Pendapatan Diterima Di Muka: Prosedur Pencatatan dan Contoh

Penggolongan, klasifikasi dan pencatatan pendapatan diterima dimuka harus dilakukan dengan baik dan benar. Pendapatan diterima dimuka pada laporan keuangan termasuk dalam kategori akun kewajiban, oleh karena itu jika bertambah akan berada disisi kredit dan sebaliknya bila berkurang akan dicatat di sisi debit. Contoh penerimaan sewa kantor.

Saldo pendapatan diterima dimuka mencerminkan penerimaan untuk beberapa waktu atau periode lain, tidak hanya untuk periode terjadinya transaksi.

Bagaimana cara alokasi pendapatan diterima dimuka masuk laba rugi atau neraca? Bagaimana cara mencatat jurnal penyesuaian pendapatan diterima dimuka? Langsung saja yuk ikuti dan pelajari uraian sederhana berikut ini.

 

01: Pengertian Pendapatan Diterima Dimuka Adalah?

A: Definisi Menurut Para Ahli

Pendapatan diterima dimuka adalah kewajiban yang terbentuk karena menerima pendapatan dimuka. Prepaid revenue atau unearned income ini sebelumnya dicatat sebagai liabilitas, namun diharapkan akan berubah menjadi pendapatan seiring dengan berjalannya waktu atau melalui aktivitas operasional normal perusahaan.

Contoh pendapatan sewa ruang perkantoran, pendapatan rental kendaraan diterima dimuka, dan bunga beli sewa.

 

B: Prosedur Pencatatan

Bagaimana cara mencatat pendapatan diterima dimuka?

Untuk membukukan transaksi ini digunakan jurnal pendapatan diterima dimuka. Perhatikan prosedur standar akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi pendapatan diterima dimuka adalah sebagai berikut:

Pencatatan jurnal saat terjadinya transaksi:

[Debit] Cash Bank …. Rp xxxx
[Kredit] Pendapatan Diterima Dimuka ….. Rp xxxx

Keterangan:

Penerimaan uang ini akan menambah saldo akun Kas, sehingga dicatat pada bagian debit dan meningkatkan saldo akun Pendapatan Diterima Dimuka, dicatat di sisi kredit.

Masih ingat prinsip debit kredit kan? Peningkatan saldo kelompok aset dicatat disisi debit, sedangkan kenaikan saldo kelompok utang (liability) dicatat pada sisi kredit.

Perhatikan contoh jurnal transaksi usaha berikut ini:

Sebuah perusahaan perintis ‘StartupMu’ yang didirikan oleh dua anak muda enerjik dan biasa-biasa saja, tidak cerdas banget dan tidak bodoh amat, bukan lulusan dari perguruan tinggi hebat, semuanya berawal dari biasa-biasa saja.

Menyadari kondisi real apa adanya ini, target yang diinginkan pun tidak muluk-muluk, biasa saja. Tidak kepikiran untuk IPO di IDX seperti start up hebat saat ini. Usahanya bisa membantu teman-teman di sekitar rumahnya yang masih pada ‘nganggur’ sudah sangat luar biasa. Itu saja target sederhananya.

Dua orang ini dengan semangat membara menawarkan jasa yang bisa dikerjakan dari kantor ke kantor, dari satu individu ke individu, dari satu lembaga ke organisasi. Sampai akhirnya bertemu dengan seorang internet marketer yang mau menggunakan jasanya dengan harga murah meriah, kata anak milenial “harga promo”.

Sang internet marketer ingin dibuatkan website bagus baik dari segi tampilan maupun sisi SEO. Budgetnya yang ditawarkan Rp 3.000.000 dengan jangka waktu pengelolaan 3 bulan.

Proyek kecil-kecilan ini dikerjakan dengan sungguh-sungguh, apa pun hasilnya. Dua orang ini sangat menyadari, tidak mungkin bersaing secara frontal dengan para mastah SEO yang sampai ada yang koar-koar akan mengacak-acak para pesaingnya. So, apapun hasilnya, dua orang ini terus berdo’a dan berupaya dengan sekuat tenaga.

