Metode Perpetual Average – Biaya Rata-rata
A: Pengertian Metode Perpetual Average
Apa pengertian metode perpetual average atau biaya rata-rata?
Metode biaya rata-rata digunakan untuk mengelola persediaan dengan cara menghitung biaya unit rata-rata untuk setiap jenis barang setiap kali terjadi pembelian.
Kemudian biaya unit ini digunakan untuk menghitung biaya setiap penjualan sampai pembelian lain dilakukan dan biaya rata-rata yang baru dihitung. Teknik rata-rata seperti ini disebut rata-rata bergerak.
Metode perhitungan biaya FIFO, LIFO dan biaya rata-rata juga digunakan di bidang bisnis yang lain, sebagai contoh, individu dan perusahaan seringkali membeli saham yang diperdagangkan pada tingkat harga berbeda per lembarnya.
Saat investasi tersebut dijual, investor harus memilih antara mengetahui lembar saham mana yang akan dijual secara spesifik atau menggunakan asumsi arus biaya FIFO.
Implementasi Metode Perpetual dengan Komputerisasi

A: Sistem Pengelolaan Persediaan Barang
Catatan untuk sistem persediaan perpetual dapat dikelola secara manual, akan tetapi, bagi perusahaan dengan jumlah barang persediaan yang begitu besar serta transaksi pembelian dan penjualan yang banyak, sistem semacam ini membutuhkan biaya dan waktu.
Dalam kebanyakan kasus, penyimpanan catatan sistem persediaan perpetual dilakukan dengan sistem komputerisasi.
B: Contoh Sistem Komputerisasi Pengelolaan Inventory
Contoh penggunaan sistem komputerisasi dalam mengelola catatan persediaan perpetual untuk toko ritel adalah sebagai berikut:
Contoh #1: Catatan Persediaan
Rincian yang relevan untuk setiap barang persediaan, seperti keterangan, kuantitas, dan ukuran unit, disimpan di catatan persediaan.
Catatan persediaan barang dagangan individu akan menyusun catatan persediaan komputerisasi yang jumlahnya sesuai dengan saldo akun buku besar persediaan.
Contoh #2: Input Persediaan
Setiap kali barang dibeli atau dikembalikan oleh pelanggan, data persediaan dimasukkan dalam catatan persediaan di komputer.
Contoh #3: Pemindaian Kode Barang
Setiap kali barang dijual, kasir akan memindai kode barang dengan menggunakan pemindai optik. Alat ini akan membaca kode magnetik dan mencatat penjualan di mesin kasir. Selanjutnya, catatan persediaan akan diperbarui dengan timbulnya harga pokok penjualan.
Catatan kuantitas persediaan barang dagangan juga berkurang secara otomatis karena adanya penjualan.
Contoh #4: Perhitungan Fisik
Setelah pengitungan fisik persediaan barang dagangan dilakukan, data penghitungan persediaan dimasukkan dalam komputer. Data ini dibandingkan dengan saldo berjalan dan sejumlah kelebihan atau kekurangan persediaan dicetak.
Saldo persediaan barang dagang kemudian disesuaikan dengan kuantitas yang ditentukan oleh hasil penghitungan fisik.