Memburu Pekerjaan Impian Bidang Akuntansi Keuangan

memburu pekerjaan impian bidang akuntansi keuangan

memburu pekerjaan impian bidang akuntansi keuangan

Jelas menatap awan berarak
Wajah murung s’makin terlihat
Dengan langkah gontai tak terarah
Keringat bercampur debu jalanan”

Petikan paragraf lagu ‘Sarjana” karya legenda hidup Iwan Fals, bisa jadi hanya salah satu dari sekian banyak kenyataan nyata dari perjuangan mencari pekerjaan.

Saat ini, di mana teknologi informasi mendominasi dunia, bukan jamannya lagi mencari pekerjaan impian tidak dengan berkeliling dari satu kantor ke kantor lain sambil bertanya “ada lowongan?”

Cukup kunjungi portal penyedia informasi lowongan pekerjaann lalu kirim lamaran.

Simpel!

Namun, apakah proses mendapatkan pekerjaan impian akan se-simpel itu?

Tentu tidak.

Lalu, bagaimana agar hasilnya tidak se-simple pengirimannya?

Ikuti tulisan ini sampai khatam ya 🙂

Sebelum jauh melangkah dan akhirnya menyesal karena mendapatkan pekerjaan yang dikira impian, ternyata pekerjaan abal-abal maka cermati pekerjaan itu.

Sebuah pekerjaan dapat dikatakan sebagai pekerjaan impian bila memenuhi 4 (empat) elemen berikut ini yaitu :

  1. High salary
  2. Challenging job
  3. Career oportunities
  4. Great working environment

pembentuk dream job

#1. High Salary

Gaji yang tinggi adalah salah satu tolok ukur sebuah pekerjaan impian.

Gaji yang cukup atau bahkan berlebih untuk memenuhi kebutuhan merupakan keinginan setiap karyawan.

Komponen-komponen lain di antaranya adalah adanya fasilitas seperti rumah sakit atau tunjangan kesehatan, cuti, dana pensiun dan perumahan.

Elemen ini tentu bukan hanya menjadi tanggungjawab perusahaan tapi juga karyawan sendiri.

Dalam batas-batas tertentu memang menjadi tanggungjawab perusahaan, namun karyawan juga harus berupaya untuk mencapai tingkatan yang diinginkannya.

Upaya-upaya itu seperti bekerja lebih keras dan menambah pengetahuannya, misalnya dengan mengikuti kursus akuntansi level advance.

Ada sebuah ungkapan bahwa “Your salary, your competency reflect”. Gajimu merefleksikan kompetensimu.

Bagaimana?

Berikut ini contoh besaran gaji di Indonesa sesuai dengan tingkatannya :

daftar gaji di Indonesia

#2. Challenging Job

Pekerjaan-pekerjaan yang rutin dan terus menerus cenderung kurang meningkatkan pertumbuhan psikologis.

Sedangkan memberikan pekerjaan-pekerjaan yang menantang pada karyawan akan meningkatkan efisiensi tugas dan kepuasan.

Karyawan cenderung menyukai tugas-tugas yang menantang, dalam arti tugas tersebut tidak mudah namun masih bisa diselesaikan dan memberi kesempatan kepada karyawan untuk menggunakan ketrampilan serta skill-nya.

Selain itu diharapkan tugas-tugas pekerjaan yang dimilikinya menawarkan beragam kreatifitas dan kebebasan, baik dalam cara melakukannya atau menyelesaikannya serta feedback tentang betapa baik mereka mengerjakannya.

Bila Anda sebagai staf keuangan, kemudian diminta untuk membantu stock opname persediaan atau audit kantor cabang, jangan menolak apalagi mengeluh “ duh tambah pekerjaan lagi nih, gaji mah tetap aja”.

Yakinlah tugas yang diberikan ke Anda itu adalah peluang besar untuk menambah skill di bidang lain, yang suatu saat akan bermanfaat bagi perkembangan karir Anda.

Sebuah istilah keren mengatakan “Anda adalah apa yang Anda lakukan”.

