Manajemen Pemasaran: Dari Konsep Hingga Aplikasi Nyata di Bisnis

A: Mengetahui Keinginan Calon Pelanggan

Mengetahui keinginan calon pelanggan adalah hal penting bagi seorang penjual.

Ketika seorang penjual mengetahui keinginan calon pelanggan, maka secara otomatis akan lebih mengerti hal yang mereka butuhkan, sehingga langkah selanjutnya akan lebih terarah untuk melakukan penjualan.

Bagaimana cara mengetahui keinginan calon pelanggan?

Salah satu cara untuk mengetahui keinginan calon pelanggan adalah dengan membaca bahasa tubuh calon pelanggan.

Mengapa demikian?

Bahasa tubuh adalah ungkapan paling jujur dari seseorang. Bahasa tubuh mencerminkan hal yang dipikirkan oleh calon pelanggan.

Jika mereka berbohong, maka kebohongan itu terbaca melalui bahasa tubuhnya. Oleh karena itu, kemampuan memahami bahasa tubuh calon pelanggan saat berkomunikasi adalah kebutuhan vital yang harus dimiliki seorang penjual.

Bahasa Tubuh

Menurut beberapa penelitian, berikut ini 10 (sepuluh) bahasa tubuh yang umumnya terjadi, yaitu:

#1: Mendekatkan tangan ke depan atau menyentuh mulut.

Seseorang yang mendekatkan tangan ke depan atau menyentuh mulut ketika sedang berkomunikasi. Biasanya secara tidak sadar ia menyembunyikan sesuatu di balik perkataannya atau sedang berbohong.

Hal demikian diperkuat dengan bukti bahwa orang yang melakukan tidak kejahatan cenderung melakukan gerakan ini ketika berada di persidangan.

bahasa-tubuh-marketing
Bahasa Tubuh dalam Pemasaran

Para ahli psikologi mengatakan bahwa gerakan tersebut adalah tanda yang menunjukkan mereka sedang atau merencanakan kebohongan. Oleh karena itu, jika kita menyaksikan bahasa tubuh seperti itu. Maka segeralah mempersiapkan strategi pemasaran berikutnya untuk mengungkap kebohongan-kebohongan mereka.

Namun, jika gerakan tubuh seperti itu ditunjukkan seseorang ketika sedang mendengarkan lawan bicaranya. Maka biasanya hal itu menunjukkan ketidakpercayaan pada apa yang dikatakan oleh lawan bicaranya.

Kesimpulannya, jangan biarkan ketidakpercayaan tersebut begitu lama menghuni benaknya. Lalu, alihkan tema yang menarik bagi calon pelanggan.

#2: Mengetukkan jari atau tangan ke meja.

Gerakan ini adalah tanda lawan bicara tengah bosan dan tidak ingin melanjutkan pembicaraan. Dengan begitu, ketika menyaksikan lawan bicara melakukan gerakan seperti itu, maka segeralah beralih topik agar ia tidak bosan.

Jika tidak ingin mengganti topik, maka ubahlah cara komunikasi kita. Sebab, kebosanan lawan bicara dapat juga disebabkan oleh berbagai kemungkinan.

Di antaranya tema atau cara menyampaikannya yang kurang menarik. Bisa pula karena kondisi mental lawan bicara sedang tidak stabil.

Dalam hal ini, kita harus pandai-pandai membaca kondisi lawan bicara agar strategi yang kita gunakan tepat sasaran.

#3: Meletakkan kepala di bagian tangan.

Gerakan seperti ini menandakan pesan yang begitu luas, pembicaraan sudah benar-benar membosankan dan tidak kondusif lagi.

Oleh karena itu, hentikan pembicaraan mengenai topik yang sedang dibicarakan. Alihkan lawan bicara, sehingga pembicaraan cair kembali.

#4: Menyandarkan bagian pinggir dahi di genggaman.

Jika lawan bicara meletakkan siku kanan pada bagian atas meja dan meletakkan bagian pinggir dahinya dalam genggaman tangannya, bermakna menunjukkan bahwa ia tengah berpikir dan menyiasati keadaan.

