Menggabungkan Laporan Laba Rugi dan Laba Tidak Dibagi
A: Format Penggabungan Laporan Laba Rugi dan Laba Ditahan
Laporan laba rugi gabungan bisa dibuat dengan bentuk yang berbeda-beda. Untuk memberikan gambaran, berikut ini ada dua contoh yang berbeda:
Perhatikan contoh laporan laba rugi dan laba ditahan #1:

Perhatikan contoh laporan laba rugi dan laba ditahan #2:

B: Manfaat Penggabungan Laporan Laba Rugi dan Laba Tidak Ditahan
Dengan menggabungkan Laporan Rugi Laba dan Laba Tidak Ditahan, kita bisa melihat elemen-elemen luar biasa yang dimasukkan dalam laporan laba tidak dibagi, sehingga tidak akan menimbulkan kesalahan dalam membuat keputusan-keputusan penting di periode-periode berikutnya.
Sedangkan untuk bentuk laporan yang akan digunakan sebaiknya disesuaikan dengan jenis usaha dan tidak mempersulit perusahaan, yang terpenting tidak menyalahi standar akuntansi keuangan yang berlaku.
Contoh Laporan Perubahan Modal
A: Langkah-langkah Membuat Laporan Perubahan Ekuitas
Agar pemahaman kita semakin mendalam, berikut ini saya sajikan contoh soal laporan perubahan modal dan jawabannya. Harapan saya, dengan memahami bagian ini, saya yakin anda akan bisa membuat laporan perubahan modal.
Perhatikan contoh soal laporan perubahan ekuitas beserta pembahasannya berikut ini:
Modal awal pemilik Biro Perjalanan Travelpedia adalah Rp 80.000.000. Selama periode berjalan, pemilik menambah investasi sebesar Rp 100.000.000, dan menarik dana untuk keperluan pribadi senilai Rp 50.000.000.
Data-data aset, kewajiban, pendapatan dan beban pada 31 Januari 2019 adalah sebagai berikut:
- Utang dagang Rp 12.200.000
- Piutang dagang Rp 31.350.000
- Kas Rp 53.050.000
- Pendapatan Rp 263.200.000
- Tanah Rp 80.000.000
- Beban Lain-lain Rp 12.950.000
- Beban kantor Rp 63.000.000
- Bahan habis pakai Rp 3.350.000
- Beban Gaji Rp 131.700.000
Dari data-data tersebut dapat dihitung nilai laba bersih sebesar Rp 55.550.000. Dan bentuk laporan perubahan ekuitas seperti berikut:

Perhatikan contoh laporan perubahan modal perusahaan jasa travel di atas.
Menggunakan format laporan seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, kita dapat melihat bahwa saldo awal modal pemilik adalah sebesar Rp 80.000.000.
Kemudian ada tambahan setoran modal dari pemilik perusahaan dan laba bersih selama periode berjalan sebesar Rp 155.550.000.
Selain itu, selama periode berjalan, ada penarikan dana oleh pemilik perusahaan sebesar Rp 50.000.000, sehingga selama periode tersebut ada kenaikan ekuitas sebesar Rp 105.550.000 dan saldo modal di akhir periode tersebut sebesar Rp 185.550.000

Kesimpulan
Laporan Perubahan Modal/ Ekuitas adalah laporan keuangan standar akuntansi keuangan yang harus dibuat oleh perusahaan dan organisasi lainnya. Oleh karena itu kita harus membuat laporan perubahan ekuitas ini.
Demikian pembahasan lengkap Laporan Perubahan Modal / laporan perubahan ekuitas pemilik, mulai dari tujuan, pengertian, format, komponen, cara membuat laporan dan contoh laporan perubahan ekuitas.
Dan bila Anda ingin ingin menata sistem keuangan usaha Anda, langsung saja ke SOP Keuangan dan Accounting Tools Sederhana Powerful!
Bagaimana dengan Laporan Perubahan Ekuitas usaha Anda?
Inilah sedikit yang bisa kami bagikan, semoga bermanfaat. Terima kasih*****
Catatan kaki penting!
Diperbolehkan mengutip artikel ini dengan menyebutkan dan menyertakan sumber link artikel, jangan copy paste secara brutal serta tak bertanggung jawab. Thanks