Menelisik Misteri Garis Waktu dalam Mengungkapkan Terjadinya Cash Flow

Analisis Garis Waktu- Menilisik Misteri Garis Waktu dalam Mengungkapkan Terjadinya Cash Flow

Analisis Garis waktu atau time line adalah suatu alat penting yang digunakan dalam analisis nilai waktu, dan merupakan suatu perwujudan grafis yang digunakan untuk menunjukkan kapan Arus kas terjadi.

Analisis nilai waktu memiliki banyak aplikasi, termasuk perencanaan untuk pensiun, penilaian saham dan obligasi, membuat jadwal cicilan pinjaman, dan membuat keputusan perusahaan sehubungan dengan investasi pada pabrik dan peralatan baru.

Bahkan pada kenyataannya dari seluruh konsep ilmu keuangan yang ada, nilai waktu dari uang adalah konsep yang paling penting.

Bagaimana cara menggunakan analisis garis waktu untuk menghitung cash flow?

***

Langkah Analisis Garis Waktu

Langkah pertama dalam analisis nilai waktu adalah membuat suatu garis waktu (time line) yang akan membantu memproyeksikan apa yang sedang terjadi dalam suatu permasalahan.

Sebagai contoh berikut ini, misalnya uang yang ada di tangan kita saat ini Rp 100 juta, lalu berapa nilainya di masa depan?

 

Langkah Analisis Garis Waktu

 

Interval dari 0 ke 1, 1 ke 2, dan 2 ke 3 adalah periode waktu seperti tahun atau bulan. Waktu 0 adalah hari ini, dan merupakan awal dari periode ke-1.

Waktu ke-1 adalah satu periode dari sekarang dan merupakan akhir dari periode ke-1 dan awal periode ke-2 dan seterusnya.

Meskipun periode seringkali dinyatakan dalam tahun, periode juga dapat berupa kuartal atau bulan atau bahkan hari.

Perhatikan bahwa setiap titik melambangkan baik akhir dari satu periode dan awal periode berikutnya. Jadi, jika periode dinyatakan dalam tahun, titik pada waktu ke-2 mencrminkan akhir tahun ke-2 dan awal tahun ke-3.

Arus kas disajikan di bawah titik, dan tingkat bunga yang relevan disajikan di atas garis waktu. Arus kas yang tidak diketahui, yang akan dicari ditunjukan oleh TANDA TANYA.

Dalam contoh ini, tingkat bunga adalah 5%; satu arus kas Rp 100 juta diinvestasikan pada waktu ke-0 dan nilai waktu ke-3 adalah suatu arus kas masuk yang tidak diketahui.

Dalam contoh ini, arus kas terjadi hanya pada waktu ke-0 dan ke-3, tanpa ada arus kas pada waktu ke-1 atau ke-2. Perlu dicatat bahwa dalam contoh ini tingkat bunga konstan selama tiga tahun.

Kondisi ini pada umumnya benar, namun jika tidak, maka kita akan menunjukkan tingkat bunga yang berbeda untuk setiap periode.

Garis waktu sangat dibutuhkan ketika kita pertama kali mempelajari konsep konsep nilai waktu, para pakar manajemen keuangan pun menggunakannya untuk menganalisis persoalan keuangan yang kompleks.

 

Mengenal Nilai Masa Depan

Satu juta rupiah hari ini bernilai lebih dari satu juta yang diterima di masa depan. Karena jika memilikinya saat ini kita dapat menginvestasikannya, mendapatkan bunga, dan akhirnya mendapatkan lebih dari satu juta rupiah di masa depan.

Nilai sekarang (present value – PV) adalah nilai hari ini dari arus kas atau serangkaian arus kas di masa depan.

Nilai masa depan (future value –  FV) adalah suatu jumlah yang akan dicapai arus kas atau serangkaian arus kas yang berkembang selama jangka waktu tertentu bila dimajemukkan menggunakan tingkat bunga tertentu.

Sedangkan pemajemukan (compounding) adalah proses aritmatika untuk menentukan nilai akhira suatu arus kas atau serangkain arus kas bila digunakan bunga majemuk.

PROSES NILAI SEKARANG (present value – PV) menjadi NILAI MASA DEPAN (future value – FV) di sebut PEMAJEMUKAN (compounding).

