Pengertian Laporan LABA RUGI, Fungsi, Elemen, Contoh, dan Cara Mudah Membuatnya

Laporan Laba Rugi adalah laporan yang menunjukkan performa / kinerja keuangan perusahaan dalam periode tertentu. Manfaat dan fungsi Laporan Laba Rugi adalah sebagai alat untuk memonitor kemajuan dan kemunduran keuangan perusahaan. Laporan ini merupakan salah satu dari empat jenis Laporan Keuangan. Fungsi Laporan ini mirip seperti dashboard di kendaraan Anda.

Sangat membantu kan?

Manfaat Laporan Laba Rugi lainnya adalah sebagai penghubung antara dua neraca dalam periode yang berurutan.

Dan berikut ini daftar materi yang akan dibahas:

  1. Pengertian Income Statement
  2. Format Income Statement
  3. Elemen-Elemen Income Statement
  4. Contoh Laporan Perusahaan Dagang
  5. Cara Membuat 
  6. Income Statement Bentuk Tidak Langsung
  7. Harga Pokok Penjualan (HPP)
  8. Penyajian HPP dalam Sistem Persediaan Periodik
  9. Income Statement Bentuk Langsung
  10. Analisa Income Statement
  11. Contoh Studi Kasus Laporan Perusahaan Jasa vs Dagang
  12. Kesimpulan

 

01. Pengertian Laporan Laba Rugi dan Jenis-jenis Laba Usaha

Pengertian Laporan Laba Rugi

Sebagai pengantar pembahasan materi laporan laba rugi, sejenak saksikan penjelasan dalam video singkat berikut ini ….

 

Pengertian Laporan Laba Rugi adalah laporan yang menyajikan semua penerimaan dan pengeluaran perusahaan pada periode tertentu, misalnya satu bulan, satu tahun.

Fungsi Laporan Laba Rugi adalah menunjukkan performance atau kinerja dari perusahaan, jaga profit untuk membuat perusahaan terus bertumbuh.

Seluruh pendapatan dan biaya atau beban disajikan dalam laporan ini. Selisih antara keduanya merupakan laba atau rugi perusahaan. Itulah Laporan Laba Rugi.

Sehingga untuk menjawab dan menjelaskan dua pertanyaan berikut ini:

  • Berapa keuntungan bersih yang diperoleh perusahaan dalam periode tertentu?
  • Berapa kerugian bersih yang diderita perusahaan dalam periode tertentu?

Jawabannya, cukup dengan menunjukkan laporan laba rugi! data akurat, bukan hoax πŸ™‚

Sebagaimana telah disinggung pada bagian awal tulisan ini, laporan laba rugi adalah laksana dashboard pada kendaraan Anda, maka cukup dengan melihat dashboard kita akan mengetahui kondisi kendaraan.

Demikian juga dengan perusahaan, cukup membaca dan menganalisa Laporan Laba Rugi, kita akan tahu kondisi perusahaan.

Jadi dengan melakukan analisis terhadap laporan laba rugi, pengelola bisnis dalam hal ini manajemen perusahaan dapat memutuskan strategi yang tepat untuk dilakukan pada periode berikutnya.

***

Jenis-jenis Laba Usaha

Laba Kotor

Laba kotor adalah laba yang diperoleh setelah memperhitungkan harga pokok penjualan (HPP) antara lain bahan mentah (raw material), tenaga kerja langsung, dan pembantu.

Atau dengan kata lain, laba kotor mencerminkan pendapatan yang diperoleh setelah dikurangi dengan pengeluaran biaya produksi.

 

Laba Operasi

Laba operasi adalah laba yang diperoleh setelah pengeluaran untuk biaya-biaya operasi perusahaan. Seperti overhead, administrasi  umum dan penjualan, penyusutan, amortisasi .

Laba operasi merupakan persentase setiap rupiah yang tersisa setelah pengeluaran biaya yang diperlukan untuk menjalankan bisnis.

 

Laba Sebelum Pajak

Laba sebelum pajak adalah laba yang diperoleh setelah memperhitungkan pendapatan dan beban lainnya, tidak termasuk pajak penghasilan.

 

Laba Bersih

Laba bersih adalah laba yang diperoleh setelah memperhitungkan pajak penghasilan. Laba bersih mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengkonversi pendapatan menjadi laba.

Jenis-jenis laba ini bila diilustrasikan dalam sebuah gambar adalah sebagai berikut:

Jenis-jenis laba usaha

 

Untuk membantu memahami materi ini, berikut saya sajikan lagi penjelasan dalam video pendek…

Bagaimana, jelas kan? okay, kita lanjutkan pembahasannya …

 

Back To Top

02. Format Laporan Laba Rugi

Untuk memudahkan dalam memahami laporan ini, kami sajikan format dasar laporan laba rugi dalam sebuah gambar berikut:

 

Format Elemen Laporan Laba Rugi

 

Perhatikan format dasar laporan di atas terdiri dari 5 elemen utama yaitu: Sales (penjualan), COS/COGS (HPP), Gross Profit, Expenses, dan Net Income.

Detil pembahasan kelima elemen tersebut ada di tulisan selanjutnya… stay tune aja terus.

Gross Profit merupakan hasil dari total penjualan dikurangi harga pokok penjualan (HPP). Pada contoh di atas sebesar 60,000 (100,000 – 40,000).

