Metode Jumlah Angka Tahun : Sebuah Metode Unik Menghitung Penyusutan

Metode jumlah angka tahun adalah salah satu metode perhitungan nilai penyusutan atau depresiasi aset tetap.

Sebagaimana kita pahami, bahwa aset tetap mengalami penurunan nilai selama penggunaannya.

Oleh karena itu, penurunan nilai itu harus dialokasikan sebagai beban selama masa ekonomisnya.

Dan untuk menghitung nilai beban yang dialokasikan itulah ada beberapa metode yang bisa digunakan, salah satunya adalah metode jumlah angka tahun.

Bagaimana penerapan metode ini untuk menghitung nilai depresiasi aktiva tetap?

Mari ikuti pembahasannya berikut ini step-by-step...

 

01: Pengertian Metode Jumlah Angka Tahun (Sum of Year’s Digit Methods)

Metode jumlah angka tahun adalah salah satu dari 4 (empat) metode untuk menghitung beban penyusutan atau depresiasi yang menurun dari tahun ke tahun.

Pembahasan ini adalah kelanjutan dari tips tentang cara menghitung penyusutan.

Dan sekaligus jawaban serta penjelasan atas pertanyaan dari pembaca setia Manajemen Keuangan, Bapak Pasaribu.

Namun demikian bukan berarti hanya untuk penanya saja.

Bagi pembaca lain bisa juga menggunakan metode atau cara ini untuk menghitung nilai penyusutan aktiva tetap.

Bapak Pasaribu menanyakan :

“Dari mana asal angka-angka 3/6, 2/6, dan 1/6 dari contoh kasus perhitungan penyusutan untuk periode sebagian itu”

Sekarang mari kita  review kembali metode ini.

Dalam metode, nilai penyusutan dihitung dengan cara mengalikan bagian pengurang dengan harga perolehan dikurangi nila sisa.

Bagian pengurang ini setiap tahunnya selalu menurun, dan cara menghitungnya adalah sebagai berikut :

  1. Pembilang : bobot untuk tahun yang bersangkutan
  2. Penyebut : jumlah angka tahun selama umur ekonomis aktiva tetap atau jumlah angka bobot.

 

02: Contoh Perhitungan Penyusutan Metode Jumlah Angka Tahun

Untuk memudahkan dalam memahami metode jumlah angka tahun, perhatikan contoh kasus berikut ini :

ILC Computer Course melakukan pengadaaan mesin yang harga perolehannya Rp, 100.000 (dalam ribu rupiah).

Nilai sisanya diperkirakan Rp. 100.000 (dalam ribu rupiah).

Sedangkan umur ekonomisnya selama 3 tahun.

Hitung nilai depresiasi atau penyusutan mesin tersebut?

Jawaban :

Penyusutan mesin tersebut dihitung dengan metode angka tahun adalah sebagai berikut :

metode jumlah angka tahun
Tabel: Perhitungan Depresiasi Metode Jumlah Angka Tahun

 

Keterangan :

Penyebut dalam bagian pengurang dihitung dengan cara menjumlahkan angka bobot =

= 3 + 2 + 1 = 6

Pembilang dalam bagian pengurang adalah angka bobot tahun yang bersangkutan.

Tahun pertama : 3; dan seterusnya.

Jika penyusutan tersebut ditampilkan dalam bentuk tabel, penampakannya seperti ini :

 

metode jumlah angka tahun
Tabel penyusutan – metode jumlah angka tahun

 

03: Penyusutan Aset Tetap Periode Sebagian

Bagaimana bila aktiva tetapnya hanya untuk sebagian periode akuntansi?

Bagaimana cara menghitung nilai depresiasi aktiva tetap dengan metode angka tahun?

Sedikit me-review kembali metode ini.

Bahwa ada dua langkah yag perlu dilakukan bila menggunakan metode ini untuk menghitung penyusutan aktiva tetap yang periode akuntansinya tidak penuh atau sebagian.

#1: Langkah pertama

Melakukan perhitungan penyusutan tahunan.

#2: Langkah Kedua

Hasil dari langkah pertama, selanjutnya dialokasikan ke masing-masing periode atas dasar waktu.

Untuk lebih jelasnya berikut ini contohnya :

MyCom Computer Course membeli server merk IBM pada tanggal 10 Maret 2015 seharga Rp. 24.000.000,- .

Umur ekonomis diperkirakan 3 tahun dan nilai residu 0 (nol).

Hitunglah nilai penyusutannya dengan metode jumlah angka tahun?

Berdasarkan landasan teori jumlah angka tahun, ada dua langkah untuk menghitung penyusutan.

Maka langkah perhitungan penyusutannya adalah sebagai berikut :

Langkah #1:

Menghitung nilai penyusutan tahunan

Langkah ini dilakukan dengan menghitung nilai penyusutan aktiva berupa server merk IBM seperti contoh di atas pada tabel perhitungan penyusutan.

Tahun ke-1 : 3/6 x Rp. 24.000.000 = Rp. 12.000.000
Tahun ke-2 : 2/6 x Rp. 24.000.000 = Rp.   8.000.000
Tahun ke-3 : 1/6 x Rp. 24.000.000 = Rp.   4.000.000

Setelah menghitung nilai penyusutan per tahun, kemudian menginjak ke langkah kedua.

 

Langkah #2:

Mengalokasikan penyusutan tahunan (sudah dihitung di langkah ke-1) ke masing-masing periode.

Perhitungan secara rincinya adalah sebagai berikut:

Tahun 2015:

= 10/12 x Rp. 12.000.000 = Rp. 10.000.000

Tahun 2016:

= 2/12 x Rp. 12.000.000 = Rp.   2.000.000
= 10/12 x Rp.   8.000.000 = Rp.  6.667.000
= Rp. 8.667.000

Tahun 2017:

= 2/12 x Rp. 8.000.000 = Rp. 1.334.000
= 10/12 x Rp. 4.000.000 = Rp. 3.334.000
= Rp. 4.668.000

Tahun 2018:

= 2/12 x Rp. 4.000.000 = Rp. 666.667

 

Untuk melengkapi pembahasan ini, berikut ini saya sajikan video pendek yang menjelaskan metode ini, selamat menyaksikan:

Bagaimana, sudah sangat jelas kan?

Demikian pembahasan tentang Metode Jumlah Angka Tahun sebagai salah satu metode unik menghitung penyusutan/ depresiasi.

Tingkat akurasi perhitungan nilai depresiasi atau penyusutan aktiva tetap harus diperhatikan, karena akan berpengaruh terhadap Laporan Keuangan dan Tax.

Bila ingin mempelajari metode lainnya lengkap dengan definisi, penjelasan teori beserta conth-contoh penerapannya, silahkan ke: Sudahkah Anda Menggunakan 2 Rumus Excel ini untuk Menghitung Nilai Penyusutan?

Semoga bermanfaat. Terima kasih

manajemen keuangan dan SOP

Satu pemikiran pada “Metode Jumlah Angka Tahun : Sebuah Metode Unik Menghitung Penyusutan”

  1. wuihhh ilmu akuntansi dulu ini bikin saya pusing apalagi kalau gak balance, penyusutan pun agak lupa :p

Komentar ditutup.