Kliring: Pengertian, Mekanisme, Pencatatan Jurnal Akuntansi dengan Contoh Riil

6. Contoh Kliring Lokal

Cara Pencatatan Jurnal Transaksi Kliring Lokal

Untuk membantu mengenai mekanisme kliring lokal, saya sajikan beberapa contoh transaksi dan cara pencatatan jurnal akuntansi kliring berikut ini:

Contoh transaksi kliring lokal 01:

#1: Tanggal 01 Mei 2021 A, seorang nasabah giro bank XYZ Semarang membeli barang kepada B, seorang nasabah Bank BAP senilai Rp 10.000.000.

Nasabah A membayarnya dengan cek bank XYZ di Semarang.

#2: A menyerahkan cek ke Bank XYZ Semarang untuk rekening giro B nasabah bank XYZ Semarang sebesar sebesar Rp 20.000.000 sebagai pelunasan utang.

Pencatatan jurnal transaksi ini di Bank XYZ Semarang adalah sebagai berikut:

Kliring 2: Tanggal 01 Mei 2021

Dr. Giro A   Rp 30.000.000 ….. (Debit Rp)
Cr. Giro B Rp 30.000.000 …………… (Kredit Rp)

Penjelasan pencatatan jurnal akuntansi di atas:

Pada kliring pertama Bank XYZ menerima warkat bank sendiri yang ditarik oleh A berupa cek dari peserta kliring (Bank BAP) Semarang.

Warkat ini merupakan warkat debit masuk karena Bank XYZ harus mendebit rekening nasabah A. Rekening lawannya adalah meng-kredit rekening Biro BI.

Di samping itu, Bank XYZ Semarang juga menerima amanat dari A untuk membebani rekening gironya melalui bilyet Giro sebesar Rp 20.000.000.

Warkat ini merupakan warkat kredit keluar karena Bank XYZ diperintahkan oleh A untuk meng-kredit rekening Giro B.

Dua warkat ini sudah memberikan kepastian dana, baik memenuhi atau ditolak. Memenuhi bila saldo rekening yang dimiliki penarik cek, yaitu A mencukupi. Sedangkan jika tidak mencukupi langsung ditolak. Dengan demikian pencatatannya secara langsung pada rekening riil.

pengertian kliring lokal

Cara Mencatat jurnal transaksi di Bank BAP Semarang:

Kilring 1: Tanggal 01 Mei 2021

Dr. RAR Kliring  Rp 10.000.000 ……(Debit Rp)

Kliring 2: Tanggal 01 Mei 2021

Dr. Giro BI  Rp 20.000.000 …. (Debit Rp)
Cr. Giro BI  Rp 20.000.000…………… (Kredit Rp)

Penjelasan pencatatan jurnal di Bank BAP Semarang:

Bank BAP Semarang telah menerima setoran dari B berupa Cek XYZ Semarang sebesar Rp 10.000.000.

Cek ini merupakan warkat tagihan bagi Bank BAP terhadap Bank XYZ, sehingga perlu dikliringkan melalui Bank Indonesia Semarang.

Bank BAP yang melakukan penagihan terhaap Bank XYZ Semarang akan mengelompokkan warkat ini sebagai warkat debit keluar.

Untuk kliring pertama, Bank BAP selaku yang menagih akan menunggu hasilnya pada kliring kedua.

Oleh karena itu pada saat kliring pertama (penyerahan), Bank BAP harus mencatat penagihan kliring ini dalam rekening administratif sampai dengan kliring kedua berakhit.

Sedangkan untuk warkat kredit masuk berupa Cek Giro dari Bank XYZ sebesar Rp 20.000.000 sifatnya sudah pasti. Oleh karena itu dapat langsung dibukukan dalam rekening riil.

Bagaimana pada kliring kedua (kliring retur)?

Bila pada kliring kedua terjadi penolakan warkat, maka seluruh rekening untuk warkat yang ditolak harus dinihilkan dengan cara membalik jurnal yang telah dilakukan.

Pada contoh ini, misalnya warket debit keluar senilai Rp 10.000.000 ditolak, maka Bank BAP dapat langsung meng-kredit rekening RAR warkat kliring Rp 10.000.000, sehingga rekening administratif ini menjadi nihil.

Cara Mencatat jurnal transaksi ini adalah sebagai berikut :

Kliring 1: Tanggal 01 Mei 2021

Cr. RAR Kliring Rp 10.000.000 ….. (Kredit Rp)

Bila kliring kedua tagihan dinyatakan efektif (tidak ditolak) maka pencatatannya di samping menihilkan rekening administratif kliring juga mencatat hasil tagihan kliring tersebut pada rekening riil.