Sedangkan Net Income merupakan hasil dari Gross Profit dikurangi Expenses, dan pada contoh di atas sebesar  15,000 (60,000 – 45,000).

 

Back To Top

03. Elemen-Elemen Laporan Laba Rugi

Penjelasan dan Contoh Laporan Laba Rugi

Paling tidak ada 12 elemen atau komponen dalam Laporan Laba Rugi. Apa saja itu?

(a) Pendapatan 

Pendapatan dalam akuntansi adalah jumlah pendapatan yang diukur pada nilai wajar imbalan yang diterima atau dapat diterima dikurangi jumlah diskon dagang dan rabat volume.

(b) Beban Pokok Penjualan 

Pengertian Beban Pokok Penjualan adalah pos yang merupakan biaya persediaan yang diakui sebagai beban selama periode.

Yang termasuk beban pokok penjualan meliputi:

Biaya-biaya yang sebelumnya diperhitungkan dalam pengukuran persediaan yang saat ini telah dijual, overhead produksi (BOP) yang tidak teraloksi, dan jumlah biaya produksi persediaan yang tidak normal.

(c) Penyajian Beban Usaha 

Pengertian beban usaha dalam akuntansi yang disajikan dalam laporan laba rugi adalah pos yang merupakan beban kegiatan utama perusahaan yang dilaporkan berdasarkan fungsinya.

(d) Pendapatan lainnya

Pengertian pendapatan diluar usaha atau pendapatan lainnya adalah pendapatan yang tidak dapat dihubungkan langsung dengan kegiatan utama perusahaan.

(e) Biaya Keuangan 

Biaya keuangan pada umumnya adalah biaya bunga dan biaya lain yang ditanggung perusahaan sehubungan dengan peminjaman dana dan biaya keuangan lainnya yang terjadi dari transaksi instrumen keuangan.

Contoh biaya keuangan antara lain: amortisasi premi/diskonto kontrak berjangka yang bertujuan untuk lindung nilai dan amortisasi biaya perolehan pinjaman.

(f) Bagian Laba (Rugi) dari entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama

Pos ini merupakan bagian perusahaan atau laba (rugi) entitas asosiasi dan/atau bagian partisipasi perusahaan yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas pada periode berjalan.

(g) Beban (Penghasilan) Pajak

Beban pajak penghasilan dalam laporan laba rugi adalah pos yang pada umumnya merupakan jumlah agregat pajak kini (current tax) dan pajak tangguhan (deferred tax) yang diperhitungkan dalam menentukan laba (rugi) pada suatu periode.

(h) Laba (Rugi) Operasi yang Dihentikan

Laba (Rugi) operasi yang dihentikan disajikan sebagai suatu jumlah tunggal dalam laporan laba rugi komprehensif yang merupakan jumlah dari:

  • Laba (rugi) setelah pajak dari operasi yang dihentikan
  • Laba (rugi) setelah pajak yang diakui dalam mengukur nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual atau pelepasan aset atau kelompok lepasan yang terkait dengan operasi yang dihentikan.

(i) Laba (Rugi) Periode Berjalan

Cara menghitung laba rugi tahun berjalan adalah total pendapatan dikurangi beban, tidak termasuk komponen pendapatan komprehensif lain.

Bagian-bagian laporan Laba rugi

(j) Pendapatan Komprehensif Lain

Pendapatan komprehensif lain berisi pos pendapatan dan beban (termasuk penyesuaian reklasifikasi) yang tidak diakui dalam laba rugi.

Sebagaimana dipersyaratkan dan diperkenankan oleh Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia.

Elemen laporan laba rugi komprehensif lain meliputi:

  • Perubahan dalam surplus revaluasi, baik aset tetap maupun aset tak berwujud
  • Keuntungan dan kerugian aktuarial atas program manfaat pasti yang diakui.
  • Keuntungan dan kerugian yang timbul dari penjabaran laporan keuangan.
  • Keuntungan dan kerugian dari pengukuran kembali aset keuangan yang dikategorikan sebagai tersedia untuk dijual.
  • Bagian afektif dari keuntungan dan kerugian instrumen lindung nilai dalam rangka lindung nilai arus kas
  • Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan/atau ventura bersama. Pos ini merupakan pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi dan/atau ventura bersama yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas pada periode berjalan yang diakui oleh perusahaan sesuai dengan persentase kepemilikan.

Perusahaan menyajikan laporan laba rugi komprehensif dan penghasilan komprehensif lain sebesar jumlah sebelum dampak pajak terkait.

Kecuali untuk bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan/atau ventura bersama disajikan setelah dampak pajak terkait.

