Bagaimana Pengaruh Efisiensi Pasar Modal Terhadap Harga Saham?

Harga saham di pasar modal adalah terpengaruh oleh nilai intrinsiknya.

Nilai intrinsik saham ditentukan oleh tingkat arus kas.

Kemungkinan arus kas dapat dihasilkan dan seberapa berisiko arus kas tersebut, serta persepsi investor tentang nilai intrinsik saham.

Dalam suatu pasar modal yang berfungsi dengan baik, persepsi investor seharusnya berhubungan erat dengan nilai intrinsik saham.

Bagaimana pengaruh efisiensi pasar modal terhadap harga saham?

Ikuti pembahasannya berikut ini…

 

01: Bentuk Efisiensi Pasar Modal

Jenis Pasar Modal

Jika pasar modal adalah benar-benar efisien, maka harga saham dalam mekanisme perdagangan saham akan cepat melakukan penyesuaian terhadap seluruh informasi yang relevan.

Setelah informasi tersebut tersedia untuk publik.

Sehingga harga saham mencerminkan nilai sebenarnya dengan cukup akurat.

Hal ini akan menimbulkan satu pertanyaan penting:

“jenis informasi apakah yang tersedia bagi investor sehingga mempengaruhi dan diperhitungkan dalam harga saham?”

Baca terus artikel ini sampai usai 🙂

***

Menurut para ahli seperti Foster menjelaskan bahwa adanya jumlah analis keuangan yang banyak dan persaingan antar mereka, akan mengakibatkan harga sekuritas menjadi wajar.

Itu semua mencerminkan adanya informasi yang sesuai.

Pengertian pasar modal yang efisien adalah jenis pasar modal di mana harga sekuritasnya mencerminkan semua informasi yang sesuai atau relevan.

Pengertian pasar modal menurut para ahli keuangan berdasarkan tingkat efisiensi pasar modal adalah sebagai berikut::

  1. Bentuk Efisiensi Pasar Modal yang Lemah (Weak Form Efficiency)
  2. Bentuk Efisiensi Pasar Modal Setengah Kuat (Semi Strong Efficiency)
  3. Benting Efisien Pasar Modal yang Kuat (Strong Form Efficiency)

Mari dibahas satu-per-satu…

 

A: Pasar Modal Efisiensi Lemah (Weak Form Efficiency)

bentuk pasar modal

Tipe efisiensi pasar modal lemah adalah suatu keadaan di mana harga-harga yang terbentuk di pasar memggambarkan semua informasi yang terjadi pada harga di masa yang lalu.

Pada kondisi seperti ini, investor tidak bisa memperoleh keuntungan di atas normal melalui penggunaan trading rules yang berdasarkan atas informasi harga di masa lalu.

Hasil penelitian mengenai random walk menunjukkan bahwa sebagian besar pasar modal paling tidak efisien pada tipe ini.

***

Jenis pasar modal dengan tingkat efisiensi lemah menyatakan bahwa:

Seluruh informasi yang dimuat dalam pergerakan harga saham masa lalu akan sepenuhnya tercermin dalam harga pasar saat ini.

Jika hal ini benar maka informasi tentang tren terbaru dalam harga saham akan tidak berguna dalam pemilihan saham.

Misalnya, adanya fakta bahwa suatu saham mengalami kenaikan dalam tiga hari terakhir.

Tidak akan memberikan petunjuk yang berguna tentang apa yang akan terjadi pada hari ini atau esok.

Orang-orang yang menyakini tingkat efisiensi pasar modal yang lemah ini, juga meyakini bahwa pembuat grafik adalah pekerjaan yang membuang-buang waktu saja.

 

Perhatikan contoh pasar modal berikut ini:

Setelah mempelajari riwayat pasar modal masa lalu, seorang pembuat grafik bisa jadi menemukan adanya pola berikut ini:

‘Jika suatu saham mengalami penurunan tiga hari berturut-turut, harga saham tersebut umumnya akan naik 10 persen pada keesokan harinya’

Teknik ini akan mengambil kesimpulan bahwa investor dapat memperoleh keuntungan dengan membeli saham yang harganya telah mengalami penurunan selama tiga hari berturut-turut’

***

Jika mekanisme pasar modal seperti ini benar-benar ada, bukankah pelaku pasar modal yang lain juga akan mengetahuinya.

Kemudian mengapa setiap orang bersedia menjual saham setelah saham tersebut turun tiga hari berturut-turut?

Jika ia tahu bahwa harga saham kemungkinan akan naik sebesar 10 persen pada keesokan harinya?

Dengan kata lain jika suatu saham dijual pada harga Rp. 40 ribu per lembar setelah turun tiga hari berturut-turut.

