Manajemen Pemasaran: Dari Konsep Hingga Aplikasi Nyata di Bisnis

A: Memahami Bahasa Tubuh Calon Pembeli untuk Memperbesar Penjualan

Salah satu cara untuk memperbesar penjualan adalah memahami bahasa tubuh calon pembeli. Ketika berinteraksi dengan calon pembeli, penjual dituntut memahami setiap gerak dan sikapnya.

Untuk memahami karakter atau sifat calon pembeli, komunikasi non-verbal atau bahasa tubuh menjadi salah satu medianya. Bahasa tubuh sebagai komunikasi non-verbal dapat dilihat dari cara bergerak, gesture, postur, dan tanda-tanda psikologis yang dapat dijadikan dasar untuk menilai calon pembeli.

Setiap saat, kita dapat menerima pesan calon pembeli produk atau jasa kita dari bahasa tubuhnya.

Bahasa tubuh digunakan untuk mengindikasikan komunikasi melalui isyarat, postur, sinyal, serta gerakan tubuh lainnya baik yang sadar atau tidak sadar.

Menurut Paul Ekman menyatakan bahwa seseorang dapat membaca keadaan emosional orang lain melalui pengamatan atas perilaku non-verbal dengan tingkat kecermatan yang memadai. Yang termasuk bahasa tubuh antara lain kebiasaan berpenampilan rapi, gaya rambut, dan pakaian.

Memahami bahasa tubuh mereka bukan untuk menghakimi, tetapi belajar memahami orang lain yang berbeda dari kita.

Bahasa tubuh seseorang dapat terjadi dalam keadaan dan situasi tertentu. Ada yang berasal dari karakter dirinya, ada yang berasal dari situasi yang terjadi di lingkungannya, dan ada yang timbul dari kondisi psikologis.

Pemahaman terhadap konteks sangat penting, karena akan menimbulkan reaksi dan respon berbeda. Pemahaman konteks akan berpengaruh terhadap CARA kita bersikap terhadap calon pembeli. Dan pada akhirnya akan tercapai tujuan komunikasi itu, mereka membeli produk atau jasa yang kita jual.

jurnal strategi pemasaran

B: Bahasa Tubuh dalam Komunikasi Pemasaran

Dalam bahasa tubuh, ada beberapa anggota badan yang dapat dilihat, antara lain:

  • Kontak mata
  • Ekspresi wajah
  • Gerakan badan

Mari dibahas satu-per-satu…

#1: Kontak Mata dalam Komunikasi Pemasaran

Saat berkomunikasi dengan calon pembeli, kontak mata dengan lawan bicara adalah konsekuensi langsung. Kontak mata adalah alat komunikasi non-verbal yang penting. Hal ini memberikan informasi sosial terhadap orang yang kita ajak mendengarkan dan berbicara.

Terlalu banyak kontak mata dipandang sebagai seorang yang agresif. Sedangkan, kontak mata yang terlalu sedikit dipandang sebagai seorang yang tidak memiliki kepentingan di depan lawan bicara.

Sorot mata tidak akan pernah bedusta, karena mata adalah jendela hati. Kontak mata memungkinkan seseorang untuk membaca lebih dalam psikologi seseorang.

Menurut para ahli seperti Eugane Enrich & Gane R Have ada 3 (tiga) cara kontak mata, yaitu:

 #1: Pandanglah tepat pada matanya

Cara pertama inilah yang dinamakan kontak mata yang sesungguhnya (the real eye contact).

#2: Kontak mata dengan sekelompok orang

Awali dengan kontak mata untuk satu pendengar (audiens). Adakan kontak mata khusus dengan satu kalimat utuh. Jangan sampai terbagi.

Begitu selesai, beralih kepada pendengar lain dengan kontak mata khusus dan satu kalimat utuh pula. Demikian seterusnya, bergantian satu per satu, dengan demikian, setiap orang yang mendengarkan akan merasa penting dan diperhatikan.

#3: Berbicara lewat mata.