(k) Penyajian Pajak Penghasilan Terkait 

Pos ini merupakan kumulatif pajak penghasilan terkait dengan komponen pendapatan komprehensif lain, kecuali untuk bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan/atau ventura bersama.

elemen-laporan-laba-rugi

(l) Laba (Rugi) per saham dasar dan dilusian

Perusahaan menyajikan laba (rugi) per saham dasar dan dilusian untuk seluruh periode sajian sebagai berikut:

  • Laba (rugi) per saham dasar: Pos ini merupakan jumlah laba (rugi) per saham dari operasi yang dilanjutkan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk selama periode pelaporan.
  • Laba (rugi) per saham Dilusian: Pos ini merupakan jumlah laba (rugi) per saham dilusian dari operasi, yang dilanjutkan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk selama periode pelaporan.Dengan memperhitungkan semua efek berpotensi saham biasa yang sifatnya dilutif dan beredar sepanjang periode pelaporan.
  • Dalam hal laba per saham dasar dan dilusian sama, maka keduanya dapat disajikan dalam satu baris pada laporan laba (rugi) komprehensif.
  • Dalam hal terdapat operasi yang dihentikan, perusahaan wajib
    menyajikan laba (rugi) per saham dasar dan dilusian yang merupakan kumulatif dari laba (rugi) per saham operasi yang dilanjutkan dan operasi yang dihentikan

 

Back To Top

04. Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang

Contoh Laporan Laba Rugi perusahaan dagang yang kami sajikan kali ini adalah laporan laba rugi dari perusahaan yang menjual sepeda motor.

Sekaligus akan dibedah dan dijelaskan setiap elemen-elemen yang menyusun Laporan Laba Rugi tersebut.

Perhatikan contoh Laporan Laba Rugi sederhana pada perusahaan dagang berikut ini:

Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang
Contoh: Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang – Dealer Sepeda Motor

Dari contoh laporan laba rugi di atas, kita dapat membaca bahwa nilai penjualan adalah Rp 158.265.000.

Laba (Rugi) Kotor sebesar Rp 49.244.000 yang merupakan hasil total penjualan dikurangi harga pokok penjualan (HPP).

Sedangkan harga pokok penjualan (HPP) diperoleh dari perhitungan sebagai berikut (semua angka dalam ribuan):

Laporan Laba Rugi - Perhitungan HPP

Keterangan:

Untuk memudahkan pemahaman kita terhadap data yang disajikan di atas, maka akan saya sajikan dan hitung dengan menggunakan rumus seperti berikut ini:

Pembelian bersih = Pembelian – (Potongan Pembelian+Diskon Pembelian)

Pembelian bersih = Rp 127.355 – ( Rp 6.951 + Rp 0 ) = Rp 120.404

Harga Pokok Pembelian = Pembelian bersih + biaya kirim pembelian

Harga Pokok Pembelian = Rp 120.404 + Rp 0 = Rp 120.404

Barang tersedia untuk dijual = Harga pokok pembelian + Persediaan Awal

Barang tersedia untuk dijual = Rp 120.404 + Rp 189.501 = Rp 309.905

Harga pokok penjualan (HPP) = Barang tersedia untuk dijual – persediaan akhir periode

Harga pokok penjualan (HPP) = Rp 309.905 – Rp 200.884 = Rp 109.021

Laba (Rugi) operasi = Laba Kotor – Beban
= Rp 49.244.000 – Rp 12.773.500 = Rp 36.470.500

Laba (Rugi) Periode Tersebut = Laba (Rugi) Operasi + Pendapatan (Beban) Lain-lain
= Rp 36.470.500 + ( Rp 1.955.438 – Rp 623.000)
= Rp 36.470.500 + Rp 1.332.438
= Rp 37.802.938

Jadi Laba (Rugi) sebelum pajak penghasilan PT Go Berkah periode Maret 2018 adalah sebesar Rp 37.802.938.

Contoh laporan laba rugi perusahaan dagang lengkap dapat juga didownload di  Income Statement PT Hero Supermarket Tbk.

Contoh laporan laba rugi perusahaan jasa konstruksi lengkap dapat juga di download di PT Petrosea Tbk.

 

Back To Top

05. Cara Membuat Laporan Laba Rugi

Dari pembahasan tentang pengertian, fungsi, format, elemen-elemen, contoh dan pembahasan Laporan Laba Rugi perusahaan penjualan sepeda motor di atas, sebenarnya sudah cukup jelas bagi kita untuk membuat Laporan Laba Rugi.

Intinya ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Pahami dan kuasai format Laporan Laba Rugi
  2. Pahami dan kuasai elemen-elemen Laporan Laba Rugi
  3. Pahami dan kuasai teknik menghitung saldo elemen-elemen penyusun Laporan Laba Rugi.

Selanjutnya dalam proses pengerjaannya dimulai dari yang nomor 3. Cara untuk menghitung saldo tiap-tiap elemen sebenarnya terserah anda.

Misalnya, total penjualan. anda bisa menghitung setiap terjadi penjualan, maka di akhir periode akuntansi akan terakumulasi total penjualan selama satu periode, misalnya satu bulan.

Pada contoh laporan laba rugi perusahaan dagang di atas sebesar Rp 158.265.000.

Demikian juga dengan elemen-elemen biaya, anda pun bisa menghitung setiap terjadi pengeluaran untuk biaya, sehingga pada akhir periode akan terkumpul total biaya pengeluaran.

Dan pada contoh di atas total biaya/beban yang dikeluarkan adalah sebesar Rp 12.773.500.

Dan di jaman milenial sekarang ini, sudah banyak tersedia alat bantu yang bisa digunakan untuk memudahkan proses perhitungan ini, kita bisa membuat laporan laba rugi di Excel atau software akuntansi, seperti MYOB Accounting, Bee Accounting, Zahir Accounting, dan SAP FICO.

