Pengertian Lembaga Keuangan, Jenis dan Fungsi yang Perlu Diketahui

Pengertian Lembaga Keuangan adalah institusi yang beroperasi dalam pasar tempat diperolehnya modal, efek diperdagangkan, dan harga saham ditentukan.

Lembaga keuangan terdiri dari lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan non bank.

Bagaimana definisi, jenis, tujuan, peran, dan fungsi lembaga keuangan bank dan llembaga keuangan non bank?

Mari dibahas satu-per-satu…

 

01: Fungsi dan Peran Lembaga Keuangan

Sebagaimana kita ketahui bahwa salah satu peran dan fungsi lembaga keuangan adalah  sebagai fasilitator dan pengelola aliran dana.

Seperti perpindahan dana langsung yang sudah umum dan populer di kalangan individu dan perusahaan.

Kita bisa melihat bagaimana start up di Indonesia memperoleh pendanaan langsung dari ventura capital, dan mendorong perkembangan luar biasa.

Seperti Gojek estimasi valuasi US$ 10 M, Tokopedia estimasi valuasinya US$ 7 M, Traveloka estimasi valuasi $US 2 M, dan Bukapalak estimasi valuasi US$ 2,5 M.

Pertumbuhan mereka dengan fintech-nya juga menjadi kandidat pesaing berat bagi industri perbankan di tanah air.

Pertumbuhan dan perkembangan mereka tidak bisa dilepaskan dari fungsi dan peran lembaga keuangan.

 

02: Jenis Lembaga Keuangan

contoh lembaga keuangan

Secara umum ada 10 jenis institusi atau lembaga keuangan adalah :

#1. Perbankan Investasi (Investment Banking House)

Pengertian Investment Banking House adalah suatu organisasi yang menjamin dan mendistribusikan efek investasi baru dan membantu kalangan usaha mendapatkan pendanaan.

Atau dengan kata lain, lembaga keuangan yang memberikan sejumlah layanan kepada investor dan perusahaan yang ingin memperoleh modal.

Ada 3 aktivitas yang dilakukan oleh lembaga-lembaga seperti ini, yaitu :

  • Membantu perusahaan merancang efek dengan fitur yang diminati oleh investor.
  • Membeli efek tersebut dari perusahaan.
  • Menjualnya kembali kepada penabung.

Meskipun efek dijual dua kali, proses ini sebenarnya merupakan satu transaksi pasar primer.

Dengan bankir investasi yang bertindak sebagai fasilitator yang akan membantu memindahkan modal dari penabung kepada kalangan usaha.

Contoh lembaga seperti ini adalah Credit Suisse Group.

 

#2. Lembaga Keuangan – Perbankan Komersial (Commercial Bank)

Lembaga keuangan ini juga dikenal sebagai institusi keuangan tradisional, karena melayani berbagai macam penabung dan peminjam.

Sebelumnya bank komersial merupakan institusi utama yang menangani tabungan.

Namun saat ini, beberapa institusi lain juga memberikan layanan tabungan dan memberikan pengaruh yang signifikan pada pasokan uang.

Sebaliknya, bank komersial memberikan rentang layanan yang makin luas, termasuk layanan pialang saham dan asuransi.

Contoh lembaga ini adalah J.P. Morgan Chase, Wells Fargo.

 

#3. Perusahaan Jasa Keuangan (Financial Services Corporation)

Suatu perusahaan yang menawarkan berbagai jenis layanan keuangan, termasuk perbangkan investasi, pialang, asuransi dan perbankan komersial.

Perusahaan ini biasanya merupakan konglomerasi besar yang menggabungkan beberapa institusi keuangan dalam satu perusahaan.

Contoh perusahaan jasa keuangan, kebanyakan memulai dengan satu bidang.

Tetapi kini telah melakukan diversifikasi hingga mencakup sebagian besar rentang jasa di bidang keuangan. Misalnya, Citigroup, Prudential.

 

#4. Asosiasi Simpan Pinjam (savings and loan association)

Institusi yang biasanya melayani penabung individu serta peminjam hipotek residential dan komersial, mengambil dana dari penabung kecil.

Kemudian meminjamkan uang tersebut kepada pembeli rumah dan peminjam lainnya.

 

#5. Bank Simpanan Bersama (mutual savings bank)

Institusi keuangan yang mirip dengan lembaga keuangan simpan pinjam.

Bank ini terutama menerima tabungan dari perorangan dan memberikan pinjaman kepada perusahaan serta konsumen.

 

#6. Lembaga Keuangan – Serikat Kredit (credit unions)

Pengertian lembaga keuangan yang merupakan asosiasi koperasi yang para anggotanya memiliki kesamaan ikatan.

Seperti karyawan dari suatu perusahaan yang sama.

Simpanan anggota dipinjamkan hanya kepada anggota lain.

Misalnya untuk pembelian kendaraan bermotor, pinjaman renovasi rumah, dan hipotek rumah.

