Metode Penyusutan Saldo Menurun atau Unit Produksi, Mana yang Terbaik?

Metode unit produksi adalah metode penyusutan aktiva tetap yang memberikan beban penyusutan berdasarkan kapasitas produktif aset tetap yang diharapkan.

Saat penggunaan aset tetap berbeda-beda dari tahun ke tahun, metode unit produksi LEBIH sesuai diterapkan dibandingkan dengan metode lainnya, seperti metode penyusutan garis lurus.

Dalam hal ini metode penyusutan unit produksi dapat mencocokkan beban penyusutan dengan pendapatan terkait secara tepat. Itulah kelebihan metode unit produksi!

Misalnya untuk menyusutkan aset tetap saat jasa yang diberikan berhubungan dengan penggunaan, bukan waktu.

Bagaimana bila dibandingkan dengan metode saldo menurun ganda?

Mari simak pembahasanya berikut ini….

 

01. Metode Penyusutan Unit Produksi

metode unit produksi

Apa pengertian metode unit produksi (units-of production method) dalam menghitung penyusutan aktiva tetap?

Metode unit produksi adalah cara menghitung penyusutan aktiva tetap  yang menghasilkan jumlah beban penyusutan yang sama untuk setiap unit yang diproduksi atau setiap unit kapasitas yang digunakan oleh aset.

Untuk menerapkan metode ini, masa kegunaan aset dinyatakan dalam unit kapasitas produktif seperti jam atau mil.

Kemudian jumlah beban penyusutan untuk setiap periode akuntansi ditentukan dengan mengalikan unit penyusutan dengan jumlah unit yang diproduksi atau digunakan selama periode tersebut.

Perhatikan cara menghitung aktiva tetap dengan metode unit produksi berikut ini:

Contoh 01:

Pada tanggal 01 Januari 2019, PT MCC membeli sebuah mesin dengan biaya perolehan sebesar Rp 20.000.000 dan estimasi nilai residu sebesar Rp 5.000.000 diharapkan memiliki perkiraan masa manfaat 10.000 jam operasi.

Penyusutan untuk unit satu jam dihitung sebagai berikut:

= (Biaya perolehan – Perkiraan nilai residu) : Perkiraan masa manfaat

= (Rp 20.000.000 – Rp 5.000.000) : 10.000

= Rp 1.500 per jam

Jika mesin beroperasi selama 2.000 jam dalam satu tahun, maka penyusutan untuk tahun 2019 adalah sebagai berikut:

= Rp 1.500 x 2.000
= Rp 3.000.000

Contoh 02:

Peralatan yang diperoleh dengan biaya Rp 100.000.000 memiliki perkiraan nilai sisa sebesar Rp 8.000.000 dan perkiraan masa manfaat 30.000 jam.

Peralatan tersebut beroperasi selama 2.500 jam dalam satu tahun.

Pertanyaannya:

  1. Hitung nilai komponen biaya perolehan aset tetap/peralatan yang dapat disusutkan.
  2. Hitung tingkat penyusutan aktiva tetap tersebut.
  3. Hitung beban penyusutan dengan metode unit produksi tersebut.

Jawaban #1:

Cara menghitung nilai biaya perolehan aktiva tetap yang dapat disusutkan dengan metode unit produksi adalah sebagai berikut:

= Biaya Perolehan – Perkiraan Nilai Residu
= Rp 100.000.000 – Rp 8.000.000
= Rp 98.000.000

Jawaban #2:

Tingkat penyusutan peralatan tersebut:

= Biaya perolehan aktiva tetap yang dapat disusutkan : Perkiraan masa manfaat aktiva tetap
= Rp 98.000.000 : 30.000
= Rp 3.250 per jam (pembulatan)

Jawaban #3:

Beban penyusutan peralatan:

= Masa operasi peralatan x Tingkat penyusutan peralatan
= 2.500 jam x Rp 3.250
= Rp 8.125.000

 

02. Metode Penyusutan Saldo Menurun Ganda

metode penyusutan saldo menurun

Apa pengertian metode penyusutan saldo menurun ganda (Double declining balance method)?

Metode saldo menurun ganda adalah metode penyusutan yang memberikan beban penyusutan secara periodik berdasarkan nilai buku aset tetap yang semakin menurun terhadap perkiraan umurnya.

Penggunaan metode penyusutan saldo menurun menurun ganda menghasilkan beban periodik yang semakin menurun selama perkiraan masa manfaat aset.

Dalam penerapannya, tingkat saldo menurun ganda ditentukan dengan menggandakan tingkat garis lurus.

Perhatikan contoh metode penyusutan saldo menurun ganda berikut ini:

Sebuah aset memiliki masa manfaat lima tahun. Tingkat saldo menurun ganda sebesar sebesar 40%, ditentukan sebagai berikut:

Tingkat saldo menurun ganda = Tingkat garis lurus x 2

=(1/5) x 2
= 20% x 2
= 40%

Untuk tahun pertama kegunaannya, biaya aset dikalikan dengan tingkat penyusutan saldo menurun ganda.

Setelah tahun pertama, nilai buku (book value) yaitu biaya dikuragi akumulasi penyusutan: yang menurun dikalikan dengan tingkat ini.