“Pilih sesuai kebutuhan anda”

Setelah semua saldo elemen atau pos-pos dalam Laporan Laba Rugi diketahui, selanjutnya kita tinggal menyajikan sesuai dengan format laporan laba rugi seperti di atas.

Hasilnya seperti contoh laporan laba rugi perusahaan dagang di atas.

Sederhana dan mudah kan? Sesuatu yang mudah tak semestinya dibuat ribet kan? πŸ™‚

Tonton juga videonya berikut ini, mudah-mudahan semakin memudahkan….

atau yang ini…

 

Back To Top

06. Laporan Laba Rugi Bentuk Tidak Langsung (multiple step income statement)

 

Membuat Laporan Laba Rugi Bentuk Tidak Langsung

Pada pembahasan sebelumnya, kita sudah memahami pengertian Laporan Laba Rugi dan apa saja komponen yang menyusunnya serta contoh sederhana laporan laba rugi perusahaan dagang (dealer sepeda motor).

Berikutnya kita akan menelisik lebih tentang bentuk laporan laba rugi, lengkap dengan contoh dan analisis laporan laba rugi perusahaan jasa.

“Ada 2 bentuk Laporan Laba Rugi, yaitu Laporan Laba Rugi bentuk tidak langsung dan langsung”

Langsung saja kita bahas satu per satu ya….

Laporan Laba Rugi bentuk tidak langsung (multiple step income statement) terdiri dari beberapa bagian, sub bagian, dan sub jumlah.

Perhatikan contoh dan analisis Laporan Laba Rugi perusahaan jasa bentuk tidak langsung berikut ini:

Laporan Laba Rugi Bentuk Tidak Langsung
Contoh: Laporan Laba Rugi Bentuk Tidak Langsung

Dari contoh Laporan Laba Rugi di atas, Laporan dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

Penjualan:

Pengertian penjualan dalam akuntansi (sales) adalah total jumlah yang dibebankan pada pelanggan atas barang yang dijual, baik penjualan kas maupun kredit.

Baik retur dan potongan penjualan maupun diskon penjualan dikurangkan dari penjualan untuk menghasilkan penjualan bersih.

Retur dan potongan penjualan (sales return and allowances) diberikan pada pelanggan oleh penjual atas barang rusak atau cacat.

Pembeli dapat mengembalikan  atau me-retur barang rusak yang telanjur dibeli.

Namun, kadangkala agar pembeli tidak jadi me-retur barang yang rusak, penjual menawarkan potongan harga atau penggantian uang dalam jumlah tertentu sebagai kompensasi.

Retur dan potongan penjualan dicatat saat barang di-retur atau saat potongan harga diberikan oleh penjual.

merancang FORMAT laporan laba rugi

Diskon Penjualan:

Pengertian diskon penjualan (Sales discount) adalah diskon yang diberikan oleh penjual pada pelanggan untuk pembayaran lebih awal atas penjualan secara kredit.

Contohnya, penjual dapat menawarkan diskon 2% atas penjualan senilai Rp 10 juta, jika pelanggan membayar dalam 10 hari.

Jika pelanggan membayar dalam 10 har, penjual akan menerima uang tunai sebesar Rp 9.800.000 dan pembeli menerima diskon Rp 200.000, yaitu hasil perhitungan: 2%XRp 10.000.000. Diskon penjualan dicatat saat pelanggan membayar tagihan.

Penjualan Bersih:

Rumus penjualan bersih (net sales) dihitung dengan mengurangkan jumlah retur dan potongan penjualan serta diskon penjualan dari angka penjualan.

Banyak perusahaan hanya melaporkan laba bersih alih-alih melaporkan angka retur dan diskon secara terperinci sebagaimana ditunjukkan pada contoh laporan laba rugi di atas.

 

Back To Top

07. Harga Pokok Penjualan (HPP)

Komponen Laporan Laba Rugi

Pengertian Harga pokok penjualan (cost of merchandise sold) atau harga pokok barang terjual, adalah biaya barang yang telah terjual ke pelanggan.

Untuk menggambarkan penentuan harga pokok penjualan (HPP), perhatikan contoh harga pokok penjualan berikut ini:

Asumsikan bahwa bahwa perusahaan membeli barang seharga Rp 340.000.000 selama akhir pertengahan tahun 2017.

Jika persediaan pada akhir tahun per 31 Desember 2017 adalah Rp 59.700.000, harga pokok penjualan (HPP) selama tahun 2017 adalah Rp 280.000.000.

Laporan Laba Rugi - Contoh Perhitungan HPP akhir periode

Penjual dapat menawarkan diskon penjualan kepada pelanggan  untuk pembayaran piutang lebih awal.

Dari sisi pembeli, diskon tersebut merupakan diskon pembelian (purchase discount). Diskon pembelian mengurangi harga pokok pembelian.

Pembeli dapat me-retur barang yang telah dibeli ke penjual karena alasan:

Rusak, cacat, atau salah kirim yang disebut retur pembelian (purchase return), atau pembeli menerima potongan harga atau yang disebut potongan pembelian (purchase allowance).

Sama seperti diskon pembelian, retur dan potongan pembelian mengurangi harga pokok barang yang dibeli selama periode tersebut.

Di samping itu, biaya pengiriman barang yang dibayarkan pembeli akan meningkatkan biaya barang yang dibeli.