 

Perhatikan contoh implementasi analisis nilai waktu berikut ini:

Sebagai contoh, kita lihat kembali garis waktu contoh di atas  dan anda berencana mendepositokan Rp 100 juta di dalam sebuah bank yang membayar bunga 5% setiap tahunnya.

Berapa jumlah yang akan anda miliki pada akhir tahun ke-3?

Pertama, definisikan beberapa istilah, di mana selanjutnya kita akan membuat garis waktu dan menunjukkan bagaimana nilai masa depan akan dihitung.

PV = Nilai sekarang atau jumlah awal. Dalam contoh kita, PV = Rp 100 juta.

FVn = Nilai masa depan atau jumlah akhir dari akun anda setelah periode N. Jika PV adalah nilai sekarang, maka FVn adalah nilai periode N di masa depan setelah bunga yang diterima ditambahkan ke dalam akun.

CFt = Arus Kas (cash flow). Arus kas dapat positif atau negatif, arus kas untuk satu periode tertentu seringkali diberikan tanda subscript, CF, di mana t adalah periode.

Jadi, CFn = PV = Arus kas pada waktu 0, sedangkan CF3 adalah arus kas pada akhir periode ke-3.

I = Tingkat bunga yang diterima per tahun. Terkadang diberikan huruf “i” kecil.

Tingkat bunga didasarkan pada awal setiap tahun, dan kita berasumsi ia dibayarkan pada akhir tahun. Di sini, I=5% atau jika dinyatakan dalam bilangan desimal sebesar 0,05.

INT = Bunga yang diterima sepanjang tahun. Dalam contoh di atas INT = 100.000.000(0,05) = 5.000.000.

N = Jumlah periode di dalam analisis. Dalam contoh ini, N = 3. Jumlah periode terkadang dilambangkan dengan huruf kecil “n” sehingga baik N maupun n menunjukkan jumlah periode.

 

Penyelesaian contoh soal:

Dan untuk menyelesaikan contoh persoalan ini kita akan menggunakan metode garis waktu untuk menghitung FV dari Rp 100 juta yang dimajemukkan selama tiga tahun pada tingkat 5% beserta beberapa perhitungannya.

Kalikan jumlah awal dan tiap-tiap jumlah berikutnya dengan (1+1) = (0,05)

analisis garis waktu

 

Kita memulai dengan Rp 100 juta di dalam akun ini disajikan pada t=0 :

  • Kita mendapatkan bunga sebesar Rp 100 juta (0,05) = Rp. 500.000 selama tahun pertama sehingga jumlah pada akhir tahun ke-1 ( atau t = 1) adalah Rp 100 juta + Rp 500.000 = Rp. 100.500.000.
  • Kita memulai tahun ke-2 dengan Rp. 105.000.000, menerima 0,05 (105.000.000) =   5.025.000 atas jumlah di awal periode yang kini lebih besar, dan mengakhiri tahun dengan Rp. 110,25 Juta.Bunga selama tahun ke-2 adalah Rp. 5,25 juta dan jumlah ini lebih tinggi dan bunga tahun pertama Rp. 5 juta, karena kita menerima bunga Rp. 5 juta(0,05) = Rp. 0,25 juta atas bunga tahun pertama.Ini disebut ‘pemajemukan’ dan ketika bunga diterima atas bunga, maka ini disebut ‘bunga majemuk’
  • Proses ini terus berlanjut, bunga yang diterima setiap tahun akan meningkat karena saldo awal lebih tinggi di tahun berikutnya.
  • Total bunga yang diterima sebesar Rp 15,76 juta, tercermin di dalam saldo akhir sebesar Rp. 115,76 juta.

 

Kesimpulan

Metode bertahap seperti ini bermanfaat karena menunjukkan kepada kita apa yang sedang terjadi.

Kelemahannya adalah pendekatan ini membutuhkan banyak waktu, khususnya jika melibatkan tahun dalam jumlah banyak.

Sehingga dikembangkan prosedur-prosedur lain yang lebih singkat yang akan dibahas di artikel-artikel berikutnya.

Demikian artikel yang membahas tentang analisis garis waktu untuk mengidentifikasi cash flow.

***

sop akuntansi keuangan powerful