangan adalah

A. Pengertian Laporan Keuangan

Berikut ini saya sajikan pengertian Laporan Keuangan menurut para ahli:

#01: Menurut buku I (pertama) Principles of Accounting – Indonesia Adaptation

Definisi Laporan Keuangan adalah laporan yang disiapkan untuk para pengguna setelah transaksi-transaksi dicatat dan dirangkum.

Masih menurut penjelasan dalam buku tersebut, Laporan Keuangan terdiri dari:

  • Laporan Laba Rugi
  • Laporan Ekuitas Pemilik
  • Neraca
  • Laporan Arus Kas

 

#02: Menurut buku Essentials of Financial Management karya Eugene F. Brigham

Dalam buku tersebut dituliskan bahwa:

Definis Laporan Keuangan perusahaan adalah beberapa lembar kertas dengan angka-angka yang tertulis di atasnya, tetapi penting juga untuk memikirkan aset-aset nyata yang berada di balik angka-angka tersebut”

Jika kita dapat memahami bagaimana dan mengapa akuntansi ada serta bagaimana laporan keuangan digunakan.

Kita akan dapat membayangkan dengan lebih baik apa yang sedang terjadi dan mengapa informasi akuntansi memiliki arti yang begitu penting.

 

#03:  Menurut buku Intermediate Accounting, karya Dr. Zaki Baridwan, Msc. Ak dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta

Dalam buku ini dituliskan bahwa:

Pengertian Laporan Keuangan adalah:

definisi laporan keuangan

Masih dalam buku ini, menjelaskan bahwa laporan ini dibuat oleh manajemen dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan pekerjaan yang dibebankan kepadanya oleh para pemilik perusahaan.

Selain itu, laporan ini juga digunakan sebagai laporan kepada pihak-pihak di luar perusahaan.

Ada juga Laporan Keuangan Konsolidasian, di mana menurut Keputusan Ketua Bapepam dan LK  Nomor: Kep-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012, adalah:

Laporan keuangan konsolidasi adalah laporan keuangan suatu kelompok usaha yang disajikan sebagai suatu entitas ekonomi tunggal yang menggabungkan seluruh entitas yang dikendalikan oleh emiten atau perusahaan publik, termasuk entitas bertujuan khusus (EBK).

 

B. Tujuan Laporan Keuangan

tujuan laporan keuangan dan karakteristik kualitatif
source gambar: Pixabay

(a): Definisi Tujuan Laporan Keuangan

Apa tujuan laporan keuangan?

Tujuan Laporan Keuangan adalah untuk memberikan informasi yang menyeluruh mengenai:

  • posisi keuangan,
  • kinerja keuangan, dan
  • arus kas perusahaan

Informasi-informasi tersebut sangat penting dan bermanfaat bagi pihak-pihak terkait untuk mendukung proses pengambilan keputusan ekonomi penting dan strategis.

Tujuan adalah ke arah mana segala upaya, tindakan, dan pertimbangan dicurahkan.

Oleh karena itu, penentuan tujuan Laporan Keuangan adalah langkah yang paling krusial dalam perekayasaan akuntani.

Tujuan laporan keuangan menentukan konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang relevan yang akhirnya menentukan:

  • Bentuk
  • Isi
  • Jenis
  • Dan susunan Laporan Keuangan.

Untuk menurunkan tujuan laporan keuangan, pihak yang dituju dan kepentingannya harus diidentifikasi dengan jelas.

Sehingga informasi yang dihasilkan laporan keuangan dapat memuaskan kebutuhan pihak yang dituju.

Pada gilirannya, pihak yang dituju akan melakukan tindakan atau mengambil keputusan yang mengarah ke pencapaian tujuan .

Dengan demikian, diharapkan tujuan laporan keuangan yang lebih luas akan tercapai pula.

 

#1: Tujuan Laporan Keuangan Menurut Para Ahli

Tujuan laporan keuangan menurut para ahli yang tergabung dalam komite yang diketuai oleh Robert M.Trueblood menunjukkan 4 aspek yang melekat pada setiap tujuan laporan keuangan adalah:

  1. Informasi tentang apa
  2. Siapa yang dituju
  3. Untuk apa informasi digunakan
  4. Hierarki tujuan dengan tujuan lainnya.

Selengkapnya perhatikan tabel berikut ini:

tujuan laporan keuangan menurut para ahli

tujuan laporan keuangan menurut para ahli
Tujuan Laporan Keuangan versi Komite Trueblood

 

Tujuan laporan keuangan yang diajukan Komite Trueblood seperti di atas rinci dan mengidentifikasi aspek-aspek tujuan.

Dua hal penting yang ditekankan oleh Komite Trueblood adalah daya/ kemampuan menghasilkan laba (earning power) dan elemen aliran kas (cash flows).

 

#2: Tujuan Laporan Keuangan Menurut AAA (American Accounting Association)

Tujuan Laporan Keuangan menurut AAA yang dituangkan dalam dokumen A Statement Of Basic Accounting Theory adalah:

  • Membuat keputusan-keputusan yang berkaitan dengan penggunaan sumber daya alam, fisik, manusia dan finansial yang jumlah terbatas.
  • Mengarahkan dan mengendalikan sumber daya manusia (SDM) fisik suatu organisasi secara efektif.
  • Memelihara dan malaporkan pengelolaan sumber daya yang dipercayakan kepada manajemen perusahaan.
  • Memberi kemudahan berjalannya fungsi dan pengendalian sosial.

 

#3: Tujuan Laporan Keuangan menurut The Accounting Principles Board (APB)

Menurut The Accounting Principles Board tujuan Laporan Keuangan adalah:

The basic purpose of financial accounting and financial statements is to provide financial information about individual business enterprises that is useful in making economic decisions

The Accounting Principles Board membuat dua tujuan laporan keuangan, yaitu tujuan umum dan tujuan karakteristik kualitatif.

Tujuan di atas adalah tujuan umum yang dijadikan dasar untuk menentukan kandungan informasi akuntansi atau “apa yang harus dilaporkan”.

 

#4: Tujuan Laporan Keuangan Menurut FASB

Menurut FASB tujuan laporan keuangan adalah “ to provide information that is useful in making business and economic decision”

FASB mendasarkan penyusunan tujuan pelaporan keuangan pada 3 aspek landasan pikiran, yaitu:

  1. Tujuan Laporan Keuangan adalah ditentukan oleh lingkungan ekonomi, hukum, politis, dan sosial tempat akuntansi diterapkan.
  2. Tujuan pelaporan dipengaruhi oleh karakterisitik dan keterbatasan laporan keuangan/ informasi yang dapat disampaikan melalui mekanisme pelaporan keuangan.
  3. Tujuan pelaporan memerlukan fokus untuk menghindari terlalu umumnya informasi akibat terlalu banyaknya pihak pemakai yang ingin dipenuhi kebutuhan informasinya.

Jadi, tujuan laporan keuangan menurut kerangka konseptual akuntansi keuangan adalah sebagai berikut:

Tujuan #1:

Pelaporan Keuangan harus menyediakan informasi yang bermanfaat bagi para investor dan kreditor serta pemakai lain.

Baik berjalan maupun potensial, dalam membuat keputusan-keputusan investasi, kredit, dan semacamnya yang rasional.

Informasi harus dapat dipahami bagi mereka yang mempunyai pengetahuan yang memadai tentang berbagai aktivitas bisnis dan ekonomi.

Serta bersedia untuk mempelajari informasi dengan cukup tekun.

 

Tujuan #2:

Laporan Keuangan harus menyediakan informasi untuk membantu para investor dan kreditor serta pemakai lain, baik berjalan, maupun potensial.

Dalam menilai (assessing) jumlah, saat terjadi, dan ketidakpastian penerimaan kas mendatang dan dividen atau bunga.

Dan perolehan kas mendatang dari penjualan, penebusan, atau jatuh temponya sekuritas atau pinjaman.

Dengan cara lain, pelaporan keuangan harus menyediakan informasi untuk membantu para investor dan kreditor.

Serta pemakai lain dalam menilai jumlah, saat terjadi, dan ketidakpastian aliran kas bersih ke badan usaha bersangkutan.

 

Tujuan #3:

Pelaporan Keuangan harus menyediakan informasi tentang sumber daya ekonomi suatu badan usaha.

Klaim terhadap sumber-sumber tersebut (kewajiban badan usaha untuk mentransfer sumber daya ekonomi ke entitas lain dan ekuitas pemilik).

Dan akibat-akibat dari transaksi, kejadian dan keadaan yang mengubah sumber daya badan usaha dan klaim terhadap sumber daya tersebut.

Inilah tujuan dan manfaat utama dari laporan keuangan bagi investor dan kreditor serta pemakai lain

 

(b): Tujuan Laporan Keuangan Entitas Non-Bisnis

Pembahasan tujuan laporan keuangan di atas adalah untuk organisasi atau badan usaha bisnis.

Dengan penalaran yang sama dapat dierapkan pada organisasi non bisnis.

Karena aspek lingkungan, karakteristik informasi, dan lingkup informasi yang berbeda dengan organisasi bisnis, tujuan laporan keuangan untuk organisasi non bisnis berbeda dengan organisasi bisnis.

Tujuan laporan keuangan untuk organisasi non bisnis dimasukkan sebagai salah satu komponen kerangka konseptual.

FASB berpendapat bahwa secara konseptual perlakuan akuntansi (pengukuran, penilaian, penyajian dan pengungkapan) terhadap komponen laporan keuangan dasar antara organisasi non bisnis mirip dengan perlakuan akuntansi untuk organisasi bisnis.

Berikut ini contoh organisasi non bisnis:
  • Unit-unit kepemerintahan
  • Organisasi amal dan keagamaan
  • Institusi sosial
  • Organisasi swasta non profit

Tujuan Pelaporan Keuangan Organisasi Non-Bisnis

#1: Tujuan Utama (Primary Objective)

Pelaporan keuangan organisasi non bisnis harus menyediakan informasi yang bermanfaat bagi para penyedia dana.

