Laporan Persediaan Barang
A: Penyajian Laporan Persediaan Barang
Bagaimana penyajian laporan persedian barang?
Persediaan barang termasuk dalam kelompok aktiva atau perusahaan, Sehingga dalam laporan keuangan disajikan dalam jenis laporan posisi keuangan atau neraca, sedangkan pengeluaran biaya persediaan disajikan dalam laporan laba rugi.
Format Laporan Posisi Keuangan
Sekarang sedikit saya jelaskan tentang format laporan posisi keuangan atau neraca (balance sheet). Laporan Posisi Keuangan terdiri dari 3 pos atau account utama, yaitu:
1: Akun atau pos Aset, pos ini dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:
- Aset Lancar (current assets), contohnya: Kas dan Setara Kas, Piutang, Persediaan, Biaya Dibayar Di Muka.
- Aset Tetap (fixed assets), contohnya: tanah, bangunan, mesin dan kendaraan.
2: Akun atau pos Kewajiban. pos ini juga dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:
- Kewajiban Lancar, seperti utang jangka pendek.
- Kewajiban Jangka Panjang, seperti kredit investasi.
3: Akun atau pos ekuitas, antara lain:
- Modal disetor
- Laba ditahan atau laba tidak dibagi.
Penyajian Laporan Inventory
Jadi, persediaan barang dagangan adalah termasuk dalam kelompok aset lancar (perhatikan yang diberi warna merah di atas), sehingga, pencatatan persediaan yang baik akan membuat laporan laba rugi dan neraca perusahaan menjadi lebih akurat.
Pencatatan jumlah persediaan barang yang kurang atau tidak akurat akan mempengaruhi laporan laba rugi dan neraca berpengaruh pada periode berjalan dan periode-periode berikutnya.

Contoh Proses Pencatatan Inventory
Untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang pencatatan persediaan, berikut saya sajikan contoh studi kasus sederhana:
PT Egana Saputro Jaya Raya membeli bahan baku dari salah satu suppliernya PT Masa Emas. Nilai pembelian sebesar Rp 10.500.000 dan dibayar 30 hari setelah waktu transaksi.
Transaksi ini kemudian dicatat oleh staf accounting sebagai berikut:
(Debit) Persediaan Bahan Baku … Rp 10.500.000
(Kredit) Utang Usaha …. Rp 10.500.000
Prosedur pencatatan transaksi berpedoman pada prinsip akuntansi debit kredit, transaksi pembelian ini menyebabkan kenaikan nilai persediaan dan utang usaha, sehingga persediaan dicatat di sisi debit, dan utang di bagian kredit.
—
Selanjutnya perusahaan menggunakan sebagian bahan baku ini untuk proses produksi senilai Rp 1.000.000. Penggunaan bahan baku ini dicatat oleh staf accounting sebagai berikut:
(Debit) Persediaan Barang Dalam Proses … Rp 1.000.000
(Kredit) Persediaan Baghan Baku … Rp 1.000.000
Prinsip pencatatannya sama, yaitu kenaikan aset dicatat di Debit dan sebaliknya penurunannya dicatat di kredit.
—
Sebutkan apa saja jenis persediaan?
Jenis persediaan: bahan baku, contoh gandum untuk industri makanan, raw in process, dan finished goods.
Apa yang dimaksud dengan persediaan barang dalam proses?
Persediaan barang dalam proses adalah barang yang masih dalam proses produksi, dan belum menjadi barang siap dijual.
Pencatatan persediaan barang ada 3 metode apa saja?
3 metode pencatatan inventory adalah FIFO (First in First out), LIFO (Last in First out), dan Average (metode rata-rata).