Cara Membuat Neraca Lajur Excel
Panduan ini bisa langsung diterapkan dan hasilnya juga bisa langsung digunakan untuk menyusun laporan keuangan, jadi bukan teori doang.
Bagaimana cara membuat neraca lajur?
Berikut ini cara dan langkah-langkah menyusun worksheet :
A: Membuat Form Neraca Lajur atau Kertas Kerja Akuntansi
Langkah pertama untuk membuat worksheet adalah membuat tabel Excel dengan jumlah kolom dan baris (row) sesuai dengan yang dibutuhkan.
Dalam membuat kolom ini tidak ada ketentuan, bisa neraca lajur 6 kolom, 10 kolom, atau neraca lajur 12 (dua belas) kolom. Jumlah kolom ini disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
Seperti contoh bentuk di atas adalah neraca 12 kolom, terdiri dari:
- Kolom nomor rekening,
- Nama rekening,
- Neraca saldo kolom debit
- Neraca saldo kolom kredit,
- Jurnal penyesuaian kolom debit
- Jurnal penyesuaian kolom kredit,
- Neraca saldo sesudah penyesuaian kolom debit
- Neraca saldo setelah penyesuaian kolom kredit,
- Laporan laba rugi kolom debit
- Laporan laba rugi kolom kredit
- Neraca akhir kolom debit
- Neraca akhir kolom kredit.

B: Masukkan Elemen-elemen Neraca Lajur atau Kertas Kerja Akuntansi
Kolom-kolom yang sudah dibuat pada langkah pertama, selanjutnya diisi dengan elemen-elemen yang dibutuhkan dalam kertas kerja Excel sekaligus dibuatkan rumus excel-nya.
Sehingga nantinya bisa dijadikan template Excel untuk membuat Laporan Keuangan.
Element-elemen kertas kerja akuntansi tersebut antara lain:
1: Kolom Kode Rekening Kertas Kerja
Untuk membantu mempermudah penyusunan kertas kerja, buatlah satu tabel yang berisi daftar akun-yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan. Perhatikan contohnya seperti ini:

Isi kolom nomor akun dan nama akun dengan mengambil data dari tabel daftar akun. Untuk kolom nomor akun bisa dibuatkan list nomor akun, sehingga user tinggal memilih nomor akun caranya seperti ini :
Pilih menu DATA –> Data Validation –> Data Validation –> isi seperti ini :

Allow : isi dengan List
Source : ambil data dari tabel daftar akun dengan rumus excel :
=Akun!$A$2:$A$53
Maksud dari rumus di atas adalah, mengambil data dari sheet akun pada kolom A2 sampai A53. Salin ke bawah sampai nomor akun terakhir.
2: Neraca Lajur Kolom Nama Rekening
Kolom ini di-isi dengan nama-nama rekening yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan. Kita tidak perlu mengetik satu per satu nama rekening tersebut. Namun menggunakan rumus excel untuk mengambil nama-nama rekening di tabel daftar rekening/akun.
Cara mengambil datanya dengan rumus neraca lajur excel adalah sebagai berikut :
Letakkan kursor di sel B6 (sel paling atas kolom nama rekening) , kemudian tuliskan rumus excel seperti ini :
=VLOOKUP(A6;Akun!A1:B52;2;FALSE)

Penjelasan rumus Excel di atas:
Dengan acuan/patokan sel A6, kita akan mengambil data dari sheet Akun kolom A1 sampai B52. Kolom tersebut merupakan kolom kedua dari tabel daftar rekening. Kemudian salin rumus excel tersebut ke bawah sampai nama rekening terakhir.
3: Kertas Kerja/Neraca Lajur Excel – Kolom Neraca Saldo
Kolom ini di-isi dengan saldo rekening-rekening dari buku besar. Kolom ini juga disebut dengan kolom daftar saldo yang belum disesuaikan.
Untuk membuat kolom neraca saldo yang belum disesuaikan ini, langsung saja masukkan daftar saldo yang belum disesuiakan ke kolom kertas kerja ini. Masukkan sesuai dengan posisinya.
Bila saldo rekening di sisi Debit maka letakkan di kolom Debit. Bila saldo rekening di sisi Kredit maka letakkan di kolom Kredit. Jumlah kolom Debit dan kolom Kredit HARUS SAMA.
Cara mengisi data saldo rekening di neraca saldo adalah sebagai berikut :
Letakkan kursor di sel paling atas pada Neraca Saldo kolom Debit, lalu tuliskan rumus excel seperti ini :
=IF(‘Neraca Saldo 2’!C2>0;VLOOKUP(‘Neraca Lajur’!A6;’Neraca Saldo 2′!$A$2:$C$53;3;FALSE);0)