Dan pemakai lain dalam membuat keputusan-keputusan rasional tentang alokasi dana ke organisasi tersebut.

 

#2: Tujuan-tujuan Spesifik (Speciffic Objectives)

Tujuan Spesifik #1:

Laporan Keuangan harus menyediakan informasi untuk membantu para penyedia dana.

Dan pemakai lain, dalam menilai jasa-jasa yang disediakan organisasi dan kemampuannya untuk terus menyediakan jasa-jasa tersebut.

 

Tujuan Spesifik #2:

Laporan keuangan harus menyediakan informasi yang bermanfaat bagi para penyedia.

Dan pemakai lain dalam menilai bagaimana para manajer organisasi non bisnis telah melaksanakan tanggung jawab kepengurusan dan aspek-aspek lain kinerjanya.

 

Tujuan Spesifik #3:

Pelaporan Keuangan harus menyediakan informasi tentang sumber daya, kewajiban.

Dan akibat-akibat dari transaksi, kejadian dan keadaan yang mengubah sumber daya dan hak atas sumber daya tersebut.

 

Tujuan Spesifik #4:

Pelaporan keuangan harus menyediakan informasi tentang kinerja organisasi selama suatu periode.

Pengukuran priodik perubahan-perubahan jumlah dan sifat aset bersih organisasi non bisnis.

Dan informasi tentang upaya-upaya dan hasil jasa organisasi secara bersama menunjukkan informasi yang paling bermanfaat dalam menilai kinerja organisasi.

 

Tujuan Spesifik #5:

Pelaporan keuangan harus menyediakan informasi:

  • tentang bagaimana organisasi mendapatkan dan membelanjakan kas atau sumber likuid lain,
  • tentang pinjaman dan pelunasannya, dan
  • tentang faktor lain yang dapat mempengaruhi likuiditas organisasi.

 

Tujuan Spesifik #6:

Pelaporan keuangan harus mencukupi penjelasan-penjelasan dan interpretasi-interpretasi untuk membantu para pemakai memahami informasi keuangan yang disediakan.

 

(c): Penentuan Tujuan Laporan Keuangan

Penentuan Tujuan Laporan Keuangan adalah berhubungan dengan:

  • siapa yang dituju,
  • apa saja kepentingannya,
  • seberapa luas informasi yang dibutuhkan,
  • apa saja sumber informasi yang telah tersedia, dan
  • seberapa banyak informasi dapat dilayani melalui Laporan Keuangan.

Kepentingan pemakai beragam, tidak hanya antar kelompok pemakai tetapi juga di dalam kelompok pemakai.

Kepentingan-kepentingan itu antara lain:

  • pertangungjawaban,
  • kebermanfaatan keputusan,
  • riset keuangan dan pasar,
  • penentuan tarif,
  • penentuan pajak,
  • pengendalian sosial,
  • pengendalian alokasi sumber daya ekonomi, dan
  • pengukuran kinerja perusahaan.

Karakteristik pemakai laporan keuangan juga harus dipertimbangkan dalam penentuan tujuan laporan keuangan.

Karakteristik pemakai antara lain kedudukan pemakai terhadap entitas pelapor (akses terhadap informasi).

Dan tingkat pengetahuan pemakai tentang bisnis dan ekonomi.

Dari uraikan di atas, ada dua pendekatan/metode dalam penentuan penyediaan laporan keuangan, yaitu:

Metode #1:

Menyediakan informasi untuk pemakai umum yang mempunyai bermacam-macam kepentingan keputusan.

Dalam metode ini, laporan keuangan diarahkan untuk menghasilkan laporan keuangan lengkap untuk berbagai pemakai dan kepentingan.

Pemakai menyusun dan mengolah kembali data tersebut menjadi informasi yang relevan untuk pengambilan keputusan atau kepentingannya.

Dengan kata lain, pemakai harus melakukan analisis untuk menyerap informasi semantik yang ada di balik data akuntansi.

Metode ini sekarang banyak digunakan.

Dan karena bersifat umum, seperangkat laporan keuangan bersifat ringkasan umum yang tidak terlalu rinci dengan konsekuensi kepentingan spesifik atau kelompok tertentu harus dikorbankan.

Walaupun bersifat umum, masih perlu diidentifikasi kelompok yang dianggap menjadi fokus.

Atau sasaran informasi dengan harapan kelompok yang lain masih dapat dimasukkan dalam laporan keuangan tersebut.

Hal ini perlu dilakukan karena proses akuntansi harus menentukan apa yang dilaporkan, atau apa isi seperangkat laporan keuangan.

Sehingga manfaat dan relevansi informasi dapat dievaluasi.

Yang dijadikan fokus adalah bagian aktivitas ekonomi dan bisnis.

Bila fokus tidak ditentukan, proses akuntansi tidak dapat menentukan isi, bentuk, dan susunan laporan keuangan.

Dan akuntansi akan menciptakan data akuntansi dasar dalam bentuk statistik keuangan.

Pendekatan seperti ini disebut pendekatan basis data (database approach).

Perhatikan gambar berikut yang meng-ilustrasikan metode ini:

pemakai laporan keuangan

Kelompok pemakai (1) dapat diperlakukan sebagai fokus, sementara kelompok pemakai lain dapat dipandang sebagai pemakai pengikut.

 

Metode #2:

Menyediakan informasi untuk kelompok pemakai tertentu yang mempunyai kepentingan tertentu yang diketahui (teridentifikasi).

Metode ini berasumsi bahwa kebutuhan informasi dan model pengambilan keputusan para pemakai diketahui dengan pasti.

Sehingga dapat disusun laporan khusus untuk melayani berbagai keperluan pengambilan keputusan tiap pemakai laporan keuangan.

Dasar pemikiran metode ini adalah “beda tujuan beda angka” (different fugures for different purpose).

Sebagai konsekuensi, seperangkat laporan keuangan berisi berbagai jenis laporan keuangan rinci.

Karena berbagai jenis atau model pengambilan keputusan harus dilayani.

Dengan metode ini, seperangkat laporan keuangan jumlah halamannya banyak (tebal).

Perhatikan penjelasan metode ini dalam gambar berikut ini:

pengguna laporan keuangan

Untuk pendekatan (2), kelompok pemakai meliputi pemakai eksternal dan internal, sehingga beberapa laporan tidak harus berupa laporan keuangan.

 

(d): Tujuan Laporan Keuangan Menurut Jenisnya

#1: Aspek Sosial Tujuan Laporan Keuangan

Sebagai teknologi, laporan keuangan dalam suatu negara harus dibuat sehingga tujuan sosial dan ekonomi negara tercapai.

Tujuan nasional dapat  tercapai bila kegiatan individual dengan berbagai motivasi untuk mencapai tujuan individualnya, juga memaksimumkan tujuan negara.

Dengan kata lain, terjadi keselarasan antara tujuan/ perilaku ekonomi individual yang membentuk masyarakat dan tujuan ekonomi negara.

Bila akuntansi harus berperan dalam hal ini, maka tujuan laporan keuangan harus dipertimbangkan dalam konteks tujuan aktivitas sosial atau masyarakt dalam suatu negara.

Bila tujuan masyarakat harus dicapai, tujuan siapa yang harus dipertimbangkan?

Berkaitan dengan ini, para ahli seperti Robert Bloom dan Peter T Elgers dalam Foundations of Accounting Theory and Policy mendeskripsikan 3 (tiga) macam tujuan kegiatan sosial/ masyarakat.

Dan implikasinya terhadap penentuan tujuan laporan keuangan, yaitu:

  1. Tujuan fungsional (functional objectives)
  2. Tujuan bersama (common objectives)
  3. Tujuan kelompok dominan (dominant group objectives)

 

Mari dibahas satu-per-satu…

#1: Tujuan Fungsional

Tujuan fungsional adalah tujuan masyarakat atau organisasi secara keseluruhan tanpa memperhatikan tujuan/ motivasi masing-masing individual di dalam.

Tujuan individual tidak dapat diamati.

Sedangkan tujuan fungsional dapat diidentifikasi dengan mengamati konsekuensi-konsekuensi dari aktivitas masyarakat atau organisasi yang nyatanya terjadi.

Selain itu, tujuan fungsional juga dapat merupakan konsekuensi-konsekuensi sebagai hasil ketetapan atau harapan penguasa, misalnya pemerintah.

Dengan demikian, tujuan fungsional adalah tujuan normatif yang menjadi pedoman dalam pembuatan kebijakan di tingkat nasional atau organisasi.

Sebagai kegiatan sosial (social activity), tujuan fungsional Laporan Keuangan dapat ditetapkan, antara lain:

  • Mengalokasikan sumber daya ekonomi secara efisien.
  • Membantu perusahaan memperoleh dana untuk ekspansi.
  • Membantu pemerintah untuk menarik pajak secara adil dan efisien.
  • Membantu para manajer dalam keputusan investasi.
  • Mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan negara.
  • Memfasilitasi fungsi dan pengendalian sosial.
  • Mengarahkan perilaku manajer untuk mengambil keputusan yang selaras dengan tujuan sosial dan ekonomi negara.
  • Mengurangi atau mencegah konflik kepentingan antara manajer, auditor, dan pemegang saham.

Tujuan fungsional akuntansi dapat terdiri atas satu atau beberapa tujuan yang berkaitan.

Walaupun tujuan/ motif individual tidak diketahui dan dipertimbangkan.

Diharapkan bahwa tujuan fungsional yang ditetapkan selaras dengan sebagian atau bahkan seluruh tujuan individual.

Berikut ini ilustrasi yang menggambarkan tujuan ini:

tujuan fungsional Laporan Keuangan

#2: Tujuan Bersama

Tujuan individual umumnya tidak hanya mempunyai satu tujuan tetapi banyak motif.

Tujuan bersama adalah satu atau beberapa tujuan individual yang sama dengan tujuan individual lainnya.

Kalau tujuan fungsional disusun tanpa memperhatikan tujuan-tujuan individual.

