Lebaran telah Usai, Kini Saatnya Mengasah Gergaji untuk Meningkatkan Motivasi Kerja

Mengasah Gergaji untuk Meningkatkan Motivasi kerja

Sebuah dialog yang terjadi antara seorang penebang pohon dengan orang yang menemuinya dalam buku populer “The 7 Habits of Highly Effective People” karya Stephen R Covey terjadi seperti berikut ini :

“ Apa yang sedang anda kerjakan”  sebuah kalimat pertanyaan dari seseorang yang bertemu dengan seseorang yang terburu-buru menebang pohon mengawali dialog tersebut.

“ Tidakkah anda melihat, saya sedang menggergaji pohon ini” demikian jawaban penebang pohon dengan tidak sabar.

“Anda kelihatan letih, sudah berapa lama anda mengerjakannya?”

“Lebih dari lima jam” jawab penggergaji pohon.

“Saya lelah dan ini benar-benar kerja keras!” Tambahnya.

“Mengapa anda tidak berhenti saja sesaat, dan mengasah gergaji itu?” Tanya orang itu

“Saya yakin anda akan dapat bekerja jauh LEBIH CEPAT.” Saran orang itu.

“Saya tidak punya waktu untuk mengasah gergaji, saya TERLALU SIBUK menggergaji!” penggergaji pohon itu berkata dengan tegas.

Yes, meluangkan waktu sejenak untuk mengasah ketajaman ‘gergaji’, aset pribadi dan aset perusahaan untuk meningkatkan kinerja karir pribadi dan bisnis.

Dari dialog di atas, perkirakan apa yang akan terjadi bila penggergaji tersebut mau berhenti sejenak untuk mengasah gergajinya?

Pertama,  gergaji akan semakin tajam.  Dengan ketajamannya kemungkinan besar akan bisa dengan cepat menyelesaikan pekerjaan menebang pohon.

Semua pilihan memang ada ditangan Anda, karena manusia diberi kemampuan untuk memilih. Tapi kalau ada yang lebih efektif dan cepat mengapa memilih yang pemborosan waktu dan tenaga 🙂

Dan setelah moment Lebaran usai, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi kembali apa-apa yang sudah dilakukan sebelumnya.

Bagi perusahaan manufaktur, distribusi dan jasa, apakah moment lebaran tahun 2017 ini sudah dimanfaatkan secara optimal sehingga menyumbang pendapatan yang signifikan bagi perusahaan?

Apakah distribusi dan penyebaran produk anda sudah optimal? Kalau belum mengapa tidak mencoba mengevaluasi SOP Manajemen Distribusi?

Jika belum ada SOP-nya atau sudah ada namun belum optimal penerapannya, mengapa tidak mencoba mempelajari kembali seperti contoh di artikel SOP Manajemen Distribusi Produk? Sehingga akan ketemu SOP yang tepat dan bisa mencapai titik yang paling optimal.

Sehingga moment Lebaran tahun depan akan lebih baik dan bisa menyumbangkan pendapatan yang signifikan.

Atau bila manajemen keuangannya belum tertata dengan baik, kenapa tidak mencoba menerapkan Accounting Tools dan SOP Akuntansi Keuangan yang tepat? Sehingga akan bisa terdeteksi tingkat efektivitas setiap rupiah yang dikeluarkan perusahaan.

Itu baru dari aspek distribusi produk dan sistem keuangan, belum di aspek-aspek yang lain.

Bagaimana dengan pribadi, apa saja yang perlu di-asah?

Masih menurut buku The 7 Habits of Highly Effective People, ada 4 aspek yang perlu mendapatkan perhatian, yaitu :

#1. Fisik

Elemen fisik berkaitan dengan pemeliharaan fisik secara efektif melalui istirahat dan relaksasi yang memadai, olahraga secara teratur dan asupan makanan yang tepat.

kurang-tidur

Istirahat yang cukup merupakan elemen kunci bagi penentu produktivitas  dan kreativitas, sebaliknya kekurangan istirahat akan membuat IQ menurun dan ketajaman pikiran menjadi layu.

Olahraga-teratur

Studi membuktikan orang-orang yang rajin berolahraga, apalagi di alam terbuka akan lebih bahagia hidupnya. Juga lebih tahan menghadapi stress dan lebih kreatif dalam memecahkan masalah.

Hasil riset yang dilakukan oleh Dr. Chuck Hillman dari University of Illinois memperlihatkan orang yang rajin olahraga, sel otaknya akan lebih cerah dibanding yang hanya sering duduk di belakang meja.

menu-makanan-tepat

Asupan makanan yang tepat juga akan mencerahkan pikiran dan meningkatkan produktivitas.

#2. Spiritual

Dimensi-Spiritual

Dimensi spiritual  memanfaatkan sumber yang mengilhami dan mengangkat semangat kita serta mengikat pada kebenaran tanpa batas waktu.

Dimensi spiritual adalah komitmen kita pada sistem nilai kita.

Pembaruan spiritual memerlukan investasi waktu, dan bila kita meluangkan waktu untuk melakukan dimensi spiritual  maka ia akan menaungi laksana payung di atas segalanya, ia memperbarui , menyegarkan, membawa kedamaian dalam pikiran dan hati.

Selain itu ia akan membawa pelakunya lebih bahagia hidupnya, lebih panjang usianya dan lebih sehat tubuhnya.

#3. Mental

Pendidikan yang berkesinambungan, pengasahan dan  perluasan pikiran yang terus menerus merupakan pembaruan mental yang vital.

Ada informasi tempat pendidikan akuntansi bagus di sini : Kursus Akuntansi Lengkap.

mental-stres

Pikiran ikut menentukan level kesehatan kita. Sedangkan stress akan membuat daya kekebalan tubuh (imunitas) menurun dan membuat mudah terkena penyakit.

#4. Sosial

Dalam kehidupan sosial, bisa jadi kita sebagai atasan, bawahan, karyawan, pengusaha, teman, rekan kerja, tetangga atau siapa saja tentu membutuhkan interaksi satu dengan yang lain.

Kita menyadari bahwa setiap orang memiliki cara pandang dan kaca mata yang berbeda. Oleh karena itu kita perlu melakukan latihan sebagai sarana mengasah ‘gergaji’ dalam kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan mereka.

Sehingga interaksi sosial bisa terjadi dengan normal dan saat terjadi persoalan, bisa menemukan solusi tepat yang sama-sama menguntungkan dan menyenangkan.

Demikian artikel yang membahas mengenai saat yang tepat untuk mengasah gergaji, baik bagi perusahaan maupun pribadi, sehingga secara efektif akan memaksimalkan pemakaian sumber daya apa pun untuk mencapai misi perusahaan dan pribadi.

Sudahkan Anda mengasah gergaji?

Terima kasih dan moga bermanfaat.

***