Mengintip 4 Kebiasaan Karyawan Hebat

Mengintip 4 Kebiasaan Karyawan Hebat

Mengintip 4 Kebiasaan Karyawan Hebat

Saya pernah mendengar, membaca dan cerita ada orang yang beri sesuatu yang gratis, mereka akan berkata, “itu Jebakan Batman”

Bila diminta untuk melakukan sedikit investasi, mereka menjawab “untungnya kecil atau nggak ada uang”

Bila diminta untuk mencoba sesuatu yang baru, mereka berkata, “tidak ada pengalaman”

Bila akan berbisnis dan diberi tahu ini model bisnis baru, mereka ngomong, “ itu mah susah guys” atau” ini MLM”

Bila diberi alternatif lain dengan  membuka warung, mereka berkilah “tidak ada kebebasan”

Sobat…..

Mumpung jantung kita masih berdenyut kencang, bagaimana kalau kita lakukan kerja-kerja nyata dengan kecepatan tercepat.

Dan dari pada mencari berbagai alasan serta asyik berfikir yang tidak ada habisnya, lebih baik lakukan SESUATU”

Apapun peran-peran yang sedang kita jalani….

Dan bila kita sebagai pegawai kantoran, coba kita mengintip kebiasaan apa saja yang dilakukan karyawan hebat :

#1. Mengenali Kebiasaan Kerja Sendiri

kenali-kebiasaan-kerja

Mereka mengenali kebiasaan kerja sendiri dan kemudian menyusun jadwal yang sesuai dengan kebiasaan kerjanya.

Bila kita sudah menyusun jadwal kerja tersebut dengan cara yang paling baik bagi kita, maka kita harus berpegang padanya.

Kebanyakan orang lebih suka bekerja di pagi hari dan mulai berkurang setelah makan siang. Namun ada orang yang justeru sebaliknya, yang bertambah momentumnya dan menambah kecepatannya sejalan dengan bertambahnya usia hari.

Yang penting adalah kita mengetahui saat produktivitas kita dan dapat merencanakan hari kerja sesuai dengan saat-saat itu.

Dengan mengelola  dan mengorganisasi diri kita sendiri berdasarkan cara yang sesuai dengan kebiasaan kerja kita sendiri dan dengan mencatat semuanya, kita akan bisa membebaskan otak dari berbagai pikiran yang berhubungan dengan pekerjaan saat kita sedang tidak bekerja.

#2. Komunikasi Kantor

komunikasi

Kecepatan penyelesaian pekerjaan di kantor atau cepatnya perolehan informasi bergantung pada atau lebih banyak ditentukan oleh style daripada sistem.

Ada yang menyukai pertukaran informasi secara informal daripada dalam suasana yang lebih formal.

Untuk mendapatkan informasi, ada orang yang senang mendatangi kantor orang lain daripada mereka datang ke kantornya.

Ada yang lebih cenderung meminta informasi ringkas atau buletin tentang suatu hal daripada  sebuah laporan formal.

Apapun style yang kita sukai, yang penting bagaimana sebuah informasi bisa tersampaikan secara baik.

Pertukaran informasi yang dilakukan secara informal dan cepat cenderung mengalir ke semua karyawan sebagai suatu style komunikasi.

Biasanya gaya atau style atasan akan ditiru oleh anak buahnya. Bila seorang atasan pandai menukar informasi dengan cepat, sebagian besar orang-orang dalam timnya juga akan pandai dalam hal itu.

Sebaliknya bila seorang atasan lamban dan cenderung mengulang hal-hal yang telah jelas atau menghabiskan lebih banyak waktu dari yang seharusnya untuk mengatakan sesuatu yang perlu dikemukakan, maka seluruh anggota timnya juga hampir berperilaku seperti itu.

Gaya pribadi seorang atasan dan kemampuanya bertukar informasi lebih mempengaruhi tingkat efisiensi suatu departemen dibandingkan dengan hasil kepandaian gemilang yang terstruktur dalam mengorganisasi.

#3. Pertimbangan Menulis atau tidak menulis

menulis-atau-tidak

Jika ada alasan untuk menulis, yakni mencatat untuk pedoman di masa depan, menegaskan suatu kesepakatan, mencatat serangkaian fakta rumit atau angka-angka, kita sebaiknya menulis.