Tujuan bersama ditentukan dengan mengidentifikasi dahulu tujuan-tujuan individual.

Kemudian memilih tujuan individual yang sama untuk dijadikan tujuan aktivitas sosial.

Seandainya, semua individu mempunyai sekumpulan tujuan yang sama, tujuan bersama sama dengan tujuan fungsional.

Ada kemungkinan tujuan bersama itu tidak ada karena bervariasinya tujuan individual dan tidak ada satupun tujuan-tujuan individual yang berimpitan.

Penentuan tujuan sosial akuntansi atas dasar tujuan bersama merupakan proses yang sangat kompleks.

Karena dalam kenyataanya terdapat berbagai kelompok pemakai yang tujuan/motifnya berbeda.

Serta model pengambilan keputusan tiap kelompok pemakai atau tiap anggotanya juga sulit diidentifikasi.

Dan berikut ini gambar yang menjelaskan tujuan bersama:

tujuan bersama Laporan Keuangan

 

#3: Tujuan Kelompok Dominan

Bila tujuan dan model pengambilan keputusan semua individual atau kelompok (grup) individual dapat diidentifikasi.

Tujuan beberapa individual atau beberapa kelompok individual yang dominan dalam suatu kegiatan masyarakat dapat dijadikan tujuan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat bersangkutan.

Kelompok dominan adalah kelompok yang konsekuensi keputusan atau tindakannya mempengaruhi secara kuat semua anggota masyarakat.

Tujuan kelompok non dominan menjadi tidak relevan atau dianggap terlalu lemah untuk mempengaruhi kegiatan sosial.

Kalau akuntansi sebagai kegiatan sosial harus menentukan tujuan atas dasar kelompok dominan.

Harapannya adalah sebagian tujuan-tujuan kelompok non dominan ada yang selaras dengan tujuan kelompok dominan.

Dengan kata lain, terdapat tujuan bersama antara kelompok dominan dan non dominan.

Dengan demikian, jika informasi akuntansi ditujukan kepada kelompok dominan, kelompok non dominan dapat menjadi penumpang pakai (free-riders).

Perhatikan gambar yang menjelaskan tujuan kelompok dominan berikut ini:

tujuan kelompok dominan Laporan Keuangan

(e): Perkembangan Tujuan Pelaporan Keuangan

Atas dasar aspek sosial di atas, tujuan laporan keuangan dalam profesi akuntansi mengalami semacam evolusi.

Perkembangan terjadi karena pergeseran kesepakatan dalam hal:

  • siapa kelompok yang dituju,
  • apa kepentingannya, dan
  • apa model pengambilan keputusan yang digunakan.

Pergantian penyusunan dan pergeseran orientasi juga mempunyai dampak terhadap pengembangan tujuan pelaporan keuangan.

 

C. Fungsi Laporan Keuangan

Apa fungsi laporan keuangan?

Fungsi Laporan Keuangan adalah untuk menilai kondisi keuangan perusahaan saat ini dan memprediksi hasil operasi dari arus kas di masa mendatang.

Sebagai contoh, staf kredit di bank menggunakan laporan keuangan perusahaan untuk memutuskan apakah suatu perusahaan layak diberi pinjaman atau tidak.

Begitu pinjaman diberikan, peminjam dapat diminta untuk mempertahankan rasio jumlah aset terhadap kewajiban pada tingkat tertentu.

Dan financial statement perusahaan digunakan untuk memonitor rasio ini.

 

02. Jenis Laporan Keuangan

analisa grafik

Ada berapa jenis Laporan Keuangan?

Apa saja itu?

Ada 5 jenis laporan keuangan menurut PSAK, yaitu:

  • Neraca / Laporan Posisi Keuangan (Statements of Financial Position) pada akhir periode.
  • Laporan Laba Rugi (Statements of Profit or Loss) selama periode.
  • Laporan Perubahan Ekuitas / Laporan Perubahan Modal (Statements of Changes in Equity), selama periode.
  • Laporan Arus Kas (Statements of Cash Flows), selama periode
  • Catatan Atas Laporan Keuangan (Notes to The Financial Statements), berisi penjelasan kebijakan akuntansi dan informasi penting lainnya.

Mari didalami masing-masing jenis laporan keuangan tersebut…

 

03. Laporan Laba Rugi (Statements of Profit or Loss)

Ilustrasi Cara Meningkatkan Marketing
laporan keuangan laba rugi perusahaan – ilustrasi

Agar pemahaman kita menyeluruh, berikut ini materi yang akan dibahas:

  • Pengertian laporan laba rugi
  • Jenis-jenis laba
  • Bentuk laporan laba rugi
  • Elemen-elemen laporan laba rugi
  • Cara membuat laporan laba rugi
  • Contoh laporan laba rugi

 

A. Pengertian Laporan Laba Rugi menurut Para Ahli

Definisi Laporan Laba Rugi adalah Laporan yang merangkum pendapatan dan beban perusahaan selama suatu periode akuntansi, misalnya satu kuartal atau satu tahun.

Pengertian lain dari laporan laba rugi adalah:

laporan laba rugi adalah

 

B. Pengertian Laporan Laba Rugi Komprehensif

Kita juga mengenal laporan laba rugi komprehensif. Apa yang dimaksud dengan laporan laba rugi komprehensif?

Menurut Keputusan Ketua Bapepam dan LK  Nomor: Kep-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012, menyebutkan bahwa:

Laporan laba rugi komprehensif adalah laporan yang menyajikan seluruh pos penghasilan dan beban yang diakui dalam suatu periode.

Unsur laporan laba rugi komprehensif terdiri dari 2 komponen, yaitu:

  1. Laba rugi, dan
  2. Pendapatan komprehensif lainnya

***

Dari uraian tentang pengertian laporan laba rugi di atas kita dapat melihat fungsi laporan laba rugi ini, yaitu sebagai tools (alat) untuk mengetahui pertumbuhan yang dicapai perusahaan.

Dan untuk mengetahui berapa keuntungan yang diperoleh dalam suatu periode.

Dua perusahaan yang memiliki aktivitas hampir sama dalam penjualan, biaya operasi, dan aset, namun perusahaan yang membiayai aktivitasnya dengan hutang akan melaporkan laba bersih yang lebih rendah.

Kenapa?

Karena perusahaan yang memiliki utang mempunyai beban bunga yang dikurangkan dari LABA OPERASINYA.

Oleh karena itu, jika kita ingin membandingkan kinerja operasi perusahaan, penting untuk memusatkan perhatian  pada laba sebelum mengurangi pajak

Dan pemayaran bunga atau biasa dikenal dengan istilah EBIT (earning before interest and taxes).

Laporan laba rugi menyajikan biaya dan pendapatan berdasarkan prinsip matching concept.

Yakni sebuah konsep yang memadankan biaya dan pendapatan yang dihasilkan dalam periode terjadinya biaya / beban tersebut.

Laporan laba rugi juga menyajikan selisih lebih pendapatan terhadap biaya yang terjadi.

Jika pendapatan LEBIH BESAR daripada biaya, selisihnya disebut LABA.

Sedangkan jika biaya melebihi pendapatan selisihnya disebut RUGI.

 

C. Jenis-jenis Laba

Kertas Kerja
Macam-macam laba usaha – ilustrasi

Membahas laporan laba rugi, termasuk langkah-langkah membuat laporan laba rugi, tidak akan terlepas dari pembahasan tentang jenis-jenis laba dan akun yang masuk dalam laporan laba rugi.

Jenis-jenis laba antara lain:

1. Laba Bruto

Definisi Laba Bruto adalah Laba yang diperoleh dari hasil perhitungan Penjualan/ pendapatan dikurangi dengan Harga Pokok Penjualan (HPP)

2. Laba Operasi

Definisi Laba Operasi adalah laba yang dihitung dari Laba Bruto dikurangi dengan jumlah biaya operasi.

3. Laba Sebelum Pajak

Definisi Laba Sebelum Pajak adalah Laba yang diperoleh dari akumulasi Laba Operasi dengan pendapatan (biaya) lain-lain. Laba ini juga dikenal laba bersih sebelum pajak.

4. Laba Setelah Pajak

Definisi Laba Setelah Pajak adalah laba yang diperoleh dari perhitungan laba sebelum pajak dikurangi dengan taksiran pajak penghasilan. Laba setelah pajak dikenal juga dengan laba bersih setelah pajak.

5. Laba Ditahan Akhir Periode

Definisi laba ditahan akhir periode adalah laba yang diperoleh dari hasil perhitungan laba setelah pajak ditambah laba ditahan awal periode, kemudian dikurangi dengan koreksi laba ditahan.

Kalau ada yang nanya, “laba ditahan masuk dalam laporan apa?”

Salah satu jawabannya adalah dalam laporan laba rugi, di samping juga di neraca.

Untuk memudahkan pemahaman mengenai jenis-jenis laba ini, perhatikan ilustrasi berikut:

Jenis Laba di Laporan Laba Rugi
Ilustrasi: Jenis Laba di Laporan Laba Rugi

 

D. Format/Bentuk Laporan Laba Rugi

Bentuk Laporan Laba Rugi dapat di-ilustrasikan dengan sebuah gambar sebagai berikut:

format laporan laba rugi
ilustrasi: format laporan laba rugi

 

E. Komponen Laporan Laba Rugi

Dari ilustrasi bentuk laporan laba rugi di atas, kita dapat membaca bahwa elemen atau akun yang masuk dalam laporan laba rugi adalah:

  • Penjualan/pendapatan
  • Harga pokok penjualan (HPP)
  • Biaya-biaya
  • Bunga, tax, dan penyusutan

 

F. Cara Membuat Laporan Laba Rugi

Untuk membuat Laporan Laba Rugi, kita harus mengerti dan memahami bentuk dan elemen atau akun utama yang masuk dalam laporan laba rugi.

Dua hal ini, yaitu format laporan dan akun utama yang masuk dalam laporan sudah dibahas sebelumnya, lengkap dengan ilustrasi.

