Begini Cara Pencatatan Jurnal Pemecahan dan Pertukaran Saham

Perusahaan dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu bisa melakukan pemecahan saham (stock split) menjadi saham yang nominalnya lebih kecil.

Mekanismenya adalah saham yang beredar ditarik kembali dan ditukar dengan saham yang nominalnya lebih kecil.

Sedangkan jika ‘convertible stock‘ maka pemegang saham dapat menukarkan saham yang dimilikinya dengan saham jenis lain.

Bagaimana pencatatan jurnal pemecahan saham dan pertukaran saham?

Ikuti pembahasan lengkapnya berikut ini…

 

01. Pemecahan Saham (Stock Split)

Contoh Perhitungan Pemecahan Saham

A: Pengertian Pemecahan Saham

Pemecahan saham (Stock Split) adalah salah satu cara yang dilakukan perusahaan untuk memperbanyak sahamnya yang beredar dengan cara mengurangi nilai nominal sahamnya.

Pengurangan nilai nominal atau nilai yang dinyatakan ini dapat menambah jumlah lembar tanpa adanya penyetoran atau kapitalisasi dari laba tidak dibagi.

Bagi pemegang saham, pengurangan nilai nominal ini tidak mengubah nilai buku investasi sahamnya.

Satu-satunya perubahan yang ada hanyalah PERTAMBAHAN JUMLAH LEMBAR.

Inilah yang dikenal dengan istilah pemecahan saham atau stock split-up.

 

Keadaan ini tidak memerlukan jurnal tetapi cukup dengan CATATAN MEMO.

Misalnya, PT Salam Sukses Penuh Keberkahan mengumumkan pemecahan saham, di mana tiap satu lembar dipecah menjadi 2 lembar.

Dengan adanya pemecahan saham ini, para pemegang saham akan menerima dua lembar saham untuk menukar tiap-tiap lembar yang dimiliki.

Jumlah harga pokok saham tidak mengalami perubahan, tapi karena jumlah lembarnya bertambah dua kali lipat.

Maka harga pokok per lembar saham turun menjadi setengah harga pokok mula-mula.

Dalam hal pemecahan saham tidak ada pendapatan yang diakui oleh pemegang saham.

Lalu bagaimana bila perusahaan mengurangi jumlah lembar sahamnya?

Perlakuan seperti itu merupakan kebalikan dari pemecahan saham (stock split)

Di mana perusahaan mengurangi jumlah lembar sahamnya dengan cara memperbesar nilai nominal atau nilai yang dinyatakan.

Akibat dari pengurangan jumlah lembar saham ini, hanya dicatat dengan memo untuk menunjukkan perubahan jumlah lembar dan harga pokok per lembar saham.

 

B: Pencatatan Jurnal Pemecahan Saham

Perhatikan contoh lain berikut ini:

Misalnya nominal saham @Rp 10.000 perusahaan memutuskan untuk memecah tiap lembar menjadi 2 lembar saham baru dengan nilai nominal @Rp 5.000.

Pemegang saham akan menerima saham baru, untuk menukar saham lama dengan perbandingan 2 : 1 (pemecahan saham 2 untuk 1).

Prosedur ini disebut Split-up. Terkadang saham lama diganti dengan saham baru yang nominalnya lebih besar.

Misalnya, saham lama nominalnya Rp 20.000 ditarik dan ditukar dengan saham baru dengan nominal Rp 40.000.

Pemegang saham akan menerima saham baru satu lembar untuk menukar 2 lembar  saham lama.

Prosedur ini disebut Split-Down atau Reverse Split.

Dengan adanya split-up atau split-down, saldo modal tidak berubah, yang berubah hanya jumlah lembar saham yang beredar.

Prosedur ini  bisa dicatat dengan cara memo.

Atau dengan dibuat jurnal untuk menutup rekening modal saham lama dan membuka rekening modal saham baru.

Melengkapi pembahasan tentang pemecahan saham ini, berikut ini saya sajikan video pendeknya…

 

02. Pertukaran Saham

Jurnal Pertukaran Saham

A: Pengertian Pertukaran Saham

Bila saham-saham yang dimiliki sebagai investasi jangka panjang ditarik kembali oleh perusahaan dan ditukar dengan saham jenis lain.

Maka saham baru yang diterima dicatat sebesar HARGA PASARNYA.

Pada waktu terjadinya pertukaran, biasanya terdapat perbedaan antara harga saham baru dengan harga perolehan saham lama.

Dan perbedaan ini dicatat sebagai laba atau rugi dalam buku investor.