Mengapa seorang investor menjual saham pada harga Rp 40 ribu.

Jika mereka mengharapkan harga saham tersebut akan naik menjadi Rp 44 ribu per lembar saham pada keesokan harinya?

Mereka yang meyakini efisiensi pasar yang lemah berpendapat bahwa jika saham benar-benar memiliki kemungkinan akan naik menjadi Rp 44 ribu per lembar esok hari.

Harga sebenarnya akan naik menjadi sekitar Rp 44 ribu per lembar pada saat itu juga sehingga menghilangkan peluang perdagangan.

Konsekuensinya, efisiensi pasar modal yang lemah mengandung arti bahwa:

“Setiap informasi yang berasal dari penelaahan harga saham masa lalu tidak dapat digunakan untuk memperoleh keuntungan dengan meramalkan harga saham masa depan.”

 

B: Pasar Modal Efisiensi Semi Kuat (Semi Strong Form Efficiency)

Manajemen Keuangan

Tipe efisiensi yang kedua menjelaskan bahwa pasar modal adalah keadaan di mana harga-harga mencerminkan harga masa lalu dan semua informasi yang dipublikasikan.

Sehingga para pelaku pasar modal tidak bisa memperoleh tingkat keuntungan di atas normal dengan memanfaatkan informasi publik.

Informasi apa saja yang mempengaruhi harga saham?

Beberapa informasi yang secara cepat dapat mempengaruhi harga saham adalah:

  • Penerbitan saham baru
  • Pengumuman laba perusahaan dan dividen
  • Peristiwa merger dan akuisisi
  • Kebijakan akuntansi

***

Dalam pasar modal dengan tingkat efisiensi semi kuat, harga saham di pasar modal adalah mencerminkan seluruh informasi yang tersedia untuk publik.

Jadi, bila ada efisiensi semi kuat, memeriksa laporan tahunan untuk melihat pendapatan.

Dan laba serta berbagai rasio keuangan yang didasarkan pada data historis akan sia-sia.

Karena harga pasar akan disesuaikan untuk setiap kabar baik atau buruk yang dimuat dalam laporan ketika kabar tersebut pertama kali muncul.

Dengan efisiensi semi kuat, investor seharusnya tidak berharap untuk menerima pengembalian di atas rata-rata.

Kecuali jika bernasib baik atau memiliki informasi yang tidak tersedia bagi publik.

Maka para pelaku pasar akan dapat menerima pengembalian di atas rata-rata bahkan dalam kondisi pasar dengan efisiensi yang semikuat.

Pengaruh lain dari bentuk pasar modal dengan efisiensi semi kuat adalah ketika informasi dirilis ke publik, harga saham akan merespon hanya jika informasi itu berbeda dari yang diharapkan.

Misalnya, suatu perusahaan mengumumkan kenaikan LABA sebesar 30 persen.

Dan jika kenaikan itu kira-kira sama dengan yang diharapkan oleh analis.

Maka pengumuman itu tidak atau hanya akan sedikit berdampak pada harga saham perusahaan.

Sebaliknya harga saham kemungkinan akan turun jika analis telah memperkirakan laba akan mengalami kenaikan sebesar 50 persen.

Tapi akan naik jika analis memperkirakan kenaikan sebesar 10 persen.

 

C: Pasar Saham Efisiensi Kuat (Strong Form Efficiency)

instrumen pasar modal

Tipe efisiensi pasar modal yang ketiga adalah bentuk pasar modal dengan efisiensi yang kuat.

Apa itu pasar modal dengan efisiensi yang kuat?

Pengertian pasar modal efisien adalah bentuk pasar modal di mana harga yang terbentuk di pasar adalalh mencerminkan:

  • Informasikan yang disampaikan ke publik
  • Informasi dari analisis fundamental perusahaan dan perekonomian.

Pada kondisi seperti ini, pasar modal menjadi ideal.

Harga selalu wajar dan tidak ada investor yang mampu mendapatkan estimasi harga saham yang lebih baik.

Pada kondisi seperti ini prestasi portofolio adalah sesuatu yang penting bagi pelaku pasar modal.

***

Jenis pasar modal dengan efisiensi kuat menyatakan bahwa harga saham di pasar saat ini mencerminkan seluruh informasi yang relevan, entah itu tersedia bagi publik atau dimiliki secara pribadi.

Bila bentuk ini berlaku, bahkan orang dalam atau manajemen perusahaan sekali pun mustahil akan mendapatkan pengembalian abnormal yang tinggi dalam bursa saham.

Telah banyak studi empiris yang dilakukan untuk menguji ketiga bentuk efisiensi pasar modal.