Balik ke pertanyaan awal, mengapa harus memahami format dan elemen laporan laba rugi?

Ini penjelasannya…

Misalnya kita akan buat rumah minimalis sederhana, maka kita kan harus tahu bentuk rumah yang akan dibuat. Kemudian komponen eksterior dan interior rumah.

“kan nggak seperti legenda Bandung Bondowoso, yang dalam semalam membuat 1000 candi” 🙂

Demikian juga jika kita akan membuat laporan laba rugi, maka kita pun harus mengerti format laporan dan elemen-elemennya.

Sederhanya seperti ini, kita catat setiap transaksi sesuai dengan jenisnya selama satu periode, misalnya sebulan atau setahun.

Setelah dihitung saldo akhir setiap jenisnya, kemudian sajikan sesuai format laporan laba rugi. Jadi deh sebuah laporan laba rugi. Mudah kan?

Oke dilanjut ya…

 

G. Langkah-langkah Membuat Laporan Laba Rugi

Perhatikan contoh berikut:

Pada tanggal 04 Januari 2018, Pak Budi mendirikan PT Manajemen Keuangan Network yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa Akuntansi Keuangan, kursus & training akuntansi, dan pajak dengan setoran modal awal sebesar Rp 80.000.000.

Aset dan kewajiban, serta pendapatan dan beban PT Manajemen Keuangan Network selama periode tahun 2018 adalah sebagai berikut:

  • Utang usaha = Rp 12.200.000
  • Piutang usaha = Rp 31.350.000
  • Kas = Rp 53.050.000
  • Pendapatan honor = Rp 263.200.000
  • Tanah = Rp 80.000.000
  • Beban lain-lain = Rp 12.950.000
  • Beban kantor = Rp 63.000.000
  • Bahan habis pakai = Rp 3.350.000
  • Beban gaji = Rp 131.700.000

Dari data-data tersebut, dapat dibuat laporan keuangan laba rugi sederhana untuk tahun berjalan yang berakhir pada 31 Desember 2018, sebagai berikut:

contoh Laporan laba rugi excel
keterangan: contoh Laporan laba rugi sederhana excel

 

04. Laporan Posisi Keuangan (Statements of Financial Position

Grafik Laporan
Pengertian Neraca – ilustrasi

A. Pengertian Laporan Keuangan Neraca menurut Para Ahli

Definisi neraca adalah suatu laporan mengenai posisi keuangan perusahaan pada suatu titik waktu tertentu.

Ada pengertian lain dari laporan keuangan neraca adalah:

Pengertian neraca keuangan

Neraca mencerminkan “foto” posisi keuangan suatu perusahaan pada waktu tertentu. Bila disajikan dalam bentuk T, maka sisi sebelah kiri laporan neraca menyajikan aset yang dimiliki perusahaan.

Sedangkan sisi sebelah kanan menyajikan kewajiban / utang dan ekuitas / modal perusahaan.

Sampai di sini jelas kan untuk yang menanyakan “Apa yang dimaksud dengan neraca dan laporan laba rugi?”

sekarang dilanjutkan lagi…

 

B. Format Laporan Posisi Keuangan / Neraca

Secara umum format neraca (balanced sheet) adalah sebagai berikut:

Format Laporan Keuangan Neraca
Ilustrasi: format neraca perusahaan

Dari ilustrasi format neraca di atas, ada 3 elemen yang menyusun sebuah neraca, yaitu:

  • Aset

    • Aset Lancar: kas dan setara kas, piutang usaha, persediaan
    • Aset Tetap: tanah, bangunan, Mesin
  • Kewajiban / Utang

    • Kewajiban Lancar / Utang jangka pendek: upah & pajak yang masih harus dibayar, utang usaha, wesel tagih
    • Kewajiban jangka panjang
  • Modal / Ekuitas

    • Saham biasa
    • Laba ditahan

Nah, sampai di sini ada yang tanya nih, ” Laba ditahan masuk dalam laporan apa?” jawabannya sudah jelas kan bahwa laba ditahan masuk dalam laporan keuangan neraca. Lebih khusus di bagian ekuitas/modal.

Klir ya. Oke sip.

 

C. Cara Membuat Laporan Neraca

Untuk bisa membuat laporan keuangan neraca yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK), kita harus mengerti dan memahami bentuk laporan neraca dan elemen-elemen yang menyusun laporan tersebut.

Kalau ada yang nanya “mengapa harus sesuai dengan standar yang berlaku?”

Iya, HARUS sesuai dengan standar akuntansi keuangan, karena laporan keuangan memang ada standarnya yang ditetapkan dan diakui oleh negara dan di dunia.

Kecuali anda akan membuat laporan keuangan untuk diri sendiri, ya monggo, format dan standarnya terserah anda sendiri, namun tidak diakui oleh pengguna lain seperti pajak atau investor:)

Kembali ke cara membuat laporan neraca, cara sederhananya adalah begini, catat semua transaksi yang sesuai dengan elemen-elemen yang menyusun neraca, yaitu ada 3 elemen.

Setelah itu sajikan sesuai dengan format laporan keuangan neraca, jadi deh…

Gampang kan? Ringkasnya seperti itu.

Agar semakin jelas, saya sajikan cara membuat laporan keuangan neraca berikut ini:

Untuk membuat laporan keuangan neraca ini, saya masih menggunakan data-data keuangan dari PT Manajemen Keuangan Network seperti pada contoh membuat Laporan Laba Rugi di atas.

Dan berikut ini bentuk laporan posisi keuangan / neraca per 31 Desember 2018:

Neraca
contoh neraca perusahaan

 

05. Laporan Perubahan Modal/Ekuitas

membuat laporan di laptop
laporan perubahan modal/Ekuitas – ilustrasi

Pembahasan makalah laporan perubahan modal (Statements of Changes in Equity – istilah Laporan Prtubahan Modal in English) antara lain:

  • Pengertian Laporan Perubahan Ekuitas / Modal
  • Format Laporan Perubahan Moda
  • Cara Membuat dan Laporan Perubahan Modal

 

A. Pengertian Laporan Perubahan Ekuitas / Modal menurut Para Ahli

Definisi laporan perubahan modal adalah laporan keuangan yang menyajikan perubahan dalam modal / ekuitas pemilik usaha untuk suatu periode tertentu.

Pengertian lain dari Laporan Perubahan Modal adalah:

laporan perubahan modal adalah

Laporan perubahan modal dibuat setelah laporan laba rugi, kenapa?

Karena bagian yang harus ada dalam laporan perubahan modal adalah jumlah laba atau rugi periode pelaporan.

Laporan Perubahan modal juga dibuat sebelum laporan keuangan neraca, kenapa? Karena jumlah modal pemilik pada akhir periode pelaporan harus dilaporkan di neraca.

Jadi, ada saling keterkaitan antara laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan neraca.

 

B. Format Laporan Perubahan Modal

Bagaimana format atau bentuk laporan perubahan modal?

Untuk memudahkan dalam memahami format laporan perubahan modal, perhatikan ilustrasi berikut ini:

rumus laporan perubahan modal
contoh format laporan perubahan modal

Dari ilustrasi tentang format dasar laporan perubahan modal di atas, kita dapat mengetahui bahwa komponen-komponen yang menyusun laporan perubahan modal antara lain:

  • Modal awal pemilik, bisa satu orang atau beberapa orang tergantung dari jenis entitas.
  • Tambahan investasi selama periode pelaporan
  • Laba bersih selama periode pelaporan
  • Penarikan
  • Kenaikan pada ekuitas pemilik

 

C. Cara Membuat Laporan Perubahan Modal

Dengan menggunakan data-data dari PT Manajemen Keuangan Network seperti pada contoh pembuatan Laporan Laba Rugi di atas, dengan tambahan data sebagai berikut:

  • Pak Budi melakukan investasi tambahan sebesar Rp 50.000.000 selama periode berjalan.
  • Pak Budi juga menarik uang sebesar Rp 30.000.000 untuk keperluan pribadi.

Maka sekarang kita buat laporan perubahan modal step-by-step sebagai berikut:

Cara sederhananya hampir sama seperti membuat laporan laba rugi dan neraca, yakni kita hitung saldo tiap elemen, kemudian sajikan sesusai format laporan.

Dan hasilnya…

Contoh soal jawaban laporan perubahan modal
contoh laporan perubahan modal

 

06. Laporan Arus Kas (Statements of Cash Flows)

materi laporan arus kas
Pengertian laporan arus kas – ilustrasi

Apa saja yang akan dibahas pada bagian ini? Berikut ini daftarnya:

  • Pengertian Laporan Arus Kas
  • Format Laporan Arus Kas
  • Cara Membuat Laporan Arus Kas

 

A. Pengertian Laporan Arus Kas menurut Para Ahli

Apa pengertian laporan arus kas?

Definisi menurut para ahli, Laporan Arus Kas adalah laporan yang menyajikan dampak aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan suatu perusahaan pada arus kas sepanjang periode akuntansi.

Ada juga pengertian yang disampaikan oleh ahli akuntansi lain, bahwa laporan arus kas adalah:

tujuan laporan arus kas

 

B. Format Laporan Arus Kas

Perhatikan format laporan arus kas berikut ini:

manfaat laporan arus kas
contoh format laporan arus kas

Laporan arus kas terdiri atas 3 bagian, seperti yang kita lihat pada format di atas, yaitu:

  • Aliran kas dari aktivitas operasi
  • Aliran kas dari aktivitas investasi
  • Aliran kas dari aktivitas pendanaan

Setiap aktivitas akan dijelaskan secara singkat berikut ini:

1. Aliran kas dari aktivitas operasi

Pada bagian ini berisi tentang ringkasan penerimaan dan pengeluaran kas dari aktivitas operasi perusahaan.

Arus kas bersih dari aktivitas operasi biasanya akan berbeda dari jumlah laba bersih dalam suatu periode.

