6. Tingkat Bunga
Cakupan Materi Tingkat Bunga
Materi manajemen keuangan pada bagian ke-6 ini adalah tentang:
- cara menentukan tingkat bunga,
- struktur waktu tingkat bunga, dan
- beberapa cara tingkat bunga akan mempengaruhi keputusan usaha.
Tingkat bunga dari suatu obligasi tertentu didasarkan atas persamaan berikut ini:
r = r* + IP + DRP + LP + MRP
Keterangan rumus:
- r* adalah tingkat bunga nyata bebas risiko
- IP adalah premi untuk perkiraan inflasi
- DRP adalah premi untuk risiko gagal bayar yang kemungkinan terjadi
- LP adalah premi untuk kurangnya likuiditas (atau kemampuan untuk dipasarkan)
- MRP adalah premi untuk mengkompensasikan risiko inheren yang ada pada obligasi dengan waktu jatuh tempo yang panjang.

Manfaat Analisis Tingkat Bunga
Baik r* dan berbagai dan berbagai premi dapat dan memang akan berubah dari waktu ke waktu, tergantung pada kondisi perekonomian. Perubahan faktor-faktor itu sulit diramalkan, maka sulit bagi kita meramalkan arah tingkat bunga di masa depan.
Kurva imbal hasil yang menghubungkan tingkat bunga obligasi dengan jatuh temponya, dapat menanjak ke atas atau melandai ke bawah, dan kurva tersebut akan mengalami perubahan tingkat dan kelandaian seiring dengan berjalannya waktu. Determinan utama kelandaian kurva adalah ekspektasi akan inflasi di masa depan dan MRP.
Kita dapat menganalisa data kurva imbal hasil untuk mengestimasikan kemungkinan tingkat bunga yang diperkirakan akan terjadi di masa depan oleh para pelaku pasar.
Dengan mempelajari materi manajemen keuangan tentang tingkat bunga ini, kita bisa menganalisis nilai-nilai obligasi dan saham serta melihat berbagai keputusan investasi dan pendanaan perusahaan.
7. Obligasi dan Valuasinya – Materi Manajemen Keuangan
Penting untuk diingat bahwa ketika seorang investor membeli obligasi suatu perusahaan, investor tersebut memberikan modal pada perusahaan.
Jadi ketika suatu perusahaan menerbitkan obligasi, pengembalian yang diminta oleh investor atas obligasi mencerminkan biaya modal utang bagi perusahaan.

Dengan mempelajari materi manajemen keuangan tentang obligasi dan valuasinya. akan sangat membantu perusahaan untuk menentukan biaya modal perusahaan secara keseluruhan, yang merupakan komponen dasar dalam proses penyusunan anggaran modal.
Oleh karena itu, baik perusahaan maupun investor sebaiknya memahami jenis-jenis obligasi yang diterbitkan pemerintah dan perusahaan.
Bagaimana harga obligasi ditentukan, dan bagaimana meng-estimasikan tingkat pengembalian atas obligasi, selain itu perusahaan dan investor harus tahu berbagai jenis risiko yang dihadapi saat membeli obligasi.
Artikel yang membahas tentang obligasi dan saham dapat anda peroleh dan pelajari di blog ini pada kategori saham dan obligasi
8. Risiko dan Tingkat Pengembalian dalam Manajemen Keuangan
Materi manajemen keuangan pada bagian ini membahas dan menjelaskan hubungan antara risiko, dan pengembalian, cara menghitung risiko dan pengembalian untuk setiap aset dan portofolio.
Terutama, kita membedakan antara risiko yang berdiri sendiri dan risiko dalam konteks portofolio, dan menjelaskan manfaat dari diversifikasi.