Contoh Analisis Laporan Laba Rugi

Untuk melanjutkan ilustrasi, asumsikan bahwa selama tahun 2018, perusahaan membeli tambahan barang senilai Rp 521.980.000 serta menerima kredit atas retur dan potongan pembelian sebesar Rp 9.100.000.

Kemudian mengambil diskon pembelian Rp 2.525.000, dan membayar beban transportasi pengiriman Rp 17.400.000.

Retur dan potongan pembelian serta diskon pembelian dikurangkan dari jumlah pembelian untuk menghasilkan angka pembelian bersih (net purchase).

Beban transportasi pengiriman atau disebut ongkos kirim pembelian (transportation in), ditambahkan pada pembelian bersih untuk menghasilkan harga pokok pembelian (cost of merchandise purchased) Rp 527.775.000 seperti ditunjukkan berikut ini:

Laporan Laba Rugi - Cara Menghitung Harga Pokok Pembelian

Persediaan akhir perusahaan per 31 Desember 2017 yang senilai Rp 59.700.000 menjadi persediaan awal pada tahun 2018.

Persediaan awal ini ditambahkan pada harga pokok pembelian untuk menghasilkan barang tersedia untuk dijual (merchandise available for sale).

Persediaan akhir yang diasumsikan berjumlah Rp 62.150.000, kemudian dikurangkan dari barang tersedia untuk dijual agar menghasilkan harga pokok penjualan Rp 525.305.000, seperti ditunjukkan berikut ini:

Perhitungan Persediaan Akhir untuk LAPORAN LABA RUGI

Harga pokok penjualan dihitung dengan mengurangkan sisa barang pada akhir periode dari barang tersedia untuk dijual selama periode tersebut.

Sisa barang pada akhir periode dihitung dengan melakukan perhitungan fisik terhadap sisa persediaan.

Metode penghitungan harga pokok penjualan (HPP) dan jumlah sisa barang disebut sistem periodik (periodic system) untuk sistem akuntansi persediaan barang dagang.

Laporan Laba Rugi sebagai alat mengontrol proforma usaha

Pada sistem periodik, catatan persediaan tidak menunjukkan jumlah tersedia untuk dijual atau jumlah terjual periode tertentu.

Kebalikannya, dalam sistem perpetual (perpetual system) setiap pembelian dan penjualan barang dicatat dalam akun persediaan dan akun harga pokok penjualan.

Jadi jumlah barang yang tersedia untuk dijual dan jumlah yang terjual dilaporkan dalam catatan persediaan secara terus menerus.

Kebanyakan peritel besar dan perusahaan dagang berskala kecil menggunakan sistem persediaan perpetual dengan bantuan komputer.

Sistem ini biasanya menggunakan kode tertentu. Sebuah pemindai optik akan membaca kode barang untuk mencatat barang yang dibeli dan dijual.

Perusahaan dagang yang menggunakan sistem persediaan perpetual melaporkan harga pokok penjualan dalam satu baris pada laporan laba rugi (perhatikan gambar di atas).

 

Back To Top

08. Penyajian HPP Sistem Persediaan Periodik

Perusahaan yang menggunakan sistem persediaan periodik melaporkan harga pokok penjualan dengan menggunakan bentuk seperti pada perhitungan di atas.

Komponen laporan laba rugi - HPP

Untuk memperjelas cara menghitung harga pokok penjualan ini, berikut ini kami sajikan satu lagi contoh soal harga pokok penjualan:

Berdasarkan data berikut, tentukan harga pokok penjualan untuk bulan Mei 2018:

Persediaan tanggal 1 Mei 2018 = Rp 121.200.000
Persediaan 31 Mei 2018 = Rp 142.000.000
Pembelian = Rp 985.000.000
Retur dan potongan pembelian = Rp 23.500.000
Diskon pembelian = Rp 21.000.000
Ongkos kirim pembelian = Rp 11.300.000

Dan berikut ini cara menghitung HPP nya:

Contoh Soal Penyelesaian Menghitung HPP - Laporan Laba Rugi

Untuk melengkapi pembahasan tentang cara menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) berikut saya sajikan penjelasan dalam video pendek:

 

Cara Menghitung Laba Kotor dalam Laporan Laba Rugi

Laba kotor (gross profit) dihitung dengan mengurangkan harga pokok penjualan dari penjualan bersih.

contoh Laporan laba rugi perusahaan manufaktur

Perhatikan contoh gambar di atas, bahwa perusahaan (PT Go Berkah) melaporkan laba kotor sebesar Rp  182.950.000 pada tahun 2018.

Laba operasi (operating income) atau ada yang menyebut laba dari kegiatan operasi (income from operation), dihitung dengan mengurangkan beban operasi dari laba kotor.

Kebanyakan perusahaan dagang menggolongkan beban  operasi sebagai penjualan atau beban administrasi.

Beban yang terjadi secara langsung dalam menjual barang disebut beban penjualan (selling expenses).

Dalam beban ini termasuk gaji tenaga penjual, bahan habis pakai yang digunakan, penyusutan peralatan dan perabotan, ongkos kirim penjualan, dan beaya iklan.

Beban yang muncul dalam administrasi atau kegiatan operasi umum perusahaan adalah beban administrasi (administration expenses) atau beban umum (general expenses).