Perbedaan ini terjadi karena pendapatan dan biaya belum dicatat pada saat yang sama dengan saat kas diterima dari pembeli atau dibayarkan ke kreditor.

2. Aliran kas dari aktivitas investasi

Pada bagian ini berisi tentang transaksi kas untuk pembelian dan penjualan dari aset yang sifatnya permanen (aset tetap), seperti tanah, gedung, pabrik, mesin.

Misalnya, PT Manajemen Keuangan Network membeli tanah senilai Rp 80.000.000 seperti pada contoh pembuatan laporan arus kas di bawah.

3. Aliran kas dari aktivitas pendanaan

Bagian ini melaporkan transaksi kas yang berhubungan dengan investasi kas oleh pemilik, peminjaman, dan penarikan kas oleh pemilik.

Perhatikan contoh laporan arus kas PT Manajemen Keuangan Network, dimana ada tambahan investasi dari Pak Budi selaku pemilik sebesar Rp 50.000.000.

Selain itu Pak Budi juga menarik uang untuk keperluan pribadi sebesar Rp 30.000.000.

 

C. Cara Membuat Laporan Arus Kas

Untuk membuat laporan arus kas, sebagai contoh masih menggunakan studi kas PT Manajemen Keuangan Network, seperti untuk membuat laporan laba rugi, neraca, dan laporan perubahan modal.

Untuk memudahkan dalam pembuatan dan menyiapkan laporan arus kas, maka kita membuat ringkasan arus kas untuk kas PT Manajemen Keuangan Network untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2018 sebagai berikut:

cara membuat laporan arus kas
Langkah membuat laporas arus kas: ringkasan arus kas

Saldo kas per 04 Januari 2018 adalah Rp 72.050.000

Dari data-data tersebut, maka kita dapat membuat laporan arus kas PT Manajemen Keuangan Network untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2018 sebagai berikut:

laporan arus kas perusahaan jasa
Contoh laporan arus kas perusahaan jasa

 

07. Contoh Laporan Keuangan Perusahaan

Perkantoran di waktu pagi
contoh laporan keuangan perusahaan dagang, jasa & manufaktur

Berikut ini saya sajikan:

  • Contoh Laporan Keuangan perusaahan, dagang,
  • Contoh Laporan Keuangan perusahaan jasa, dan
  • Contoh Laporan Keuangan perusahaan manufaktur

Contoh-contoh laporan keuangan ini lengkap, yakni terdiri dari:

  • laporan laba rugi,
  • laporan posisi keuangan,
  • laporan perubahan modal,
  • laporan arus kas, dan
  • catatan atas laporan keuangan dalam versi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Langsung saja diselami ya…

 

01. Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Laporan keuangan perusahaan dagang
Contoh Laporan keuangan perusahaan dagang

A. Perusahaan Dagang – PT Hero Supermarket Tbk:

1. Laporan Laba Rugi:

contoh laporan laba rugi perusahaan dagang
contoh laporan laba rugi perusahaan dagang – bagian 01

 

contoh laporan laba rugi perusahaan dagang
contoh laporan laba rugi perusahaan dagang – bagian 02

 

contoh laporan laba rugi perusahaan dagang
contoh laporan laba rugi perusahaan dagang – bagian 03

 

2. Neraca perusahaan dagang:

contoh neraca perusahaan dagang
contoh neraca perusahaan dagang – bagian 01

 

contoh neraca perusahaan dagang
contoh neraca perusahaan dagang – bagian 02

 

contoh neraca keuangan perusahaan dagang
contoh neraca perusahaan dagang – bagian 03

 

3. Laporan Perubahan Modal:

contoh laporan perubahan modal perusahaan dagang
contoh laporan perubahan modal perusahaan dagang

 

4. Laporan Arus Kas:

contoh laporan arus kas perusahaan dagang
contoh laporan arus kas perusahaan dagang – bagian 01

 

contoh laporan cash flow perusahaan dagang
contoh laporan arus kas perusahaan dagang – bagian 02

 

5. Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK):

Contoh Catatan atas laporan keuangan perusahaan dagang
Contoh Catatan atas laporan keuangan perusahaan dagang

 

02. Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

Proses Bongkar Muat Pelabuhan
Contoh Laporan keuangan perusahaan jasa

B. Perusahaan Jasa – PT Pelindo III

1. Laporan Laba Rugi:

contoh laporan laba rugi perusahaan jasa
contoh laporan laba rugi perusahaan jasa – bagian 01

 

contoh laporan aba rugi komprehensif perusahaan jasa
contoh laporan laba rugi perusahaan jasa – bagian 02

 

2. Neraca / Laporan Posisi Keuangan:

Contoh Neraca perusahaan jasa
Contoh neraca perusahaan jasa – bagian 01

 

Contoh neraca perusahaan jasa:
Contoh neraca perusahaan jasa – bagian 02

 

Lanjutan neraca…

contoh neraca perusahaan jasa
Contoh neraca perusahaan jasa – bagian 03

 

Contoh neraca perusahaan jasa
Contoh neraca perusahaan jasa – bagian 04

 

Contoh neraca perusahaan jasa
Contoh neraca perusahaan jasa – bagian 05

 

3. Laporan Perubahan Modal:

contoh laporan perubahan modal perusahaan jasa
contoh laporan perubahan ekuitas perusahaan jasa

 

4. Laporan Arus Kas:

contoh laporan arus kas perusahaan jasa
contoh laporan arus kas perusahaan jasa – bagian 01

 

Lanjutan…
contoh laporan cash flow perusahaan jasa
contoh laporan arus kas perusahaan jasa – bagian 02

 

Lanjutan…
contoh laporan arus kas perusahaan jasa
contoh laporan arus kas perusahaan jasa – bagian 03

 

5. Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK):

Contoh Catatan atas laporan keuangan perusahaan jasa
Contoh Catatan atas laporan keuangan perusahaan jasa

 

03. Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Laporan Keuangan perusahaan manufaktur
Contoh Laporan Keuangan perusahaan manufaktur

C. Perusahaan Manufaktur – PT Krakatau Steel

1. Contoh laporan laba rugi perusahaan manufaktur:

contoh laporan laba rugi perusahaan manufaktur
Contoh laporan laba rugi perusahaan manufaktur – bagian 01

 

Lanjutan…
contoh laporan keuangan laba rugi perusahaan manufaktur
Contoh laporan laba rugi perusahaan manufaktur – bagian 02

 

Lanjutan…
contoh laporan laba rugi komprehensif perusahaan manufaktur
Contoh laporan laba rugi perusahaan manufaktur – bagian 03

 

Lanjutan…
contoh laporan laba rugi komprehensif perusahaan manufaktur
Contoh laporan laba rugi perusahaan manufaktur – bagian 04

 

2. Contoh Laporan Posisi Keuangan / Neraca perusahaan manufaktur:

Contoh laporan keuangan perusahaan manufaktur - Neraca
Contoh laporan posisi keuangan – 01

 

Lanjutan…
Contoh Neraca perusahaan manufaktur
Contoh laporan posisi keuangan – 02

 

3. Contoh laporan perubahan modal perusahaan manufaktur:

contoh laporan perubahan modal perusahaan manufaktur
contoh laporan perubahan ekuitas perusahaan manufaktur

 

4. Contoh laporan arus kas perusahaan manufaktur:

contoh laporan arus kas perusahaan manufaktur
contoh laporan arus kas perusahaan manufaktur – bagian 01

 

Lanjutan…
contoh laporan aliran kas perusahaan manufaktur
contoh laporan arus kas perusahaan manufaktur – bagian 02

 

Lanjutan…
contoh laporan cash flow perusahaan manufaktur
contoh laporan arus kas perusahaan manufaktur – bagian 03

 

5. Contoh catatan atas laporan keuangan perusahaan manufaktur:

Contoh Catatan atas laporan keuangan perusahaan maufaktur
Contoh Catatan atas laporan keuangan perusahaan maufaktur

 

08. Analisis Laporan Keuangan

makalah analisis laporan keuangan
analisis laporan keuangan

Daftar materi yang akan dibahas dalam topik analisis laporan keuangan:

  • Pengertian analisa laporan keuangan
  • Rangkuman ukuran-ukuran analisis Laporan Keuangan:
    • Analisis Profitabilitas
    • Analisis Solvabilitas
    • Hubungan antara analisis solvabilitas dan profitabilitas
  • Contoh Analisis Laporan Keuangan Lengkap

 

A. Pengertian Analisis Laporan Keuangan

Laporan keuangan memberikan banyak informasi yang dapat dipakai oleh para pengguna dalam membuat keputusan ekonomi tentang perusahaan.

Untuk melakukan analisis lengkap atas laporan keuangan tersebut dengan menggabungkan ukuran analisis individual.

Prosedur analisis dapat digunakan untuk membandingkan pos-pos di laporan periode berjalan dengan di laporan periode sebelumnya.

Prosedur analisis juga digunakan secara luas untuk memeriksa hubungan di laporan keuangan.

Ukuran-ukuran analisis tersebut, bukanlah tujuan akhir, namun hanya memberikan arah dalam mengevaluasi data keuangan dan aktivitas perusahaan.

Ada faktor-faktor lain yang juga perlu dipertimbangkan, yaitu tren industri dan kondisi ekonomi secara umum.

Dalam menentukan tren, keterkaitan antar ukuran yang digunakan untuk menilai sebuah perusahaan, harus dipelajari secara seksama.

Indeks dari periode-periode sebelumnya yang dapat dibandingkan juga harus dipelajari.

Data dari perusahaan pesaing dapat berguna dalam menilai efisiensi kegiatan operasi untuk perusahaan yang dianalisis.

Akan tetapi, dalam membuat suatu perbandingan, pengaruh perbedaan dalam metode akuntansi yang digunakan oleh perusahaan juga harus dipertimbangkan.

 

B. Rangkuman Ukuran-ukuran Analisis Laporan Keuangan

Rasio Keuangan – ilustrasi

 

C. Analisis Profitabilitas

Pengertian analisis profitabilitas adalah analisis laporan keuangan untuk menilai kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba.

