2: Utang Jangka Panjang yang Jatuh Tempo dalam Periode itu
Utang obligasi dan utang-utang jangka panjang lainnya yang akan dilunasi kurang dari satu tahun dilaporkan sebagai utang jangka pendek.
Jika yang jatuh tempo sebagian maka bagian yang jatuh tempo dalam tahun itu dilaporkan sebagai utang jangka pendek, sedangkan utang jangka panjang yang belum jatuh tempo tetap dilaporkan sebagai utang jangka panjang di laporan neraca.
Bila utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam periode itu akan dilunasi dengan dana-dana pelunasan atau uang hasil penjualan obligasi baru atau akan ditukar dengan saham, maka utang jangka panjang tersebut tetap dilaporkan sebagai utang panjang.
Walaupun pelunasannya masih dalam waktu satu tahun tapi karena tidak dilunasi dengan sumber aktiva lancar, dan menimbulkan utang jangka pendek yang baru maka dikelompokkan dalam utang jangka pendek.
3: Utang Dividen

Prosedur Pencatatan Utang Dividen
Dividen yang dibagikan dalam bentuk uang atau aktiva (jika belum dibayar) dicatat dengan men-debit rekening Laba Tidak Dibagi dan meng-kredit Utang Dividen.
Perhatikan prosedur pencatatannya berikut ini:

Utang dividen ini akan segera dilunasi maka dimasukkan dalam utang jangka pendek. Utang dividen ini timbul pada saat pengumuman pembagian dividen oleh direksi dan terutang sampai tanggal pembayarannya.
Pencatatan Dividen Saham
Dividen untuk saham prioritas, walupun jumlahnya sudah pasti tapi sebelum tanggal pengumuman belum merupakan utang. Uang dividen skrip akan dikelompokan sebagai utang jangka pendek jika akan segera dilunasi.
Pembagian dividen dalam bentuk saham (dividen saham) akan dicatat dengan debit laba tidak dibagi dan kredit dividen saham yang akan dibagi.

Kredit yang dibuat untuk mencatat dividen saham yang akan dibagi tidak termasuk dalam kelompok utang jangka pendek tapi merupakan elemen modal.
4: Uang Muka dan Jaminan yang Dapat Diminta Kembali

Pengertian Menurut Para Ahli
Uang muka yang berasal dari pembeli untuk barang-barang yang akan dibeli. Sebelum barang-barang diserahkan pada pembeli maka uang muka tersebut merupakan utang jangka pendek.
Jaminan yang diminta dari pelanggan juga merupakan utang, jika jaminan itu dapat ditarik kembali sewaktu-waktu maka itu merupakan utang jangka pendek.
Tapi jika jaminan itu akan disimpan dalam perusahaan untuk jangka waktu yang lama maka termasuk dalam kelompok utang jangka panjang.
5: Dana yang Dikumpulkan untuk Pihak Ketiga
Definisi Menurut Para Ahli
Perusahaan terkadang akan menjadi pihak yang mengumpulkan uang dari pelanggan dan karyawan yang nantinya akan diserahkan kepada pihak lain.
Pengumpulan dana ini dapat dilakukan dengan cara pemotongan upah pegawai atau membebani pembeli dengan jumlah tertentu, misalnya setiap membayar gaji pegawai dipotong 15% sebagai pajak penghasilan pegawai yang nantinya akan disetorkan ke kas negara.
Pajak yang dipotong oleh perusahaan dicatat sebagai utang lancar.
Prinsip Pencatatan Biaya
Misalnya gaji pegawai bulan Maret 2020 sebesar Rp. 3.000.000,- maka PPH pegawai sebesar 15% akan dicatat dengan jurnal sebagai berikut :

Sedangkan untuk perusahaan-perusahaan yang dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) akan membebankan PPN ini kepada pembeli, yaitu dengan menambahkan PPN di harga jual. PPN yang diterima dicatat sebagai utang sampai saat penyetorannya ke Kas Negara.
Contoh Pencatatan Utang Jangka Pendek
Perhatikan contoh pencatatan jurnal hutang jangka pendek berikut:
Penjualan bulan Maret 2020 sebesar Rp. 11.000.000 termasuk PPN sebesar 10%, maka pencatatan penjualan dilakukan dengan jurnal sebagai berikut :

Keterangan:
Perhitungan PPN:
= 10/110 x Rp. 10.000.000
= Rp. 1.000.000
Pada saat menyetorkan PPN tersebut ke Kas Negara dibuat jurnal sebagai berikut :

6: Utang Biaya atau Biaya yang Masih Akan Dibayar

Pengertian Biaya Yang Masih Harus Dibayar
Utang biaya merupakan utang yang timbul dari pengakuan akuntansi terhadap biaya-biaya yang sudah terjadi tapi belum dibayar. Utang biaya yang termasuk dalam kelompok ini adalah: utang uang yang timbul dari gaji dan upah, bonus dan biaya sewa.
Jenis Biaya Yang Masih Harus Dibayar
A: Utang Gaji dan Upah – Jenis Hutang Jangka Pendek
Perhitungan jumlah yang masih akan dibayar untuk gaji dan upah, bunga dan sewa dilakukan dengan dasar waktu terjadinya biaya teresebut.
Perhatikan contoh berikut:
PT Manajemen Keuangan Network Jaya yang bergerak dalam bidang kursus akuntansi dan pembuatan laporan keuangan membayar gaji dan upah pegawai tiap tanggal 2 pada bulan berikutnya.
Bila gaji dan upah Maret 2020 Rp. 5.000.000,- maka pada tanggal 31 Maret 2020 dibuatkan jurnal penyesuaian untuk mencatat utang gaji dan upah.
Perhatikan formatnya sebagai berikut :

Ketika gaji tersebut sudah dibayarkan oleh perusahaan, maka dicatat sebagai berikut:
(Debit) Utang Gaji dan Upah …. Rp 5.000.000
(Kredit) Kas …. Rp 5.000.000
Pada saat itulah utang gaji dan upah berkurang, sehingga dicatat ke Debit, dan cash perusahaan pun berkurang sehingga dicatat di Kredit.
Prosedur dan cara pencatatan yang sama digunakan juga untuk menghitung biaya-biaya lain yang masih akan dibayar.