Mengenal 3 Jenis Neraca Saldo: Sebelum Penyesuaian, Setelah Penyesuaian, Penutup

Neraca saldo adalah neraca yang digunakan untuk memeriksa kesamaan saldo di sisi debit dan kredit. Kesamaan ini harus dibuktikan paling tidak pada akhir periode akuntansi.

Melalui pemeriksaan tersebut akan membuat kita yakin bahwa kita tidak membuat kesalahan saat melakukan posting debit kredit dari transaksi ke buku besar.

Jika jumlah sisi debit kredit tidak sama, hal itu menandakan adanya kesalahan, dan prosedur untuk menemukan dan memperbaiki kesalahan dapat anda pelajari di artikel 8 Kesalahan Pencatatan Akuntansi dan Cara Memperbaikinya dengan Jurnal Koreksi

Daftar saldo juga dapat digunakan sebagai bagian awal dalam membuat neraca lajur atau kertas kerja.

Kertas kerja merupakan alat bantu untuk membuat laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan posisi keuangan (neraca).

Neraca saldo tidak memberikan bukti lengkap atas keakuratan buku besar. Neraca saldo hanya menunjukkan kesamaan jumlah sisi debit dan sisi kredit.

Format penyajian neraca saldo adalah menuliskan nama perusahaan di bagian paling atas, diikuti dengan judul laporan, yaitu neraca saldo, dan periode laporan. Selanjutnya menyajikan saldo-saldo akun yang diambil dari buku besar.

Ada 3 jenis neraca saldo, yaitu:

  1. Neraca Saldo yang Belum Disesuaikan (Unadjusted Trial Balance)
  2. Neraca Saldo setelah Penyesuaian (Adjusted Trial Balance)
  3. Neraca Saldo Penutup (Post Closing Trial Balance)

Mari kita bahas satu per satu ya….

 

Neraca Saldo Belum Disesuaikan (Unadjusted Trial Balance)

Neraca Saldo Sebelum Penyesuaian - contoh

1. Pengertian Neraca Saldo Belum disesuaikan

Pengertian neraca saldo yang belum disesuaikan adalah daftar saldo yang dibuat setelah semua transaksi diposting ke buku besar. Saldo-saldo akun di buku besar tersebut selanjutnya dipindahkan ke daftar saldo.

Neraca saldo yang belum disesuaikan disiapkan untuk menentukan apakah terdapat kesalahan dalam posting debit dan kredit ke buku besar.

Melalui daftar saldo yang belum disesuaikan kita akan mudah untuk menemukan kesalahan dan segera dapat memperbaikinya.

 

2. Cara Membuat Neraca Saldo yang Belum disesuaikan

Cara membuat neraca saldo yang belum disesuaikan adalah dengan mem-posting transaksi ke buku besar. Setelah semua transaksi diposting ke buku besar berikutnya disiapkan daftar saldo yang belum disesuaikan.

Perhatikan contoh berikut ini:

Sebagai ilustrasi misalnya PT Manajemen Keuangan Network selaku perusahaan jasa melakukan aktivitas bisnis selama satu periode akuntansi.

Setelah melakukan analisis dan pencatatan transaksi ke dalam jurnal, selanjutnya perusahaan memindahkan saldo-saldo akun tersebut ke dalam buku besar.

Diasumsikan ada 11 akun yang di-posting ke buku besar, yaitu akun kas, piutang, piutang sewa, perlengkapan, tanah, modal, prive, pendapatan jasa. Beban gaji, dan beban lain-lain.

Berikut ini ada 11 saldo akun di buku besar tersebut:

Akun Kas:

Buku Besar - Akun Kas

Akun Piutang:

Buku Besar - Akun Piutang

Akun Piutang sewa:

Buku Besar - Akun Piutang Sewa

Akun perlengkapan:

Buku Besar - Akun Perlengkapan

Akun Aset Tetap/tanah:

Buku Besar - Aset Tetap Tanah

Akun modal:

Buku Besar - Akun Modal

Akun prive:

Buku Besar - Akun Prive

Akun pendapatan jasa:

Buku Besar - Akun Pendapatan Jasa

Akun beban gaji:

Buku Besar - Beban Gaji

Akun beban lain-lain:

Buku Besar - Akun Beban lain-lain

Dan setelah dibuatkan daftar saldo sebelum penyesuaian adalah seperti berikut:

Neraca Saldo Sebelum Penyesuaian
contoh neraca saldo belum disesuaikan

Perhatikan jumlah saldo debit dan kredit, sama kan? Jika jumlah kedua saldo dalam daftar saldo ini tidak sama, maka telah terjadi kesalahan yang harus diperbaiki.