Analisis profitabilitas menitikberatkan terutama pada hubungan antara hasil kegiatan operasi seperti yang dilaporkan di laporan laba rugi dengan sumber daya yang tersedia bagi perusahaan, seperti yang dilaporkan dalam neraca.

Analisis utama yang digunakan dalam menilai profitabilitas antara lain mencakup:

#1: Rasio penjualan bersih terhadap aset

Kegunaan rasio ini adalah untuk menilai efektivitas dalam penggunaan aset. Metode perhitungannya adalah:

Penjualan Bersih : Rata-rata total aset (tidak termasuk investasi jangka panjang)

#2: Tingkat pengembalian terhadap total aset

Rasio ini digunakan untuk menilai profitabilitas aset, metode perhitungan yang digunakan adalah:

(Laba Bersih + Beban Bunga) : Rata-rata Total Aset

#3: Tingkat pengembalian terhadap ekuitas pemegang saham

Manfaat rasio ini digunakan untuk menilai profitabilitas dari investasi yang dilakukan oleh pemegang saham.

Cara melakukan perhitungan adalah sebagai berikut:

Laba Bersih : Rata-rata Total Ekuitas Pemegang Saham

#4: Tingkat pengembalian terhadap ekuitas pemegang saham biasa

Analisis ini untuk menilai profitabilitas investasi yang dilakukan oleh pemegang saham biasa.

Metode perhitungan yang digunakan adalah:

(Laba Bersih – Dividen Saham Preferen) : Rata-rata Ekuitas Pemegang Saham Biasa

#5: Laba per saham biasa

Fungsi analisis ini sama dengan analisis no. 4, sedangkan cara menghitung analisis laba per saham biasa adalah:

(Laba Bersih – Dividen Saham Preferen) : Jumlah Saham Biasa yang Beredar

#6: Rasio harga terhadap laba

Rasio ini digunakan untuk menunjukkan prospek laba di masa mendatang, berdasarkan hubungan antara harga pasar saham biasa dan laba.

Rumus yang digunakan untuk menghitung rasio ini adalah:

Harga Pasar per Lembar Saham Biasa : Laba per Saham Biasa

#7: Dividen per saham biasa

Analisis ini berfungsi untuk menunjukkan sejauh mana laba dibagikan kepada pemegang saham biasa.

Perhitungan yang digunakan adalah:

Dividen : Jumlah Lembar Saham Biasa yang Beredar

#8: Hasil dividen

Analisis hasil dividen digunakan untuk menunjukkan tingkat pengembalian kepada pemegang saham biasa dalam bentuk dividen.

Cara perhitungan yang digunakan untuk analisis ini adalah:

Dividen per Saham Biasa : Harga Pasar per Lembar Saham Biasa

D. Analisis Solvabilitas

rasio solvabilitas adalah
analisis solvabilitas – ilustrasi

Pengertian analisis solvabilitas adalah analisis laporan keuangan untuk menilai kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban yang telah jatuh tempo.

Analisis solvabilitas menitikberatkan pada kemampuan perusahaan untuk membayar atau memenuhi kewajiban lancar dan jangka panjangnya.

Kemampuan tersebut biasanya dapat dinilai dengan memeriksa hubungan dalam laporan keuangan neraca menggunakan analisis utama berikut:

#1: Modal Kerja

Analisis ini digunakan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi yang jatuh tempo saat ini. Metode perhitungan analisis adalah:

Aset Lancar – Kewajiban Lancar

#2: Rasio Lancar

Fungsi rasio lancar sama dengan analisis modal kerja, yaitu digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam membayar utang yang sudah jatuh tempo sekarang.

Rumus untung menghitung rasio lancar adalah:

Aset Lancar : Kewajiban Lancar

#3: Rasio Cepat

Analisis yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar utang seketika.

Perhitungan yang digunakan dalam rasio cepat adalah:

Aset Cair : Kewajiban Lancar

#4: Perputaran Piutang

Analisis untuk menilai efisiensi dalam menagih piutang dan dalam manajemen kredit.

Metode perhitungan yang digunakan adalah:

Penjualan Bersih : Rata-rata Piutang

#5: Jumlah Hari Penjualan dalam Piutang

Kegunaan dari analisis ini sama dengan analisis perputaran piutang (no. 4), yakni mengukur efektivitas dalam penagihan dan pengelolaan kredit, yaitu dengan menghitung jumlah harinya.

Metode perhitungan yang digunakan adalah:

Rata-rata Piutang : Rata-rata Penjualan Harian

#6: Perputaran Persediaan

Kegunaan analisis perputaran persediaan adalah untuk menilai efisiensi dalam manajemen persediaan.

Metode perhitungan yang digunakan adalah sebagai berikut:

Harga Pokok Penjualan (HPP) : Rata-rata Persediaan

#7: Jumlah hari penjualan dalam persediaan

Fungsi analisis jumlah hari penjualan dalam persediaan sama dengan kegunaan analisis perputaran persediaan (no. 6) yaitu berkaitan dengan efisiensi manajemen persediaan, dengan diukur berdasarkan jumlah harinya.

Metode perhitungan yang digunakan untuk analisis ini adalah:

Rata-rata Persediaan : Rata-rata Harga Pokok Penjualan Harian

#8: Rasio aset tetap terhadap kewajiban jangka panjang

Analisis rasio aset tetap terhadap kewajiban jangka panjang adalah untuk menunjukkan margin keamanan bagi kreditor jangka panjang.

Rumus yang digunakan untuk menghitung analisis ini adalah:

Aset Tetap (Bersih) : Kewajiban Jangka Panjang

#9: Rasio kewajiban terhadap ekuitas pemegang saham

Rasio kewajiban terhadap ekuitas pemegang saham digunakan untuk menunjukkan margin keamanan bagi kreditor.

Metode perhitungan yang digunakan adalah:

Total Kewajiban : Total Ekuitas Pemegang Saham

#10: Berapa kali beban bunga diperoleh

Analisis ini berfungsi untuk menilai risiko bagi kreditor dalam hal jumlah beban bunga yang dihasilkan.

Rumus analisa laporan keuangan ini adalah:

(Laba Sebelum Pajak Penghasilan + Beban Bunga) : Beban Bunga

E. Hubungan antara analisis solvabilitas dan profitabilitas

rumus analisa lap. keuangan
rumus analisa laporan keuangan – ilustrasi

Faktor-faktor dalam solvabilitas dan profitabilitas saling berhubungan.

Sebuah perusahaan yang gagal membayar utangnya secara teratur dapat mengalami kesulitan dalam memperoleh kredit.

Kekurangan dana yang tersedia dapat menyebabkan penurunan dalam profitabilitas perusahaan, bahkan perusahaan bisa pailit.

Demikian juga, sebuah perusahaan yang kurang mampu menghasilkan laba dibandingkan pesaingnya, kemungkinan akan mendapatkan kesulitan dalam memperoleh kredit atau modal baru dari pemegang saham.

 

F. Contoh Analisis Laporan Keuangan Perusahaan

proses analisis
contoh analisis laporan keuangan – ilustrasi

Sebelumnya, kita telah membahas panjang lebar mengenai analisis laporan keuangan, baik menggunakan analisis solvabilitas dan profitabilitas beserta rasio-rasio keuangan yang digunakan sebagai alat analisis.

Nah sekarang kita terapkan untuk melakukan analisis lap. keuangan.

Perhatikan contoh soal dan jawaban Analisis Laporan Keuangan:

Contoh soal:

Berikut adalah laporan keuangan komparatif PT Manajemen Keuangan Network untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dan 2017.

Harga pasar saham biasa PT Manajemen Keuangan Network adalah sebesar Rp 30.000 pada tanggal 31 Desember 2017, dan Rp 25.000 pada tanggal 31 Desember 2018.

Laporan Laba Rugi Komparatif:

contoh soal laporan laba rugi komparatif
contoh soal laporan laba rugi komparatif

 

Laporan Laba Ditahan Komparatif:

bentuk laporan laba ditahan
Contoh Laporan Laba Ditahan Komparatif

 

Neraca Komparatif:

Format neraca komparatif Excel
Contoh Neraca komparatif – bagian 01

 

lanjutan…
neraca keuangan komparatif
Contoh Neraca komparatif – bagian 02

 

Hitunglah angka-angka berikut untuk tahun 2018:

  1. Modal Kerja
  2. Rasio Lancar
  3. Rasio Cepat
  4. Perputaran piutang usaha
  5. Jumlah hari penjualan dalam piutang
  6. Perputaran persediaan
  7. Jumlah hari penjualan dalam persediaan
  8. Rasio aset tetap terhadap kewajiban jangka panjang
  9. Rasio kewajiban terhadap ekuitas pemegang saham
  10. Berapa kali beban bunga diperoleh
  11. Berapa kali dividen untuk saham preferen diperoleh
  12. Rasio penjualan bersih terhadap aset
  13. Tingkat pengembalian terhadap total aset
  14. Tingkat pengembalian terhadap ekuitas pemegang saham
  15. Tingkat pengembalian terhadap ekuitas pemegang saham biasa
  16. Laba per saham biasa
  17. Rasio harga terhadap laba
  18. Dividen per saham biasa
  19. Hasil dividen

 

Jawaban soal Laporan Keuangan:

1: Modal Kerja:

= Rp 1.500.000.000 – Rp 750.000.000
= Rp 750.000.000

2: Rasio Lancar:

= Rp 1.500.000.000 : Rp 750.000.000
= 2,0

3: Rasio Cepat:

= Rp 750.000.000 : Rp 750.000.000
= 1,0

4: Perputaran piutang usaha:

= Rp 5.000.000.000 : [(Rp 425.000.000 + Rp 325.000.000) : 2]
= 13,3

5: Jumlah hari penjualan dalam piutang:

= Rp 5.000.000.000 : 365 = Rp 13.699.000
= Rp 375.000.000 : Rp 13.699.000
= 27,4 hari

6: Perputaran persediaan:

