Pendapatan: Karakteristik, Pengakuan, Pencatatan dengan Contoh Nyata

Pendapatan adalah pencapaian, dan biaya adalah upaya. Pendapatan dihasilkan oleh biaya. Tidak ada pencapaian tanpa upaya. Upaya harus dilakukan dulu untuk memperoleh hasil atau pencapaian.  Jadi, hanya dengan biaya pendapatan dapat tercipta.

Biaya bukan merupakan beban yang harus dihindari, tapi merupakan upaya yang sengaja dilakukan dengan senang hati, serta penuh kesadaran, semangat dan pengertian.  Bagaimana pengertian, pengukuran, pengakuan, dan penilaian pendapatan? Mari ikuti pembahasanya berikut ini…

1. Pengertian Pendapatan

Apa itu pendapatan? Yuk cari jawabannya bareng-bareng ya…

A: Definisi Pendapatan Menurut Berbagai Sumber

1: Pengertian Pendapatan menurut FASB (Financial Accounting Standards Board)

FASB mendefinisikan pendapatan adalah sebagai berikut:

Revenue are inflows or other enhancements of assets of an entity or settlements of its liabilities (or combination both)from delivering or producing goals, rendering services, or other activities that constitute the entity’s ongoing major or central operations.

Gain are increases in equity (net assets) from peripheral or incidental transaction of an entity and from all other transaction and other event s and circumstances affecting the entity except those that result from revenues or investment by owners.

2: Pengertian Pendapatan menurut para ahli, antara lain Paton dan Littleton

Revenue is the product of the enterprise, measured by the amount of new assets received from customer.

Srated in terms of asset the revenue of the enterprise is represented, finally by the flow of funds from the customers in exchange for the product of the business, either comodities or services.

3: Definisi Pendapatan menurut IAI

Menurut IAI pengertian pendapatan (revenue) adalah sebagai unsur penghasilan (income).

Pengertian pendapatan ini diadopsi dari IASC sebagai berikut:

The definition of income ecompasses both revenue and gain.

Revenue arises in the course of the ordinary activities of an enterprise and a referred to by a variety of different names including sales, fees, interests, dividends, royalties, and rents.

4: Definisi Pendapatan menurut Accounting Principles Board

Menurut Accounting Principles Board pengertian pendapatan adalah sebagai berikut:

Revenue-gross increases in assets or gross decreases in liabilities recognized and measured in conformity with generally accepted accounting principles that result form those types of profit-directed activities of an enterprise that can change owners equity.

pengertian pendapatan menurut para ahli
Sumber gambar: pxhere

B: Karakteristik Pendapatan

Apa karakteristik pendapatan?

Dari definisi dan teori pendapatan menurut para ahli di atas, kita bisa mengetahui karakteristik yang membentuk pengertian pendapatan, yaitu:

  1. Aliran masuk atau kenaikan aset.
  2. Aktivitas yang menggambarkan operasi utama yang terus menerus.
  3. Pelunasan, penurunan, atau pengurangan kewajiban.
  4. Suatu entitas (of an entity, of an enterprise).
  5. Produk perusahaan.
  6. Pertukaran produk.
  7. Menyandang beberapa nama atau mengambil beberapa bentuk.
  8. Mengakibatkan kenaikan ekuitas.

Agar lebih memahami 8 karakteristik itu yuk dijabarkan satu-per-satu…

1: Kenaikan Aset

Pendapatan dinyatakan ada atau timbul, harus terjadi transaksi atau kejadian yang menaikkan aset, atau menimbulkan aliran masuk aset. Tidak ada batasan bahwa aset harus berupa kas atau alat likuid yang lain, akan tetapi tidak semua kenaikan aset dapat menimbulkan atau sumber pendapatan.

Aset dapat bertambah karena berbagai transaksi, kejadian, atau keadaan sebagai berikut:

  1. Transaksi pendanaan yang berasal dari kreditor dan investor
  2. Laba yang berasal dari aktivitas investasi, misalnya penjualan aset tetap, surat berharga, segmen bisnis, dan anak perusahaan.
  3. Hadiah, donasi, atau temuan
  4. Revaluasi aset yang telah ada
  5. Penyediaan dan/ atau penyerahan poduk (barang dan jasa).

2: Operasi Utama Berlanjut

Aktivitas utama yang terus berlanjut adalah karakteristik yang membatasi kenaikan yang yang dapat disebut pendapatan. Kenaikan aset harus berasal dari aktivitas operasi dan bukan kegiatan investasi dan pendanaan.

Aktivitas operasi ini diwujudkan dalam bentuk memproduksi dan mengirim berbagai barang kepada pelanggan atau menyerahkan atau melaksanakan berbagai jasa.

Operasi utama adalah aktivitas sebagaimana pengertian operasi dalam klasifikasi kegiatan yang membentuk laporan arus kas, yaitu:

  • Operasi (operating)
  • Investasi (investing)
  • Pendanaan (financing)

Jadi, yang dimaksud pendapatan adalah kenaikan aset yang berkaitan dengan operasi utama ini dan bukan dengan investasi dan pendanaan, akan tetapi, revenue atau keuntungan yang tidak berasal dari operasi utama dengan sendirinya disebut sebagai pos non operasi.

3: Operasi dan Non-operasi

Produk yang dihasilkan secara tidak rutin atau insidental sering dianggap sebagai pos pendapatan non operasi dan dipisahkan penyajiannya.