Dan video tutorial cara menyusun neraca saldo dapat disaksikan berikut:

 

Neraca Saldo setelah Penyesuaian (Adjusted Trial Balance)

neraca saldo setelah penyesuaian

1. Pengertian neraca saldo setelah penyesuaian

Pengertian neraca saldo setelah penyesuaian adalah daftar saldo yang dibuat setelah proses penyesuaian akun-akun tertentu.

Mengapa perlu penyesuaian?

Jika kita menggunakan prinsip akuntansi berbasis akrual, maka ada beberapa akun yang perlu penyesuaian sebelum menyusun laporan keuangan.

Akun-akun tersebut antara lain: saldo akun untuk beban dibayar di muka, pendapatan diterima di muka, dan saldo akun bahan habis pakai.

Bila tidak dilakukan penyesuaian maka laporan keuangan yang dihasilkan kurang valid alias kurang mencerminkan kondisi yang sebenarnya.

Misalnya, jumlah Laba (Rugi) kebesaran atau kekecilan karena ada pos pendapatan atau biaya yang seharusnya tidak diperhitungkan.

 

2. Cara Membuat Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Cara membuat neraca saldo setelah penyesuaian, langkah pertama adalah memindahkan saldo akun-akun dalam jurnal penyesuaian terhadap yang memerlukan proses penyesuaian.

Perhatikan contoh berikut:

Misalnya, akun-akun yang memerlukan penyesuaian antara lain:

(Dr.) Piutang        Rp500.000
(Cr.) Pendapatan Jasa      Rp500.000

(Dr.) Beban Perlengkapan Rp600.000
(Cr.) Perlengkapan                           Rp600.000

(Dr.) Beban Sewa  Rp400.000
(Cr.) Piutang Sewa              Rp400.000

(Dr.) Beban Gaji   Rp300.000
(Cr.) Hutang Gaji                Rp300.000

Setelah semua ayat jurnal penyesuaian telah diposting seperti di atas, selanjutnya membuat neraca saldo disesuaikan seperti berikut:

PT Manajemen Keuangan Network
Neraca Saldo Setelah Penyesuaian
31 Desember 2017

contoh Neraca saldo setelah penyesuaian
contoh neraca saldo setelah penyesuaian

Sebagaimana telah kita pahami bahwa tujuan dari daftar saldo setelah penyesuaian adalah untuk memeriksa jumlah saldo di debit kredit apakah sudah sama.

Jika jumlah saldo di sisi debit tidak sama dengan saldo di sisi kredit tidak sama, artinya telah terjadi kesalahan. Akan tetapi, kesalahan dapat timbul meskipun daftar saldo yang telah disesuaikan sudah sama.

Sebagai contoh, jumlah daftar saldo setelah penyesuaian akan sama jika ayat jurnal penyesuaian ditiadakan.

 

Neraca Saldo Penutup (Post Closing Trial Balance)

Neraca Saldo setelah penutupan

1. Pengertian Neraca Saldo Penutup

Neraca saldo penutup adalah daftar saldo yang digunakan untuk memastikan bahwa buku besar telah memiliki saldo untuk awal periode berikutnya.

Prosedur ini merupakan langkah terakhir dalam satu periode akuntansi setelah ayat jurnal penutup dimasukkan.

Semua akun beserta saldo dalam daftar saldo penutup harus sama dengan akun dan saldo di neraca pada akhir periode.

 

2. Cara Membuat Neraca Saldo Penutup

Cara membuat neraca saldo penutup, langkah pertama adalah melakukan proses PENUTUPAN atau tutup buku (closing process).