Contohnya adalah gaji karyawan, penyusutan peralatan kantor, dan beban-beban habis pakai yang digunakan.

Meskipun beban penjualan dan administrasi dapat dilaporkan secara terpisah, banyak perusahaan melaporkan beban operasi sebagai pos tersendiri.

Laba Perusahaan dalam Laporan Laba Rugi
source: sindonews

 

Pendapatan dan beban lainnya:

Pendapatan dan beban lainnya (other income and expenses) dilaporkan dalam laporan laba rugi perusahaan.

Pendapatan dari sumber selain kegiatan  operasi utama perusahaan digolongkan sebagai pendapatan lainnya (other income) .

Pada perusahaan dagang, pos-pos ini termasuk pendapatan dari bunga, sewa, dan laba dari penjualan aset tetap.

Beban-beban yang tidak berhubungan langsung dengan operasi diidentifikasi sebagai beban lainnya (other expenses).

Beban bunga yang berasal dari kegiatan pendanaan dan kerugian atas penjualan aset tetap merupakan contoh dari pos ini.

Pendapatan dan beban lainnya saling dikurangkan satu sama lain seperti ditunjukkan pada laporan laba rugi di atas.

Jika jumlah pendapatan lainnya melebihi jumlah beban lainnya, selisih ditambahkan pada laba dari operasi untuk menghitung laba bersih.

Jika yang terjadi kebalikannya, maka selisih dikurangi laba operasi.

 

Back To Top

09. Laporan Laba Rugi Bentuk Langsung    (single step income statement)

Salah satu bentuk laporan laba rugi adalah laporan laba rugi bentuk langsung (single step income statement).

Perhatikan laporan laba rugi perusahaan dagang berikut ini:

Cara Membuat Laporan Laba Rugi Bentuk Langsung
Contoh: Laporan Laba Rugi Bentuk Langsung

Dalam laporan laba rugi tersebut mengurangkan jumlah seluruh beban dari jumlah seluruh pendapatan.

Bentuk langsung menekankan jumlah pendapatan dan jumlah beban sebagai faktor yang menentukan laba bersih.

Kritik terhadap bentuk langsung adalah beberapa angka seperti laba kotor dan laba operasi tidak tersedia untuk kepentingan analisis.

 

Back To Top

10. Analisa Laporan Laba Rugi

1. Laporan Ukuran Sama (Common Size Income Statement)

Laporan Laba Rugi Ukuran Sama (Common Size Income Statement) adalah laporan laba rugi di mana nilai tiap elemen dinyatakan sebagai persentase dari penjualan.

Common Size Income Statement biasa digunakan untuk analisis tren (trend analysis), yaitu analisis atas rasio-rasio keuangan suatu perusahaan dari waktu ke waktu yang digunakan untuk memperkirakan kemungkinan membaik atau memburuknya kondisi keuangan.

Laporan Laba Rugi Ukuran Sama merupakan tool sederhana yang bagi pemilik perusahaan bisa digunakan untuk membandingkan kondisi keuangan dengan pesaingnya, atau membandingkan dengan rata-rata di industri yang sama.

Selain itu dapat digunakan untuk mengukur kemajuan keuangannya dengan membandingkan dengan periode-periode sebelumnya.

Sedangkan bagi investor dapat digunakan untuk menganalisa elemen yang paling berpengaruh terhadap laba.

Perhatikan contoh laporan laba rugi PT Semakin Jaya berikut:

Common Size Income Statement

Penjualan bersih PT Semakin jaya meningkat sebesar 6,25% dari 2016 sampai 2017. Perusahaan juga mampu menurunkan harga pokok penjualan (HPP) sebesar 6% di tahun 2017.

Dampaknya, laba kotor dan laba bersih naik. Laba kotor naik sebesar 6% jika dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan Laba bersih juga mengalami kenaikan sebesar 6% dari periode sebelumnya.

 

2. Break Event Point (BEP) / Titik Impas

BEP - Tititk Impas

Break event point (BEP) atau titik impas adalah titik di mana jumlah penjualan dan jumlah unit produk yang diperlukan dapat menutup semua harga pokok penjualan dan beban operasi perusahaan.

Ketika kita mulai berbisnis, sebaiknya mengetahui angka titik impas. Pada titik ini kita tidak rugi dan tidak untung, alias impas.

Bila kita ingin memperoleh keuntungan maka harus berada di atas angka break event point.

Perhatikan grafik berikut:

 

grafik BEP - Ttitik Impas

 

Lalu bagaimana cara menghitung break event point/titik impas?

Untuk menghitung break event point kita harus mengetahui rumus dan komponen yang diperlukan dalam rumus tersebut.

 

Ada 2 (dua) rumus yang digunakan untuk menghitung break event point / titik impas, yaitu:
1. Rumus BEP untuk menghitung jumlah unit barang yang dijual

Cara Menghitung BEP.1

 

Keterangan:

Biaya tetap adalah biaya tetap operasional dan bukan operasional.

Harga adalah harga jual satuan barang.

Biaya variabel adalah biaya pendukung yang digunakan untuk memproduksi barang.

 

2. Rumus BEP untuk menghitung nilai penjualan

Cara Menghitung Titik Impas

 

Perhatikan contoh menghitung titik impas berikut ini:

Pak Budi melihat peluang usaha kuliner yang cukup terbuka di sekitar tempat tinggalnya.

