Pengertian Pasar Sekunder yang Perlu Diketahui Bagi Setiap Pengelola Bisnis

Pengertian Pasar Sekunder yang Perlu Diketahui Bagi Setiap Pengelola Bisnis

Pengertian pasar sekunder adalah pasar di mana efek yang diterbitkan sebelumnya dan masih beredar diperdagangkan. Pasar sekunder yang paling aktif dan paling penting artinya bagi pengelola perusahaan adalah bursa saham atau market saham, di mana harga-harga saham dari berbagai perusahaan diciptakan.

Tujuan utama manajemen perusahaan adalah memaksimalkan harga saham perusahaan mereka sehingga penting artinya memiliki pengetahuan tentang bursa saham bagi setiap orang yang terlibat dalam pengelolaan suatu bisnis.

Saham-saham diperdagangkan menggunakan beragam prosedur pasar, ada dua jenis prosedur dasar bursa saham, yaitu : 1) bursa saham dengan lokasi fisik, 2) pasar saham berbasis dealer elektronik.

Langsung kita bahas satu per satu….

#1. Bursa saham dengan Lokasi Fisik

Bursa dengan lokasi fisik (physical location axchanges) adalah suatu entitas fisi yang berwujud. Setiap bursa besar menempati bangunanannya sendiri, memiliki anggota dalam jumlah terbatas, dan dengan badan pengawas yang dipilih sendiri.

Para anggotanya dikatakan memiliki kursi di bursa meskipun pada kenyataannya semua orang berdiri. Kursi-kursi ini yang juga diperjualkan, memberikan hak kepada pemiliknya untuk melakukan perdagangan dalam bursa.

Sebagian besar perbankan investasi besar mengoperasikan departemen pialang, di mana bagian ini memiliki ‘kursi’ di bursa dan menunjuk satu atau lebih pejabatnya sebagai anggota.

Bursa dibuka pada hari kerja normal, di mana para anggotanya bertemu di ruangan besar yang dilengkapi dengan telepon dan peralatan elektronik lainnya yang memungkinkan setiap anggota berkomunikasi dengan kantornya.

Seperti  pasar-pasar lainnya, bursa efek juga memfasilitasi komunikasi antara pembeli dan penjual.

Baca juga : Mana yang lebih Penting, Nilai Intrinsik atau Harga Saham Aktual?

Misalnya, Perusahaan pialang A menerima pesanan dari seorang nasabah yang ingin membeli saham perusahaan XYZ. Pada saat yang sama, kantor perusahaan pialang B di mendapatkan pesanan dari seorang nasabahnya yang ingin menjual saham perusahaan XYZ.

Setiap pialang berkomunikasi secara elektronik dengan perwakilan perusahaan di bursa. Pialang-pialang dari daerah lain juga saling berkomunikasi.

Anggota bursa dengan perintah jual (sell orders) menawarkan saham yang dijual, dan saham tersebut akan ditawar oleh anggota dengan perintah beli (buy orders). Jadi bursa akan beroperasi sebagai suatu pasar lelang (auction markets).

Bursa memiliki anggota-anggota yang dikenal sebagai spesialis yang mempercepat proses perdagangan dengan memilki persediaan lembar saham yang menjadi spesialisasi mereka.

Jika ada perintah beli pada saat TIDAK ADA perintah jual, spesialis akan menjual sebagian persediaannya. Sama juga saat ada perintah jual, spesialis akan membeli dan menambahkan ke persediaannya.

Spesialis menentukan harga harga permintaan (bid price), yaitu harga yang bersedia dibayarkan oleh spesialis untuk persediaan saham tersebut. Dan harga penawaran (asked price), yaitu harga di mana saham dijual dari persediaan.

Harga permintaan dan penawaran ditentukan oleh tingkat yang dirancang untuk tetap menjaga persediaan tetap seimbang.

Jika datang banyak perintah beli karena perkembangan yang menguntungkan atau datang perintah jual karena perkembangan yang kurang menguntungkan, spesialis akan menurunkan atau menaikkan harga agar permintaan dan penawaran tetap seimbang.

Harga permintaan sedikit lebih rendah dibandingkan harga penawaran, di mana perbedaan atau SPREAD tersebut mencerminkan margin laba spesialis.

Disediakan juga fasilitas khusus untuk membantu investor institusional, seperti reksa dana dan dana pensiun menjual blok saham dalam jumlah besar tanpa menekan harganya.

Pada intinya perusahaan pialang yang melayani klien institusional akan membeli blok (dinyatakan dengan 10.000 atau lebih lembar saham), kemudian menjual kembali saham tersebut kepada institusi atau individu lain.

Baca juga : 5 Jenis Pasar Keuangan

Demikian pula ketika suatu perusahaan mengeluarkan pengumuman penting yang kemungkinan akan menyebabkan terjadinya perubahan harga saham secara tajam, perusahaan akan meminta bursa menghentikan perdagangan sahamnya sampai pengumuman selesai dilakukan dan dicerna oleh para investor.