Bila perusahaan hanya memberikan tugas itu-itu saja maka berhati-hatilah, karena pekerjaan Anda akan benar-benar membunuhmu dalam arti yang sesungguhnya 🙂

Atau Anda telah bekerja selama 5 tahun, namun pengalamannya hanya 1 tahun dan MENGULANG-ULANG pekerjaan selama 4 tahun.

 

#3. Career Oportunities

Perusahaan yang mampu memberikan peluang karir yang lebih baik dan lebih luas bagi karyawannya merupakan salah satu pertanda perusahaan itu baik.

Bila setiap karyawan memiliki peluang yang sama untuk meningkatkan karirnya berdasarkan azas keadilan dan objektifitas maka karyawan akan terdorong untuk bekerja lebih giat, bersemangat, berdisiplin, dan berprestasi kerja sehingga sasaran perusahaan secara optimal dapat dicapai.

Peluang karir yang lebih baik bisa memberikan peran penting bagi setiap karyawan.

Melalui peningkatan karir berarti ada kepercayaan dan pengakuan mengenai kemampuan serta kecakapan karyawan bersangkutan untuk menduduki suatu jabatan yang lebih tinggi.

Peningkatan karir yang lebih baik juga akan memberikan status sosial, wewenang, tanggung jawab serta penghasilan yang semakin besar bagi karyawan.

 

#4. Great Work Environment

great environmental jobLingkungan kerja yang nyaman dan rekan kerja yang dapat diajak bekerja sama secara profesional merupakan salah satu kriteria dalam memilih pekerjaan.

Suasana kerja sangat berpengaruh terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh seorang karyawan

Bagi seseorang yang bekerja pada lingkungan kerja yang bersih, penerangan cukup, pertukaran udara baik, dengan perlengkapan kerja memadai pasti akan menimbulkan rasa senang dan nyaman.

Rasa senang dan nyaman ini akan mempengaruhi seseorang untuk bekerja lebih bersemangat dan bergairah.

Sebaliknya tempat atau lingkungan kerja yang buruk dalam arti kebersihan dan keselamatan kerjanya serta kelengkapan kerjanya sangat kurang akan mengurangi semangat kerja.

Perusahaan yang baik, selain menyediakan fasilitas di atas juga menyediakan fasilitas-fasilitas lain seperti balai pengobatan, ruang ibadah, dan kamar mandi.

Semua itu tentu untuk kenyamanan karyawanya, sehingga akan berdampak baik bagi kinerja perusahaan.

Lalu bagaimana cara untuk mendapatkan pekerjaan impian tersebut?

Ada 4 key skills yang harus dikuasai untuk mendapatkan sebuah pekerjaan impian.

Key skill #1. Memahami perusahaan yang sedang diburu (industry knowledge)

Mengetahui gambaran yang utuh dari perusahaan di mana Anda  bekerja. Mengetahui proses bisnis keseluruhan dan struktur internal perusahaan.

industry knowledge

Bila Anda bekerja di area perbankan, maka Anda harus mengetahui seluk beluk industri perbankan.

Misalnya proses bisnis perbankan, strategi penghimpunan dan penyaluran dana, istilah-istilah perbankan, tren suku bunga, kompetisi antar bank.

Contoh lain misalnya Anda sedang mengincar perusahaan telekomunikasi. Maka pahami dan kuasai proses bisnis dan seluk beluk industri telekomunikasi.

 

Key skill #2. Bangun Networking

membangun networkingSalah satu cara terbaik untuk mencari tahu tentang kesempatan kerja dan untuk meningkatkan karir profesional adalah dengan membangun dan mengembangkan jaringan seluas-luasnya.

Ada sebuah ungkapan bagus tentang membangun networking yang disampaikan oleh Mimy Calano dan Jeff Salzman bahwa “Tidak ada yang bisa membangun karier anda lebih cepat daripada memiliki jaringan

Walaupun ungkapan tersebut tidak sepenuhnya benar, namun sudah bisa menggambarkan kondisi umum bahwa membangun koneksi atau hubungan yang baik akan bisa membantu meningkatkan karir Anda.

Membangun koneksi tidak hanya menambah lingkaran pertemanan, tapi juga membangun peluang-peluang baru seperti peluang pekerjaan baru, kerjasama bisnis dan menemukan ide-ide baru.