Serikat kredit seringkali merupakan sumber dana termurah yang tersedia bagi peminjam perorangan.

 

#7. Lembaga Keuangan – Dana Pensiun (pension funds)

Merupakan program purna karya yang didanai oleh perusahaan atau badan pemerintah bagi karyawannya.

Dana pensiun menempatkan investasinya bisa pada obligasi, saham, hipotek dan real estat.

#8. Lembaga Keuangan – Perusahaan Asuransi Jiwa

peran lembaga keuangan

Lembaga keuangan ini menerima simpanan dalam bentuk premi.

Menginvestasikan dana ini pada saham, obligasi, real estat dan hipotek, lalu melakukan pembayaran kepada ahli waris pihak yang diasuransikan.

Dalam beberapa tahun terakhir perusahaan asuransi jiwa juga telah menawarkan beragam rencana tabungan.

Tabungan yang dirancang untuk memberikan manfaat kepada para pesertanya ketika mereka pensiun nanti.

 

#9. Lembaga Keuangan – Reksa Dana (mutual funds)

Organisasi yang menggabungkan dana investor untuk membeli instrumen keuangan dan mengurangi risiko melalui diversifikasi.

Lembaga ini adalah perusahaan yang menerima uang dari penabung dan menggunakannya untuk membeli saham, obligasi jangka panjang.

Atau instrumen utang jangka pendek yang diterbitkan oleh kalangan usaha atau pemerintah.

Reksa dana mengumpulkan dana dan mengurangi risiko dengan melakukan diversifikasi.

Mereka juga mencapai skala ekonomi dengan menganalisa efek, mengelola portofolio, serta membeli dan menjual efek.

Beberapa dana dirancang untuk memenuhi tujuan dari penabung yang berbeda-beda.

Karena itu tersedia dana obligasi bagi mereka yang menginginkan keamanan.

Reksa dana saham bagi penabung yang bersedia menanggung risiko yang signifikan dengan harapan mendapatkan pengembalian yang lebih tinggi.

Dan reksa dana lain yang digunakan sebagai rekening tabungan berbunga atau disebut sebagai reksa dana pasari uang (money market funds)

Yaitu reksa dana yang berinvestasi pada efek jangka pendek berisiko rendah dan memperkenankan investor mengeluarkan cek atas rekening mereka.

Jadi terdapat berbagai jenis reksa dana dengan berbagai tujuan dan sasaran yang berbeda-beda. Misalnya: danareksa syariah.

 

#10. Lembaga Keuangan – Hedge Funds

Pengertian Hedge Funds adalah jenis lembaga keuangan yang hampir mirip dengan reksa dana.

Karena lembaga keuangan ini menerima dana dari penabung, kemudian menggunakan dana itu untuk membeli berbagai efek.

Sedangkan perbedaaan pentingnya adalah reksa dana umumnya ditujukan bagi investor kecil.

Sedangkan hedge funds umumnya memiliki investasi minimum dalam jumlah besar.

Sehingga relatif efektif bila dipasarkan untuk institusi dan individu dengan kekayaan bersih yang besar pula.

Setiap manajer hedge funds menjalankan strateginya masing-masing.

Misalnya, seorang manajer hedge funds yang yakin bahwa spread antara imbal hasil obligasi perusahaan dan pemerintah terlalu tinggi.

Kemungkinan besar akan membeli portofolio obligasi perusahaan dan menjual portofolio obligasi pemerintah di saat yang bersamaan.

Dalam hal ini, portofolia tersebut dilindungi nilai terhadap pergerakan tingkat bunga secara keseluruhan.

Tapi akan menguntungkan jika spread antara kedua efek tersebut menempit.

Manajer hedge funds mungkin juga akan mengambil keuntungan dari penilaian bursa saham yang dianggap tidak tepat, ketika nilai bursa saham dan nilai intrinsik berbeda.    

Hedge funds umumnya membebankan biaya komisi yang besar, seringkali dalam jumlah tetap tertentu ditambah 15% hingga 20% keuntungan modal dana tersebut.

***

Dan untuk menambah wawasan kita tentang lembaga keuangan bank dan bukan bank, saksikan video dari dosen UUI berikut ini:

Bagaimana penjelasan video di atas? sangat membuka wawasan dan pikiran kan?

 

03: Kesimpulan 

Keberadaan lembaga keuangan bank dan non bank dalam perekonomian global saat ini semakin penting.

Peran dan fungsi lembaga keuangan tidak bisa dilepaskan di hampir semua aspek.

Kita sebagai pengguna perlu mengetahui dan memahami keberadaan, fungsi dan perannya.

Sedikit melek keuangan saja sudah cukup, tidak usah sampai tahu bagaimana mereka mengelola keuangannya  🙂

Tapi kalau mau tahu banyak pun tak ada yang melarang…

Demikian sajian singkat dari blog manajemen keuangan mengenai jenis, peran dan fungsi lembaga keuangan bank dan non bank.

Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda.

Terima kasih.

manajemen keuangan dan SOP