7 Langkah Menyenangkan & Mudah Membuat Laporan Keuangan

Membuat Laporan Keuangan dengan 7 langkah ini akan membuat Anda tersenyum tanpa stress!

Baik membuat Laporan Keuangan perusahaan, lembaga, organisasi, sekolah, masjid, koperasi, yayasan, bisnis rumahan, budidaya ikan lele, olshop, atau warung makan rumahan.

7 langkah ini sederhana, mudah dan menyenangkan serta baik & benar sesuai dengan standar akuntansi keuangan (SAK).

Mari langsung dipraktekkan ya…

 

01. Cara Membuat Laporan Keuangan yang Baik dan Benar

Cara Membuat Laporan Keuangan
tirto.id

Sedikit cerita dulu ya…

Beberapa waktu lalu ada seorang sahabat ‘kenthel & plek” yang baru saja ikut tes di sebuah perusahaan yang menanyakan tentang cara membuat laporan keuangan.

Awalnya agak kaget dan kedengaran aneh ditelingaku, karena ia seorang yang pernah belajar akuntansi keuangan.

Setelah ngobrol ‘ngalor-ngidul‘ akhirnya ketemu juga penyebabnya, bahwa ia ingin memastikan apakah laporan keuangan yang disusun saat tes kerja sudah benar atau belum?

“oh, ternyata seperti itu” gumamku.

Ternyata, ia baru saja mengikuti tes kerja untuk posisi Accounting & Tax Manager. Ia bercerita bahwa dalam tes tersebut terdapat soal untuk menyusun laporan keuangan sederhana.

Awalnya ia tidak memperkirakan akan menghadapi soal seperti itu, karena berdasarkan pengalaman selama ini, materi tes untuk level manajer, kebanyakan menyangkut leadership, strategi dan kebijakan.

Teringat kata seorang teman pengembang software akuntansi Mas David Yulianto, bahwa:

“Akuntansi itu tidak sulit, tapi MENANTANG”

Tepat dan saya setuju dengan statement itu!

Memang akuntansi tidak sulit, tapi tidak mudah juga.

Selama ada kemauan dan mau menjalani prosesnya dengan sungguh-sungguh, tidak ada sesuatu yang sulit.

Demikian juga dengan akuntansi, bila kita punya niat dan mau belajar semuanya jadi terasa mudah 🙂

Bagaimana pendapat Anda?

***

Untuk me-refresh kembali pengetahuan dasar kita tentang laporan keuangan, tidak ada salahnya untuk me-review kembali langkah-langkah membuat laporan keuangan.

Prinsip dasar proses akuntansi bisa diilustrasikan seperti gambar di atas,  kita bisa melihat bahwa proses akuntansi dimulai dari transaksi yang berupa bukti-bukti pembukuan yang dicatat dalam buku jurnal.

Setiap terjadi transaksi, lampiran bukti-bukti pembukuan juga dicatat dalam buku pembantu.

Tiap periode buku jurnal dijumlah dan dibukukan ke rekening-rekening dalam buku besar.

Selanjutnya di akhir periode akuntansi, dari buku besar disusun laporan keuangan yang terdiri dari Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal dan Laporan Arus Kas.

Ada 7 langkah yang dilakukan pada akhir periode akuntansi untuk menghasilkan laporan keuangan yaitu:

  • Langkah #1: Membuat Neraca Saldo
  • Langkah #2: Mengumpulkan data yang diperlukan untuk membuat jurnal penyesuaian
  • Langkah #3: Membuat Neraca Lajur (daftar kerja)
  • Langkah #4: Membuat Laporan Keuangan Laba Rugi dan Neraca
  • Langkah #5: Menyesuaikan dan menutup rekening-rekening
  • Langkah #6: Membuat neraca saldo setelah penutupan
  • Langkah #7: Menyesuaikan kembali rekening-rekening

 

Langkah #1: Membuat Neraca Saldo

Membuat Neraca Saldo Excel

Membuat neraca saldo adalah menyusun daftar rekening-rekening buku besar dengan saldo debit dan kredit.

Neraca saldo ini disusun bila semua jurnal sudah dibukukan ke masing-masing rekeningnya.

Penyusunan Neraca Saldo ini dilakukan sebelum membuat jurnal penyesuaian sehingga disebut juga neraca saldo yang belum disesuaikan.

Penyusunan Neraca Saldo adalah langkah pertama untuk membuat jurnal penyesuaian dan Neraca Lajur.

Selain itu dapat juga digunakan untuk memeriksa keseimbangan debit dan kredit dari seluruh rekening buku besar.

Berikut contoh neraca saldo:

 Neraca Saldo Excel
Contoh Neraca Saldo Excel

 

Langkah #2.  Mengumpulkan data yang diperlukan untuk membuat jurnal penyesuaian

analisis transaksi jurnal penyesuaian

Karena beberapa transaksi yang terjadi yang dicatat pada tanggal terjadinya itu masih tidak sesuai dengan keadaan pada akhir periode.

Maka perlu dikumpulkan data tertentu yang nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk membuat jurnal penyesuaian.

Fungsi jurnal penyesuaian adalah membuat penyesuaian untuk transaksi tertentu. Misalnya, transaksi asuransi dibayar di muka, penyusutan aktiva tetap.