Walaupun hanya untuk melindungi diri atau menyatakan posisi kita bila posisi tersebut akan dipersoalkan, maka hal tersebut sudah merupakan alasan yang benar untuk menulis.

Hal penting yang perlu diingat mengenai komunikasi tertulis ialah bahwa bentuk komunikasi ini menimbulkan pekerjaan lebih banyak dan karenanya membutuhkan waktu kita dan waktu orang lain untuk membacanya.

Namun bila tidak ada alasan khusus, tanyalah diri kita sendiri apakah komunikasi lisan tidak lebih baik, lebih sederhana, dan lebih efisien.

Ada seorang pimpinan perusahaan yang cenderung senang dengan bentuk komunikasi lisan. Dan ada juga yang senang dengan tulisan.

Alasan pimpinan perusahaan yang senang komunikasi lisan adalah karena segala macam kemungkinan dapat timbul dan harus dipertimbangkan. Bagaimana harus menanggapinya? Apa sebenarnya yang ingin dikatakan si pengirim?Apakah terdapat implikasi tertentu?

Hal yang sama sebenarnya berlaku sama untuk komunikasi tulisan, dengan komunikasi tulisan juga ada implikasi yang harus dipertimbangkan.

Ada sebuah kisah tentang seorang pimpinan perusahaan yang saat karyawannya sudah pulang, ia menghampiri  meja mereka dan membuang semua kertas yang ditemuinya di atas meja.

Keesokan harinya ia berkata kepada karyawan yang merasa kehilangan, dan berkata “ Bila anda tidak menyelesaikannya sebelum meninggalkan kantor, itu berarti tidak cukup bernilai untuk dikerjakan.”

Dan dengan cara seperti itulah, ia memastikan bahwa karyawannya menyadari penggunaan WAKTU mereka.

Bila anda sebagai karyawan ingin meningkatkan skill dalam menulis procedur, ikuti langkah-langkahnya di Cara Praktis Menyusun Standard Operating Prosedur (SOP)

#4. Rapikan Kantor Anda

merapikan-kantor

Penampilan sebuah kantor, kerapian dan kebersihannya akan sangat mempengaruhi efektivitas dan efisiensinya.

Bila kita memasuki sebuah kantor yang tampak tidak terorganisasi, kita akan merasa tidak terorganisasi. Atau bagaimana perasaan kita saat memasuki sebuah kantor yang kondisinya kacau dan kotor? Tidak nyaman kan?

Kalau kita merasakan seperti itu, apakah kita akan mengikutinya? Tidak kan?

Maka sebelum pengaruh buruk terjadi pada diri kita, segerelah rapikan kantor kita, tidak usah ditunda-tunda.

Penataan kantor sebaiknya dilakukan dengan tepat. Bagaimana menempatkan bagian produksi, accounting, keuangan, dan kearsipan secara efisien?

Letakkan sesuatu pada tempatnya. Bila kita masih sering melihat pegawai yang makan siang di meja kerjanya, cobalah untuk memberikan pengertian dengan baik.

Sehingga ia akan dengan senang hati makan siang ditempat yang disediakan, bukan di meja kerja.

Ingatlah bahwa efisiensi kantor sebanding dengan PENAMPILANNYA yang efisien.

Apakah anda pernah menemui sebuah kantor perusahaan hebat yang kondisinya kotor dan semrawut?

Bila ada suatu kebaikan yang sudah terbukti hasilnya, maka daripada kita mencari-cari alasan, lebih baik tiru dan lakukan kebiasaan hebat itu, lalu kita lihat hasilnya…

Demikian 4 kebiasaan karyawan hebat, bagaimana dengan Anda?

***

2 Komentar

  1. Makasih Bang Untuk tulisannya…!
    Cukup menginspirasi. Saya juga sering baca komentar Abang di Blog-nya Pak Yodia.
    Salam kenal ya Bang…!
    saya juga ngeblog, dan masih belajar.
    Semoga bisa berkunjung juga Bang.
    Sekali lagi, Salam Kenal Bang…!

Komentar ditutup.