Akhirnya ia merencanakan akan membuka usaha kue Lumpur khas Sidoarjo dan tidak buka cabang di tempat lain.

Pak Budi mulai menghitung pengeluaran dana-dana yang akan digunakan, akhirnya diketahui:

  • Biaya tetap sebesar Rp 15.000.000
  • Harga jual kue lumpur Rp 5.000 / buah
  • Biaya produksi Rp 3.000 / buah

 

BEP Unit:

= Rp 15.000.000 / (5.000 – 3.000)

= 7.500 unit

 

BEP Penjualan:

= Rp 15.000.000 / [1 – (3.000/5.000)]

= Rp 15.000.000 / [1 – 0.60]

= Rp 15.000.000 / 0.40

= Rp 37.500.000

Jadi Pak Budi akan mencapai titik impas pada saat memproduksi 7.500 buah lumpur, dan angka penjualannya sebesar Rp 37.500.000

 

3. Analisis Profitabilitas

Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan.

Bila kinerja keuangan perusahaan belum baik maka tugas dari manajemen perusahaan untuk meng-upayakan menjadi baik.

Dan bila kinerja keuangan perusahaan sudah baik, tugas selanjutnya dari manajemen perusahaan adalah mempertahankan atau meng-upayakan menjadi lebih baik.

Untuk menganalisa laporan laba rugi, kita akan menggunakan rasio-rasio keuangan yang lazim digunakan dalam analisa laporan keuangan.

Dan kita akan menggunakan 8 (delapan) rasio keuangan untuk analisis profitabilitas, yaitu:

1. Rasio Margin Pertumbuhan Penjualan (Sales Growth Margin)

Rasio margin pertumbuhan penjualan adalah rasio yang diperoleh dengan menghitung selisih penjualan periode berjalan dengan periode sebelumnya, kemudian dibagi dengan penjualan sebelumnya.

Bila dituliskan dengan sebuah rumus adalah sebagai berikut:

Rasio Pertumbuhan Penjualan

Batas nilai rasio margin pertumbuhan penjualan adalah sebesar 20%. Perusahaan tergolong baik bila tingkat pertumbuhan penjualan per tahun sebesar 20%.

 

2. Rasio Laba Kotor (Gross Margin)

Rasio Laba Kotor adalah rasio yang didapatkan dengan menghitung Laba Kotor dibagi dengan penjualan.

Dan bila dituliskan dengan sebuah rumus adalah sebagai berikut:

Rasio Laba Kotor

Standar rasio laba kotor bagi perusahaan yang baik adalah sebesar 40%.

 

3. Rasio Margin Laba Operasional (Operational Profit Margin)

Rasio Margin Laba Operasional adalah rasio yang menunjukkan pendapatan yang diperoleh perusahaan setelah membayar harga pokok penjualan dan beban operasional, tidak termasuk bunga, penyusutan, dan pajak (EBITDA – earning before tax, depreciation and amortization).

Melalui rasio ini, pihak-pihak yang berkepentingan dapat mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan.

Untuk menghitung rasio margin laba operasional adalah membagi laba operasional dengan penjualan.

Bila dijabarkan dalam sebuah rumus adalah sebagai berikut:

rasio laba operasional

 

4. Rasio Margin Laba Bersih (Net Profit Margin)

Rasio Margin Laba Bersih adalah rasio yang diperoleh dengan menghitung laba bersih dibagi dengan penjualan.

Rasio ini menunjukkan setiap rupiah yang tersisa setelah membayar harga pokok penjualan dan seluruh pengeluaran untuk operasi perusahaan.

Bila dirumuskan dalam sebuah persamaan adalah sebagai berikut:

Rasio Laba Bersih

Standar margin laba bersih adalah sebesar 20%. Perusahaan disebut baik bila memiliki margin laba bersih sebesar 20%..

 

5. Rasio Biaya Operasional Dibanding Penjualan (SGA to Sales Ratio)

Rasio Biaya Operasional dibanding Penjualan adalah rasio biaya operasional dengan penjualan.

Bila disederhanakan dengan sebuah rumus matematika adalah seperti berikut ini:

Rasio Biaya Operasional

Standar rasio biaya operasional dibanding penjualan adalah sebesar 30%. Jadi perusahaan yang baik bila memiliki rasio ini tidak lebih besar dari 30%.

Oleh karena itu, salah satu tugas utama manajemen perusahaan adalah terus memonitor setiap pengeluaran biaya operasional dan penjualan. Pengendalian ada di tangan Anda.

 

6. Interest Coverage Ratio

Interest coverage ratio adalah rasio perbandingan antara laba operasional dengan biaya bunga.

Rasio ini digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam membayar kewajibannya.

Begini rumusnya:

Rasio Bunga

Standar nilai interest coverage ratio adalah 5. Jadi perusahaan yang baik bila memiliki nilai rasio ini minimal 5.

 

7. Rasio Imbal Balik atas Aset / Return on Assets (ROA)

Rasio Imbal balik atas aset adalah rasio laba bersih dengan aset yang dikelola perusahaan.

Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk mengubah aset yang dikelola menjadi laba.