Zaman milenial yang ditandai dengan munculnya internet dan turunannya, seperti sosial media merupakan peluang untuk membangun koneksi dan jaringan dengan lebih mudah dan dalam skala yang luas.

Bergabung dengan komunitas profesional secara online dan diskusi industri-spesifik merupakan salah satu cara membangun jaringan.

Aktiflah dalam komunitas-komunitas profesional.

Cara lainnya adalah dengan membangun sebuah personal website, blog, halaman bisnis Facebook atau serupa akan memungkinkan orang untuk mengenal Anda dan terhubung dengan Anda.

Selain membangun brand pribadi, anda juga bisa berbagi berbagai hal melalui blog atau personal website.

Sebagaimana sebuah merk, maka anda perlu mengiklankan diri anda. Buatlah anda terkenal dan orang lain mengenal anda.

Jangan alergi dengan seminar, workshop dan sejenisnya. Hadiri seminar, tulis artikel di koran dan journal akuntansi keuangan.

Bila ada kesempatan untuk membagi ilmu  dengan menjadi pembicara dalam seminar, ambilah!

Jangan sekedar mengenal orang, tapi kenali orang lain lebih dalam sehingga Anda akan mengetahui  potensi orang-orang dalam jaraingan Anda.

Pahami potensi orang-orang tersebut baik kemampuannya, gagasannya dan pekerjaannya. Yakinlah suatu saat mereka akan bermanfaat bagi Anda.

 

Key skill #3. Positive Working Attitude

pikiran positifRutinitas kerja tidak selamanya  menemukan hal-hal baik terkadang kita menemukan hal-hal negatif.

Pengaruh sikap karyawan terhadap pekerjaannya mengambil porsi sebesar 70%. Hal ini mencerminkan bhwa sikap adalah sarana penting untuk membangun prestasi kerja yang baik.

Sikap juga yang akan membuat kita mampu bertahan dalam menghadapi tantangan pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan.

Untuk membangun dan mengembangkan sikap positif antara lain dengan menjadi karyawan yang penuh inisiatif, kemampuan komunikasi, kemampuan mengeksekusi pekerjaan, kemampuan melakukan dan mengorganisasi pekerjaan.

Dan satu lagi, bangun impression management di lingkungan kerja Anda. Impression Management bukan berarti kita ‘cari muka’, namun sesuatu yang semestinya dilakukan oleh seorang karyawan yang peduli pada tempat bekerjanya.

Ada 4 (empat) langkah untuk membangun imperssion management, yaitu :

impression management

#1. Inisiatif yang kreatif dan result oriented

Saat kondisi perusahaan sedang lesu, jangan hanya mengeluh dan menyalahkan perusahaan atau kondisi eksternal. Namun berinisiatiflah untuk ikut mencari jalan keluar dari kondisi seperti itu.

Agar inisiatif itu bisa terukur maka konversi-kan ke angka-angka. Sehingga hasil dari inisiatif itu akan bisa diketahui secara angka, bukan sekedar wacana.

#2. Rajin memberi solusi dalam meeting

Dari langkah pertama, bisa dilanjutkan dalam meeting internal perusahaan. Berikan beberapa simulasi dengan beberapa kondisi dan angka-angka.

Sehingga audien akan merasa dibuka wawasan dan pandangannya. Dengan demikian harapannya akan memunculkan solusi-solusi jitu atas berbagai persoalan yang menimpa perusahaan.

#3. Aktiflah di kepanitiaan dan proyek-proyek perusahaan.

“Jemput bola, jangan hanya menunggu bola”  kira-kira seperti itu istilahnya.

Salah satu tanda kepedulian kita kepada perusahaan atau tempat kerja kita adalah dengan berusaha aktif di aktivitas-aktiviatas perusahaan.

Misalnya Anda sebagai staf akuntansi diminta untuk membantu mengitung dan mengawasi cost sebuah proyek yang sedang dikerjakan perusahaan, maka terimalah dengan senang hati.

Apakah repot? Tentu ‘iya’

Karena Anda akan mengerjakan 2 pekerjaan, yaitu pekerjaan rutin sebagai staf akuntansi dan pekerjan di proyek.

Kesibukan Anda suatu saat akan terbayarkan, yakinlah.

