Inilah 3 Cara Mudah Membuat dan Menyajikan Laporan Laba Ditahan (Retained Earning)

Dividen

Perincian semacam itu, sebenarnya tidak perlu dan tidak mempunyai manfaat informasional karena Laporan Arus Kas telah mengandung informasi tersebut.

Jadi, penyertaan statemen laporan aliran kas lebih memenuhi tujuan pelaporan daripada perincian resmi dalam laba ditahan dengan sebutan misalnya “cadangan ekspansi”.

Ada kalanya, dalam rangka kebijakan dividen, perusahaan yang mempunyai rencana membagi dividen menyisihkan laba ditahan menjadi: “cadangan pembagian dividen” sebelum mengumumkan pembagian dividen. Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa dividen dari laba ditahan tersebut harus dibayar dengan kas.

Tujuan Penyisihan

Penyisihan tersebut sebenarnya tidak menjamin bahwa kas tersedia untuk keperluan tersebut. Contoh yang sangat populer adalah banyaknya perseroan USA yang mampu membayar dividen selama periode depresi pada awal-awal tahun tigapuluhan, karena adanya akumulasi laba selama periode ledakan (boom) aktivitas ekonomi pada tahun-tahun duapuluhan.

Jadi, sebenarnya tidak benar untuk beranggapan bahwa dividen yang dibayar pada periode berjalan adalah berasal dari laba yang diperoleh pada periode tersebut.

jenis laporan laba ditahan

2: Laba Ditahan Menurut Para Ahli

Laba Ditahan Menurut Para Ahli – Paton dan Littleton

Beberapa ahli seperti Paton dan Littleton menegaskan bahwa penyisihan laba ditahan sebenarnya kurang bermakna.

Selanjutnya disampaikan bahwa penyisihan hanya akan bermakna bila di sisi aset disisihkan benar-benar sejumlah rupiah untuk tujuan penyisihan tersebut. Misalnya, disisihkannya laba ditahan untuk jaminan sosial mungkin akan bermanfaat jika sejumlah kas disisihkan untuk keperluan tersebut.

Akan tetapi, penyisihan kas itu sendiri sebenarnya sudah cukup untuk menunjukkan bahwa aset tidak dapat digunakan untuk keperluan selain yang telah ditetapkan, sehingga laba ditahan tidak perlu disisihkan. Penyisihan laba ditahan akan berlebihan secara informasional.

Cadangan Khusus

Penyisihan laba ditahan sebagai cadangan khusus akan cenderung memberi gambaran yang menyesatkan kepada para pembaca laporan keuangan.

Istilah “cadangan” memberi kesan sebagai dana kas atau semacamnya yang disisihkan, dihimpun untuk tujuan khusus.

Pada kenyataannya, biasanya tidak ada dana (kas dan aset lainnya) yang benar-benar dipisahkan yang jumlahnya sama dengan jumlah “cadangan” laba ditahan yang dibentuk bahkan kadang-kadang tidak pernah, atau akan terjadi investasi atau pengeluaran dana seperti yang disebut dengan nama cadangan laba ditahan. Jadi, pencadangan semacam itu akan percuma saja.

laba ditahan di laporan keuangan

Paton dan Littleton berargumen bahwa tidak diperlukannya perincian laba ditahan.

Menurut mereka laba ditahan pada dasarnya tidak lebih daripada sebagai bagian hak pemegang saham atas dana yang tertanam dalam seluruh aset sebagai kesatuan.

Jumlah rupiah laba ditahan tidak dapat diidentifikasi atas dasar ke jenis aset apa jumlah rupiah tersebut terikat. Seperti juga modal setoran, laba ditahan terikat dalam aset sebagai satu kesatuan.

Ini berarti bahwa setiap bentuk klasifikasi laba ditahan atas dasar untuk apa jumlah rupiah laba ditahan digunakan dalam perusahaan adalah bersifat hipotesis belaka dan sama sekali tidak bermakna. Bentuk lain penyisihan adalah untuk tujuan penyerapan kemungkinan rugi atau ketidakpastian lainnya.

Proses Penyisihan

Penyisihan ini juga tidak bermakna karena pada dasarnya total jumlah rupiah laba ditahan dapat dipandang sebagai penyangga atau cadangan umum (general purpose buffer). Kalau memang terdapat suatu tuntutan ganti rugi atau klaim yang suatu saat memang harus dipenuhi maka jumlah rupiahnya (bila perlu ditaksir) harus ditunjukkan sebagai kewajiban.

Kalau ketidakpastian tersebut tidak lebih dari sekadar kemungkinan dan khususnya apabila jumlah rupiah kerugiannya tidak dapat ditentukan maka suatu catatan kaki akan cenderung lebih informatif daripada penyisihan laba ditahan.

Proses penyisihan laba ditahan hendaknya tidak dikacaukan dengan proses akuntansi untuk pengukuran laba. Dengan demikian masalah cadangan laba ditahan harus dibedakan secara tegas dengan masalah teoritis yang berkaitan dengan akun-akun “cadangan” utang. Contoh akun atau rekening itu antara lain :

  1. Diskon utang obligasi,
  2. Cadangan aset,
  3. Cadangan kerugian piutang
  4. Akun-akun cadangan lainnya sebagai kontra akun aset atau kewajiban.
Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.