Dan kebanyakan hasil studi ini menunjukan bahwa pasar modal memang sangat efisien dalam bentuk lemah dan cukup efisien dalam bentuk semikuat.

 

02: Pengaruh Efisiensi Pasar Modal Terhadap Harga Saham

Efisiensi pasar modal

Sebagaimana dituliskan pada paragraf awal dalam artikel ini, bahwa bila harga saham telah mencerminkan seluruh informasi yang tersedia ke publik.

Kondisi seperti itu menyebabkan nilai saham dihargai secara wajar, maka hanya nasib baiklah yang bisa mengalahkan pasar.

Penting untuk dipahami bahwa efisiensi pasar bukan berarti seluruh saham selalu dihargai dengan tepat.

Pada suatu waktu seringkali terjadi beberapa harga saham dinilai terlalu tinggi dan lainnya dinilai terlalu rendah.

Namun demikian seperti yang dinyatakan oleh hipotesis pasar efisien, sulit mengidentifikasi di muka saham-saham dalam setiap kategori.

***

Bila kita percaya bahwa pasar modal efisien, maka harga yang diterima oleh perusahaan adalah harga yang wajar dari setiap surat berharga  yang diterbitkan.

Sulit bagi perusahaan untuk menjual sekuritas dengan harga yang terlalu mahal dibandingkan dengan sekuritas perusahaan lain.

Pengaruh lain dari kondisi pasar modal yang efisien adalah upaya untuk merekayasa Laporan Keuangan dengan tujuan tidak baik, diragukan keberhasilannya.

Perhatikan contoh penyajian Laporan Laba Rugi berikut ini:

Manajemen perusahaan akan menyajikan Laporan Laba Rugi sebagai berikut:

  • Tahun 2018 = Rp 130.000.000
  • Tahun 2019 = Rp 160.000.000
  • Tahun 2020 = Rp 190.000.000

Dari pada menyajikan Laporan Laba Rugi sebagai berikut:

  • Tahun 2018 = Rp 100.000.000
  • Tahun 2019 = Rp 210.000.000
  • Tahun 2020 = Rp 170.000.000

Dua bentuk penyajian di atas jumlah total laba sama, yaitu Rp 480.000.

Tapi, mengapa perusahaan lebih suka menyajikan Laporan Laba Rugi bentuk yang pertama?

Karena bentuk penyajian Laporan Laba Rugi yang pertama menunjukkan kenaikan Laba.

Sedangkan bentuk Laporan Laba Rugi yang kedua menunjukkan fluktuasi laba perusahaan.

Sekali lagi, bila kondisi pasar modal efisien, maka rekayasa seperti ini sangat kecil tingkat keberhasilannya.

“Tidak percaya?”

Sekali-kali coba biar yakin gitu 🙂

***

Agar wawasan kita tentang materi pasar modal makin luas dan mendalam, berikut ini disajikan video dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengenai investasi saham di pasar modal.

Selamat menyaksikan…

 

03: Kesimpulan

Pasar modal adalah media, tempat, faslitator yang mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang kelebihan dana.

Bentuk bisa berupa saham dan jenis obligasi.

Pihak yang membutuhkan dana, misalnya perusahaan yang merencanakan ekspansi bisnisnya sehingga membutuhkan pendanaan.

Sedangkan pihak yang kelebihan dana, misalnya investor yang ingin menginvestasikan dananya kepada pihak yang terpercaya dengan usaha yang menguntungkan.

Itulah alasan kenapa pasar modal diperlukan dalam perekonomian.

***

Untuk menguasai pasar seorang investor atau analis harus memiliki informasi di atas rata-rata, keahlian analitis di atas rata-rata, atau NASIB BAIK di atas rata-rata.

Penting juga untuk dipahami bahwa meskipun market saham memang efisien dan seluruh saham dihargai secara wajar.

Namun seorang investor hendaknya tetap perlu berhati-hati ketika memilih saham untuk portofolio-nya.

Untuk mendapatkan perkiraan pengembalian terbesar dengan jumlah risiko terkecil, portofolio tersebut sebaiknya terdiversifikasi dengan kombinasi saham dari berbagai industri.

Dan pada kenyataannya pasar modal tidak selalu efisien, dan menurut para ahli keuangan bahwa pasar pada umumnya efisien dalam jangka panjang.

Demikian yang bisa saya sampaikan pembahasan tentang makalah pasar modal  antara lain:

  • Peran pasar modal
  • Instrumen pasar modal
  • Manfaat pasar modal
  • Fungsi pasar modal ekonomi dan keuangan

Semoga bermanfaat. Terima kasih. *****

manajemen keuangan dan SOP