Formula sederhananya seperti ini:

ROA

Dengan mengetahui nilai Return on Assets, perusahaan dapat membandingkan dengan perusahaan pesaing.

Atau dengan perusahaan lain dalam industri sejenis, sehingga perusahaan dapat merencanakan strategi untuk melakukan aktivitas yang lebih efisien dari perusahaan lain.

 

8. Rasio Imbal Balik atas Modal (Return on Equity)

Rasio imbal balik atas modal / Return on Equity adalah rasio laba bersih dengan modal yang di-investasikan perusahaan.

Rasio ini menunjukkan jumlah waktu yang diperlukan oleh perusahaan untuk memperoleh kembali modal yang telah ditanamkan.

Rumus rasio imbal balik atas modal adalah sebagai berikut:

ROE

Rasio ini sangat penting bagi siapa saja yang akan menanamkan uangnya. Dengan mengetahui besaran rasio ini, seorang investor atau pemilik modal dapat memperkirakan β€œkapan uangnya kembali?”.

Demikian 8 analisis profitabilitas yang perlu diketahui bagi siapa saja yang berkepentingan terhadap kinerja keuangan perusahaan.

 

Back To Top

11. Contoh Studi Kasus Laporan Laba Rugi Perusahaan Jasa vs Dagang

Laporan Laba Rugi perusahaan dagang vs jasa

Studi kasus ini dengan menyajikan laporan keuangan 2 perusahaan, yaitu H&R Block dan The Home Depot.

H&R Block adalah perusahaan jasa yang menawarkan perencanaan dan persiapan pajak kepada pelanggannya. Alamat website-nya ada di www.hrblock.com.

Sedangkan The Home Depot adalah peritel barang-barang keperluan rumah tangga terbesar di dunia dan perusahaan dagang terbesar kedua di Amerika Serikat.

Perbedaan operasi usaha jasa dan dagang digambarkan dalam laporan laba rugi mereka, seperti ditunjukkan berikut ini:

Membandingkan Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang dan Jasa
Gambar: Perbandingan laporan laba rugi perusahaan jasa dan dagang.
Perhatikan apa yang beda dari kedua laporan laba rugi di atas?

Ya, Laporan Laba Rugi The Home Depot, menyajikan harga pokok penjualan (HPP) sebesar 48.564, sedangkan pada laporan laba rugi H&R Block tidak ada.

Selisih antara Pendapatan dengan harga pokok penjualan di Laporan Laba Rugi The Home Depot merupakan Laba Kotor. Laba Operasi diperoleh dari Laba Kotor dikurangi Beban Operasi.

Sedangkan Laba operasi di perusahaan jasa, seperti H&R Block diperoleh dari Pendapatan dikurangi dengan Beban Operasi.

Untuk Laba sebelum pajak dan Laba bersih dari kedua perusahaan itu,cara perhitungannya sama.

Seperti di Indonesia, pajak penghasilan atau pajak badan juga dikenakan oleh pemerintah AS untuk kedua perusahaan ini.

Oleh karena itu, Laporan Laba Rugi H&R Block dan The Home Depot melaporkan pajak penghasilan untuk menghasilkan laba bersih.

 

Back To Top

12. Kesimpulan

Di akhir pembahasan dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah untuk membuat Laporan Laba Rugi secara singkat dapat diringkas sebagai berikut:

1. Pahami Format Dasar Laporan Laba Rugi

Format dasar Laporan Laba Rugi sebenarnya sederhana, bila diilustrasikan dalam sebuah gambar adalah seperti berikut:

Format dasar laporan keuangan

Dari ilustrasi gambar di atas, sesungguhnya hanya ada 4 komponen penyusun Laporan Laba Rugi, yaitu pendapatan, HPP, biaya-biaya, dan pajak (penghasilan).

Dan 4 elemen/komponen itu pun sebenarnya masih dapat dikerucutkan lagi menjadi hanya 2 komponen, yaitu: 1) Pendapatan, 2) Biaya/Beban.

Selisih antara keduanya merupakan LABA atau RUGI.

“Jadi, ngga usah bingung ya”

 

2. Pahami Pos-pos Laporan Laba Rugi

Pahami 4 pos utama yang menyusun laporan laba rugi, yaitu: pendapatan, HPP, beban-beban, dan pajak.

“Analisa dan catat setiap transaksi sesuai dengan pos-posnya”

 

3. Hitung/kalkulasi tiap elemen

Setelah kita memahami format dasar dan pos-pos Laporan Laba Rugi, pekerjaan berikutnya adalah menghitung tiap elemen penyusun laporan laba rugi.

Untuk menghitung elemen-elemen atau pos-pos ini, kita bisa menggunakan cara manual, Excel, atau Software Akuntansi, silahkan sesuaikan dengan kondisi.

Setelah semua saldo pos-pos tersebut diketahui, selanjutnya kita sajikan sesuai dengan format dasar Laporan Laba Rugi, selesai!

Sederhana dan mudah kan? “ndak usah dipersulit

Jadi untuk membuat Laporan Laba Rugi, hanya ada 3 langkah yang perlu kita pahami dan lakukan. Namun jika di antara pembaca masih ada kesulitan, silahkan ditanyakan, dan mari kita diskusikan bareng-bareng.

Terima kasih

***

sop akuntansi keuangan powerful

ada masukkan?