Pencatatan jurnal transaksinya adalah sebagai berikut:

Kliring 2: Tanggal 01 Mei 2021

Cr. RAR Kliring  Rp 10.000.000 …. (Kredit Rp)

Dr. Giro BI Rp 10.000.000 ….. (Debit Rp)
Cr. Giro B  Rp 10.000.000 …. (Kredit Rp)

Contoh transaksi kliring lokal 02:

Transaksi-transaksi di bawah ini adalah transaksi yang diselesaikan melalui kliring. Peserta kliring misalnya Bank A, Bank B, dan Bank C Surabaya.

Xidev nasabah bank A Surabaya telah menarik cek sebesar Rp 25.000.000 dan cek sebesar Rp 20.000.000 untuk membayar kepada Bening, nasabah giro bank B Surabaya.

Pada hari yang sama, Bank B menerima bilyet giro dari Fahima (basabah giro) untuk keuntungan Pak Budi nasabah giro Bank C Surabaya sebesar Rp 15.000.000.

Pak John nasabah Bank C menarik cek untuk membayar barang dagangan kepada Pak Andre nasabah bank B Surabaya sebesar Rp 20.000.000.

Bank A Surabaya menerima warkat debet masuk untuk beban nasabah giro Dwi

Rahayu sebesar Rp 30.000.000. Warkat ini diterima dari bank C Surabaya melalui lembaga kliring BI Surabaya untuk keuntungan giro Pak Andi.

Bila seluruh transaksi diselesaikan melalui kliring di Bank Indonesia Surabaya, maka diminta:

  1. Pencatatan jurnal pada masing-masing peserta kliring
  2. Neraca kliring pada masing-masing bank peserta kliring
  3. Neraca kliring yang perlu disajikan BI selaku lembaga kliring.

Jawaban:

Pencatatan jurnal transaksi di Bank B:

Transaksi a:

Kliring 1:

Dr. RAR Kliring  Rp 45.000.000 … (Debit Rp)

Kliring 2:

Cr. RAR Kliring Rp 45.000.000 … (Kredit Rp)

Dr. Giro BI Rp 45.000.000 … (Debit Rp)
Cr. Giro Bening  Rp 45.000.000 .. (Kredit Rp)

Transaksi b:

Kliring 1:

Dr. Giro Fahima Rp 15.000.000 …. (Debit Rp)
Cr. Giro BI Rp 15.000.000 ….. ( Kredit Rp)

Transaksi C:

Kliring 1:

Dr. RAR Kliring Rp 20.000.000 … (Debit Rp)

Kliring 2:

Cr. RAR Kliring Rp 20.000.000 …. (Kredit Rp)

Dr. Giro BI Rp 20.000.000 …. (Debit Rp)
Cr. Giro Andre Rp 20.000.000 .. (Kredit Rp)

Pencatatan jurnal transaksi di Bank A:

Transaksi a:

Kliring 2:

Dr. Giro Xidev  Rp 45.000.000 .. (Debit Rp)
Cr. Giro BI  Rp 45.000.000 … (Kredit Rp)

Transaksi d:

Dr. Giro Dwi Rahayu Rp 30.000.000 .. (Debit Rp)
Cr. Giro BI Rp 30.000.000 … (Kredit Rp)

Pencatatan jurnal transaksi di Bank C:

Transaksi b:

Kliring 2:

Dr. Giro BI  Rp 15.000.000 … (Debit Rp)
Cr. Giro Budi Rp 15.000.000 .. (Kredit Rp)

Transaksi c:

Dr. Giro John Rp 20.000.000 … (Debit Rp)
Cr. Giro BI  Rp 20.000.000 … (Kredit Rp)

Transaksi d:

Kliring 1:

Dr. RAR Kliring  Rp 20.000.000 … (Debit Rp)

Kliring 2:

Cr. RAR Kliring Rp 20.000.000 … (Kredit Rp)

Dr Giro BI Rp 30.000.000 … (Debit Rp)
Cr. Giro Andi Rp 30.000.000 .. (Kredit Rp)

***

Dengan memperhatikan transaksi dan jurnal di masing-masing bank peserta, maka dapat disusun neraca kliring untuk masing-masing bank sebagai berikut:

Bank B
Neraca Kliring

pengertian neraca kliring
Pencatatan Transaksi Kliring

Bank A
Neraca Kliring

pengertian laporan kliring
Laporan Transaksi Kliring

Bank C
Neraca Kliring

pengertian proses kliring
Pencatatan Proses Kliring

Bank Indonesia
Neraca Kliring

pengertian kliring dalam perbankan
Cara mencatat transaksi kliring
Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.