Analisis Risiko dan Manfaat Utang Perusahaan
A: Prosedur Analisis Risiko
Secara umum ada dua prosedur yang lazim digunakan untuk menganalisis risiko dan manfaat penggunaan utang perusahaan, yaitu:
- Memeriksa NERACA untuk menentukan proporsi TOTAL dana yang diwakili oleh utang.
- Memeriksa Laporan LABA RUGI untuk melihat sejauh mana beban tetap dapat ditutup oleh laba operasi.
Pembahasan lebih lanjut tentang analisis utang perusahaan dengan berpijak pada dua prosedur tersebut adalah sebagai berikut:
1: Rasio Total Utang terhadap Total Aset (Debt Ratio)
Rasio Total Utang terhadap Total Aset atau sering disebut dengan rasio utang perusahaan (debt ratio) adalah rasio yang mengukur persentase dana yang diberikan oleh kreditur.
Bila dinyatakan dalam sebuah rumus adalah sebagai berikut :
- Rasio Utang = Total Utang : Total Aset
- Total utang termasuk seluruh kewajiban lancar dan utang jangka panjang.
Contoh Analisis Debt Ratio
Untuk menghitung dan menganalisis debt ratio, saya menggunakan contoh laporan keuangan perusahaan tbk berikut ini:
1: Contoh Neraca Perusahaan

2: Contoh Laporan Laba Rugi

Hasil Perhitungan dan Analisis Debt Ratio
Dari data-data pada contoh laporan keuangan perusahaan di atas, maka besarnya debt ratio adalah :
= ($310 + $750) : $2.000
= 53%
Rata-rata industri sejenis adalah = 40%
Analisis
Rasio utang perusahaan sebesar 53%, artinya kreditur memberikan lebih dari setengah total pendapatan. Rasio utang perusahaan tersebut melebihi rata-rata standar di industri sejenis.
Hal ini harus menjadi perhatian, karena sudah berada di zona merah, dan ini akan membuat sulit perusahaan untuk meminjam tambahan dana tanpa harus menghimpun ekuitas terlebih dahulu.
—
Kreditur menjadi enggan meminjamkan lebih banyak uang ke perusahaan, dan manajemen kemungkinan akan memaparkan risiko bangkrut pada perusahaan jika ia mencari tambahan dana dalam jumlah yang cukup besar melalui pinjaman.
Kreditur lebih menyukai rasio utang yang rendah karena makin rendah rasio utang. Makin besar perlindungan terhadap kerugian kreditur jika terjadi likuidasi.
Di sisi lain, pemegang saham mungkin menginginkan lebih banyak pendanaan melalui utang karena akan memperbesar laba yang diharapkan. Definisi lengkap mengenai utang dapat dipelajari di Inilah Pengertian Utang dan modal