#4. Presentasi dalam bentuk grafik tentang pengaruh pekerjaan

Bila ada kesempatan untuk mempresentasikan pekerjaan-pekerjaan Anda, maka lakukan dengan sebaik-baiknya.

Buatlah dalam bentuk grafik, lebih baik lagi dalam bentuk dashboard yang memuat data angka-angka beserta grafiknya.

Jika belum tahu caranya, maka belajarlah.

Ada satu tempat kursus Microsoft Excel Dashboard and Report di sini, buktikan sendiri!

Lengkapi ke-empat langkah di atas dengan hal-hal ini :

  1. Tersenyumlah untuk semua orang, pepatah mengatakan “ awali hari ini dengan sebuah senyuman, maka dunia pun akan tersenyum pada kita”
  2. Desain tempat kerja yang enak dipandang mata, sehingga kita akan betah dan pikiran positif pun akan terus terjaga.
  3. Belajar sepanjang hayat. Semakin dalam mempelajari sesuatu, maka orang akan semakin menyadari ketidaktahuannya. Maka teruslah belajar, terutama untuk bidang yang sedang Anda tekuni. Jangan hanya puas dengan bisa membuat laporan keuangan, namun ada baiknya juga mempelajari audit, aplikasi/software akuntansi, perpajakan dan analisa mendalam laporan keuangan.
  4. Ilmu dan pengetahuan yang Anda miliki sebaiknya juga dibagikan untuk karyawan lain, tentu untuk mereka yang mau. Ada pepatah yang mengatakan “Give a man a fish and you feed him for a day; teach him how to fish and you have fed him for a lifetime”.

Bila anda memberikan ikan kepada orang lain maka Anda telah memberi makan untuk satu hari namun jika Anda mengajarkannya cara menangkap ikan maka Anda memberikan dia makan seumur hidup.

 

Key skill #4. Kompetensi Teknis

kompetensi teknisPoint ini tentunya harus benar-benar di kuasai. Anda harus menguasai hal-hal teknis dalam akuntansi dan keuangan serta yang terkait dengannya.

Bagaimana mungkin Anda akan menjadi karyawan andal di bidang akuntansi keuangan bila tidak atau kurang menguasai bidang ini.

Bila ada pengetahuan atau keterampilan yang belum dikuasai maka belajarlah, bisa dengan belajar sendiri, kuliah lagi, kursus akuntansi, ikut workshop dan seminar.

Langkah kunci selanjutnya adalah membuat surat lamaran dan CV yang menarik serta mempersiapkan interview yang berkesan.

contoh curriculum vitae dan surat lamaranBerikut ini contoh surat lamaran dan Curriculum Vitae yang WOW :

#1. Surat Lamaran

contoh surat lamaran kerja
#2. Curriculum Vitae

contoh curriculum vitae

#3. Contoh interview

Berikut contoh beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan dalam interview :

  1. Ceritakan tentang diri anda!
  2. Kenapa anda berhenti dari pekerjaan sebelumnya?
  3. Apa yang anda ketahui tentang perusahaan kami?
  4. Kenapa anda tertarik bergabung dengan perusahaan ini?
  5. Kenapa kami harus mempekerjakan anda?
  6. Apa kelebihan anda?
  7. Apa kelemahan anda?
  8. Ceritakan pengalaman nyata Anda saat menjadi team leader/member?
  9. Berapa gaji yang anda harapkan?
  10. Apakah anda ada pertanyaan untuk saya?

Dan berikut ini beberapa kesalahan yang harus dihindari saat interview:

kesalahan yang harus dihindari saat interview lamaran pekerjaan
sumber : http://collegeatlas.org/

Demikian artikel tentang Memburu Pekerjaan Impian Bidang Akuntansi Keuangan, moga bermanfaat.

Bagaimana menurut Anda?

***

3 Komentar

  1. Artikel edukatif & lengkap 🙂

    Terkait pemaparan diatas, sebenarnya tips tersebut juga berlaku untuk seluruh sektor pekerjaan.

    Bagi generasi millenials seperti saya, dari keempat faktor tersebut yang paling penting dalam pekerjaan adalah work-life balance disamping salary 🙂

    Terima Kasih.

Komentar ditutup.