= Rp 3.400.000.000 : [(Rp 720.000.000 + Rp 480.000.000) : 2]
= 5,7

7: Jumlah hari penjualan dalam persediaan:

= Rp 3.400.000.000 : 365 = Rp 9.315.000
= Rp 600.000.000 : Rp 9.315.000
= 64,4 hari

8: Rasio aset tetap terhadap kewajiban jangka panjang:

= Rp 2.093.000.000 : Rp 1.210.000.000
= 1,7

9: Rasio kewajiban terhadap ekuitas pemegang saham:

= Rp 1.960.000.000 : Rp 1.883.000.000
= 1,0

10: Berapa kali beban bunga diperoleh:

= (Rp 545.000.000 + Rp 105.000.000) : Rp 105.000.000
= 6,2

11: Berapa kali dividen untuk saham preferen diperoleh:

= Rp 245.000.000 : Rp 40.000.000
= 6,1

12: Rasio penjualan bersih terhadap aset:

= Rp 5.000.000.000 : [(Rp 3.593.000.000+Rp 2.948.000.000):2]
= 1,5

13: Tingkat pengembalian terhadap total aset:

= (Rp 245.000.000+Rp 105.000.000):[(Rp 3.843.000.000+Rp 3.173.000.000):2]
= 10,0%

14: Tingkat pengembalian terhadap ekuitas pemegang saham:

= Rp 245.000.000:[(Rp 1.883.000.000+Rp 1.723.000.000):2]
= 13,6%

15: Tingkat pengembalian terhadap ekuitas pemegang saham biasa:

= (Rp 245.000.000 – Rp 40.000.000):[(Rp 1.383.000.000+Rp 1.223.000.000):2]
= 15,7%

16: Laba per saham biasa:

= (Rp 245.000.000 – Rp 40.000.000): Rp 50.000
= Rp 4.100

17: Rasio harga terhadap laba:

= Rp 25.000 : Rp 4.100
= 6,1

18: Dividen per saham biasa:

= Rp 45.000.000 : 50.000
= Rp 900

19: Hasil dividen:

= Rp 90.000 : Rp 25.000
= 3,6%

Demikian contoh penerapan analisis laporan keuangan. Jenis industri, struktur modal dan keragaman kegiatan operasi perusahaan biasanya memengaruhi ukuran yang digunakan.

Sebagai contoh, analisis untuk maskapai penerbangan, seperti Air Asia dan Garuda Indonesia dapat mencakup pendapatan per mil penumpang dan biaya per kursi yang tersedia sebagai ukuran.

Demikian juga analisis untuk hotel dapat menitikberatkan pada tingkat hunian.

 

09: Perekayasaan Pelaporan Keuangan

perekayasaan pelaporan keuangan menurut para ahli

A: Pengertian Perekayasaan Pelaporan Keuangan Menurut Para Ahli

Perekayasaan di sini diartikan dalam konotasi positif bukan dalam arti manipulasi.

Perekayasaan adalah padan kata (sinonim) engineering.

Sebagai proses penalaran, istilah ini penggunaannya tidak lagi terbatas pada bidang teknik dan permesinan.

Tapi mencakup pula bidang sosial, ekonomi, bahasa ataupun kedokteran.

Melekat dalam setiap teknologi adalah masalah penentuan cara yang terbaik untuk mengerjakan atau mencapai sesuatu.

Proses untuk menentukan cara yang terbaik untuk mendapatkan produk (hasil) terbaik dalam penerapan suatu teknologi itulah yang disebut perekayasaan (engineering).

Jadi, apa yang dimaksud perekayasaan?

Perekayasaan adalah proses terencana dan sistematis yang melibatkan pemikiran, penalaran, dan pertimbangan untuk memilih dan menentukan teori, pengetahuan yang tersedia, konsep, metode, teknik, serta pendekatan untuk menghasilkan suatu produk (konkret atau konseptual).

Perekayasaan pelaporan keuangan dalam teori akuntansi mengikuti proses yang sama, baik pada tingkat makro (nasional) maupun pada tingkat mikro (perusahaan).

Lalu apa yang dimaksud Perekayasaan Pelaporan Keuangan?

Pengertian Perekayasaan Pelaporan Keuangan adalah proses pemikiran logis, deduktif dan obyektif untuk memilih dan mengaplikasikan ideologi, teori, konsep dasar, teknik, prosedur.

Dan teknologi yang tersedia secara teoritis dan praktis untuk mencapai tujuan negara melalui tujuan pelaporan keuangan dengan mempertimbangkan faktor sosial, ekonomi, politik dan budaya negara.

Hasil perekayasaan dituangkan dalam suatu dokumen resmi yang disebut rerangka konseptual yang fungsinya dapat dianalogi dengan konstitusi.

***

Akuntansi dapat menjadi wahana dan mempunyai peran yang nyata dalam alokasi sumber daya ekonomi (alam, manusia, dan keuangan).

Bila informasi yang dihasilkan sengaja dirancang agar dapat mempengaruhi perilaku pada pengambil keputusan untuk menuju ke keefektifan dan efisiensi alokasi sumber daya.

Peran seperti ini dapat terjadi mengingat karakteristik akuntansi adalah sebagai teknologi.

Teknologi yang diterapkan harus dipilih dan dirancang dengan baik dan tidak selayaknyalah jika akuntansi dibiarkan berkembang secara alamiah atau bahkan liar tanpa haluan yang jelas.

Oleh karena itu, pelaporan keuangan harus direkayasa secara seksama untuk pengendalian  alokasi sumber daya melalui mekanisme ekonomi yang berlaku.

Dalam pelaporan keuangan, pengendalian secara otomatis dapat dicapai dengan ditetapkannya suatu pedoman pelaporan keuangan yaitu prinsip akuntansi berterima umum (PABU).

Termasuk di dalamnya adalah standar akuntansi.

PABU akhirnya menentukan bentuk, isi, dan susunan Laporan Keuangan sebagai suatu medium utama atau ciri sentral pelaporan keuangan.

Bila pengertian akuntansi , teori akuntansi, rerangka konseptual, dan prinsip akuntansi berterima umum dirangkum dalam suatu diagram, maka akan diperoleh struktur akuntansi.

Struktur akuntansi adalah menggambarkan mekanisme pelaporan keuangan dengan menghubungkan perekayasaan dan praktek akuntansi.

Struktur ini bermanfaat untuk mengenali bidang studi, bidang profesi dan fungsi auditor bila perekayasaan telah diterapkan dalam suatu lingkungan.

 

B: Proses Perekayasaan Pelaporan Keuangan

Pelaporan keuangan adalah struktur dan proses akuntansi yang menggambarkan bagaimana informasi keuangan disediakan dan dilaporkan untuk mencapai tujuan ekonomi dan sosial.

Struktur akuntansi melukiskan unsur-unsur (pihak-pihak dan sarana-sarana) yang terlibat dalam dan terpengaruh oleh penentuan/penyediaan informasi keuangan dan saling hubungan antara unsur-unsur tersebut.

Pihak yang terlibat (berkepentingan) meliputi pelaku dan institusi, misalnya:

  • penyusun standar profesi,
  • pemerintah,
  • badan pembina pasar modal,
  • perusahaan sebagai entitas,
  • analis,
  • manajer,
  • akuntan publik, dan
  • pemakai laporan.

Sarana-sarana yang membentuk struktur akuntansi meliputi misalnya:

  • peraturan pemerintah,
  • standar akuntansi,
  • laporan keuangan, dan
  • konvensi pelaporan.

Pengertian proses akuntansi dalam pelaporan keuangan adalah mekanisme tentang bagaimana pihak-pihak dan sarana-sarana pelaporan bekerja dan saling berinteraksi.

Sehingga dihasilkan informasi keuangan yang diwujudkan dalam bentuk laporan/statemen keuangan termasuk mekanisme untuk menentukan kewajaran lapraon keuangan.

Perekayasaan akuntansi adalah proses pemikiran logis dan objektif untuk membangun sutu struktur.

Dan mekanisme pelaporan keuangan dalam suatu negara untuk menunjang tercapainya tujuan negara.

Perekayasaan akuntansi berkepentingan dengan pertimbangan untuk memilih.

Dan mengaplikasikan teori, konsep dan teknologi yang tersedia secara teoritis dan praktis untuk mencapai tujuan ekonomi dan sosial.

Proses perekayasaan akuntansi dapat diilustrasikan dalam gambar berikut ini:

Proses Perekayasaan Pelaporan Keuangan
Gambar: Proses Perekayasaan Pelaporan Keuangan

Perekayasaan pelaporan keuangan menurut para ahli, seperti Hendriksen menguraikan aspek-aspek yang harus dipertimbangkan dalam proses perekayasaan pelaporan keuangan untuk menghasilkan kerangka teoritis akuntansi, adalah:

Aspek #1:

Pernyataan postulat yang menggambarkan karakteristik unit-unit usaha (entitas pelapor) dan lingkungannya.

Aspek #2:

Pernyataan tentang tujuan pelaporan keuangan yang diturunkan dari pernyataan postulat.

Aspek #3:

Evaluasi tentang kebutuhan informasi oleh pihak yang dituju (pemakai) dan kemampuan pemakai untuk memahami, meng-intepretasi, dan menganalisa informasi yang disajikan.

Aspek #4:

Penentuan atau pemilihan tentang apa yang harus dilaporkan.

Apek #5:

Evaluasi tentang pengukuran dan proses penyajian untuk mengkomunikasikan informasi tentang perusahaan dan lingkungannya.

Aspek #6:

Penentuan dan evaluasi terhadap kendala-kendala pengukuran dan deskripsi unit usaha beserta lingkungannya.

Aspek #7:

Pengembangan dan penyusunan pernyataan umum yang dituangkan dalam bentuk suatu dokumen resmi yang menjadi pedoman umum dalam pernyataan standar akuntansi,

Aspek #8:

Perancangbangunan struktur dan format sistem informasi akuntansi.