Sampaikan situasi hangat dan simpati dengan kontak mata. Perasaan atau emosi apapun yang hendak disampaikan didukung dengan bantuan mata. Kontak mata sangat memungkinkan seseorang untuk mengenal lebih jauh.

Kadangkala, lawan bicara merasa malu melakukan kontak mata dalam komunikasi sehari-hari.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas of British Columbia menemukan bahwa ada banyak pengetahuan budaya tentang kekuatan kontak mata sebagai alat untuk mempengaruhi.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa kontak mata membuat pendengar yang skeptis cenderung mengubah pikiran mereka.

Kontak mata membantu memahami keadaan psikologi seseorang tanpa harus menghakiminya. Namun perlu dipahami bahwa kontak mata bukan satu-satunya cara untuk memahami karakter manusia berdasarkan psikologisnya. Metode atau cara kontak mata hanyalah media memahami orang lain agar terjadi harmoni komunikasi dalam pemasaran.

Memahami Bahasa Tubuh

#2: Ekspresi Wajah dalam Komunikasi Pemasaran

Ekspresi wajah adalah cara manusia untuk memahami hati, pikiran, dan perasaan seseorang.

Ekspresi berupa raut wajah digunakan dalam komunikasi sebagai tanggapan atas situasi, baik secara emosional atau bereaksi melalui pesan tersirat. Wajah menunjukkan kondisi psikologis seseorang, termasuk calon pembeli. Semua menunjukkan ekspresi dan bahasa tubuh yang berbeda-beda.

Paul Ekman, peneliti dari Universitas California meneliti ekspresi wajah tertentu sebagai tanda universal bagi emosi-emosi spesifik.

Mereka menunjukkan bahwa dengan membagi wajah berdasarkan komponen karakteristik, posisi alis, bentuk mata, bentuk mulut, ukuran lubang hidung. Komponen-komponen tersebut akan menentukan bentuk X dan makna Y dari ekspresi yang bersangkutan.

Paul Ekman dan timnya menemukan empat karakteristik ekspresi wajah, yaitu:

1: Ekspresi terhibur

2: Ekspresi marah

3: Ekspresi terkejut

4: Ekspresi sedih

5: Ekspresi tersebut akibat mata, alis, dan mulut saling berorientasi satu sama lain.

#3: Gerakan Anggota Tubuh dalam Komunikasi Marketing

Anggota tubuh bergerak sesuai dengan kondisi pikiran manusia.

Sering menggunakan anggota tubuh untuk mengekspresikan peristiwa agar informasi yang disampaikan lebih tajam dan tepat sasaran. Misalnya, ketika melihat sesuatu yang menakjubkan, kita menggunakan tangan sebagai media untuk menyampaikan pesan agar lebih tajam.

Sian Beilock, dan Susan Goldin Meadow dari The University of Chicago meneliti tentang gerakan anggota tubuh saat berbicara dan kaitannya dengan berpikir.

Penelitian itu  menggunakan permainan yang disebut Menara Hanoi. Suatu permainan yang mengharuskan relawan memindahkan piringan-piringan yang ditumpuk dari satu wadah ke wadah lainnya.

Setelah selesai, para relawan dibawa ke ruang lain dan diminta menjelaskan cara mereka menyelesaikan permainan itu.

Semua relawan bercerita sambil menggerakkan tangan. Setelah itu, relawan kembali diminta memainkan Menara Hanoi dengan melakukan sedikit perubahan. Bagi beberapa orang, berat piringan diubah. Sehingga, piringan terkecil yang sebelumnya bisa diangkat dengan satu tangan, kini perlu dua tangan.

Orang-orang yang menggerakkan satu tangan saat bercerita bahwa eksperimen pertama memerlukan waktu lebih lama dalam menyelesaikan eksperimen kedua.

Beberapa orang yang bercerita sambil menggerakkan kedua tangan menyelesaikan dengan waktu yang lebih cepat pada eksperimen kedua.

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.