Pembedaan memang perlu tapi mengklasifikasikannya sebagai non operasi dapat menyesatkan dalam pengukuran kinerja atau daya menghasilkan laba perusahaan.

Untuk kepentingan manajerial, pemisahan kegiatan menjadi operasi dan non operasi dapat saja dilakukan, tapi untuk tujuan eksternal, kedua aktivitas tersebut harus tetap dipandang sebagai aktivitas operasi.

Perhatikan contoh berikut:

Misalnya kita jumpai dalam perusahaan angkutan kereta api yang juga mengusahakan usaha wisata. Pengoperasian usaha wisata tersebut boleh jadi berkaitan sangat erat dengan usaha transportasi, sehingga pendapatan dan biaya yang timbul  dari bisnis wisata tersebut, dapat dilaporkan secara gabungan dengan pendapatan dan biaya usaha transportasi (keduanya sebagai operasi).

Perlakuan seperti ini lebih tepat, dibandingkan dengan pemisahan revenue dan biaya bisnis wisatanya sebagai non operasi.

4: Penurunan Kewajiban

Pendapatan tidak hanya didefinisikan dari sudut kenaikan aset, tapi juga dari penurunan atau pelunasan kewajiban. Hal ini terjadi bila suatu entitas telah mengalami kenaikan aset sebelumnya. Misalnya menerima pembayaran di muka dari pelanggan.

Penerimaan ini bukan merupakan pendapatan karena perusahaan belum melakukan prestasi yang menimbulkan hak penuh atas aset yang diterima. Oleh karena itu, jumlah rupiah yang diterima biasanya diperlukan sebagai pendapatan tangguhan, yang statusnya adalah kewajiban, sampai ada prestasi dari perusahaan berupa pengiriman barang atau pelaksanaan jasa.

Jadi, alih-alih kenaikan aset, dapat didefinisikan sebagai penurunan kewajiban. Timbulnya revenue yang berasal dari menurunnya kewajiban banyak dipicu oleh penyesuaian akhir tahun. Asas akrual (accrual basis) juga menimbulkan kenaikan aset yang memenuhi definisi sebagai pendapatan, misalnya, piutang pendapatan bunga, piutang dividen, dan sejenisnya.

5: Suatu Entitas

Pendapatan didefinisikan sebagai kenaikan aset bukannya kenaikan ekuitas bersih, meskipun kenaikan aset tersebut akhirnya berpengaruh terhadap kenaikan ekuitas bersih.

Jadi, aset yang masuk itulah yang disebut revenue. Aset tersebut dikuasai oleh perusahaan, akan tetapi, karena hubungan perusahaan dengan pemilik adalah hubungan utang piutang. Maka pada saat aset naik sebagai revenue/pendapatan, utang perusahaan kepada pemilik juga naik dengan jumlah yang sama.

Ekuitas secara konseptual adalah utang perusahaan kepada pemilik. Oleh karena itu, naiknya aset karena pendapatan akan mengakibatkan naiknya ekuitas. Ekuitas naik karena pendapatan. Jadi, naiknya ekuitas adalah konsekuensi, bukan sumber pendapatan, sehingga revenue tidak dapat didefinisikan sebagai kenaikan ekuitas.

6: Produk Perusahaan

Pendapatan adalah produk perusahaan, produk fisik yang dihasilkan oleh aktivitas usaha itulah yang merupakan pendapatan.

Pengertian seperti ini sesuai dengan konsep upaya dan capaian, yaitu pendapatan adalah capaian dari upaya produktif perusahaan.

Produk merupakan capaian dari setiap aktivitas produktif. Dengan pengertian ini, pendapatan terbentuk atau terhimpun bersamaan dengan aktivitas produktif tanpa harus menunggu kejadian (event) atau saat penyerahan produk kepada pelanggan.

7: Pertukaran (exchange)

Pendapatan akhirnya harus dinyatakan dalam satuan moneter untuk dicatat daam sistem pembukuan. Satuan moneter yang paling obyektif adalah jika jumlah rupiah tersebut adalah hasil transaksi atau pertukaran (exchange) antara pihak independen. Dengan konsep dasar penghargaan kesepakatan, pendapatan dinyatakan dalam jumlah rupiah.

Penghargaan dalam transaksi penjualan yang besarnya sama dengan harga jual per saham dikalikan kuantitas terjual. Pendapatan untuk suatu periode adalah akumulasi pendapatan yang diukur secara obyektif tersebut.

8: Berbagai Bentuk dan Nama

Pendapatan adalah konsep yang bersifat generik dan mencakup semua pos dengan berbagai bentuk dan nama apapun, sebagai contoh, pendapatan untuk perusahaan dagang disebut dengan penjualan.

Untuk perusahaan jasa, pendapatan menunjukkan kegiatan atau jenis jasa yang diberikan, misalnya pendapatan sewa, pendapatan jasa angkutan, dan pendapatan bunga.

Keuntungan

IAI dan APB tidak menjelaskan perbedaan income dan profit, perbedaan laba dan keuntungan, keduanya digabung dalam konsep penghasilan (income). Secara konseptual dan esensial karakteristik pendapatan tidak berbeda dengan untung.

IAI dan APB tidak memandang untuk sebagai elemen/ komponen tersendiri dan didefinisikan secara formal. APB memandang untung semata-mata merupakan klasifikasi pendapatan dalam penyajian Laporan Laba Rugi.

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.