***

Uang yang baru diterima oleh ‘StartupMu’ dicatat dengan prosedur akuntansi yang benar seperti berikut ini:

Mencatat penerimaan kas:

(D) Kas/Bank …. Rp 3.000.000
(K) Jasa Pengelolaan Website Diterima Di Muka … Rp 3.000.000

Jurnal penyesuaian untuk pendapatan diterima dimuka adalah:

(D) Jasa Pengelolaan Website Diterima Di Muka … Rp 1.000.000
(K) Pendapatan Jasa ….. Rp 1.000.000

Jadi, pendapatan diterima dimuka adalah akun untuk mencatat uang muka service pembuatan dan pengelolaan webiste selama tiga bulan.

Penerimaan uang sebesar Rp 3.000.000 adalah untuk bulan I, II, dan III. Pada akhir bulan tersebut dibuat penyesuaian untuk mencatat pendapatan sesuai dengan periodenya, yaitu dengan mendebit rekening Jasa Pengelolaan Website Diterima Di Muka sebesar Rp 1.000.000 dan mengkredit nomor perkiraan Pendapatan.

Nilai sebesar Rp 1.000.000 mencerminkan penerimaan dari jasa pengelolaan website untuk satu bulan, yaitu bulan pertama, kedua, dan ketiga. Bentuk account T dari transaksi ini adalah sebagai berikut:

penyesuaian untuk pendapatan diterima dimuka

Keterangan:

Sesudah dilakukan proses penyesuaian dan diposting, maka account jasa pengelolaan website diterima di muka yang termasuk pada klasifikasi sebagai utang bagi StartupMu akan mempunyai saldo kredit akhir periode sebesar Rp 2.000.000.  Nilai sebesar ini adalah pendapatan yang ditangguhkan dan akan berubah menjadi pendapatan real di waktu yang akan datang.

Sedangkan pendapatan untuk periode berjalan (saat ini) ditunjukkan dengan nilai saldo rekening pendapatan jasa sebesar Rp 1.000.000.

 

Pencatatan jurnal saat pembebanan pendapatan setiap periode:

Prosedur ini dilakukan untuk mengalokasikan pendapatan sesuai dengan periode waktu peruntukkannya. Untuk melakukan proses ini kita menggunakan jurnal penyesuaian, yaitu dengan men-debit rekening Pendapatan diterima di muka dan meng-kredit account Pendapatan. Bila dituliskan dengan prinsip debet kredit adalah:

(Debet) Pendapatan Diterima di Muka …. Rp xxxx
(Kredit) Pendapatan ….. Rp xxxx

Bagaimana penerapannya dalam praktik bisnis yang sesungguhnya? Perhatikan contoh berikut ini:

Misalnya, perusahaan menerima pendapatan Rp 900.000 untuk 6 (enam) bulan, berarti pendapatan setiap bulannya adalah:

= Rp 900.000 : 6 bulan
= Rp 150.000

Dan tiap akhir bulan dibuat jurnal penyesuaian pendapatan diterima dimuka seperti berikut ini:

[Debit] Pendapatan Diterima Dimuka …. Rp 150.000
[Kredit] Pendapatan …. Rp 150.000

 

C: Pendapatan Diterima Dimuka pada Laporan Keuangan

Bagaimana bila tidak dibuat jurnal penyesuaian pendapatan diterima dimuka?

Jika pada akhir periode akuntansi tidak dibuat jurnal penyesuaian pendapatan diterima di muka, maka akan mengakibatkan laporan keuangan yang dihasilkan salah saji. Untuk lebih jelasnya, mari perhatikan ilustrasi berikut ini:

pendapatan diterima dimuka pada laporan keuangan

Keterangan:

Pada laporan laba rugi atau income statement pendapatan dan laba bersih akan kurang catat sebesar – Rp xxxx, sedangkan di laporan posisi keuangan atau neraca pendapatan diterima di muka akan lebih catat sebesar Rp xxxx, dan modal akan kurang pencatatan sebesar -Rp xxxx.

