1. Membuat Neraca Saldo dari Buku Besar
1. Pengertian dan Fungsi Neraca Saldo
Apa itu neraca saldo?
Neraca saldo ini disebut juga dengan neraca saldo sebelum penyesuaian dan dalam bahasa Ingrris disebut sebagai un-adjusted trial balance. Neraca saldo adalah ringkasan saldo rekening-rekening transaksi yang terjadi selama periode akuntansi. Jadi, membuat neraca saldo adalah menyusun daftar rekening-rekening buku besar dengan saldo debit dan kredit.
Fungsi neraca saldo adalah untuk memeriksa saldo account-account transaksi yang terjadi selama periode berjalan dan memeriksa apakah proses pencatatan transaksi keuangan penyusunan laporan keuangan yang telah dilakukan sudah benar atau belum.
Apa indikasi yang digunakan untuk melakukan verifikasi kebenaran pencatatan transaksi?
Untuk memeriksa kebenaran proses pencatatan jurnal transaksi dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah dengan memeriksa jumlah kolom debit dan kredit.
Jika jumlah kolom debit dam kredit sama berarti pencatatan jurnal transaksi keuangan sudah benar. Namun sebaliknya, jika belum balance berarti masih ada proses pencatatan jurnal yang salah sehingga pembuat laporan keuangan harus melakukan koreksi dan pembetulan.
2. Proses Membuat Neraca Saldo
Ada 3 (tiga) proses yang dilakukan sebelum membuat neraca saldo, yaitu:
1: Menganalisis Transaksi Finansial dalam Membuat Laporan Keuangan
Manfaat dan tujuan aktivitas ini adalah mengolongkan/mengklasifikasi setiap transaksi keuangan sesuai dengan rekening/akun/pos-pos Laporan Keuangan.
Apakah transaksi tersebut termasuk dalam kelompok:
- Aset
- Likuiditas
- Ekuitas
- Penerimaan/Penjualan
- Biaya/Beban
Perhatikan contoh analisis transaksi finansial berikut ini:
PT Milenia Jaya pada tanggal 01 Januari 2020 membeli Komputer dari Toko Eramedia Jaya untuk Bagian Administrasi dan umum dengan harga Rp 10.000.000 tunai.
Analisis transaksi:
Transaksi tersebut menambah aset/ inventaris perusahaan dan menurunkan aset kas senilai Rp 10.000.000.
2: Membuat Jurnal Umum dan Khusus dalam Membuat Laporan Keuangan
Aktivitas ini dilaksanakan setelah proses analisis transaksi selesai dilakukan. Setelah semua transaksi finansial dikelompok-kelompokan sesuai dengan pos-posnya.
Langkah selanjutnya adalah membuat Jurnal Pencatatan Transaksi sesuai dengan rekening/akun dan debit kredit. Perhatikan contoh yang mengambil data dari PT Milenia Jaya di atas:
Setelah kita menganalisi transaksi tersebut, selanjutnya mencatat jurnal transaksi sebagai berikut:
[Debit] Perlengkapan Kantor – Komputer Rp 10.000.000
[Kredit] Kas Rp 10.000.000
3: Membuat Buku Besar dalam Membuat Laporan Keuangan
Pembuatan buku besar dilaksanakan setelah proses penjurnalan transaksi selesai dilakukuan. Selanjutnya dilakuan posting atau pemindahan setiap catatan di jurnal umum dan jurnal khusus tersebut ke buku besar sesuai dengan pos/rekening/akun.
Dari contoh transaksi di atas, kita bisa membuat buku besar sebagai berikut:
Rekening/ Akun: Perlengkapan Kantor
Tanggal transaksi: 1 Januari 2020
Saldo Awal: 0
Saldo Akhir : Rp 10.000.000 (sisi Debit)
Dan bila disajikan dalam tabel 5 kolom adalah seperti berikut ini:

Rekening/ Akun: Kas
Tanggal transaksi: 1 Januari 2020
Saldo Awal: 0
Saldo Akhir : Rp 10.000.000 (sisi Kredit)
Dan bila disajikan dalam bentuk tabel berkolom adalah sebagai berikut:

Neraca saldo ini disusun bila semua jurnal sudah dibukukan ke masing-masing rekeningnya.
Penyusunan Neraca Saldo ini dilakukan sebelum membuat jurnal penyesuaian sehingga disebut juga neraca saldo yang belum disesuaikan.
Penyusunan Neraca Saldo adalah langkah pertama untuk membuat jurnal penyesuaian dan Neraca Lajur, selain itu dapat juga digunakan untuk memeriksa keseimbangan debit dan kredit dari seluruh rekening buku besar.
3. Contoh Neraca Saldo
Perhatikan contoh neraca saldo berikut ini:

Pada tabel neraca saldo sebelum penyesuaian di atas, kita bisa mengetahui daftar saldo setiap account yang digunakan oleh perusahaan dalam melakukan transaksi, selain itu nilai dan letak saldo setiap akun juga ditampilkan, baik di sisi debit maupun kredit.