Hal ini juga tidak jauh dari sifat yang cenderung mengejek lawan bicara. Artinya, bisa saja lawan bicara sedang merancang strategi dan dapat menyerangmu seketika.

Selain itu, juga menunjukkan bahwa topik yang dibicarakan menurutnya kurang menarik dan tidak lagi rasonal. Lawan bicara semacam ini lebih terfokus pada kelemahan kita.

#5: Menyentuh atau menggaruk bagian hidung.

Jika gerakan ini dilakukan oleh lawan bicara, maka gerakan semacam ini menunjukkan bahwa orang tersebut sedang berbohong.

Pada saat seseorang sedang berbohong, secara tidak sadar aliran darahnya mengarahkan seseorang untuk bergerak ke arah wajahnya. Gerakan tersebut disebabkan oleh perasaan yang gelisah karena telah berbohong.

Para ahli mengungkapkan bahwa keadaan seperti ini menyebabkan terjadinya penumpukan jaringan hidung yang berada di bagian dalam. Sehingga, secara sadar orang yang tengah atau sedang merencanakan kebohongan cenderung memegang, menyentuh, atau pun menggaruk hidung mereka.

Bila menemui hal seperti itu, maka dapat bermakna bahwa lawan bicara kita sedang berbohong. Dengan begitu, setiap topik yang disampaikannya saat itu tidak dapat dipercaya kebenarannya. Maka dari itu, persiapkan strategi atau pertanyaan yang dapat mengungkap kebohongan.

#6: Menyentuh atau menggaruk bagian belakang telinga.

Gerakan seperti ini biasanya mengindikasikan mereka akan mencoba mencari alasan lain untuk menutupi kebohongan ketika kita mengungkap kebohongannya. Dalam kondisi seperti itu, secara tidak sadar orang tersebut akan menggaruk bagian belakang telinga.

Para ahli menyebutkan gerakan itu dimaknai sebagai upaya seseorang untuk mencari-cari alasan agar kebohongannya dapat tertutupi.

Fungsi Manajemen Menurut Para Ahli

#7: Mengosok-gosokan telapak tangan

Gerakan sejenis ini adalah bahasa tubuh yang menunjukkan bahwa lawan bicara sedang mengharapkan sesuatu yang bersifat positif dari pemikiran kita.

#8: Menautkan jari-jari tengah dibagian belakang kepala

Gerakan ini menandakan orang yang sedang kita ajak bicara sedang merasa santai. Namun, gerakan ini dapat juga berarti sebagai penghinaan dibandingkan menunjukkan bahwa orang tersebut dalam keadaan rileks.

Untuk mengetahui kecenderungan tersebut, coba kita bandingkan gerakan tersebut dengan kata-kata yang diutarakan.

#9: Menggenggam bagian pergelangan tangan

Sikap seperti ini menandakan bahwa orang yang sedang kita ajak bicara tidak nyaman atau takut. Sebenarnya, perasaan takut dapat kita manfaatkan untuk lebih menunjukkan kelebihan dari produk yang dijual. Namun, tetap lakukan dengan bijak.

#10: Posisi tangan atau kaki yang menyilang

Biasanya gerakan semacam ini menunjukkan lawan bicara sedang berupaya menghindar dan bertahan dari serangan argumen/opini/pendapat yang sedang kita sampaikan.

Dengan melakukan gerakan atau sikap seperti itu, mereka seakan hendak menunjukkan tidak sependapat dengan hal yang kita sampaikan.

Dalam sekejap, mereka akan menyampaikan opini dan argumennya. Maka, ketika melihat lawan bicara bersikap semacam itu, maka bersiaplah menghadapi serangan baliknya.

Demikianlah 10 gerakan dan sikap tubuh yang dapat kita temukan ketika berkomunikasi dengan orang lain, termasuk calon pelanggan dan calon patner bisnis. Jika kita menguasai 10 hal tersebut, maka langkah menuju penjualan produk akan terbuka lebar.

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.