***

Agar pemahaman kita tentang cara mencatat pendapatan diterima di muka makin terbuka lebar, berikut ini saya sajikan satu lagi contoh kasus pendapatan diterima dimuka:

Saldo rekening unearned income sebelum disesuaikan adalah Rp 25.500.300. Buatlah ayat jurnal penyesuaian yang diperlukan bila pendapatan diterima di muka akhir periode adalah Rp 11.500.000.

Jawaban:

(Debit) Prepaid revenue…. Rp 14.000.300
(Kredit) Fee Jasa Konsultan Laporan Keuangan …. Rp 14.000.300

Note:

Cara menghitung fee jasa konsultan laporan keuangan adalah:

= Rp 25.500.300 – Rp 11.500.000
= Rp 14.000.300

 

02: Contoh Jurnal Pendapatan Diterima Dimuka

Untuk memudahkan memahami apa itu pendapatan diterima dimuka, perhatikan beberapa contoh berikut ini:

A: Pendapatan Rental Space Kantor Virtual Diterima Dimuka

CV SpaceKu merupakan perusahaan perintisan yang fokus di bidang pelayanan rental ruang kantor virtual. Banyak pilihan yang ditawarkan, mulai dari ruang kecil hingga besar dan mewah. Durasi waktu rental pun bervariasi sesuai dengan kebutuhan user, mulai dari 3 bulanan hingga 5 tahun.

Pada tanggal 05 Desember 20XX, PT Watu Anda membayar biaya rental space kantor sebesar Rp 8.000.000 untuk durasi waktu 2 tahun. Sebagai bukti, CV SpaceKu membuat kuitansi pembayaran transaksi ini, selanjutnya mencatatnya ke dalam buku jurnal seperti berikut ini:

Tanggal 05 Desember 20XX:

Cash Bank ….. Rp 8.000.000 (Debit)
Pendapatan Rental Diterima Dimuka …. Rp 8.000.000 (Kredit)

Keterangan:

Dalam pencatatan ini pendapatan diterima dimuka akan masuk dalam neraca, yakni terjadi penambahan akun cash (aset) dan kewajiban (liabilitas).

Akhir periode 1 sampai 24:

Pendapatan Rental Diterima Dimuka …. Rp 333.333 (Debit)
Revenue ……. Rp 333.333 (Kredit)

Keterangan:

Prosedur pencatatan ini akan mengurangi pendapatan diterima dimuka dan mengalokasikannya untuk setiap bulan sebesar Rp 333.333.

 

B: Pendapatan Sewa Lapak Kaki Lima

CV KakilimaMu mengelola beberapa lapak di berbagai lokasi strategis. Lapak-lapak tersebut dibangun semi permanen di atas lahan kosong yang tidak manfaatkan oleh pemiliknya melalui sistem sewa dan beli.

Untuk meramaikan lokasi dilengkapi dengan fasilitas menarik dan berbagai wahana permainan anak-anak gratis. Hal ini akan semakin menarik para pelaku bisnis untuk menyewa lapaknya.

Pada tanggal 7 Januari 20XX, CV KakilimaMu menandatangani surat perjanjian kontrak kerjasama dengan salah satu pebisnis. Nilai kontrak lapak sebesar Rp 85.000.000 untuk jangka waktu empat tahun.

Pada saat itu juga perusahaan mencatat penerimaan kas ini seperti di bawah ini:

(D) Cash …. Rp 85.000.000
(C) Kontrak Sewa Lapak Diterima Dimuka …. Rp 85.000.000

Alokasi pendapatan setiap bulan dicatat dengan cara seperti berikut:

Bulan I Sewa Lapak:

(D) Kontrak Sewa Lapak Diterima Dimuka …. Rp 1.770.833 (pembulatan)
(C) Pendapatan Kontrak Sewa Lapak ….. Rp 1.770.833

Bulan II sampai tahun ke-IV:

(D) Kontrak Sewa Lapak Diterima Dimuka …. Rp 1.770.833 (pembulatan)
(C) Pendapatan Kontrak Sewa Lapak ….. Rp 1.770.833

 

C: Pendapatan Rental Peralatan Kantor

KantorKu adalah perusahaan jasa rental aneka peralatan kantor. Dengan motto “harga terjangkau, pelayanan excellence” KantorKu terus bertumbuh dan berkembang dengan pesat. Pelanggan terus bertambah seiring dengan berjalannya sang waktu.

