Perencanaan dan pengembangan karir dari nol perlu dilakukan agar setiap tahapan dan proses dan pencapaiannya berjalan secara sistematis, dan lancar sesuai dengan tujuan yang diinginkan.
Karir yang bergerak lambat atau bahkan stagnan dapat dipicu oleh berbagai faktor tertentu, sehingga kita perlu mengetahui bagaimana cara meniti jalan menuju karir cemerlang dari bawah. Upaya apa saja yang perlu dilakukan untuk mengembangkan karir dengan maksimal? Berikut adalah 7 tips sederhana perencanaan dan pengembangan karir yang bermakna dari nol. Mari kia telaah bersama langkah-langkah menuju karir yang diimpikan berikut ini.
1: Melakukan Sesuatu Bermakna untuk Anak-anak
A: Siklus Kehidupan
Sebagaimana siklus akuntansi, kehidupan pun memiliki siklus yang secara umum bertumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu. Bila tidak ada pertumbuhan dan perkembangan berarti sudah tidak hidup 🙂
Oleh karena itu, agar perjalanan kita dalam meniti karir bisa terus bertumbuh dan berkembang maka perlu dicari penyebab dan solusinya.
Lalu, apa kaitanya antara karir profesional dan melakukan sesuatu untuk anak-anak? Apakah Anda pernah melakukan sesuatu untuk anak rekan kerja Anda? Kalau pernah, bagaimana kesan rekan kerja anda terhadap anda?
B: Lakukan Sesuatu Untuk Anak
“Jika Anda ingin meninggalkan kesan yang mendalam untuk seseorang, rekan kerja, calon pelanggan atau partner bisnis, maka lakukan sesuatu untuk anak-anaknya”
Hal itu jauh lebih besar artinya bagi rekan kerja, pelanggan, dan partner bisnis anda daripada apapun lainnya yang mungkin anda lakukan untuknya.
Pelajaran dari kisah dari karir seorang karyawan biasa
Ada sebuah kisah tentang, seorang seorang pebisnis yang sedang mempromosikan suatu event olah raga kelas dunia di Tokyo, Jepang.
Pebisnis ini memiliki rekan seorang manajer di sebuah perusahaan penerbangan, yang mempunyai anak perempuan. Anak perempuan ini sangat mengagumi salah satu pemain olah raga yang akan didatangkan pada event besar di Tokyo tersebut.
Dia menghubungi rekannya tersebut yang saat itu sudah menjadi kepala perwakilan perusahaan penerbangan di Eropa. Ia bercerita akan mengadakan event olah raga internasional di Tokyo dan salah satu tokoh olah raga yang akan ikut pada event tersebut adalah orang yang dikagumi putrinya.
Selanjutnya dia menanyakan apakah putrinya mau datang ke event tersebut dan menjadi pemandu pribadi tokoh olah raga itu. Putrinya langsung menerima dan ayahnya jelas sekali sangat menghargai hal itu.
Tidak ada cara yang lebih baik untuk lebih akrab dengan perusahaan penerbangan tersebut dengan cara seperti itu, dan tidak ada yang tidak pantas dalam perbuatan tersebut.

2: Membebaskan Orang dari Kewajibannya
A: Penyebab Persetujuan
Seringkali orang setuju melakukan hal-hal tertentu. Dan kemudian karena berbagai alasan di luar kendali mereka tidak lagi dapat melakukannya atau mungkin juga tidak ingin lagi melakukannya.
Hal itu bisa terjadi karena:
- keadaan mungkin sudah berubah,
- informasi baru mungkin telah mengubah keinginan mereka untuk melaksanakan urusan itu, atau
- mereka mungkin telah dikesampingkan oleh orang yang mempunyai posisi yang lebih tinggi di perusahaan itu.
Bila hal itu menimpa seseorang dan “anda bisa meringankan atau membebaskan beban kewajiban seseorang yang mengalami persoalan tersebut. Maka Anda akan mencapai hal yang lebih banyak untuk diri Anda dan perusahaan Anda”
B: Contoh Penerapan
Misalnya, karena kondisi perekonomian yang sedang sulit, ada beberapa klien perusahaan tempat Anda bekerja meminta keringanan biaya yang harus dibayar. Dengan berbagai alasan logis dan mempertimbangkan beberapa hal, Anda berusaha memperjuangkan permintaan itu. Akhirnya perusahaan tempat anda bekerja menyatakan bahwa hal itu bukanlah persoalan.
Pada tahun-tahun berikutnya saat perekonomian tumbuh dengan pesat. Klien-klien perusahaan tempat Anda bekerja sudah pulih kembali bahkan tumbuh semakin baik.
Mereka tidak hanya menambah biaya pembayaran yang dianggap tambahan kekurangan sebelumnya, tapi saat mereka menjadi besar, hubungan anda, perusahaan tempat anda bekerja dan klien berkembang lebih baik.
Bila anda mau meluangkan waktu untuk mendengar alasan mengapa seseorang mau mengubah pendapatnya. Dan kemudian menempatkannya dalam perspektif hubungan secara keseluruhan. Maka peringanan beban kewajiban memang sebaiknya Anda lakukan demi kepentingan anda sendiri.
(Baca yang ini juga ya : Pekerjaan Kantor: 2 Cara Sederhana Menyelesaikan Pekerjaan Kantor Tepat Waktu, gak pake Ribet & Lama )