Mengapa perlu dilakukan proses penutupan?

Setelah kita membuat penyesuaian terhadap beberapa akun dan kemudian memindahkan ke buku besar, maka data di buku besar akan sama dengan data yang dilaporkan dalam laporan keuangan.

Saldo akun-akun yang di laporkan di neraca sifatnya permanen, sedangkan data-data yang dilaporkan di laporan laba rugi HANYA melaporkan jumlah untuk satu periode.

Untuk melaporkan hanya untuk satu periode, saldo akun-akun ini harus 0 (nol) di awal periode.

Bagaimana caranya agar saldo-saldo ini bisa nol?

Gunakan ayat jurnal penutup untuk memindahkan saldo akun pendapatan dan beban

Proses penutupan dilakukan dengan memindahkan saldo akun pendapatan dan beban ke akun Ikhtisar Laba Rugi  (income summary). Saldo ikhtisar laba rugi kemudian dipindahkan ke akun modal.

Selama proses penutupan akun ikhtisar laba rugi akan didebit dan kredit dalam jumlah yang berbeda-beda, dan di akhir proses penutupan saldo akun ini dipastikan 0 (nol).

Setelah ayat jurnal penutup di-posting ke buku besar, maka saldo modal akan sama dengan jumlah yang dilaporkan dalam laporan perubahan ekuitas dan laporan neraca.

Selain itu saldo akun biaya-biaya, pendapatan jasa, dan prive akan menjadi 0 (nol).

Perhatikan contoh berikut:

Untuk memudahkan dalam membuat ayat jurnal penutup, kami tampilkan Laporan Keuangan PT Manajemen Keuangan Network per 31 Desember 2017 berikut:

Laporan Rugi:

contoh laporan laba rugi
contoh laporan laba rugi

 

Laporan Perubahan Ekuitas:

contoh laporan perubahan ekuitas
contoh laporan perubahan ekuitas

Dari laporan keuangan di atas, selanjutnya kita membuat ayat jurnal penutup PT Manajemen Keuangan Network berikut:

(Dr.) Pendapatan Jasa  Rp 15.200.000
(Cr.) Ikhtisar Laba Rugi Rp 15.200.000

(Dr.) Ikhtisar Laba Rugi Rp 5.400.000
(Cr.) Beban Gaji Rp 3.900.000
(Cr.) Beban Sewa Rp 400.000
(Cr.) Beban Lain-lain Rp 500.000
(Cr.) Beban Perlengkapan Rp 600.000

(Dr.) Ikhtisar Laba Rugi Rp 9.800.000
(Cr.) Modal Rp 9.800.000

(Dr.) Modal Rp 4.200.000
(Cr.) Prive Rp 4.200.000

Setelah ayat jurnal penutup suatu akun dimasukkan, cantumkan sebuah garis pada kedua kolom saldo di sisi yang berlawanan dengan ayat jurnal terakhir.

Transaksi akun pendapatan, beban/biaya-biaya, dan prive untuk periode berikutnya akan dimasukkan tepat dibawah jurnal penutup.

Dan berikut ini tampilan ayat jurnal penutup yang sudah di-posting ke buku besar:

Ayat Jurnal Penutup – Beban lain-lain:

Jurnal Penutup - beban lain

Ayat Jurnal Penutup – Beban Perlengkapan:

Jurnal Penutup - Beban Perlengkapan

Ayat Jurnal Penutup – Beban Sewa:

Jurnal Penutup - Beban Sewa

Ayat Jurnal Penutup – Beban Gaji:

Jurnal Penutup - Beban Gaji

Ayat Jurnal Penutup – Akun Modal:

Jurnal Penutup - Akun Modal

Ayat Jurnal Penutup – Pendapatan:

Jurnal Penutup - Pendapatan Jasa

Dan Neraca Saldo Penutup adalah berikut:

Neraca Saldo Penutup

Demikian pembahasan tentang neraca saldo, mulai pengertian, jenis, fungsi, contoh dan cara membuatnya.

mudah-mudahan bermanfaat dan terima kasih.

***

sop akuntansi keuangan powerful