Semua pelanggan dilayani dengan baik, entah kantor kecil, menengah dan besar. Itulah salah satu yang membedakan dengan perusahaan lainnya.

Pada tanggal 02 Oktober 202X KantorKu menerima uang kas dari CV Kalisebaya Mas sebesar Rp 11.500.000 sebagai pembayaran rental ruang kantor selama 6 bulan. Penerimaan kas ini dicatat oleh KantorKu sebagai berikut:

Tanggal 02 Oktober 202X:

(Debet) Cash …. Rp 11.500.000
(Kredit) Pendapatan Rental Diterima Di Muka … Rp 11.500.000

Jurnal penyesuaian setiap akhir bulan:

(Debet) Pendapatan Rental Diterima Di Muka … Rp1.916.600
(Credit) Pendapatan Rental … Rp 1.916.600

Note: Jurnal penyesuaian ini dibuat setiap akhir bulan selama enam kali atau ketika semua pendapatan teralokasikan.

 

D: Pendapatan Sewa Tanah

PT Area Usaha Jaya berencana untuk membuka bidang usaha baru yaitu ekspedisi dan pengiriman barang. Untuk menambah pendanaan usaha yang baru dirintisnya itu perusahaan membutuhkan dana segar dengan menyewakan tanah yang selama ini dianggap kurang produktif. Tanah-tanah tersebut selama ini ‘nganggur’ dan belum termanfaatkan.

Setelah melakukan inventarisasi tanah, akhirnya perusahaan memutuskan untuk menyewakan sebagian aset tanahnya kepada perusahaan bidang kuliner, senilai Rp 100.000.000 selama 5 tahun, dan setelahnya bisa diperpanjang kembali.

***

Penerimaan uang dari sewa tanah ini dicatat oleh PT Area Usaha Jaya ke dalam jurnal kas sbb:

Cash Bank ….. Rp 100.000.000 (Dr)
Penerimaan Sewa Tanah Diterima Dimuka …. Rp 100.000.000 (Kr)

Proses pencatatan pendapatan sesuai periodenya:

Bila dicatat setiap akhir tahun, maka prosedur pembuatan jurnal penyesuaiannya tahun pertama sampai kelima adalah seperti berikut ini:

Penerimaan Sewa Tanah Diterima Dimuka …. Rp 20.000.000 (Dr)
Pendapatan Jasa Sewa Tanah …. Rp 20.000.000 (Kr)

Pencatatan jurnal penyesuaian setiap akhir bulan pertama hingga enam puluh adalah sebagai berikut:

(Debit) Penerimaan Sewa Tanah Diterima Dimuka …. Rp 1.666.666 (Dr)
(Kredit) Pendapatan Jasa Sewa Tanah …. Rp 1.666.666 (Kr)

Penjelasan:

Ada dua cara untuk mencatat transaksi sewa tanah ini, pertama perusahaan melakukan pencatatan jurnal saat terjadi pembayaran sewa tanah sebesar Rp 100.000.000. Besaran ini harus dicatat sesuai dengan periode terjadinya revenue, yaitu tahun I, II, III, IV, dan V atau bulan 1 sampai 60.

 

E: Pendapatan Kontrak Rumah Petak Dibayar Dimuka

CV RumahPetakmu merupakan start up business yang fokus pada usaha bidang penyewaan rumah petak offline maupun online. Ada berbagai ukuran dan tipe rumah petak yang ditawarkan dengan fasilitas yang juga beraneka ragam. Customer tinggal pilih sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Bulan Juni 20XX adalah 10 unit rumah petak yang dikontrak sebesar Rp 35.000.000 selama satu tahun. Berarti nilai kontrak 1 unit rumah petak adalah Rp 3.500.000 per tahun.