Inilah salah satu jenis pertukaran saham.

 

B: Jurnal Pertukaran Saham

Perhatikan contoh berikut ini:

Misalnya PT Salam Sukses Penuh Keberkahan menarik kembali saham prioritas yang beredar dan menukarnya dengan saham biasa.

Nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp. 50.000,-.

Pak Joko yang memiliki 100 lembar saham PT Salam Sukses Penuh Keberkahan untuk investasi jangka panjang, yang dulu dibelinya.

Dengan harga perolehan sebesar Rp. 5.000.000, menukarkannya dengan 100 lembar saham biasa.

Pada saat pertukaran, saham biasa laku di pasar dengan harga Rp. 55.000 per lembar.

Pertukaran saham pada transaksi di atas dicatat dalam buku Pak Joko dengan jurnal sebagai berikut :

(D) Penanaman Modal Dalam Saham Biasa     Rp. 5.500.000
(K) Penanaman Modal Dalam Saham Prioritas                Rp. 5.000.000
(K) Laba Pertukaran Saham                                             Rp.    500.000

 

Perhitungan :

Harga pasar saham biasa :
100 lembar x Rp. 55.000    = Rp. 5.500.000,-
Harga perolehan                 = Rp. 5.000.000,-
Laba pertukaran saham = Rp.    100.000,-

 

C: Contoh Pencatatan Jurnal Pertukaran Saham

Perhatikan contoh lain berikut ini:

Sebagaimana kita pahami bahwa jurnal akuntansi yang dibuat untuk mencatat pertukaran saham ini tergantung pada nilai nominal saham.

Yaitu nilai saham yang akan dipakai sebagai penukar dan harga jual saham yang akan ditukarkan.

Misalnya, modal PT En-Joy Internasional Tbk (bukan nama sebenarnya, hanya ilustrasi) pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:

Modal saham Prioritas 100 lembar dengan nominal @Rp 2.000.

Sehingga total nilai keseluruhan saham prioritas adalah Rp 2.000.000.

Agio Saham Prioritas Rp 200.000.

Modal saham biasa, 1000 lembar dengan nominal @Rp 1.000.

Sehingga total nilai saham biasa adalah Rp 1.000.000.

Agio saham biasa Rp 50.000.

Sedangkan Laba Tidak Dibagi sebesar Rp 500.000.

Pada tanggal 1 Januari 2020, 100 lembar prioritas ditukar dengan saham biasa.

Transaksi ini akan menimbulkan 3 kemungkinan, yaitu berdasar banyaknya lembar saham biasa yang digunakan untuk menukar saham prioritas.

 

Kemungkinan 1:

100 lembar saham prioritas ditukar dengan 100 lembar saham biasa.

Pencatatan jurnal pertukaran saham adalah:

(Debit) Modal Saham Prioritas = Rp 200.000
(Debit) Agio Saham Prioritas = Rp20.000
(Kredit) Modal Saham Biasa = Rp 100.000
(Kredit) Agio Saham Biasa = Rp 120.000

 

Kemungkinan 2:

100 lembar saham prioritas ditukar dengan 200 lembar saham biasa. Jurnal akuntansinya adalah sebagai berikut:

(Debit) Modal Saham Prioritas = Rp 200.000
(Debit) Agio Saham Prioritas = Rp    20.000
(Kredit) Modal Saham Biasa = Rp 200.000
(Kredit) Agio Saham Biasa = Rp     20.000

 

Kemungkinan 3:

100 lembar saham prioritas ditukar dengan 300 lembar saham biasa. jurnalnya adalah sebagai berikut:

(Debit) Modal Saham Prioritas = Rp 200.000
(Debit) Agio Saham Prioritas = Rp20.000
(Debit) Laba Tidak Dibagi = Rp 80.000
(Kredit) Modal Saham Biasa = Rp 80.000

 

03. Kesimpulan

Demikian pembahasan tentang bagaimana pencatatan akuntansi pemecahan saham (stock split) dan pertukaran saham.

Dengan beberapa contoh yang telah kami ketengahkan di atas, harapannya anda bisa mengambil pelajaran untuk diterapkan pada kasus-kasus lain dengan benar dan akurat.

Sehingga apa pun keputusan yang menyangkut pemecahan dan pertukaran saham dapat memberikan manfaat dan keuntungan yang optimal bagi perusahaan.

Demikian yang dapat saya bagikan tentang pemecahan saham dan pertukaran saham beserta pencatatan jurnal akuntansinya.

Semoga bermanfaat.

Terima kasih.

manajemen keuangan dan SOP