Perhatikan contoh berikut:

Penyusutan saldo menurun ganda tahunan ntuk sebuah aset dengan estimasi masa kegunaan 5 tahun dari biaya sebesar Rp 24.000.000 adalah sebagai berikut:

metode penyusutan saldo menurun

Perlu dicatat bahwa saat metode saldo menurun ganda digunakan, estimasi nilai residu tidak dipertimbangkan dalam menentukan tingkat penyusutan dan menghitung penyusutan periodik.

Akan tetapi, aset tidak perlu disusutkan di bawah estimasi nilai residunya.

Pada contoh di atas, estimasi nilai residu adalah Rp 2.000.000.

Jadi penyusutan tahun kelima adalah:

= Rp 3.110.000 – Rp 2.000.000
= Rp 1.110.000

Bukan

= 40% x Rp 3.110.000
= Rp 1.244.160

Pada contoh metode penyusutan di atas, kita asumsikan bahwa penggunaan pertama aset terjadi pada awal tahun fiskal.

Akan tetapi, ini bukanlah hal yang biasa terjadi dalam praktiknya, dan penyusutan untuk setengah tahun pertama harus dihitung.

Perhatikan contoh berikut:

Diasumsikan aset tetap di atas siap menyediakan jasa pada akhir bulan ketiga tahun fiskal.

Dalam hal ini, hanya sebagian (9/12) dari penyusutan tahun pertama sebesar Rp 9.600.00 yang dialokasikan pada tahun fiskal pertama.

Oleh karena itu, penyusutan sebesar Rp 7.200.000 (9/12 x Rp 9.600.00) dialokasikan pada sebagian tahun pertama penggunaan aset.

Selanjutnya, penyusutan untuk tahun fiskal kedua adalah sebesar:

= 40% x (Rp 24.000.000 – Rp 7.200.000)
=  Rp 6.720.000

Dan perhatikan satu contoh soal dan jawaban penyusutan metode saldo menurun ganda berikut ini:

Mesin peralatan yang diperoleh pada awal tahun 2019 dengan biaya Rp 150.000.000 memiliki estimasi nilai residu sebesar Rp 10.000.000, dan estimasi masa kegunaan 10 tahun.

Dari contoh soal penyusutan aktiva tetap metode menurun ganda tersebut, maka dapat ditentukan:

1: Biaya perolehan aktiva tetap mesin peralatan yang dapat disusutkan

= Rp 150.000.000 – Rp 10.000.000
= Rp 140.000.000

2: Tingkat penyusutan saldo menurun ganda

= [(1/10) x 2]
= 20%

3: Penyusutan saldo menurun ganda untuk tahun pertama

= Rp 150.000.000 x 20%
= Rp  30.000.000

 

03. Membandingkan Metode Penyusutan

metode penyusutan aktiva tetap

Perbedaan Metode Penyusutan

Apa perbedaan dan persamaan metode penyusutan aktiva tetap, metode garis lurus, metode unit produksi dan metode saldo menurun ganda?

Perbedaan metode garis lurus, metode unit produksi, dan metode saldo menurun ganda adalah sebagai berikut:

metode penyusutan terbaik

Persamaan Metode Penyusutan

Persamaan metode penyusutan garis lurus, unit produksi dan saldo menurun berganda adalah seluruh metode penyusutan membebankan sebagian jumlah biaya perolehan aktiva tetap dalam periode akuntansi.

Dan tidak pernah menyusutkan aktiva tetap di bawah nilai residunya.

  • Metode garis lurus menghasilkan jumlah beban penyusutan periodik yang sama selama masa kegunaan aset.
  • Metode unit produksi menghasilkan jumlah beban penyusutan periodik yang berbeda-beda tergantung jumlah aset yang digunakan.
  • Metode saldo menurun ganda menghasilkan jumlah penyusutan yang lebih tinggi pada tahun pertama penggunaan aset, diikuti jumlah yang menurun secara bertahap.

Metode penyusutan saldo menurun ganda disebut juga dengan metode penyusutan yang DIPERCEPAT (accelerated depreciation method).

Dari 3 metode penyusutan aktiva tetap yang sudah dibahas (metode garis lurus pembahasannya ada di sini), mana metode penyusutan terbaik?

Jawabannya relatif, tergantung pada jenis usaha, jenis aktiva tetap, peraturan perundangan yang berlaku dan keputusan manajemen perusahaan.

Metode penyusutan saldo menurun ganda paling sesuai digunakan saat penurunan dalam produktivitas atau kemampuan menghasilkan sebuah aset lebih banyak terjadi pada awal tahun penggunaan dibanding pada tahun-tahun berikutnya.

Lebih jauh, menggunakan metode ini seringkali dibenarkan karena biaya perbaikan cenderung meningkat dengan bertambahnya usia aset tetap.

Oleh karena itu, berkurangnya jumlah penyusutan pada tahun-tahun berikutnya akan diimbangi dengan peningkatan beban perbaikan.

 

Kesimpulan

Setiap metode penyusutan, memiliki kelebihan dan kekurangan. Kekurangan suatu metode penyusutan, seringkali bisa ditutupi dengan metode penyusutan yang lain.

Di samping itu, selain memiliki perbedaan, masing-masing metode penyusutan juga memiliki banyak kesamaan.

Oleh karena itu, kita harus bijak dalam menentukan metode penyusutan yang akan digunakan, termasuk memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku dan kebiasaan pada industri Anda.

Dan bila Anda ingin mengetahui tools bisnis lainnya yang tepat untuk usaha Anda, baca Accounting Tools.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat.

Terima kasih.

***

manajemen keuangan dan SOP