Beban Bunga Bisa Menggerus Laba? Pelajari Fungsi, Jenis, dan Strukturnya

 Standar yang Mengatur Bunga

Adanya berbagai alternatif perlakuan biaya bunga menuntut adanya standar akuntansi yang menjadi acuan praktik. Agar pembandingan laporan keuangan menjadi mudah dilakukan dan bermakna.

Secara konseptual memang layaklah kalau biaya bunga selama konstruksi dikapitalisasi. Tetapi perlu ada syarat-syarat yang harus dipenuhi yang berkaitan dengan jenis aset yang dapat dilekati biaya bunga.

Besarnya biaya bunga yang dikapitalisasi, dan periode kapitalisasi.

Dua standar ini pada dasarnya membolehkan adanya kapitalisasi bunga asalkan memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu yang diatur dalam standar akuntansi keuangan tersebut.

Syarat Bunga Sebagai Aset

Secara konseptual, biaya bunga memang dapat dikapitalisasi untuk semua aset yang periode perolehannya cukup lama. Akan tetapi, tidak dalam setiap perolehan aset dilakukan kapitalisasi bunga yang terlibat.

Salah satu faktor yang harus dipertimbangkan adalah manfaat yang dapat diperoleh dengan adanya kapitalisasi tersebut. Dibandingkan dengan mengurangkan langsung biaya bunga sebagai biaya periode terjadinya. Dalam keadaan tertentu kapitalisasi bunga tidak perlu dilakukan.

Standar akuntansi menentukan aset yang memenuhi syarat untuk dilekati biaya bunga (qualifying assets) yang dalam PSAK No. 26 disebut aset tertentu. Kapitalisasi bunga hendaknya dilakukan hanya untuk aset yang memenuhi syarat sebagai berikut:

Syarat Aset #1:

Aset yang dibangun atau diproduksi untuk digunakan sendiri oleh perusahaan.

Termasuk aset yang dibangun atau diproduksi oleh pihak lain atas pesanan perusahaan untuk digunakan sendiri oleh perusahaan. Dan untuk pesanan/ kontrak tersebut perusahaan melakukan pembayaran uang muka. Atau pembayaran terhadap atas dasar kemajuan pekerjaan pembangunan aset bersangkutan.

Syarat Aset #2:

Aset dibangun atau diproduksi dengan tujuan untuk dijual sebagai suatu unit atau proyek yang berdiri sendiri terpisah dari kegiatan operasi lainnya. Misalnya, kapal, kawasan industri, real estate, jembatan, atau semacamnya.

Syarat Aset #3:

Investasi jangka panjang, seperti ekuitas, pinjaman, dan penanaman kas yang diperlakukan dengan metode ekuitas. Sementara terinvestasi (investee) sedang melaksanakan kegiatan pembangunan fasilitas fisik. Asalkan kegiatan tersebut menggunakan dana investasi itu untuk memperoleh fasilitas fisik tersebut.

jenis suku bunga

Persediaan barang yang diproduksi secara rutin atau diproduksi secara masal. Dan berulang-ulang tiap periode tidak memenuhi syarat untuk menjadi obyek kapitalisasi bunga.

Hal ini didasarkan pada gagasan bahwa manfaat informasi tambahan yang diperoleh dari kapitaliasi tersebut tidak sepadan dengan tambahan biaya akuntansi dan administrasinya.

Karakteristik lain suatu aset yang tidak dapat menjadi obyek kapitalisasi adalah:

  1. Aset yang sudah digunakan atau yang sudah siap digunakan sesuai dengan tujuan penggunaan dalam operasi menghasilkan pendapatan.
  2. Aset yang belum digunakan dalam kegiatan menghasilkan pendapatan perusahaan dan juga tidak mengalami penyelesaian/ perbaikan. Atau aktivitas lain yang diperlukan untuk menjadikan aset tersebut siap digunakan dalam operasi. Jadi, jika aktivitas konstruksi berhenti, bunga selama berhentinya aktivitas tidak dapat dikapitalisasi.
  3. Aset yang tidak dimasukkan dalam neraca konsolidasi perusahaan induk dan perusahaan-perusahaan anaknya.
  4. Investasi yang diperlakukan dengan metode ekuitas setelah kegiatan operasi utama yang direncanakan oleh ter-investasi kembali.
  5. Investasi dalam perusahaan regulasi yang mengkapitalisasi baik biaya utang maupun ekuitas (cost of debt and equity capital)
  6. Aset yang diperoleh dengan dana hadiah atau hibah yang dibatasi penggunaan-nya oleh pemberi hadiah. Atau pemberi hibah semata-mata untuk perolehan aset tersebut.

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.