Tabel Hasil Analisis Penggunaan Utang
Perhatikan tabel analisis utang perusahaan berikut ini :
A: Contoh pertama adalah perusahaan tanpa hutang / tidak punya hutang :

B: Contoh Kedua Perusahaan dengan Utang
Sedangkan data-data perusahaan yang menggunakan pendanaan utang adalah sebagai berikut :

Analisis data:
Perhatikan dalam kedua tabel di atas, tidak ada perbedaan antara perusahaan yang menggunakan pendanaan utang dan perusahaan tanpa utang sampai di laba operasinya.
Kedua perusahaan memiliki EBIT yang sama dalam tiga kondisi perekonomian yang berbeda, dan selanjutnya, keadaan mulai berubah.
PT TU tidak memiliki utang sehingga tidak perlu membayar bunga dan laba kena pajaknya akan sama dengan laba operasi, sehingga diperoleh LABA BERSIH di rentang 0 sampai 27 juta, tergantung pada kondisi.
Ketika laba bersih dibagi dengan ekuitas biasa, maka akan diperoleh ROE sebesar 0 sampai 27%.
PT Uwak Sam, yang memiliki utang, besarnya EBIT masih sama untuk setiap kondisi, karena perusahaan memiliki utang sebesar 50 juta dengan tingkat bunga 10% maka ada beban sebesar 5 juta apa pun kondisi usahanya.
Jumlah ini akan dikurangkan dari EBIT untuk mendapatkan LABA KENA PAJAK. Selanjutnya, pajak dikeluarkan dan hasilnya adalah laba bersih yang berada di rentang -5 sampai 24 juta, tergantung pada kondisi perekonomian.
—
Dari hasil perhitungan di atas, sekilas kita bisa melihat bahwa PT TU yang tidak memiliki utang, ‘sepertinya’ memberikan hasil yang lebih baik dalam seluruh kondisi. Namun bila diamati lebih seksama, maka kondisi ini tidaklah benar.
Kita perlu mempertimbangkan jumlah uang yang telah diinvestasikan oleh pemegang saham kedua perusahaan tersebut. Pemegang saham PT U, hanya menginvestasikan 50 juta.
Jadi ketika laba bersih dibagi dengan investasi tersebut, maka ROE-nya sebesar 48% dibanding PT TU yang hanya 27%. Dan 12% dibandingkan dengan PT TU 9% untuk kondisi yang diharapkan.
Namun ROE PT U turun menjadi -10% dalam kondisi yang buruk, artinya perusahaan tersebut akan bangkrut jika kondisi itu berlangsung selama beberapa tahun.
Ada dua alasan di balik penggunaan utang perusahaan adalah :
1: Pengurang pajak
Bunga dapat menjadi pengurang pajak, sehingga penggunaan utang akan mengurangi kewajiban pajak dan menyisakan laba operasi yang lebih besar bagi investor perusahaan.
2: Untuk membeli aset dan keperluan lain
Jika laba operasi sebagai persentase terhadap aset melebihi tingkat bunga atas utang yang seperti pada umumnya diharapkan, maka perusahaan dapat menggunakan utang untuk membeli aset atau aktiva tetap, membayar bunga atas utang, dan masih mendapatkan sisanya sebagai bonus bagi pemegang saham.
Hasil Analisis Dampak Penggunaan Utang
Dalam contoh tabel di atas, dalam kondisi yang diharapkan, perusahaan berharap akan menerima 15% atas aset dibandingkan dengan manfaat pajak dari utang, maka akan mendorong tingkat pengembalian atas ekuitas yang diharapkan dari PT TU naik jauh di atas tingkat PT U.
Jadi dapat dilihat perusahaan dengan rasio utang perusahaan yang relatif tinggi memiliki perkiraan pengembalian yang lebih tinggi ketika perekonomian normal. Tetapi akan mengalami risiko kerugian ketika perekonomian memasuki masa resesi.
Oleh karena itu, keputusan penggunaan utang mengharuskan perusahaan membandingkan antara perkiraan pengembalian yang lebih tinggi dengan meningkatnya resiko.