Yaitu prosedur, metode, dan teknik untuk menciptakan, menangkap, mengolah, meringkas, dan menyajikan informasi sesuai dengan standar atau prinsip akuntansi berterima umum (PABU).

 

C: Pelaku Perekayasaan Pelaporan Keuangan

penyajian dan analisa laporan

Prose perekayasaan pelaporan keuangan bukan suatu upaya perseorangan, tapi merupakan upaya tim yang melibatkan berbagai disiplin intelektual dan kekuatan.

Hal tersebut perlu diperhatikan karena proses perekayasaan pelaporan keuangan tersebut adalah suatu proses yang serius, yang hasilnya akan berdampak luas dan jangka panjang.

Jadi, perekayasaan akuntansi harus merupakan tim multi-disipliner agar hasilnya dapat diandalkan sebagai wahana untuk menjamin tercapainya tujuan sosial dan ekonomi.

Sebagai alternatif, penyediaan informasitidak dikendalikan oleh pemerintah langsung, tapi diserahkan kepada profesi dan pelaku bisnis.

Alternatif ini berasumsi bahwa profesi dan pelaku bisnis adalah pihak yang paling tahu akan kebutuhan pemakai informasi keuangan.

Asumsi lain adalah pihak pemakai atau calon pemakai adalah pihak yang benar-benar tahu akan kebutuhan informasinya.

Juga diasumsikan juga bahwa tidak terjadi apa yang disebut dengan asimetri informasi antara pihak penyedia (manajer) dan pihak yang dituju, seperti:

  • investor
  • pemilik, dan
  • calon investor

Masing-masing pendekatan (regulated accounting) mempunyai keunggulan dan kelemahan.

 

D: Aspek Semantik/ Simbol dalam Perekayasaan Pelaporan Keuangan

rekayasa pembangunan gedung

Persoalan yang harus dijawab oleh perekayasa pelaporan keuangan adalah:

“bagaimana suatu kegiatan fisis perusahaan yang kompleks disimbolkan dalam bentuk Laporan Keuangan?”

Sehingga pihak yang dituju dapat membayangkan operasi perusahaan dari keuangan tanpa harus menyaksikan secara fisis operasi perusahaan.

Proses  semantik adalah memilih dan menyimbolkan objek-objek fisik aktivitas perusahaan yang relevan menjadi objek-objek/ elemen-elemen Laporan Keuangan, yaitu:

  • aset
  • kewajiban
  • ekuitas
  • pendapatan
  • biaya
  • laba
  • rugi
  • investasi pemilik
  • distribusi ke pemilik
  • laba komprehensif

 

Bila ditambah dengan elemen aliran kas:

  • operasi
  • investasi, dan
  • pendanaan

Penyimbolan akan menghasilkan tiga belas elemen.

Penentuan elemen-elemen ini didasarkan pada gagasan bahwa yang dituju oleh informasi adalah investor dan kreditor dalam suatu lingkungan sistem ekonomi tertentu.

Elemen-elemen tersebut belum bermakna dan menjadi informasi sebelum diukur dengan cara tertentu agar besar-kecilnya (magnitude) elemen dapat dirasakan manfaat dan pengaruhnya.

Agar dapat diolah dan disajikan dalam bentuk informasi keuangan, objek-objek fisik harus dikuantifikasi ke dalam satuan yang homogenus.

Sehingga satuan tersebut dapat menggambarkan besarnya (size) dan hubungan (relationship) antar objek.

Dari segi akuntansi, aliran fisik perusahaan akhirnya direpresentasi dalam bentuk satuan uang hasil pengukuran elemen yang menjadi bahan olah dan data dasar akuntansi.

Jumlah rupiah sebagai hasil pengukuran ini disebut dengan cost.

Sebagai bahan olah akuntansi, data cost harus ditangkap dalam suatu sistem informasi akuntansi agar dapat diolah dan disajikan dalam bentuk statemen keuangan.

Untuk memenuhi kebutuhan pertanggungjelasan/ akuntabilitas (eksternal) atau dalam bentuk laporan manajerial untuk memenuhi kebutuhan informasi internal.

Bila laporan keuangan disusun dengan cara melekati elemen-elemen statemen keuangan dengan cost yang tercatat dalam sistem, maka akan dihasilkan statemen keuangan berbasis cost.

Dengan kata lain, elemen-elemen diukur dengan angka cost.

Prinsip penilaian (valuation) seperti ini disebut dengan prinsip biaya historis (historical cost principle)

 

E: Tahap-tahap Perekayasaan Pelaporan Keuangan

proses engineering gedung bertingkat

Untuk mencapai kualitas yang tinggi dan andal. Proses perekayasaan pelaporan keuangan harus dilakukan melalui tahap-tahap dan prosedur yang seksama serta teliti.

Hal ini diperlukan mengingat dokumen yang dihasilkan akan mempunyai status sebagai pernyataan resmi atau statemen yang mempunyai otorisasi tinggi.

Prosedur ini berlaku dalam penyusunan baik kerangka konseptual maupun standar akuntansi yang berstatus laporan.

Berikut ini adalah tahap-tahap proses yang dilakukan FASB dalam menyusun pernyataan resmi:

  1. Mengevaluasi masalah (preliminary evaluation).
  2. Mengadakan riset dan analisis.
  3. Menyusun dan mendistribusi memorandum diskusi kepada setiap pihak yang berkepentinga.
  4. Mengadakan dengar pendapat umum untuk membahas masalah yang diungkapkan dalam memorandum diskusi.
  5. Menganalisis dan mempertimbangkan tanggapan publik atas memorandum diskusi.
  6. Menerbitkan draf awal standar yang diusulkan yang dikenal dengan nama Exposure Draft (ED).
  7. Menganalisis dan mempertimbangkan tanggapan tertulis terhadap ED.
  8. Memutuskan apakah jadi menerbitkan suatu statemen atau tidak.
  9. Menerbitkan statemen yang bersangkutan.

Prosedur di atas mengisyaratkan bahwa suatu statemen memerlukan waktu yang cukup lama untuk dapat disahkan dan diterbitkan.

Penerbitan selain dalam bentuk statemen, juga harus mengikuti prosedur seksama tapi tidak seketat statemen.

Karena bentuk penerbitan yang lain tersebut umumnya hanya bersifat memodifikasi,mengklarifikasi.

Atau memperluas arti tetapi tidak dapat mengganti atau meniadakan suatu statemen.

Suatu statemen (sebagian atau seluruhnya) hanya dapat diganti atau diubah dengan penerbitan statemen baru.

***

Proses yang kira-kira sama juga diterapkan oleh IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) dalam menerbitkan suatu pernyataan (statemen).

Sesuai dengan anggaran rumah tangga IAI penerbitan standar oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan.

Atau standar profesional oleh Dewan Standar Profesional Akuntan Publik harus mengikuti prosedur sebagai berikut:

Prosedur #1:

Sebelum suatu standar diputuskan untuk diberlakukan, konsep usulan (exposure draft) materi yang akan dijadikan standar tersebut harus disebarluaskan secara umum.

Termasuk kepada cabang-cabang dan anggota untuk dimintakan tanggapan.

Prosedur #2:

Dengan mempertimbangkan tanggapan yang diterima dari masyarakat.

Komite dalam rapatnya dapat mengambil keputusan untuk mengusulkan kepada Pengurus Pusat agar memberlakukan/ mengesahkan standar tersebut.

Prosedur #3:

Berdasarkan usulan ini, pengurus pusat memutuskan untuk memberlakukan atau mengesahkannya.

***

Dewan Standar Akuntansi Keuangan dan Dewan Standar Profesional Akuntan Publik berwenang untuk menentukan materi-materi yang akan dibahas.

Dan diusulkan untuk menjadi standar yang akan diberlakukan di Indonesia.

Namun usulan standar tersebut harus mendapat pengesahan dari Pengurus Pusat untuk dapat diberlakukan dan diterbitkan sebagai pedoman yang mengikat anggota.

Dalam prosedur di atas, tanggapan dari masyarakat dapat diperoleh secara tertulis atau melalui dengar pendapat umum (public hearing).

Dengan pendapat umum ini, nara sumber dan ahli (termasuk akademisi) yang tidak terlibat langsung dapat memberi kontribusi pemikiran dalam penyusunan standar.

Dewan Standar Akuntansi Keuangan dapat pula menentukan prosedur-prosedur tertentu yang dipandang perlu dalam rangka penyusunan pernyataan standar dengan persetujuan Pengurus Pusat.

 

10. Kesimpulan

Demikian pembahasan tentang laporan keuangan, mulai dari pengertian, jenis, cara membuat laporan laba rugi, neraca, laporan perubahan modal, laporan arus kas.

Beserta contoh laporan keuangan sederhana dan perusahaan Tbk dengan jenis usaha dagang,, perusahaan jasa Tbk, perusahaan manufaktur yang sudah go publik.

Dan ditutup analis llaporan keuangan dengan alat analisis rasio-rasio keuangan. Tentu dilengkapi dengan contoh penerapan analisis tersebut.

Saya rasa pembahasan ini sudah lengkap, dan bila ada yang belum dibahas dalam artikel ini, atau ada masukkan silahkan sampaikan saja di forum komentar setelah artikel ini.

Bagaimana bila menggunakan software akuntansi untuk membuat lap. keuangan?

Bagus juga bila menggunakan software akuntansi dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya, seperti:

Sistem terintegrasi, simple dan mudah digunakan serta kelebihan lainnya.

Saran saya, Anda tetap harus memahami materi laporan keuangan, karena software akuntansi itu kan alat bantu yang hasil akhirnya tergantung pada skill pengguna dan alat bantunya.

Dan jika Anda ingin membenahi sistem akuntansi dan keuangan bisnis Anda, silahkan langsung ke Accounting Tools & SOP

Melengkapi materi ini, Ada video pendek yang cukup simple tentang materi ini, silahkan ditonton jika ada waktu….

Semoga bermanfaat dan terima kasih.

***

manajemen keuangan dan SOP