Atas transaksi tersebut CV RumahPetakmu melakukan pencatatan sebagai berikut:

(D) Kas …. Rp 35.000.000
(K) Pendapatan Kontrak Rumah Petak Dibayar Dimuka … Rp 35.000.000

Jurnal penyesuaian yang dibuat tiap periode:

(D) Pendapatan Kontrak Rumah Petak Dibayar Dimuka … Rp 3.500.000
(K) Pendapatan …. Rp 3.500.000 

 

F: Pendapatan Jasa Kursus Bahasa Inggris

Untuk mengembangkan kursus bahasa Inggris dan meningkatkan penerimaan uang kas, ILC English Course menjalankan program pemberian hadiah berupa  botol minum unik dan menarik serta bermanfaat kepada para peserta kursus yang membayar SPP selama 3 bulan sekaligus dibayar dimuka.

Setelah program ini diluncurkan beberapa waktu, ternyata ada peningkatan penerimaan pendapatan diterima di muka sebesar Rp 23.000.000, atau naik sebesar 25% dibandingkan periode sebelumnya.

Penerimaan kas tunai ini dicatat oleh ILC Englsih Course ke dalam jurnal umum penerimaan kas sbb:

Saat menerima pembayaran SPP selama 3 bulan:

(Debit) Cash …. Rp 23.000.000
(Credit) Penerimaan SPP untuk 3 Bulan …. Rp 23.000.000

Alokasi penerimaan Prepaid revenue:

Penerimaan SPP untuk 3 Bulan …. Rp 7.666.600 (Debit)
Pendapatan Kursus Bahasa Inggris …. Rp 7.666.600 (Kredit)

 

G: Pendapatan Kontrak Rumah

CV Rogojembangan Makmur Permai mengontrakkan salah satu aset perusahaan berupa rumah. Pada tanggal 3 Januari 202x ada yang mengontrak rumah dengan nilai sebesar Rp 12.000.000 untuk jangka waktu satu tahun atau 12 bulan. Akibat transaksi ini saldo pendapatan diterima dimuka pada akhir Januari berjumlah 12 juta.

Berikut ini catatan-catatan yang dibuat oleh CV Rogojembangan Makmur:

Waktu menerima uang:

[Debit] Kas …. Rp 12.000.000
[Kredit] Kontrak Diterima Di Muka ….. Rp 12.000.000

AJP untuk pendapatan diterima dimuka:

[Debit] Kontrak Diterima Di Muka …. Rp 1.000.000
[Kredit] Pendapatan …. Rp 1.000.000

***

Demikian beberapa contoh prosedur pencatatan transaksi pendapatan diterima di muka dengan berbagai modifikasinya. Silahkan sesuaikan dengan kebutuhan dan situasi serta kondisi usaha Anda. Bagaimana dengan laporan keuangan desa, apakah ada juga account ini?

 

03: Kesimpulan

Pendapatan diterima di muka termasuk pada klasifikasi sebagai utang, sehingga saldo normal berada di bagian kredit, serta disajikan dalam laporan posisi keuangan atau neraca. istilah untuk pendapatan diterima dimuka dalam bahasa Inggris disebut dengan prepaid revenue atau unearned income.

Pendapatan diterima dimuka sama dengan dana dari pelanggan yang dititipkan ke perusahaan untuk membayar produk dan jasa. Oleh karena itu akan berubah menjadi pendapatan setelah dilakukan penyesuaian dengan mendebit unearned income account dan mengkredit pendapatan.

Beberapa contoh soal dan kasus pembuatan ayat jurnal penyesuaian (ajp) sudah disajikan di atas, mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi dan menambah wawasan Anda.

Demikian sedikit yang bisa dibagikan materi tentang unearned income. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.