Cara Sederhana Menghitung Potensi Profit Hasil Investasi dengan Contoh Kasus Nyata

Target Laba Sebelum dan Sesudah Pajak

A: Analisis Break Even Point (BEP)

Untuk menganalisis target laba usaha sebelum dan setelah pajak, kita masih menggunakan rumus Break Even Point (BEP).

Untuk memudahkan pembahasan penggunaan BEP pada target laba usaha sebelum dan sesudah pajak, kita akan bagi menjadi beberapa bagian, antara lain sebagai berikut:

#1. Rumus target laba usaha sebelum pajak :

Penjualan:

= (Biaya Tetap + Target Laba)/(1 – (Biaya Variabel/Total penjualan)

Atau

= Biaya Tetap / (1 – (Biaya Variabel/Penjualan) – Target Laba)

 

#2. Rumus Target Laba Usaha Setelah Pajak

Penjualan :

= (Biaya Tetap + (Target Laba/(1-Tarif Pajak)) : (1- (Biaya Variabel/Penjualan))

Catatan :

Biaya variabel dan penjualan dapat mengambil angka per unit maupun total pada keduanya.

Perhatikan contoh soal soal dan jawabannya berikut ini:

Data perusahaan:

  • harga jual Rp 1.000
  • biaya variabel per unit Rp 600
  • biaya tetap Rp 6000.
  • Ditetapkan target laba sebelum pajak 15%.

Pembahasan soal :

#1: Penjualan:

= (600.000 + 15% penjualan) : (1 – 60%)
= (600.000 + 15% Penjualan) : 40%
40% Penjualan = 600.000 + 15% Penjualan
25%Penjualan = 600.000
Penjualan = Rp 2.400.000

Atau

= Rp 2.400.000 : Rp 1.000
= 2.400 unit

jurnal penerimaan kas

Perhatikan contoh soal #2:

Sama dengan contoh di atas:

  • Target Laba Usaha 15% setelah pajak.
  • Tarif pajak 25%.

Pembahasan soal dan analisis:

#1: Penjualan

= 600.000 + (15% Penjualan/(1-25%)) : 40%
= 600.000 + (15% Penjualan/75%) : 40% = 600.000 + 20% Penjualan : 40%
40% Penjualan = 600.000 + 20% Penjualan
40% Penjualan – 20% Penjualan = 600.000
20% Penjualan = 600.000
Penjualan = 600.000 : 20%
Penjualan = 3.000.000

Atau dalam unit:

= 3.000.000 : 1.000
= 3.000 unit

Dan bila dilihat dari Laporan Laba Rugi adalah sebagai berikut :

1: Penjualan :

= 3.000 x 1.000
= Rp. 3.000.000

2: Biaya Variabel :

= 3.000 x 600
= Rp. 1.800.000

3: Margin kontribusi :

= Penjualan – Biaya Variabel
= 3.000.000- 1.800.000 = 1.200.000

4: Laba sebelum pajak :

= Margin kontribusi – Biaya Tetap
= 1.200.000 – 600.000 = 600.000

5: Laba setelah pajak :

= Laba sebelum pajak – Pajak 25%
= 600.000 – 150.000 = 450.000

6: Target Laba :

= Laba setelah pajak : penjualan
= 450.000 : 3.000.000 = 15%

Kesimpulan tentang Analisis Metode CVP

Manajemen perusahaan memerlukan alat perencanaan manajerial untuk mengambil keputusan strategis. Salah satu alat tersebut adalah analisis cost volume profit. Memang tidak ada yang benar-benar sempurna di dunia ini, demikian juga dengan alat analisis ini. Masih ada kelemahan analisis cost volume profit.

Walaupun kelemahan analisis cost volume profit juga ada, namun tools SOP ini  masih layak digunakan sebagai alat analisis.

Analisis untuk pengambilan keputusan penting dengan menghitung laba usaha. Atau peluang bisnis atau investasi baik di usaha kecil, perusahaan dagang, jasa dan manufaktur.

Agar rencana mengambil dan menjalankan peluang usaha yang ada, maka sebaiknya lakukan analisis, bisa menggunakan cara ini. Sehingga penyesalan karena kegagalan dalam menjalankan sebuah bisnis akan menimpa anda.

B: Video Cara Membuat Analisa Titik Impas (BEP)

Dan untuk menambah wawasan, tonton video singkat yang dari Youtube berikut ini:

Bagaimana, cukup menginspirasi kan?

Demikian pembahasan makalah akuntansi manajemen tentang cost volume profit analysis dan pengembangan analisis CVP untuk menghitung laba usaha, lengkap dengan contoh analisis CVP dan latihan kasus.

Semoga bermanfaat. Terima kasih. *****

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.