Selain itu dijelaskan juga tentang CAPM, yang menguraikan bagaimana risiko sebaiknya diukur dan bagaimana risiko akan mempengaruhi tingkat pengembalian.
Bagaimana risiko restrukturisasi, reorganisasi, dan likuidasi yang dilakukan oleh suatu perusahaan? Baca pembahasannya di >> Likuidasi: Memahami Secara Mendalam Restrukturisasi, Reorganisasi, dan Proses Likuidasi dengan Contoh Studi Kasus.
9. Saham dan Valuasinya dalam Manajemen Keuangan
A: Nilai Saham
Keputusan perusahaan hendaknya dianalisis dari segi bagaimana tindakan-tindakan alternatif akan mempengaruhi nilai suatu perusahaan.
Namun sebelum itu, kita perlu mengetahui bagaimana harga saham ditentukan sebelum mencoba untuk mengukur pengaruh suatu keputusan tertentu pada nilai perusahaan.
Materi manajemen keuangan ini membahas hak-hak dan fasilitas yang dimiliki oleh pemegang saham biasa
Kemudian menunjukkan bagaimana nilai saham ditentukan, dan menjelaskan bagaimana investor mengestimasikan nilai intrinsik saham dan tingkat pengembalian yang diharapkan.
B: Jenis Valuasi Saham
Ada dua jenis model valuasi saham yang dibahas dalam materi manajemen keuangan ini, yaitu: model dividen yang didiskontokan dan model valuasi perusahaan.
Bagi perusahaan yang stabil dan telah mapan lebih cocok menggunakan model dividen saham . Selain itu, model ini juga lebih mudah untuk digunakan.
Tapi model perusahaan lebih fleksibel dan lebih baik digunakan pada perusahaan yang tidak membayarkan dividen atau perusahaan yang dividennya sulit diramalkan.

Di materi manajemen keuangan ini juga dibahas saham preferen yang merupakan suatu efek campuran, serta memiliki beberapa karakteristik saham biasa dan beberapa karakteristik obligasi.
Saham preferen dinilai menggunakan model yang sama dengan model untuk obligasi perpetual dan reguler.
Materi lain yang dibahas adalah tentang kondisi ekuilibrium pasar mencatat bahwa harga saham harus sama dengan nilai intrinsiknya, seperti yang di-estimasikan oleh seorang investor marginal agar dapat berbeda dalam kondisi ekuilibrium. Tingkat pengembalian yang diharapkan dan diminta seperti yang dilihat oleh investor tersebut juga harus sama.
Baca juga artikel penting tentang Manajemen Persediaan: Metode EOQ vs Metode Variabel.
10. Penutup
A: Kesimpulan
Ilmu keuangan adalah pondasi dari sistem wirausaha. Manajemen keuangan yang baik sangat berarti bagi kesehatan perekonomian perusahaan, dan secara tidak langsung bagi negara dan dunia.
Ilmu keuangan perlu dipahami secara luas dan mendalam karena memiliki arti yang sangat penting. Bidang ini relatif kompleks dan terus bergerak mengikuti perkembangan perekonomian dunia. Hal-hal inilah yang membuat ilmu manajemen keuangan semakin menarik, menyenangkan dan sekaligus menantang.
Dan artikel ini merupakan sebuah rangkuman materi manajemen keuangan yang mencakup:
- pengantar manajemen keuangan,
- konsep manajemen keuangan,
- pengertian manajemen keuangan,
- fungsi manajemen keuangan,
- aktivitas manajemen keuangan, dan
- contoh manajemen keuangan.
Materi manajemen keuangan ini semoga dapat membantu kita untuk memahami fungsi & peran manajemen keuangan, sehingga manfaat manajemen keuangan dapat diterapkan untuk mengelola keuangan keluarga, keuangan perusahaan, keuangan syariah, keuangan pribadi, keuangan bisnis, keuangan internasional, keuangan daerah, keuangan koperasi, dan UKM.
B: Tips dan Saran
Tujuan utama manajemen keuangan adalah untuk membantu para pengelola usaha dan bisnis memaksimalkan nilai perusahaan.
Nilai tidak berdiri sendiri. Misalnya nilai saham dan obligasi akan ditentukan dalam pasar uang sehingga pemahaman akan pasar dan cara beroperasinya sangat penting bagi setiap orang yang bekerja di bidang keuangan.
Video Tips Mengelola Keuangan Pribadi
Untuk memperluas wawasan kita, mari sejenak tonton video singkat tentang pentingnya manajemen keuangan berikut ini.
Setelah menyaksikan video dari Dewa Eka Prayoga di atas, bagaimana pandangan Anda tentang manajemen keuangan?
Demikian yang dapat saya sampaikan pembahasan tentang 9 materi manajemen keuangan yang dapat digunakan untuk mengelola bisnis anda.
Semoga bermanfaat, terima kasih.*****