Jumlah Kapitalisasi Beban Bunga
Besarnya bunga yang harus dikapitalisasi adalah bagian dari biaya bunga yang terjadi selama periode-periode perolehan aset, dan yang secara teoritis dapat dihindari seandainya kesatuan usaha tidak membangun fasilitas fisik yang bersangkutan.
Dengan kata lain, bunga yang dikapitalisasi adalah tambahan bunga yang diperkirakan terjadi selama suatu periode akibat adanya konstruksi.
Jadi, biaya bunga yang dikapitalisasi adalah biaya kesempatan sebagaimana dijadikan argumen bagi alternatif (2b) yang dibahas sebelumnya.
Secara teknis, jumlah rupiah bunga yang dikapitalisasi dalam suatu periode akuntansi selama periode perolehan adalah tingkat bunga. Atau tarif kapitalisasi dikalikan dengan rata-rata pengeluaran dana untuk konstruksi selama periode akuntansi tersebut.
Jika masa pembangunan fasilitas fisik kurang dari satu periode akuntansi, kapitalisasi diperhitungkan hanya untuk periode pembangunan. Mungkin sekali periode pembangunan fasilitas fisik lebih dari satu periode akuntansi atau kurang dari satu periode akuntansi.
Jumlah rupiah bunga total yang dikapitalisasi tentu saja tidak boleh melebihi jumlah rupiah bunga total yang terjadi dalam periode tersebut.
Tingkat bunga pinjaman yang khusus digunakan untuk pembangunan aset dapat digunakan sebagai tarif kapitalisasi, bila dana rata-rata yang tertanam dalam konstruksi tidak melebihi dana pinjaman khusus tertentu.
Jika dana rata-rata yang tertanam dalam konstruksi melebihi jumlah dana pinjaman khusus untuk konstruksi. Maka tarif kapitalisasi untuk kelebihan dana yang tertanam tersebut adalah rata-rata tertimbang (weighted average) tingkat bunga sumber dana lainnya.

Periode Kapitalisasi Bunga
Kapitalisasi biaya bunga adalah diperhitungkan untuk periode perolehan (acquisition period) sehingga periode tersebut menjadi periode kapitalisasi.
Periode kapitalisasi dimulai ketika 3 (tiga) kondisi berikut ini terpenuhi, yaitu:
- Pengeluaran untuk pembangunan aset telah dilakukan atau terjadi.
- Kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk menyelesaikan pembangunan sampai siap dipakai masih berlangsung.
- Biaya bunga telah terhimpun (accrued) atau terjadi bersamaan dengan berjalannya pembangunan aset.
Kapitalisasi bunga adalah dapat terus dilakukan untuk tiap periode akuntansi selama 3 (tiga) kondisi di atas dipenuhi. Periode kapitalisasi akan berakhir apabila konstruksi bersangkutan secara substansial telah selesai dan siap dioperasikan.
Karena biaya bunga menjadi bagian integral dari aset. Maka pembebanan bunga yang dikapitalisasi terhadap pendapatan (melalui amortisasi) harus sejalan dengan program depresiasi bersangkutan. Dapat juga jumlah bunga dari kapitalisasi di-amortisasi secara independen terhadap depresiasi aset bersangkutan.
Kesimpulan
Tujuan kapitalisasi beban bunga adalah untuk memperoleh nilai perolehan yang paling faktual terhadap investasi aset yang dilakukan perusahaan. Misalnya perusahaan membangun gedung perkantoran dengan pendanaan yang berasal dari pinjaman. Dan waktu penyelesaian dari pembangunan gedung perkantoran tersebut relatif lama.
Tujuan terakhir kapitalisasi beban bunga adalah agar terjadi penandingan (matching) yang tepat. Antara harga perolehan dengan pendapatan yang dihasilkan dari manfaat gedung perkantoran tersebut.
Dan untuk menambah wawasan dan pemahaman kita mengenai beban bunga yang dikapitalisasi, mari saksikan video berikut ini…
Demikian pembahasan tentang bunga, fungsi bunga, struktur bunga, pengertian bunga dan contohnya.
Semoga bermanfaat, terima kasih.