 

#2. Pasar Luar Bursa Saham (Over the Counter)

Jika saham kebanyakan perusahaan diperdagangkan di bursa saham, saham dalam jumlah yang lebih besar lagi diperdagangkan di luar bursa, atau yang dikenal dengan istilah sebagai Pasar Luar Bursa (Over The Counter – OTC).

Dengan kata lain pengertian pasar luar bursa saham adalah sekumpulan besar pialang dan diler yang terhubung secara elektronis oeh telepon dan komputer yang melakukan perdagangan efek TIDAK TERDAFTAR.

Penjelasan istilah ini akan membantu kita untuk memahami dari mana istilah ini berasal.

Sebagaimana telah dijelaskan pada jenis yang pertama, bahwa bursa beroperasi sebagai pasar lelang, di mana perintah jual dan beli datang dalam waktu yang kurang lebih bersamaan, dan anggota bursa akan mencocokan perintah-perintah tersebut.

Jika suatu saham tidak sering diperdagangkan mungkin karena perusahaan tersebut masih baru atau merupakan perusahaan kecil, hanya akan sedikit perintah beli dan jual yang datang, dan mencocokan saham tersebut dalam waktu yang wajar akan sulit dilakukan.

Untuk menghindari masalah ini beberapa perusahaan pialang memiliki persediaan saham-saham seperti itu dan siap untuk menciptakan pasar untuknya.

Dealer ini akan membeli ketika investor individu ingin menjual, dan kemudian menjual sebagian persediaannya ketika investor ingin membeli.

Suatu saat, persediaan saham ini disimpan dalam lemari besi, dan ketika dijual atau dibeli, saham tersebut benar-benar akan diserhakan di atas meja (over the counter).

Sekarang, pasar-pasar seperti ini sering disebut sebagai dealer markets. Suatu dealer market meliputi  seluruh fasilitas yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi efek, tetapi pasar tersebut tidak terdapat di bursa dengan lokasi fisik.

Fasilitas tersebut mencakup :

  1. Dealer dalam jumlah relatif sedikit yang memiliki persediaan dan dikatakan menyediakan pasar bagi efek tersebut.
  2. Ribuan pialang yang bertindak sebagai agen dalam mempertemukan dealer dengan investor.
  3. Komputer, terminal, dan jaringan elektronik yang menyediakan hubungan komunikasi antar dealer da pialang.

Dealer yang menyediakan pasar bagi saham tertentu mengumumkan harga di mana mereka akan membeli saham (harga permintaan) dan harga di mana mereka akan menjual saham (harga penawaran).

Harga setiap dealer, yang disesuaikan seiring dengan berubahnya kondisi penawaran dan permintaan dapat dibaca di layar komputer di seluruh dunia.

Spread permintaan-penawaran, yang merupakan perbedaan antara harga permintaan dan harga penawaran mencrminkan margin atau keuntungan dealer.

Risiko dealer akan meningkat jika saham lebih tidak stabil  atau jika saham jarang diperdagangkan.

Biasanya, saham yang tidak stabil dan jarang diperdagangkan memiliki spread yang lebih lebar agar bisa memberikan kompensasi bagi dealer karena menanggung risiko akibat memilikinya sebagai persediaan.

Sekilas tentang NASDAQ dan New York Stock Exchange

Nasdaq pada awalnya hanya merupakan suatu sistem pengumuman harga saham, tapi ia telah berkembang menjadi suatu pasar efek terorganisasi dengan persyaratan pencatatannya sendiri.

Selama satu dekade terakhir, persaingan antara NYSE dan Nasdaq semakin sengit. Sebagai usaha untuk dapat lebih kompetitif terhadap NYSE dan pasar internasional, NASDAQ dan AMEX bergabung pada tahun 1998 untuk membentuk Nasdaq-Amex Market Group.

Merger ini ternyata kurang berhasil. Pada awal tahun 2005. Para anggota Amex sepakat untuk membeli bursa kembali dari Nasdaq.

Baca juga : Perusahaan, Harga Saham dan Nilai Pemegang Saham

Karena kebanyakan saham perusahaan besar diperdagangkan di NYSE, kapitalisasi pasar saham-saham yang diperdagangkan di NYSE jauh lebih tinggi daripada saham yang diperdagangkan di Nasdaq. Berdasarkan data pada tahun 2004, $12,6 triliun dibandingkan dengan $3,7 triliun.

Namun Nasdaq memiliki volume atau jumlah saham yang diperdagangkan yang dilaporkan dalam jumlah yang jauh lebih besar, dan juga lebih banyak perusahaan yang tercatat di Nasdaq.

Satu hal yang menarik, banyak perusahaan teknologi tinggi seperti Microsoft dan Intel tetap diperdagangkan di Nasdaq meskipun mereka akan dapat dengan mudah memenuhi persyaratan pencatatan di NYSE.

Namun di waktu yang sama beberapa perusahaan teknologi yang lain berpindah dari Nasdaq ke NYSE. Dan dalam beberapa tahun ke depan, persaingan antara Nasdaq dan NYSE tidak diragukan lagi akan terus berlanjut dengan sengit.

***