Pengeluaran Kas
A: Pengertian Pengeluaran Kas Adalah?
Definisi Umum
Pengeluaran kas (Cash Payment) adalah transaksi pengeluaran uang secara tunai yang menyebabkan berkurangnya aset perusahaan berupa kas, bank atau setara kas lainnya.
Transaksi pengeluaran kas adalah:
- pembayaran utang,
- pembelian barang dagangan,
- pembelian bahan baku,
- pengadaan bahan pembantu,
- pembelian perlengkapan kantor,
- pembentukan dana kas kecil.
Jadi, definisi umum pengeluaran kas adalah uang tunai yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membayar pembelian dan berbagai biaya operasional, misalnya pembelian bahan baku dan membayar gaji pegawai.
Definisi Menurut Para Ahli
Dan berikut ini saya berikan tiga definisi menurut para pakar keuangan:
1: Donald E. Kieso, Jerry J. Weygandt, dan Terry D. Warfield
Menurut mereka yang dimaksud dengan pengeluaran kas adalah pembayaran uang tuai untuk meng-akuisisi aset, membayar utang, memberikan dividen, dan transaksi keuangan lainnya.
Pendapat mereka dituangkan dalam buku karyanya yang berjudul “Intermediate Accounting,”. Anda bisa menge-cek langsung di buku tersebut untuk mengetahu lebih dalam.
2: Ahmad Jaelani
Penulis buku “Akuntansi Keuangan Menengah,” Ahmad Jaelani menjelaskan tentang pengeluaran kas adalah uang tunai yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memenuhi berbagai kebutuhan, antara lain membeli barang dan jasa, membayar utang, dan pengeluaran lainnya.
3: I. Wayan Suartana
Menurut I Wayan Suartana, seorang penulis buku akuntansi menguraikan pengeluaran kas sebagai pengeluaran uang tunai yang timbul karena pembelian aset, pembayaran biaya operasional, dan kegiatan keuangan lainnya.
Bagaimana prosedur pencatatan pengeluaran kas?
Berpedoman pada prinsip dan aturan Debet Kredit, kita mencatat pengeluaran kas di sisi Kredit, sedangkan jenis transaksi yang dibayar dicatat di sebelah Debet. Untuk lebih jelasnya, perhatikan satu contoh berikut ini:
Pada tanggal 1 Februari 2024, PT Esa Mantab Jaya Raya membayar gaji karyawan sebesar Rp 50.000.300. Pengeluaran kas untuk gaji ini dicatat sebagai berikut:
(Debet) Gaji Karyawan …. Rp 50.000.300
(Kredit) Kas … Rp 50.000.300

B: Cara Pencatatan Jurnal Pengeluaran Kas
Pedoman Pencatatan Jurnal Pengeluaran Kas
Transaksi pengeluaran kas dicatat dalam jurnal pengeluaran kas (Payment Cash Journal). Pedoman cara melakukan pencatatan jurnal pengeluaran kas menurut SOP Keuangan khususnya aturan debit kredit menyatakan bahwa setiap transaksi pengeluaran kas dicatat dibagian kredit untuk kas, sedangkan tujuan pengeluarannya dicatat ke bagian debit, misalnya untuk membayar gaji karyawan.
Jadi, pencatatan jurnal pengeluaran kas secara ringkas bisa dituliskan sebagai berikut:
(Debit) Membayar Gaji Karyawan …. Rp xxxx
(Kredit) Kas … Rp xxxx
Mengapa biaya di debit, sedangkan kas di kredit?
Prinsip akuntansi debit dan kredit mengatur bahwa setiap transaksi yang mengakibatkan kenaikan beban atau biaya, maka dicatat ke debit. sedangkan penurunannya di sisi kredit.
Untuk pos kas, prinsip debit dan kredit menyebutkan bahwa setiap transaksi yang menyebabkan kenaikan saldo kas, maka dicatat ke debit sebaliknya, bila menyebabkan penurunan kas maka dicatat ke kredit. Jelas ya?