Penjelasan rumus Excel di atas:
Jika di kolom Debit pada sheet Neraca Saldo nilainya lebih besar dari nol alias positif, maka ambil data dari tabel di sheet Neraca Saldo dengan acuan/patokan sel A6 (kode akun) dari sel A2 sampai C53.
Untuk mengisi kolom kredit, caranya sama dengan mengisi kolom debit namun data yang diambil adalah saldo di sisi kredit pada neraca saldo.
Untuk memastikan kebenaran pengisian data adalah dengan menjumlahkan kolom debit dan kredit. Jika jumlahnya sama maka pengisian data sudah benar.
4: Neraca Lajur/Kertas Kerja Kolom Penyesuaian
Kolom jurnal penyesuaian di-isi dengan transaksi-transaksi yang memerlukan penyesuaian. Seperti bahan habis pakai, asuransi dibayar di muka, sewa diterima di muka, akruan pendapatan, dan penyusutan. Selain itu, kolom penyesuaian akan membantu dalam menemukan ayat-ayat jurnal yang harus dicatat ke dalam jurnal.
Cara membuat jurnal penyesuaian dari neraca saldo:
Biasanya dalam memasukkan penyesuaian sesuai urutan saat data disiapkan.
Jika nama akun yang akan disesuaikan tidak muncul di daftar saldo, maka akun tersebut harus dimasukkan ke dalam kolom nama akun, di bawah jumlah saldo , jika diperlukan.
Untuk mengisi kolom ini tidak diperlukan rumus Excel, yang diperlukan adalah kemampuan membuat jurnal akuntansi.
Setelah membaca dan mempraktekkan panduan di artikel tersebut dijamin 99% tidak akan salah dalam menjurnal sebuah transaksi. Di kolom jurnal penyesuaian ini, jumlah sisi debit harus sama dengan jumlah di sisi kredit.
5: Neraca Lajur Kolom Daftar Saldo Setelah Penyesuaian
Kolom ini di-isi dengan hasil penjumlahan yang berasal dari neraca saldo ditambah atau dikurangi jumlah pada kolom penyesuaian. Jadi data penyesuaian ditambahkan ke atau dikurangkan dari jumlah dalam kolom daftar saldo yang belum disesuaikan.
Jumlah yang disesuaikan kemudian ditempatkan di kolom daftar saldo yang sudah disesuaikan dengan prosedur yang sama terus dilakukan sampai semua saldo akan ditempatkan ke kolom daftar saldo yang disesuaikan. Jumlahkan kolom daftar saldo yang disesuaikan untuk memastikan kesamaan debit dan kredit.
***
Cara membuat rumus Excel di kolom daftar saldo yang disesuaikan adalah sebagai berikut :
Letakkan kursor di baris paling atas dari kolom Neraca Saldo Setelah Penyesuaian, kemudian tuliskan rumus excel berikut ini :
=IF(OR(C6+E6-F6<0;D6<>0);0;C6+E6-F6)

6: Kertas Kerja/Neraca Lajur Kolom Laporan Laba Rugi
Kolom ini di-isi dengan saldo debit dan kredit di rekening-rekening pendapatan dan biaya.
Pengisiannya adalah dengan mengambil data saldo rekening-rekening pada kolom neraca saldo sesudah penyesuaian.
Jadi kertas kerja dilengkapi dengan memindahkan jumlah daftar saldo yang disesuaikan ke kolom Laporan Laba Rugi dan Neraca.
Jumlah pendapatan dan beban dipindahkan ke kolom Laporan Laba Rugi. Jumlah aset, kewajiban, modal pemilik dan prive dipindahkan ke kolom Neraca.
Setelah semua saldo ditempatkan di empat kolom laporan keuangan, jumlahkan semua kolom ini. Selisih antara jumlah kedua kolom Laporan Laba Rugi adalah jumlah LABA atau RUGI bersih untuk periode tersebut.
Begitu juga sebaliknya, selisih antara jumlah kedua kolom Neraca merupakan jumlah laba bersih atau rugi bersih untuk periode tersebut.
Jika jumlah kolom kredit Laporan Laba Rugi (menunjukkan jumlah pendapatan) lebih besar dari jumlah kolom debit, maka Laporan Laba Rugi (menunjukkan jumlah beban), selisihnya merupakan laba bersih.
Jika jumlah kolom debit Laporan Laba Rugi lebih besar dari jumlah kolom kredit Laporan Laba Rugi, selisihnya adalah rugi bersih.
Cara pengambilan datanya dengan menggunakan rumus Excel sebagai berikut:
=IFERROR(IF(LEFT(A23;1)>”3″;$G$6:$G$57;0);””)
Penjelasan rumus Excel:
Rekening yang akan dimasukkan dalam laporan laba rugi adalah rekening yang kode rekeningnya dimulai dengan angka 4 dan 5.
Oleh karena itu, jika nomer kode rekening diawali dengan dengan 4 dan 5, maka ambil datanya di kolom neraca saldo setelah penyesuaian.
Untuk mengambil karakter pertama dari kode rekening, digunakan fungsi microsoft excel LEFT.
Selisih antara jumlah jumlah debit dengan jumlah kredit merupakan laba atau rugi perusahaan untuk periode yang bersangkutan. Apabila jumlah kredit lebih besar daripada jumlah debit, maka selisihnya adalah laba dan sebaliknya.
7: Kertas Kerja/Neraca Lajur – Kolom Neraca
Kolom ini berisi semua saldo rekening yang termasuk dalam elemen yang menyusun sebuah neraca yaitu
- aktiva,
- hutang dan
- modal.
Pengisian datanya diambil dari neraca saldo setelah penyesuaian.
Cara mengambil data-data menggunakan rumus Excel:
Letakkan kursor pada baris tertinggi dari kolom neraca, lalu tuliskan rumus excelnya seperti ini :
=IFERROR(IF(LEFT(A6;1)<“4″;$G$6:$G$57;0);””)
Penjelasan rumus Excel:
Rumus excel yang digunakan hampir sama dengan saat mengisi kolom Laba Rugi, yang membedakan adalah besar angka dari kode rekening yang dijadikan acuan.
Kalau di kolom laba rugi, nomor kode rekening yang digunakan adalah yang lebih kecil dari 4 (empat).
Selisih jumlah debit dan kredit sama dengan selisih dalam kolom laba rugi. Bila di kolom laba rugi jumlah kredit lebih besar dari jumlah debit. Maka dalam kolom neraca jumlah kolom debit akan lebih besar daripada jumlah kolom kredit.
Dan bila Anda ingin menggunakan aplikasi Akuntansi Excel program siap pakai gratis, langsung saja Template Laporan Keuangan Excel.