Di bawah ini contoh jurnal penyesuaian untuk transaksi tertentu :

Membuat jurnal penyesuaian
Membuat Jurnal Penyesuaian

 

Langkah #3. Membuat Neraca Lajur (daftar kertas kerja)

Membuat Neraca Lajur Excel

Langkah ketiga untuk membuat laporan keuangan adalah membuat neraca lajur atau kertas kerja.

Neraca lajur (daftar kerja) merupakan suatu cara untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan.

Penyusunan neraca lajur dimulai dari neraca saldo dan disesuaikan dengan data yang diperoleh dari langkah nomor #2 di atas.

Saldo yang sudah disesuaikan akan nampak dalam kolom neraca saldo disesuaikan dan merupakan saldo-saldo yang akan dilaporkan dalam neraca dan laporan laba rugi.

Perhatikan contoh neraca lajur :

Neraca Lajur Excel
Membuat neraca lajur excel

 

Langkah #4. Membuat Laporan Laba Rugi dan Neraca

Membuat laporan laba rugi

Setelah membuat neraca lajur, selanjutnya kita menyusun laporan keuangan: neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal (Laporan Perubahan Ekuitas ) dan laporan arus kas.

Cara membuat laporan keuangan posisi keuangan / neraca dan laporan laba rugi dapat disusun langsung dari Neraca Lajur.

Karena dalam neraca lajur sudah dipisahkan jumlah-jumlah yang akan dilaporkan dalam neraca dan laporan laba rugi.

Kolom neraca dan laba rugi dalam neraca lajur (daftar kerja) diubah bentuknya sehingga dapat dihasilkan neraca dan laporan laba rugi yang mudah dibaca dan dianalisa.

Perhatikan laporan laba rugi dan neraca yang dibuat dari neraca lajur berikut ini:

contoh laporan keuangan sederhana Excel
contoh laporan keuangan sederhana Excel

 

Langkah #5. Menyesuaikan dan menutup rekening-rekening dengan Jurnal Penutup

laporan laba rugi lengkap

Data yang diperoleh dalam langkah nomor #2 digunakan sebagai dasar untuk membuat jurnal penyesuaian yang perlu dan kemudian dibukukan ke rekening-rekening dalam buku besar.

Setelah rekening-rekening disesuaikan selanjutnya adalah membuat jurnal penutupan buku.

Jurnal penutupan adalah jurnal untuk menutup semua rekening nominal ke rekening rekening laba rugi dan memindahkan saldo rekening laba rugi ke rekening laba tidak dibagi.

Perhatikan contoh berikut ini:

Membuat jurnal penutup
Membuat jurnal penutup

 

Langkah #6. Membuat neraca saldo setelah penutupan

membuat neraca saldo

Sesudah jurnal penyesuaian dan penutupan dibukukan ke masing-masing rekeningnya.

Maka untuk memeriksa keseimbangan debit dan kredit rekening-rekening yang masih terbuka dibuat neraca saldo sesudah penutupan.

Perhatikan contoh neraca saldo setelah penutupan berikut ini:

membuat neraca saldo setelah penutupan
Neraca saldo setelah penutupan

 

Langkah #7. Menyesuaikan kembali rekening-rekening

 

jurnal penyesuaian

Langkah ke-7 cara menyusun laporan keuangan adalah membuat jurnal penyesuaian kembali.

Pengertian Jurnal penyesuaian kembali adalah jurnal untuk menghapus rekening-rekening antisipasi (accrued) dan transitoris (prepaid) yang timbul dari jurnal penyesuaian akhir periode dan mengembalikannya ke rekening nominal.

Jurnal penyesuaian kembali dibuat pada hari pertama periode berikutnya dengan maksud untuk memudahkan pembuatan jurnal periode berikutnya.

Perlu diketahui bahwa jurnal penyesuaian kembali ini hanya untuk memudahkan pembuatan jurnal periode berikutnya.

Sehingga jika tidak dibuat jurnal penyesuaian kembali akan diperoleh hasil yang sama dengan jika dibuat jurnal penyesuaian kembali.

Perbedaannya hanya pada jurnal yang berkaitan dengan rekening prepaid dan accrued.

Tidak semua jurnal penyesuaian akan disesuaikan kembali, namun hanya jurnal-jurnal tertentu saja.

Perhatikan contoh ayat jurnal penyesuaian berikut ini:

membuat jurnal penyesuaian
Jurnal penyesuaian

Dan melengkapi tips ini, berikut ini saya sajikan video pendek yang menjelaskan tentang cara sederhana membuat laporan keuangan dari Bang Ahmad Gozali:

 

02. Kesimpulan

Demikian yang dapat saya sampaikan pembahasan tentang 7 langkah membuat laporan keuangan.

Pembahasan detail dan contoh studi kasus lainnya tentang penyusunan laporan keuangan sederhana dengan Excel dan software akuntansi bisa Anda baca di artikel Langkah-langkah Membuat Laporan Keuangan dalam Siklus Akuntansi

Atau jika anda ingin membuat sendiri Standar Operasional Prosedur untuk divisi keuangan BISNIS Anda lengkap dengan accounting tools sederhana dan mudah digunakan, lihat contoh dan cara membuatnya di SOP

Semoga bermanfaat. Terima kasih.

***

manajemen keuangan dan SOP